Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Penyuluhan Kanker Servik pada Wanita Masa Reproduksi di Desa Nyuh Tebel Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem Ni Made Nurtini; Komang Ayu Purnama Dewi; Gusti Ayu Dwina Mastryagung; I Gede Putu Darma Suyasa; Made Rismawan
Paradharma (Jurnal Aplikasi IPTEK) Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Paradharma
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.697 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v1i2.317

Abstract

ABSTRAKKanker leher rahim merupakan penyakit keganasan yang terjadi pada leher rahim. Perjalananpenyakit ini didahului dengan kondisi lesi pra-kanker leher rahim yaitu adanyadisplasia/neoplasia intraepitel serviks (NIS). Banjar Tengah  merupakan salah satu Banjar yang berada di wilayah Desa Nyuhtebel, Kecamatan Manggis Karangasem yang memiliki tujuan misimemanfaatkan pelayanan kesehatan dengan maksimal atas dasar kesadaran dan kepedulian,partisipasi serta keswadayaan warga. Berdasarkan hal tersebut dipandang sangat perlumemberikan penyuluhan tentang kanker servik pada wanita masa reproduksi dalam upaya preventif pencegahan kanker serviks.  Target luaran yang diharapkan adalah 1) Terjadipeningkatan pengetahuan pada wanita masa reproduksi. 2)Mampu menjaga pola hidup sehat, 3)adanya peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah penyuluhan 4) mampu melakukandeteksi dini kanker seviks  Metode Pelaksanaan dengan memberikan penyuluhan danmelakukan evaluasi melalui pre-post test. Hasil yang didapatkan adalah dari 33 ibu yangmemperoleh kategori pengetahuan baik 21 orang dan cukup 12 orang dan pada post testdidapatkan hasil 28 orang pengetahuan baik dan 5 orang pengetahuan cukup. Kata Kunci : Penyuluhan, Kanker Servik, Wanita Usia RepoduksiABSTRACTCervical cancer is a malignant disease that occurs in the cervix. Course of the disease ispreceded by the condition of pre-cancerous lesions of the cervix is the existence of dysplasia /cervical intraepithelial neoplasia (NIS). Banjar Banjar Tengah is one that is in the Village areaNyuhtebel, District Manggis, Karangasem who have mission objectives with maximum utilizehealth services on the basis of consciousness and awareness, participation and self-reliance ofcitizens. Based on those considered very necessary to provide education on cervical cancer inwomen of reproductive age in the prevention of cervical cancer prevention efforts. Targetoutcomes expected are: 1) There is an increased knowledge in women past reproduksi.2) Ableto maintain a healthy lifestyle, 3) an increase in knowledge between before and after extension4) capable of early detection of cancer seviks increase Implementation Method to providecounseling and conduct an evaluation through pre-post test. The results obtained are of the 33mothers who acquire good knowledge categories 21 and quite 12 people and post test showed28 people the knowledge of good and 5 sufficient knowledge.Keywords: Counseling, Cervical Cancer, Female Age Repoduksi
Pendampingan Kelas Ibu Hamil Dalam Memberikan Motivasi ANC Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Ibu Dan Janin Di Era New Normal Komang Ayu, Purnama Dewi; Nurtini, Ni Made; Kurnia Indriana, Ni Putu Riza
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Abdimas ITEKES Bali Terbitan Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v1i2.385

Abstract

Pada masa pendemi covid-19 seperti sekarang ini terjadi penurunan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pelayanan pemeriksaan kehamilan turun sebanyak 22,8% pada K1dan 11,2% pada K4. Penurunan ini disebabkan karena ibu hamil takut datang ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan kehamilannya. (Nurjasmi.E, 2020). Desa Kesiman Petilan di bawah Puskesmas Pembantu Denpasar Timur juga memiliki program meningkatkan kesehatan ibu hamil melalui kelas ibu hamil yang pelaksanaannya saat ini tersendat dampak dari pendemi covid-19. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pemeriksaan kehamilan serta motivasi ANC pada era new normal. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap pertemuan dengan waktu dua jam tiappertemuan. Pada tahap awal akan dilakukan penyuluhan tentang pengetahuan tentang pemeriksaan kehamilan pada Era New Normal dan pembagian masker Pada tahap kedua akan dilakukan penyuluhan tentang motivasi pemeriksaan kehamilan pada masa pandemi covid-19 dan pemberian PMT. Kemudian tahap akhir akan dilakukan kelas ibu hamil. Dapat dilihat dari nilai pretes dan posttes bahwa terdapat peningkatan pengetahun ibu hamil tentang pemerikasaan kehamilan (28,57%) dan motivasi ibu hamil untuk melakukan ANC (36,84%) pada masa new normal. Jadi pemberian penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan.
Pendampingan Penggunaan Buku Kia Dalam Memberikan Informasi Dan Edukasi Pada Ibu Hamil Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Ibu Dan Janin Di Masa Pandemi Covid 19 Armayanti, Luh Yenny; Dewi, Komang Ayu Purnama; Nurtini, Ni Made; Puspita Dewi, Ni Wayan Erviana
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v2i2.464

Abstract

Latar belakang: Penggunaan buku KIA berdasarkan Riskesdas tahun 2013, kurang dari 50% Ibu hamil yang membawa Buku KIA saat memeriksakan diri ke tenaga kesehatan. Riskesdas 2018 menunjukkan pencatatan hasil pelayanan pada Buku KIA juga belum optimal, hanya 10,5% Buku KIA yang terisi lengkap. Di Desa Kesiman Petilan, dari 5 orang ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil hanya 3 orang ibu hamil yang memiliki buku KIA dan 2 orang ibu hamil tidak memiliki buku KIA. Tujuan: meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya dan penggunaan buku KIA terutama pada masa pandemi covid 19. Metode: Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Desa kesiman Petilan dengan sasaran seluruh ibu hamil di Desa Kesiman Petilan yang mengikuti kelas ibu hamil. Kegiatan dilaksanakan dalam  waktu 3 bulan (Agustus – Oktober 2021) yang dibagi menjadi tiga tahap pertemuan dengan waktu dua jam tiap pertemuan. Pada tahap awal dilakukan pemetaan ibu hamil, tahap kedua dilakukan penyuluhan pentingnya buku KIA bagi ibu hamil pada masa pandemi covid 19, tahap akhir dilakukan penyuluhan tentang penggunan buku KIA sebagai media informasi dan edukasi pada ibu hamil. Penyuluhan dilakukan langsung dengan media buku KIA dan lembar balik. Hasil: Terdapat 5 orang ibu hamil yang belum memiliki buku KIA dan sudah diberikan buku KIA. Pemahaman terhadap pentingnya buku KIA meningkat sebesar 58,3% dengan nilai rata-rata kuesioner prestes 6,0 dan postes 9,5. Pemahaman terhadap penggunaan buku KIA meningkat sebesar 40% dengan nilai rata-rata kuesioner prestes 6,5 dan postes 9,1. Jadi pemberian penyuluhan dapat meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya dan penggunaan buku KIA.   Kata kunci: buku KIA, pandemic covid 19
Pendampingan Optimalisasi Pemanfaatan Buku Kia Pada Kader Dalam Memberikan Informasi Dan Edukasi Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Ii Banjarangkan dewi, Komang Ayu Purnama; Nurtini, Ni Made; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Ni Wayan Manik Parwati, Ni Wayan Manik Parwati
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i1.629

Abstract

Buku KIA bermanfaat sebagai alat komunikasi dan berisi informasi penting bagi ibu hamil, keluarga dan masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak serta catatan pelayanan kesehatan ibu dan anak (Kemenkes RI, 2015). Namun Riskesdas 2018 menunjukkan pencatatan hasil pelayanan pada Buku KIA juga belum optimal,Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk melakukan Pendampingan Optimalisasi Pemanfaatan Buku KIA Pada Kader dalam Memberikan Informasi dan Edukasi Pada Ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diadakan di Puskesmas II Banjarangkan dilaksanakan dalam 3 tahap kegiatan yang diikuti oleh 12 orang kader. Kegiatan tahap I yaitu penyuluhan tentang buku KIA pada kehamilan hasilnya rerata nilai pretes 55 dan rerata nilai post tes 98. Adanya peningkatan pemahaman kader tentang buku KIA sebanyak 43%. Kegiatan tahap II yaitu penyuluhan tentang peran kader dalam pemanfaatan buku KIA didapatkan rerata nilai pretes 48 dan rerata nilai post tes adalah 95. Adanya peningkatan peningkatan pemahaman peran kader dalam pemanfaatan buku KIA sebesar 47%. Kegiatan tahap III yaitu pendampingan pada kader dalam pemanfaatan dan kelengkapan pengisian buku KIA didapatkan sebelum didampingi 35% buku KIA ibu terisi dan setelah didampingi 100% buku KIA ibu sudah terisi. Ini menunjukkan peningkatan kelengkapan buku KIA sebesar 65%. Pendampingan kader mampu mengoptimalkan pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil. Diharapkan kader mampu melanjutkan pendampingan pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil sehingga kelengkapan pengisian buku KIA semakin optimal.   Kata kunci: Buku KIA, Kader
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Premenstrual Syndrom pada Siswi Sekolah Menengah Atas Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Nurtini, Ni Made; Dewi, Komang Ayu Purnama; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.327

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala berupa gangguan fisik dan mental, yang biasanya muncul mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang berlangsung sampai haid berhenti PMS yang terjadi pada remaja dapat menurunkan produktivitas dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Gejala-gejala PMS pada remaja dapat berpengaruh terhadap prestasinya di sekolah. Kejadian PMS mempengaruhi kegiatan di sekolah, misalnya: penurunan konsentrasi belajar, terganggunya komunikasi dengan teman juga dimungkinkan terjadi penurunan produktivitas belajar dan peningkatan absensi kehadiran. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional.. Cara pengambilan sampel dengan non probability sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 105 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 7,6% remaja mengalami PMS Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian PMS (p=0,036), perilaku dengan kejadian PMS (p=0,035), usia menarche dengan kejadian PMS (p=0,047), dan tingkat stress dengan kejadian PMS (p=0,001). Terdapat hubungan yang signifikan antara Pengetahuan, perilaku, usia menarche dan tingkat stress dengan kejadian premenstrual syndrome.   Premenstrual syndrome (PMS) is a collection of symptoms in the form of physical and mental disorders, which usually appear from one week to a few days before menstruation begins, and disappear after menstruation begins, although sometimes it lasts until menstruation stops PMS that occurs in adolescents can reduce productivity in carrying out daily activities. PMS symptoms in adolescents can affect their performance at school. PMS events affect activities at school, for example: decreased concentration in learning, disruption of communication with friends it is also possible that there is a decrease in learning productivity and an increase in absenteeism This research is analytic with cross sectional design. The sampling method is non-probability sampling. The number of research samples is 105 respondents. Data collectionl used a questionnaire The results of this study indicate that as many as 7.6% of adolescents experience PMS. There is a significant relationship between knowledge and the incidence of PMS (p=0.036), behavior and the incidence of premenstrual syndrome (p=0.035), age of menarche and the incidence of PMS (p=0.047) , and stress level with PMS incident (p=0,001) There is a significant relationship between knowledge, behavior, age at menarche and stress level with the incidence of premenstrual syndrome.
Efektivitas Aromaterapi Jahe terhadap Penurunan Mual Muntah Ibu Hamil: Studi Kuasi-Eksperimental Putri, Gusti Arya Agung Ayu Davina Hindira; Nurtini, Ni Made; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati
Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 (2024): Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 Juli 2024
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v11i1.359

Abstract

Mual muntah kehamilan yang tidak tertangani secara cepat dan tepat dapat mengakibatkan kekurangan energi kronik (KEK), anemia, hingga peningkatan angka kematian pada ibu dan bayi. Mengatasi mual muntah kehamilan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan aromaterapi jahe. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas aromaterapi jahe terhadap penurunan mual muntah ibu hamil trimester I di Puskesmas Penebel II. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperiment yang menggunakan pendekatan pretest- posttest desain without control terhadap 8 orang responden dengan teknik pengambilan sample adalah purposive sampling. Kuisioner penelitian adalah instrumen baku, yaitu PUQE-24 yang digunakan untuk menentukan derajat mual muntah responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis bivariat, diperoleh nilai median posttest sebesar 3,5 dan pretest sebesar 7,5 dengan p-value sebesar 0,010 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara penurunan mual muntah ibu hamil trimester I di Puskesmas Penebel II dengan pemberian aromaterapi jahe. Diharapkan penggunaan aromaterapi jahe dapat ditingkatkan karena terbukti efektif untuk mengatasi mual muntah selama kehamilan.   The nausea and vomiting of pregnancy can result in chronic energy deficiency (CED), anemia, and increased mortality rates in mothers and babies if they are not treated quickly and appropriately. Treating pregnancy nausea and vomiting can be done in various ways, such as using ginger aromatherapy. This study aimed to find out the effectiveness of ginger aromatherapy on reducing nausea and vomiting of first trimester pregnant women at Penebel II Public Health Center. This study employed quantitative study with a quasi-experiment design that uses a pretest-posttest approach without control design on 8 respondents which were selected through purposive sampling technique. The research questionnaire used was a standardized instrument - the PUQE-24. The questionnaire was used to find out the degree of nausea and vomiting of respondents. The collected data were analyzed using the Wilcoxon test. Based on the results of bivariate analysis, the median value of posttest was 3.5 and pretest was 7.5 with a p-value of 0.010 (p <0.05). In conclusion, there was a correlation between the decrease of nausea and vomiting of first trimester pregnant women at Penebel II Health Center and the provision of ginger aromatherapy. It is expected that there will be an increase in the use of ginger aromatherapy since it has been proven effective to overcome nausea and vomiting during pregnancy.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Stunting Dan Skrining Status Gizi Pada Remaja Putri Sebagai Upaya Penurunan Stunting Di SMKN 1 Klungkung Raswati Teja, Ni Made Ayu Yulia; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Nurtini, Ni Made; Wardana, Ketut Eka Larasati
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i2.683

Abstract

Stunting merupakan kondisi kegagalan dalam pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, penyakit infeksi yang berulang dan pola asuh yang tidak optimal. Permasalahan gizi pada remaja putri dapat menyebabkan meningkatnya kejadian stunting. Untuk mencegah hal tersebut diperlukan deteksi dini yang tepat serta edukasi yang baik pada remaja putri untuk meningkatkan gizinya. Remaja putri di SMKN 1 Klungkung mengatakan kurang mengetahui mengenai tanda gejala gejala Stunting dan resiko dari Stunting. Berdasarkan Kendala yang dihadapi, maka dilakukan pemberian edukasi dan skrining pada remaja Putri.  Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan pemberian kuesioner pre dan post test untuk mengukur pengetahuan serta melakukan skrining status gizi pada remaja Putri.  Hasil penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan remaja putri pada kategori baik menjadi 77,8% dan tidak ada yang memiliki pengetahuan pada kategori kurang. Remaja putri yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) sebanyak 27,8% dan Indeks Masa Tubuh (IMT) kurus sebanyak 33,3%, remaja yang memiliki lila normal sebanyak 68,5% dan IMT Normal sebanyak 55,56% serta remaja putri yang memiliki Lingkar Lengan Atas (LILA) lebih dari normal atau obesitas sebanyak 3,7% dan IMT Obesitas sebanyak 11,11%. Sebanyak 9,26% remaja putri mengalami anemia, dan sebanyak 90,74% remaja putri tidak mengalami anemia.   Kata kunci: Penyuluhan, pengetahuan, skrining status gizi
Hubungan Lama Pemakaian KB Suntik 3 Bulan Dengan Peningkatan Berat Badan Pada Akseptor KB Dinda Ayu Mira Khusuma; Ni Made Nurtini; Ni Komang Sri Ariani
WOMB Midwifery Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v4i1.590

Abstract

DMPA/3-month injectable contraceptives are widely used and effective in reducing birth rates. One of the side effects of using 3-month injectable contraceptives is potential weight gain. This study aims to identify the relationship between the duration of use of 3-month injectable contraceptives and weight gain among birth control acceptors. The data analysis method employed the chi-square test, with a sample derived using the Slovin formula from the total population of 108 injectable birth control acceptors, resulting in 52 respondents.The research was conducted at PMB Wipka Yuliana. The measurement tool used was a questionnaire. The findings of this study indicated that the duration of use of three-month injectable birth control for over two years was associated with an increase in weight, with a p-value of 0.001. These results demonstrate a significant relationship between the duration of three-month injectable contraceptive use and weight gain among contraceptive users. There is an association between the duration of three-month injectable contraceptive use and weight gain in birth control users. It is hoped that healthcare workers and recipients of the 3-month injectable contraceptive can find sources of information regarding the side effects associated with the use of DMPA.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI UPTD.PUSKESMAS NUSA PENIDA I Dwijayanti, Yuke; Nurtini, Ni Made; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita
JURNAL MEDIKA USADA Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v7i1.218

Abstract

Background: The prevalence of stunting incidence based on weighing operations in Februari 2022 on toddlers aged 12-59 months in the working area of Public Health Center I Nusa Penida is above the average of stunting rate in Bali in 2021which was 24.61%. The causes of stunting are mothers’ characteristics such as age, education, occupation, family income, and mother’s knowledge about nutrition. Purpose: To identify the correlation between characteristics and mothers’ knowledge about nutrition and stunting incidence on toddlers aged 12-59 months in the working area of Public Health Center I Nusa Penida. Method: This study employed analytical quantitative design with cross sectional approach. The sample of this study was 312 mothers which were chosen by using probability sampling technique. The data were analyzed by using bivariate with chi square test. Findings: Based on statistical test with chi square test showed that there was significant correlation between mothers’ age (p=<0,001), knowledge level (p=<0,001), and income (p=0,000) toward stunting incidence on toddlers aged 12-59 months. There was not correlation between mothers’ occupation, parity, and mothers’ knowledge about nutrition toward stunting incidence on toddlers aged 12-59 months. Conclusion: It can be concluded that most of toddlers aged 12-59 months do not experience stunting. Having child in the vulnerable age (<20 and >35 years), education level, and income has correlation with stunting, meanwhile parity and knowledge level do not have correlation with stunting.