Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

HUBUNGAN FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL DENGAN MINAT MAHASISWA KEBIDANAN DALAM BERWIRAUSAHA KESEHATAN Ni Made Nurtini; NI KETUT NORIANI; KOMANG AYU PURNAMA DEWI
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1698.856 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.208

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Entrepreneurship merupakan proses penerapan kreativitas dan emosi dalam memecahkan suatu pemasalahan atau persoalan dan menemukan suatu peluang untuk memperbaiki kehidupan. Entrepreneurial activity akan semakin tinggi entrepreneurship level suatu negara. Pendidikan kewirausahaan dapat membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku pada mahasiswa menjadi seorang wirausahawan sehingga mengarahkan mereka untuk memilih berwirausaha sebagai pilihan karir. Metode : Desain dalam penelitian ini analitik cross sectional dengan populasi seluruh mahasiswa Prodi D III Kebidanan STIKES Bali yang berjumlah 61 responden dengan teknik nonprobability sampling (total populasi) 61 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan teknik analisa data Pearson product moment test. Hasil : Pada faktor internal dalam berwirausaha paling banyak tinggi yaitu 52 orang (85,2%). Faktor eksternal dalam berwirausaha kesehatan paling banyak tinggi yaitu 38 orang (62,3%). Minat mahasiswa dalam berwirausaha kesehatan paling banyak tinggi yaitu 52 orang (85,2%). Analisis korelasi (r) antara faktor internal dengan minat mahasiswa kebidanan dalam berwirasusaha 0,870 menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang kuat antara faktor internal dengan minat mahasiswa kebidanan dalam berwirasusaha dengan p-value sebesar <0,001. Analisis korelasi (r) antara faktor eksternal dengan minat mahasiswa kebidanan dalam berwirasusaha 0,439  menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang kuat antara faktor internal dengan minat mahasiswa kebidanan dalam berwirasusaha dengan p-value sebesar <0,001. Kesimpulan : Meningkatkan faktor internal dan eksternal mahasiswa untuk meningkatkan minat berwirausaha sangat penting dalam rangka memantapkan mahasiswa agar mampu bersaing di pasar bebas khususnya wirausaha bidang kesehatan.Kata Kunci : Internal, Eksternal, Minat BerwirausahaABSTRACTBackground : Entrepreneurship is the process of applying creativity and emotion in solving a problem or problem and finding an opportunity to improve life. Entrepreneurial activity will be the higher level of entrepreneurship in a country. Entrepreneurship education can shape the mindset, attitudes, and behavior of students to become entrepreneurs so that it directs them to choose entrepreneurship as a career choice.Methods : The design in this study was cross sectional analytic with the participation of all students of Study Program D III of STIKES Bali Midwifery involving 61 respondents with nonprobability sampling (total population) 61 respondents. Data collection using a questionnaire with Pearson product moment test data analysis techniques.Results : The most internal factors in entrepreneurship were 52 people (85.2%). External factors in entrepreneurship are 38 people (62.3%). The smallest number of students in health entrepreneurship were 52 people (85.2%). Analysis of the difference (r) between internal factors and the interest of midwifery students in entrepreneurship 0.870 shows the factors that occur between internal factors and the interest of midwifery students in entrepreneurship with a p-value of <0.001. Analysis of the difference (r) between external factors and the interest of midwifery students in entrepreneurship 0.439 shows the fact that occurs between internal factors and the interest of midwifery students in entrepreneurship with a p-value of <0.001.Conclussion : Improving the internal and external factors of students to increase entrepreneurial interest is very important in order to strengthen students to be able to compete in the free market, especially health care entrepreneurs.Keywords: Internal, External, Entrepreneurial Interest
GAMBARAN LAYANAN ENTERPRENEURSHIP KEBIDANAN PADA PRAKTEK MANDIRI BIDAN (PMB) DI DENPASAR SELATAN Ni Ketut Noriani,S.Si.T., M.Kes; Ni Made Nurtini
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1668.604 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.213

Abstract

ABSTRAKLatar Beakang: Besarnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kebidanan di masyarakat, menuntut adanya inovasi pelayanan kebidanan dari praktek kebidanan itu sendiri. Berbagai bentuk enterpreneurship dari Bidan Praktek Mandiri (BPM) menjadi pilihan bagi para bidan dalam meningkatkan jenis layanan kebidanan pada praktek mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran layanan enterpreneurship kebidanan pada praktek mandiri bidan di Denpasar Selatan.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptip crossectional dengan populasi adalah bidan yang memiliki praktek mandiri, sampel dipilih secara total sampling dengan jumlah sampel sebesar 19 sampel BPM di Kecamatan Denpasar Selatan.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar sampel adalah lulusan D3 kebidanan 60% dengan masa kerja 5-10 tahun, 32%. BPM yang melakukan  enterpreneurship sebesar 56% dengan bentuk layanan enterpreneur terbesar adalah yoga ibu hamil 60% dan  baby spa 52%, faktor pengetahuan dan pengalaman menjadi alasan BPM melakukan praktek enterpreneurship. Faktor penghambat seperti biaya pelatihan yang cukup mahal dan jenis pelatihan yang terbatas. Praktek enterpreneurship pada BPM secara langsung dapat menambah pengalaman dan juga penghasilan, hal ini menuntut profesi bidan untuk selalu berinovasi dan peka dengan perkembangan jaman serta harus memaksimalkan peranannya sebagai  promotor dan advokator bagi masyarakat.Kesimpulan: Pengetahuan dan pengalaman praktek sangat berpengaruh terhadap layanan enterpreneurship. Peran serta pemerintah dan organisasi profesi sangat diharapkan dalam penyelenggaraan pelatihan serta pendidikan enterpreneurship pada BPM.Kata Kunci: Enterpreneurship, Bidan, Praktek mandiri  ABSTRACTBackground: The highest of community demands for midwifery services needs the innovation from midwifery services in their private practice. Various of entrepreneurship from BPM as a choice for midwive to improving their services. This study aims to determine the description of midwifery entrepreneurship services in BPM at South Denpasar. Methods: This study used a cross-sectional descriptive design, the poulation is BPM practices and sample was selected by total sampling amount of 19 BPM in South Denpasar. Results: The results showed that most of midwife is graduates of midwifery diploma 60%, with experiance in service 5-10 years (32%). BPM with entrepreneurship service 56% with the highest services is yoga for pregnant 60% and baby spa 52%, knowledge and experience factors are the reasons of BPM doing the entrepreneurship practice, Inhibiting factors such as the training costs and the type of training is limited.The entrepreneurship practices at BPM is related with experience and income. The midwife need to innovate and updates of knowleges and improving their role as a promoter and advocate in community.Conclusion: Knowledge and practical experience are very influential on entrepreneurship services. The participation of the government and professional organizations is highly expected in the organization of training and entrepreneurship education for BPM.Keywords: Enterpreneurship,midwife, private practice
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA SISWI SMPN 11 DENPASAR Komang Ayu Purnama Dewi; Ni Made Nurtini; Ni Putu Riza Kurnia I
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2105.023 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i2.245

Abstract

ABSTRAKPendahuluan : Remaja putri pada masa pubertas sangat berisiko mengalami anemia gizi besi. Hal ini disebabkan banyaknya zat besi yang hilang selama menstruasi (WHO, 2011; 2016). SMPN 11 Denpasar merupakan salah satu SMPN di kota Denpasar yang terpapar oleh “Gerakan Jum’at dengan Pil Pintar, Sehat dan Cantik (Gemar Tersyantik)”. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku konsumsi tablet tambah darah pada siswi SMPN 11 Denpasar.Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel: siswi SMPN 11 Denpasar yang memenuhi kriteria inklusi. Besar sampel 171 orang dengan teknik pengambilan sampel simple ramdom sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil : Sebagian besar siswi memiliki pengetahuan yang baik(88/51,46%) karena sudah melakukan penginderaan melalui membaca atau mendengarkan informasi tentang konsumsi tablet tambah darah yang dapat diakses dari berbagai media. Menurut Notoatmodjo (2010), pengetahuan adalah hasil penginderaan seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya. Sebagian besar siswi memiliki sikap positif (93/54,39%) tentang konsumsi tablet tambah darah yang merupakan respon tertutup dari penginderaan yang telah dilakukan tentang konsumsi tablet tambah darah, yaitu berupa penyuluhan atau informasi dari media massa. Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap stimulus (Notoatmodjo, 2010). Sebagian besar siswi memiliki perilaku yang baik (88/51,46%).karena adanya stimulus yang baik tentang konsumsi tablet tambah darah seperti adanya akses informasi melalui media massa atau penyuluhan.Skiner dalam Notoadmodjo (2010) menyatakan perilaku merupakan reaksi seseorang terhadap stimulus. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Tablet Tambah Darah ABSTRACTBackground : Adolescent girls at puberty are very at risk of developing iron deficiency anemia. This is due to the large amount of iron lost during menstruation (WHO, 2011; 2016). SMPN 11 Denpasar is one of the middle school in Denpasar which is exposed to the "Friday Smart pills, Healthy and Beauty (Gemar Tersyantik)". This study aims to describe the knowledge, attitudes and behavior of consuming blood-supplemented tablets in SMPN 11 Denpasar students.Method : This study is a descriptive study. Sample: SMPN 11 Denpasar students who meet the inclusion criteria. The sample size was 171 people with simple random sampling technique. The data collect by questionnaire.Results : Most of the students have good knowledge (88 / 51.46%) because they have sensed them through reading or listening to information about the consumption of blood-added tablets which can be accessed from various media. According to Notoatmodjo (2010),  knowledge is the result of a person's sensing of an object through his senses. Most of the students had a positive attitude (93 / 54.39%) about the consumption of blood supplemented tablets which was a closed response from the sensing that had been done about the consumption of blood supplemented tablets, namely in the form of counseling or information from the mass media.Attitude is a reaction or response that is still closed from a person to a stimulus (Notoatmodjo, 2010). Most of the students had good  attitudes (88 / 51.46%) due to a good stimulus regarding the consumption of blood-added tablets, such as access to information through mass media or counseling. Skiner in Notoadmodjo (2010) states that behavior is a person's reaction to a stimulus. Keywords : Knowledge, Attitude, Behavior, Blood Tablets
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA SISWI SMPN 11 DENPASAR Komang Ayu Purnama Dewi; Ni Made Nurtini; Ni Putu Riza Kurnia I
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1832.828 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.307

Abstract

Pendahuluan : Anemia gizi besi menjadi salah satu penyebab utama anemia, diantaranya karena asupan makanan sumber zat besi yang kurang. WHO (2005). Anemia di kalangan remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki (Depkes RI, 2018). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku konsumsi tablet tambah darah pada siswi SMPN 11 Denpasar.Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel: siswi SMPN 11 Denpasar yang memenuhi kriteria inklusi. Besar sampel 171 orang dengan teknik pengambilan sampel simple ramdom sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil : Sebagian besar siswi memiliki pengetahuan yang baik(88/51,46%) karena sudah melakukan penginderaan melalui membaca atau mendengarkan informasi tentang konsumsi tablet tambah darah yang dapat diakses dari berbagai media. Menurut Notoatmodjo (2010), pengetahuan adalah hasil penginderaan seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya. Sebagian besar siswi memiliki perilaku yang baik (88/51,46%).karena adanya stimulus yang baik tentang konsumsi tablet tambah darah seperti adanya akses informasi melalui media massa atau penyuluhan.Skiner dalam Notoadmodjo (2010) menyatakan perilaku merupakan reaksi seseorang terhadap stimulus. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang konsumsi tablet besi dengan perilaku konsumsi tablet besi pada siswi SMP 11 Denpasar. Sesuai dengan pendapat Notoatmodjo (2010), pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kecemasan Ibu Hamil di Masa Pandemi Covid-19 Di Praktek Mandiri Bidan Wilayah Kerja Denpasar Selatan Ni Made Nurtini; Komang Ayu Purnama Dewi; Ni Ketut NorianI
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1850.912 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v5i2.330

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Pandemi COVID-19 dialami oleh seluruh negara di dunia,  pelayanan kesehatan maternal dan neonatal terkena dampak baik secara akses maupun kualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hubungan tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil di masa pandemi Covid-19. Metodelogi dalam penelitian ini adalah analitik cross sectional. Populasi semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Wilayah Kerja Denpasar Selatan, pada bulan Januari sampai Februari 2021. Pengambilan sample dilakukan secara incidental sampling. Jumlah sample yang digunakan 100 orang ibu hamil. Intrumen pengumpulan  data dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan google form (online). Analisa bivarite yang digunakan Spearmen Rho. Hasil penelitian ini responden paling banyak memiliki pengetahuan baik sejumlah 92 responden (92%), responden paling banyak dikategorikan normal untuk kecemasan sejumlah 96 responden (96%) dan 4 responden yang mengalami kecemasan ringan. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil di masa pandemi Covid-19 dengan  nilai koefisien korelasi (r)= 0,504, hal ini menunjukkan ada korelasi positif antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil di masa pandemi Covid-19. Kesimpulan hasil ini penelitian ini bahwa semakin baik pengetahuan, kecemasan ibu semakin baik (normal).Kata kunci : pengetahuan, ibu hamil, kecemasan, covid-19
THE RELATIONSHIP OF MOTHER'S PERCEPTION OF IUD CONTRACEPTION WITH THEIR PARTICIPATION AS IUD ACCEPTANCE IN PUSKESMAS 1 DENPASAR SELATAN Ni Ketut Noriani,S.Si.T., M.Kes; Ni Made Nurtini,S.Si.T.,M.Kes
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1700.931 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v5i2.336

Abstract

The arge population growth without being accompanied by good quality human resources complicates efforts to increase and distribute people's welfare. Controlling the rate of population growth is pursued through the family planning program, which is expected to involve the participation of all parties in realizing the success of family planning in IndonesiaA person's actions are influenced by multiple factors, including the use of contraceptives. These factors include predisposing factors (knowledge, attitudes and other elements that exist in the individual), supporting factors, namely the availability of health facilities and reinforcing factors such as family support. The knowledge referred to above is the mother's knowledge about the use of contraception, especially its benefits in preventing pregnancyGood understanding of knowledge is expected to emerge attitudes in the form of awareness and intention to use safe and quality contraceptives (Notoatmojo, 2007). This is in accordance with research conducted by Gertler and Molyneaux (2003) cited by Syafitri (2010), more than 50% of family planning users who have good knowledge and not much different from research conducted by Sindhung (1999), as many as 60% of mothers have good knowledge of KB. So if the knowledge is good then the family planning program will be successful.The purpose of this study was to determine the relationship between the level of mother's perception of the use of IUD contraceptives in the Work Area of Puskesmas 1 South Denpasar. The methodology used in this research is cross sectional analytic. The population in this study were IUD family planning acceptors in the Work Area of Puskesmas I South Denpasar in January 2020. Sampling was carried out by incidental sampling. The data collection instrument in this study was a questionnaire. The correct information delivered from health workers can be a guide to form a person's support and interest in choosing an IUD contraception. This is in accordance with Setiadi's 2008 theory in Nurhayati's 2016 research, the role of health workers is an activity that is expected from a health worker who provides health services to the community to improve community health status optimally.Keywords: Mother's perception of IUD, Mother's participation as IUD acceptor 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III DALAM MENGHADAPI PERSALINAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ni Made Nurtini; Komang Ayu Purnama Dewi
Menara Medika Vol 5, No 1 (2022): VOL 5 NO 1 SEPTEMBER 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v5i1.3464

Abstract

Pendahuluan: pelayanan kesehatan maternal dan neonatal menjadi salah satu layanan yang terkena dampak baik secara akses maupun kualitas selama pandemi covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hubungan tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil trimester III dalam meghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19. Metodologi: Dalam penelitian ini adalah analitik cross sectional. Populasi semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di UPT Puskesmas Banjarangkan I Kabupaten Klungkung Provinsi Bali, pada bulan September sampai Oktober 2021. Pengambilan sample dilakukan secara incidental sampling. Jumlah sample yang digunakan 100 orang ibu hamil. Intrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisa bivariate yang digunakan Spearmen Rho. Hasil: dalam penelitian ini responden paling banyak memiliki pengetahuan baik sejumlah 86 responden (86%), responden paling banyak dikategorikan normal untuk kecemasan sejumlah 92 responden (92%) dan 8 responden yang mengalami kecemasan ringan. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19 dengan nilai koefisien korelasi (r)= 0,518. Diskusi: penelitian ini menunjukkan ada korelasi positif antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan, kecemasan ibu semakin baik (normal).
ERSEPSI DAN SIKAP MAHASISWA STIKES BALI TENTANG YOGA Komang Ayu Purnama Dewi; Gusti Ayu Dwina Mastryagung; Ni Made Nurtini
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 1, No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.383 KB)

Abstract

ABSTRAK Senam yoga mulai dikenal tahun 90-an di Indonesia. Perkembangan yoga di Indonesia terjadi ketika krisisekonomi, yang  berdampak bagi masyarakat seperti stres. Mereka yang mengalami stress mulai menyadaribahwa pengobatan medis tidak cukup ampuh mengobati penyakit yang sumbernya dari psikis atau mental.Mereka mulai berpaling pada upaya penyembuhan alami, diantaranya beryoga. Terbuka pada perkembangangaya hidup, turut menjadi amunisi ampuh bagi ledakan yoga di kota-kota besar Indonesia. Seiring dengan pesatnya perkembangan yoga di dekade ini, ternyata masih banyak kesalahpahaman terhadap yoga.Umumnya kesalahpahaman ini muncul karena kurangnya informasi tentang yoga, khususnya bagimahasiswa yang baru mulai tertarik. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui persepsi dan sikapmahasiswa Stikes Bali tentang yoga. Metode pada penelitian adalah adalah deskriptif kuantitatif denganpendekatan cross sectional, dengan sampel adalah seluruh mahasiswa STIKES Bali yang ada di kampuspada saat penelitian, yang diambil dengan teknik total populasi. Waktu penelitian adalah tanggal 1 sampai 28Desember 2016. Sebagian besar mahasiswa Stikes Bali yaitu 278 orang (55,6%) memiliki persepsi negatifyoga. Sebagian besar mahasiswa Stikes Bali yaitu 301 orang (60,2%) memiliki sikap negative tentang yoga. Untuk selanjutnya perlu penelitian untuk mencari hubungan antar variable dengan jumlah responden yang lebih banyak. Kepada mahasiswa untuk lebih banyak mencari informasi tentang yoga agar tidak terjadi kesalahpahaman tentang yoga. Kata kunci: persepsi, sikap, yoga ABSTRACTIntroduction: Yoga gymnastics has began on the 90's in Indonesia. The yoga’s was develop in Indonesia occurs when the economic crisis, which affects the strees of community. Those who has stress experiencebegin to realize that medical care is not enough to treat the psychic illness or mental sources. Yoga’slifestyle was contributing as power and high  development, in the big cities of Indonesia.  Along with therapid increase in this decade, there are still many of misconceptions about yoga. Generally thismisconception arises because of lack of information about yoga, especially for those who are just gettinginterested. Research Objective is to know about yoga perceptions and attitude Stikes Bali students.The research method was descriptive quantitative by cross sectional approach, with the total populationtechnique sample of STIKES Bali students. The time of the study is from 1 to 28 December 2016.  Most of theStikes Bali students 278 (55.6%) had negative perceptions of yoga and 301 students (60.2%) have negativeattitude about yoga. Hope the next researcher to continue this research to find the relationship betweenvariables with the number of respondents. To the students to find more information about yoga in order toavoid misunderstandings about yoga. Keywords: perception, attitude, yoga
TINGKAT PENGETAHUAN DAN MINAT IBU HAMIL TENTANG PRENATAL YOGA DI PUSKEMAS II DENPASAR SELATAN Ni Ketut Noriani; Ni Made Nurtini; Komang Purnama Dewi
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 1, No 2 (2017): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.826 KB)

Abstract

AB STRAK Salah satu cara mengatasi kecemasan adalah dengan yoga menurut Perry, et al. (2010). Prenatal yoga adalah salah satu cara terbaik bagi ibu hamil untuk tetap fit selama kehamilannya. Puskesmas II Denpasar Selatan rutin melaksanakan program senam hamil dan sosialisasi yoga ibu hamil, namun belum melaksanakan yoga ibu hamil secara rutin. Tujuan Penelitian untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu hamil, tingkat pengetahuan dan minat ibu hamil tentang prenatal yoga. Metodologi: yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan cross sectional. Menggunakan sampel jenuh, total sampling dengan jumlah 44 orang. Karakteristik ibu hamil berdasarkan umur terdapat ibu hamil dengan resiko tinggi umur < 20 tahun sebanyak 4 orang (9,1%) dan umur >35 tahun sebanyak 4 orang (9,1%). Karakteristik ibu hamil berdasarkan paritas yang paling banyak adalah paritas 2 (ibu hamil ke dua) sebanyak 18 orang (40,9%). Karakteristik ibu hamil berdasarkan usia kehamilan, ibu hamil yang datang paling banyak dengan usia kehamilan triwulan kedua sebanyak 17 orang (38,6%). Karakteristik ibu hamil berdasarka n pendidikan, paling banyak memiliki latar belakang pendidikan SMA/SMU/SMK sebanyak 21 orang (47,7%). Karakteristik ibu hamil berdasarkan pekerjaan, ibu hamil yang bekerja dan tidak bekerja yang datang untuk melakukan pemeriksaan kehamilan jumlahnya hampir sama. Yang tidak bekerja 24 orang dan yang bekerja 20 orang. Berdasarkan hasil penelitian paling banyak ibu hamil memiliki pengetahuan cukup sejumlah 32 orang (72,7%). Dalam penelitian ini ibu hamil banyak memiliki minat yang cukup sejumlah 32 orang (72,7%). Simpulan yang bisa diambil adalah pengetahuan dan minat ibu hamil tentang prenatal yoga yang terbanyak memiliki jumlah yang sama yaitu 32 orang (72,7%). Rekomendasi kepada petugas kesehatan dalam hal ini bidan untuk ikut melakukan sosialisasi prenatal yoga sebagai salah satu pengembangan dari kegiatan senam hamil. Kata Kunci : ibu hamil, prenatal yoga ABSTRACT One way to overcome anxiety is by yoga according to Perry, et al. (2010). Prenatal yoga is one of the best ways for pregnant women to stay fit during pregnancy. Pusk esmas II South Denpasar routinely implement pregnancy exercise program and socialization of pregnant yoga mothers, but not yet carry out yoga pregnant women regularly. Objective: To k now the characteristic picture of pregnant mother, level of k nowledge and interest of pregnant mother about prenatal yoga. Methodology: used is descriptive quantitative with cross sectional. Using a saturated sample, a total sampling of 44 people. Result: Characteristic of pregnant women by age pregnant women with high risk 35 years counted 4 people (9,1%). Characteristics of pregnant women based on the most parity is parity 2 (second pregnant mother) as many as 18 people (40,9%). Characteristics of pregnant women based on gestational age, pregnant women who came at most with second gestational age of 17 people (38,6%). Characteristics of pregnant women based on education, most have high school / high school / vocational education as many as 21 people (47.7%). Characteristics of pregnant women on the job, work ing and unemployed pregnant women who come for pregnancy check ups are about the same number. That does not work 24 people and who work s 20 people. Based on the results of research most pregnant women have enough knowledge of 32 people (72.7%). In this study, many pregnant women have enough interest of 32 people (72,7%). Maternal k nowledge and interest about prenatal yoga has the same number of 32 people (72,7%). Recommendations to health workers in this case midwives to participate in prenatal yoga socialization as one of the development of pregnancy exercise activities.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN DAN KELENGKAPAN PENGISIAN BUKU KIA PADA IBU HAMIL Komang Ayu Purnama Dewi; Ni Made Nurtini; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi; Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja
Menara Medika Vol 5, No 2 (2023): VOL 5 NO 2 MARET 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v5i2.4088

Abstract

Latar Belakang: Pencatatan dan pemantauan kesehatan ibu hamil dapat dilakukan dengan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Kurang dari 50% Ibu hamil yang membawa Buku KIA saat memeriksakan diri ke tenaga kesehatan, hanya 10,5% buku KIA yang terisi lengkap. Kepemilikan buku KIA pada ibu hamil menurun dari 80.8% menjadi sebesar 75.2%. Tujuan: penelitian ini bertujuan menganalisa factor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan dan kelengkapan pengisian buku KIA pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional yang dilakukan pada bulan September – Oktober 2022. Sampel penelitian yaitu ibu hamil yang berada di Puskesmas II Banjarangkan dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah diuji face validity. Analisa bivariate dengan uji nonparametric spearman rho. Hasil: Faktor yang mempengaruhi pemanfaatan buku KIA adalah peran keluarga (p-value 0,001). Faktor yang mempengaruhi kelengkapan pengisian buku KIA adalah peran tenaga kesehatan (p-value 0,000), sedangkan umur, paritas, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, peran keluarga dan peran kader tidak mempengaruhi kelengkapan pengisian buku KIA. Diskusi: penelitian ini menunjukkan pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil belum optimal dan kelengkapan pengisian buku KIA hampir terisi lengkap. Pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA baik, peran keluarga dan peran kader belum optimal, sedangkan tenaga kesehatan berperan optimal dalam pemanfaatan dan pengisian buku KIA. Faktor yang mempengaruhi pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil adalah peran keluarga sedangkan factor yang mempengaruhi kelengkapan pengisian buku KIA adalah peran tenaga kesehatan.