Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Penggunaan Buku Kia Dalam Memberikan Informasi Dan Edukasi Pada Ibu Hamil Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Ibu Dan Janin Di Masa Pandemi Covid 19 Armayanti, Luh Yenny; Dewi, Komang Ayu Purnama; Nurtini, Ni Made; Puspita Dewi, Ni Wayan Erviana
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v2i2.464

Abstract

Latar belakang: Penggunaan buku KIA berdasarkan Riskesdas tahun 2013, kurang dari 50% Ibu hamil yang membawa Buku KIA saat memeriksakan diri ke tenaga kesehatan. Riskesdas 2018 menunjukkan pencatatan hasil pelayanan pada Buku KIA juga belum optimal, hanya 10,5% Buku KIA yang terisi lengkap. Di Desa Kesiman Petilan, dari 5 orang ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil hanya 3 orang ibu hamil yang memiliki buku KIA dan 2 orang ibu hamil tidak memiliki buku KIA. Tujuan: meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya dan penggunaan buku KIA terutama pada masa pandemi covid 19. Metode: Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Desa kesiman Petilan dengan sasaran seluruh ibu hamil di Desa Kesiman Petilan yang mengikuti kelas ibu hamil. Kegiatan dilaksanakan dalam  waktu 3 bulan (Agustus – Oktober 2021) yang dibagi menjadi tiga tahap pertemuan dengan waktu dua jam tiap pertemuan. Pada tahap awal dilakukan pemetaan ibu hamil, tahap kedua dilakukan penyuluhan pentingnya buku KIA bagi ibu hamil pada masa pandemi covid 19, tahap akhir dilakukan penyuluhan tentang penggunan buku KIA sebagai media informasi dan edukasi pada ibu hamil. Penyuluhan dilakukan langsung dengan media buku KIA dan lembar balik. Hasil: Terdapat 5 orang ibu hamil yang belum memiliki buku KIA dan sudah diberikan buku KIA. Pemahaman terhadap pentingnya buku KIA meningkat sebesar 58,3% dengan nilai rata-rata kuesioner prestes 6,0 dan postes 9,5. Pemahaman terhadap penggunaan buku KIA meningkat sebesar 40% dengan nilai rata-rata kuesioner prestes 6,5 dan postes 9,1. Jadi pemberian penyuluhan dapat meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya dan penggunaan buku KIA.   Kata kunci: buku KIA, pandemic covid 19
Pendampingan Optimalisasi Pemanfaatan Buku Kia Pada Kader Dalam Memberikan Informasi Dan Edukasi Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Ii Banjarangkan dewi, Komang Ayu Purnama; Nurtini, Ni Made; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Ni Wayan Manik Parwati, Ni Wayan Manik Parwati
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i1.629

Abstract

Buku KIA bermanfaat sebagai alat komunikasi dan berisi informasi penting bagi ibu hamil, keluarga dan masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak serta catatan pelayanan kesehatan ibu dan anak (Kemenkes RI, 2015). Namun Riskesdas 2018 menunjukkan pencatatan hasil pelayanan pada Buku KIA juga belum optimal,Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk melakukan Pendampingan Optimalisasi Pemanfaatan Buku KIA Pada Kader dalam Memberikan Informasi dan Edukasi Pada Ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diadakan di Puskesmas II Banjarangkan dilaksanakan dalam 3 tahap kegiatan yang diikuti oleh 12 orang kader. Kegiatan tahap I yaitu penyuluhan tentang buku KIA pada kehamilan hasilnya rerata nilai pretes 55 dan rerata nilai post tes 98. Adanya peningkatan pemahaman kader tentang buku KIA sebanyak 43%. Kegiatan tahap II yaitu penyuluhan tentang peran kader dalam pemanfaatan buku KIA didapatkan rerata nilai pretes 48 dan rerata nilai post tes adalah 95. Adanya peningkatan peningkatan pemahaman peran kader dalam pemanfaatan buku KIA sebesar 47%. Kegiatan tahap III yaitu pendampingan pada kader dalam pemanfaatan dan kelengkapan pengisian buku KIA didapatkan sebelum didampingi 35% buku KIA ibu terisi dan setelah didampingi 100% buku KIA ibu sudah terisi. Ini menunjukkan peningkatan kelengkapan buku KIA sebesar 65%. Pendampingan kader mampu mengoptimalkan pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil. Diharapkan kader mampu melanjutkan pendampingan pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil sehingga kelengkapan pengisian buku KIA semakin optimal.   Kata kunci: Buku KIA, Kader
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Premenstrual Syndrom pada Siswi Sekolah Menengah Atas Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Nurtini, Ni Made; Dewi, Komang Ayu Purnama; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.327

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala berupa gangguan fisik dan mental, yang biasanya muncul mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang berlangsung sampai haid berhenti PMS yang terjadi pada remaja dapat menurunkan produktivitas dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Gejala-gejala PMS pada remaja dapat berpengaruh terhadap prestasinya di sekolah. Kejadian PMS mempengaruhi kegiatan di sekolah, misalnya: penurunan konsentrasi belajar, terganggunya komunikasi dengan teman juga dimungkinkan terjadi penurunan produktivitas belajar dan peningkatan absensi kehadiran. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional.. Cara pengambilan sampel dengan non probability sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 105 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 7,6% remaja mengalami PMS Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian PMS (p=0,036), perilaku dengan kejadian PMS (p=0,035), usia menarche dengan kejadian PMS (p=0,047), dan tingkat stress dengan kejadian PMS (p=0,001). Terdapat hubungan yang signifikan antara Pengetahuan, perilaku, usia menarche dan tingkat stress dengan kejadian premenstrual syndrome.   Premenstrual syndrome (PMS) is a collection of symptoms in the form of physical and mental disorders, which usually appear from one week to a few days before menstruation begins, and disappear after menstruation begins, although sometimes it lasts until menstruation stops PMS that occurs in adolescents can reduce productivity in carrying out daily activities. PMS symptoms in adolescents can affect their performance at school. PMS events affect activities at school, for example: decreased concentration in learning, disruption of communication with friends it is also possible that there is a decrease in learning productivity and an increase in absenteeism This research is analytic with cross sectional design. The sampling method is non-probability sampling. The number of research samples is 105 respondents. Data collectionl used a questionnaire The results of this study indicate that as many as 7.6% of adolescents experience PMS. There is a significant relationship between knowledge and the incidence of PMS (p=0.036), behavior and the incidence of premenstrual syndrome (p=0.035), age of menarche and the incidence of PMS (p=0.047) , and stress level with PMS incident (p=0,001) There is a significant relationship between knowledge, behavior, age at menarche and stress level with the incidence of premenstrual syndrome.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Stunting Dan Skrining Status Gizi Pada Remaja Putri Sebagai Upaya Penurunan Stunting Di SMKN 1 Klungkung Raswati Teja, Ni Made Ayu Yulia; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia; Nurtini, Ni Made; Wardana, Ketut Eka Larasati
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i2.683

Abstract

Stunting merupakan kondisi kegagalan dalam pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, penyakit infeksi yang berulang dan pola asuh yang tidak optimal. Permasalahan gizi pada remaja putri dapat menyebabkan meningkatnya kejadian stunting. Untuk mencegah hal tersebut diperlukan deteksi dini yang tepat serta edukasi yang baik pada remaja putri untuk meningkatkan gizinya. Remaja putri di SMKN 1 Klungkung mengatakan kurang mengetahui mengenai tanda gejala gejala Stunting dan resiko dari Stunting. Berdasarkan Kendala yang dihadapi, maka dilakukan pemberian edukasi dan skrining pada remaja Putri.  Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan pemberian kuesioner pre dan post test untuk mengukur pengetahuan serta melakukan skrining status gizi pada remaja Putri.  Hasil penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan remaja putri pada kategori baik menjadi 77,8% dan tidak ada yang memiliki pengetahuan pada kategori kurang. Remaja putri yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) sebanyak 27,8% dan Indeks Masa Tubuh (IMT) kurus sebanyak 33,3%, remaja yang memiliki lila normal sebanyak 68,5% dan IMT Normal sebanyak 55,56% serta remaja putri yang memiliki Lingkar Lengan Atas (LILA) lebih dari normal atau obesitas sebanyak 3,7% dan IMT Obesitas sebanyak 11,11%. Sebanyak 9,26% remaja putri mengalami anemia, dan sebanyak 90,74% remaja putri tidak mengalami anemia.   Kata kunci: Penyuluhan, pengetahuan, skrining status gizi
Hubungan Lama Pemakaian KB Suntik 3 Bulan Dengan Peningkatan Berat Badan Pada Akseptor KB Dinda Ayu Mira Khusuma; Ni Made Nurtini; Ni Komang Sri Ariani
WOMB Midwifery Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/wombmidj.v4i1.590

Abstract

DMPA/3-month injectable contraceptives are widely used and effective in reducing birth rates. One of the side effects of using 3-month injectable contraceptives is potential weight gain. This study aims to identify the relationship between the duration of use of 3-month injectable contraceptives and weight gain among birth control acceptors. The data analysis method employed the chi-square test, with a sample derived using the Slovin formula from the total population of 108 injectable birth control acceptors, resulting in 52 respondents.The research was conducted at PMB Wipka Yuliana. The measurement tool used was a questionnaire. The findings of this study indicated that the duration of use of three-month injectable birth control for over two years was associated with an increase in weight, with a p-value of 0.001. These results demonstrate a significant relationship between the duration of three-month injectable contraceptive use and weight gain among contraceptive users. There is an association between the duration of three-month injectable contraceptive use and weight gain in birth control users. It is hoped that healthcare workers and recipients of the 3-month injectable contraceptive can find sources of information regarding the side effects associated with the use of DMPA.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI UPTD.PUSKESMAS NUSA PENIDA I Dwijayanti, Yuke; Nurtini, Ni Made; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita
JURNAL MEDIKA USADA Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v7i1.218

Abstract

Background: The prevalence of stunting incidence based on weighing operations in Februari 2022 on toddlers aged 12-59 months in the working area of Public Health Center I Nusa Penida is above the average of stunting rate in Bali in 2021which was 24.61%. The causes of stunting are mothers’ characteristics such as age, education, occupation, family income, and mother’s knowledge about nutrition. Purpose: To identify the correlation between characteristics and mothers’ knowledge about nutrition and stunting incidence on toddlers aged 12-59 months in the working area of Public Health Center I Nusa Penida. Method: This study employed analytical quantitative design with cross sectional approach. The sample of this study was 312 mothers which were chosen by using probability sampling technique. The data were analyzed by using bivariate with chi square test. Findings: Based on statistical test with chi square test showed that there was significant correlation between mothers’ age (p=<0,001), knowledge level (p=<0,001), and income (p=0,000) toward stunting incidence on toddlers aged 12-59 months. There was not correlation between mothers’ occupation, parity, and mothers’ knowledge about nutrition toward stunting incidence on toddlers aged 12-59 months. Conclusion: It can be concluded that most of toddlers aged 12-59 months do not experience stunting. Having child in the vulnerable age (<20 and >35 years), education level, and income has correlation with stunting, meanwhile parity and knowledge level do not have correlation with stunting.
ASI Eksklusif sebagai Faktor Protektif terhadap Insidensi Diare pada Bayi Hidayati, Ulfa; Nurtini, Ni Made; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol. 13 No. 2 (2025): JKP DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v13i2.1112

Abstract

Latar Belakang: Nutrisi alamiah terbaik yang dapat orang tua berikan kepada bayi ialah Air Susu Ibu (ASI). ASI eksklusif diberikan selama 6 bulan penuh tanpa memberikan makanan tambahan apapun. Banyak manfaat dari pemberian ASI Ekslusif terhadap bayi, salah satunya adalah mencegah insiden diare pada bayi. Tujuan: Mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan tehadap insiden diare di puskesmas Burneh, Kabupaten Bangkalan Madura. Metode: Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan cara Probability Sampling secara purposive sampling. Besar sampel sebanyak 108 orang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu orang tua atau wali bayi yang telah menandatangani informed consent, bisa baca tulis, dan memiliki bayi usia 6-12 bulan. Sedangkan, kriteria eksklusi yaitu bayi yang mengalami keracunan makanan, khususnya yang sudah MP-ASI, bayi yang mengalami alergi makanan atau obat-obatan tertentu, dan mengalami intoleransi susu sapi. Variabel bebas adalah penerapan ASI eksklusif dan variabel terikat adalah insiden diare pada bayi. Analisa penelitian dengan Uji Fisher Exact Test. Hasil: Peneltian ini menunjukkan bayi yang diberikan ASI Eksklusif hampir seluruhnya tidak mengalami diare sebanyak 86 responden (95,6%) dengan nilai p-value 0,001 (<0,05). Kesimpulan: ASI Eksklusif dapat menjadi faktor protektif terhadap insiden diare pada bayi usia 6-12 bulan. Sehingga, dibutuhkan edukasi secara teratur tentang pemberian ASI eksklusif guna meningkatkan kesehatan bayi.
Gambaran Perilaku dan Motivasi Cuci Vagina pada Wanita Usia Subur dengan Servisitis di Puskesmas II Denpasar Selatan Purnama Dewi, Komang Ayu; Nurtini, Ni Made; Yulia Raswati Teja, Ni Made Ayu
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 2 No 1 (2018): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v2i1.33

Abstract

Pendahuluan: Servisitis merupakan kasus yang paling sering dijumpai di Bali dan Denpasar khususnya di Puskesmas II Denpasar Selatan. Salah satu etiologi non infeksi penyebab dari servisitis adalah perilaku cuci vagina. Cuci vagina adalah proses pembilasan atau pembersihan vagina dengan memaksa air atau cairan lain masuk ke dalam rongga vagina untuk membersihkan atau membilas keputihan dan lainnya. Peneliti tertarik mengetahui tentang gambaran dan motivasi perilaku cuci vagina pada WUS dengan servisitis di Puskesmas II Denpasar Selatan. Metodologi: sampel dalam penelitian ini adalah WUS dengan servisitis yang berkunjung ke Puslesmas II Denpasar Selatan selama bulan Januari – Pebruari 2018, yaitu sebanyak 44 orang. Hasil: Sebagian besar WUS dengan servisitis melakukan cuci vagina dengan menggunakan air saja yaitu 26 orang (59.09%), melakukan cuci vagina pada saat buang air kecil yaitu sebanyak 25 orang (56.82%), melakukan cuci vagina di rumah/tempat tinggal yaitu 38 orang (86.36%) dan melakukan cuci vagina sendiri yaitu 36 orang (81.82%). Sebagian besar motivasi perilaku cuci vagina pada WUS dengan servisitis karena merasa kotor yaittu sebanyak 23 orang (52.27%). Diskusi: Masih ada WUS yang melakukan cuci vagina dengan air sirih, sabun mandi dan sabun khusus untuk cuci vagina. Penggunaan cairan selain air untuk cuci vagina ini mengakibatkan terjadinya kerusakan flora normal pada vagina sehingga mempermudah bakteri yang tidak menguntungkan untuk masuk dan menyebabkan infeksi pada vagina, servisitis atau penyakit kelamin lainnya.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Beresiko pada Remaja Nurtini, Ni Made; Purnama Dewi, Komang; Noriani, Ni Ketut
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 2 No 1 (2018): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v2i1.34

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah prevalensi perilaku remaja yang beresiko semakin meningkat dan akibat yang ditimbulkan juga semakin mengkhawatirkan. Perilaku beresiko remaja memiliki dampak akan menurunnya kualitas kehidupan keluarga yang terjadi saat ini maupun dimasa yang akan datang. Angka kenakalan yang cukup besar ini bisa menjadi tantangan yang berat bagi pemerintah, terutama berkaitan dengan pengembangan dan pelaksanaan program kesehatan reproduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan perilaku beresiko pada remaja. Metodelogi dalam penelitian ini adalah analitik cross sectional. Jumlah sampel yang dibutuhkan peneliti sebagai subjek penelitian adalah sebanyak 263 orang responden dari jumlah populasi sebanyak 767 orang. Penentuan jumlah sample menggunakan accidental sampling dengan kurun waktu 2 bulan (Januari sampai Maret 2018). Analisa bivarian menggunakan chi-square. Hasil dan Pembahasan Faktor predisposisi yang paling banyak dengan kategori baik sebanyak 203 (77,2%), dari faktor Enabling paling banyak dengan kategori baik sebanyak 242 (92%), dari faktor Reinforcing paling banyak dengan kategori baik sebanyak 227 (86,3%). Adanya hubungan antara faktor predisposisi remaja dengan perilaku beresiko remaja. Adanya hubungan antara faktor Enabling remaja dengan perilaku beresiko remaja. Adanya hubungan antara faktor Reinforcing remaja dengan perilaku beresiko remaja. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Pengetahuan diperoleh baik melalui media tertulis maupun pengalaman. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Surji tahun 2015 diketahui kehadiran internet mempunyai pengaruh positif terhadap kehidupan remaja diantaranya, internet digunakan sebagai media untuk komunikasi yang efektif, menambah wawasan, menambah pertemanan, sarana berbisnis online.
Efektifitas Promosi Kesehatan dengan Media Audiovisual Terhadap Sikap WUS Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks di Wilayah Kerja Puskesmas Pupuan I Yuli Pitasari, Ni Luh; Nurtini, Ni Made; Ariani, Ni Komang Sri
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 9 No 2 (2025): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v9i2.563

Abstract

Latar belakang: Prevalensi kanker serviks di Indonesia semakin mengalami peningkatan. Permasalahan yang ada di masyarakat adalah ketidaktahuan masyarakat serta rumor dan informasi yang belum jelas kebenarannya membuat WUS tidak ingin melakukan skrining deteksi dini kanker serviks. Tujuan: untuk mengetahui efektifitas dari promosi kesehatan dengan media audiovisual terhadap sikap wanita usia subur tentang deteksi dini kanker serviks di wilayah Kerja Puskesmas Pupuan I. Metodologi: penelitian ini pre-eksperimental Design berbentuk rancangan one group pretest-post design. Dengan melibatkan sampel 98 wanita usia subur melalui teknik purposive sampling. Kuesioner tentang sikap WUS berisi 10 pernyataan berskala likert menggunakan uji analisis wilcoxon. Hasil: penelitian ini menunjukan adanya perbedaan bahwa sikap ibu sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan dengan media audio visual dengan p value 0,00 (<0,05) maka H0 ditolak sehingga promosi kesehatan dengan media audiovisual efektif terhadap sikap wanita usia subur tentang deteksi dini kanker serviks di wilayah Kerja Puskesmas Pupuan I Tahun 2025. Kesimpulan yang diperoleh adalah promosi kesehatan dengan media audiovisual efektif terhadap sikap wanita usia subur tentang deteksi dini kanker serviks. Puskesmas disarankan untuk mengintegrasikan media audiovisual dalam program penyuluhan kesehatan