Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penerapan Pursed Lips Breathing Terhadap Ketidakefektifan Pola Napas Pada Pasien Anak Dengan Asma Bronchiale Di Desa Bumimas Lampung Timur Linawati Novikasari; Dewi Kusumaningsih; Rafika Anjarsari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.4719

Abstract

ABSTRAK World Health Organization (WHO) Asma merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemukan di masyarakat dan memiliki angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Asma tidak hanya menyerang anak-anak melainkan seluruh kelompok usia. Saat ini diperkirakan sebanyak 235 juta orang menderita asma di dunia. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 Prevalensi penderita asma di Indonesia menginjak angka 2,4%. Prevalensi asma tertinggi terdapat di provinsi Yogyakarta 4,5%, provinsi Kalimantan timur menjadi provinsi tertinggi kedua 4,1%, dan Bali menjadi provinsi tertinggi ketiga 4,0%, diikuti oleh provinsi Kalimantan tengah dan Kalimantan utara, prevalensi terendah adalah provinsi Sumatera utara (1,0%). Salah satu cara mengontrol gejala yang timbul  pada penderita asma serta mengurangi keparahan gejala asma adalah dengan memberikan latihan pernapasan. Salah satu latihan pernapasan yang dapat digunakan   pada   anak   dengan   asma adalah Pursed  Lip  Breathing  (PLB). Pursed  Lips  Breathing adalah latihan pernapasan dengan tujuan untuk mempermudah proses pengeluaran udara di dalam paru-paru yang terjebak, dengan  cara membantu melakukan penekanan pada proses ekspirasi. Rancangan studi kasus dilakukan kepada dua subjek di desa Bumimas Lampung Timur. Analisa data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan asuhan keperawatan. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan pursed lips breathing terjadi peningkatan status oksigenasi pada kedua subjek. Subjek dapat mengerti dan  memberikan terapi saat anak mengalami kekambuhan asma bronkial di rumah. Kata Kunci:  Ketidakefektifan, Pursed Lips Breathing, Asma Bronkial ABSTRACT World Health Organization (WHO) Asthma is a health problem that is often found in the community and has a high morbidity and mortality rate. Asthma attacks not only children but all age groups. It is currently estimated that as many as 235 million people suffer from asthma in the world. Based on Riskesdas data in 2018, the prevalence of asthma sufferers in Indonesia reached 2.4%. The highest prevalence of asthma is in the province of Yogyakarta 4.5%, East Kalimantan province is the second-highest province at 4.1%, and Bali is the third-highest province 4.0%, followed by Central Kalimantan and North Kalimantan, the lowest prevalence is North Sumatra province (1.0%). One of the "how to control the symptoms in patients with asthma as well as reducing the severity of asthma symptoms is to give breathing exercises. One of the breathing exercises that can be used for children with asthma is Pursed Lip Breathing  (PLB). “Pursed Lips Breathing is a breathing exercise with the aim of facilitating the process of expelling the trapped air in the lungs, by helping to suppress the expiration process. The case study design was conducted on two subjects in Bumimas village, East Lampung. Data analysis was carried out using descriptive analysis and nursing care. The results of the case study showed that after the application of pursed lips breathing there was an increase in oxygenation status in both subjects. Subjects can understand and provide therapy when children experience a recurrence of bronchial asthma at home. Keywords: Ineffectiveness, Pursed Lips Breathing, Bronchial Asthma
HUBUNGAN ASAM LEMAK JENUH, TAK JENUH GANDA DAN SERAT DENGAN RASIO LDL/HDL PADA PENDERITA JANTUNG KORONER DI POLI JANTUNG RSUD Dr. HI. ABDUL MOELOEK Rilyani Rilyani; Dewi Kusumaningsih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.777 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i4.289

Abstract

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan melemahkan kemampuan tubuh kita untuk melawan segala penyakit yang datang. Kumpulan gejala penyakit akibat lemahnya sistem kekebalan tubuh inilah yang disebut AIDS. Di Indonesia sendiri diperoleh data sampai dengan September 2014 jumlah pengidap HIV sebanyak 150,296 orang sedangkan untuk pengidap AIDS sebanyak 55,799 orang, prevalensi kasus AIDS per 100.000 penduduk berdasarkan propinsi, terdapat 5.56 % di Lampung, sedangkan angka kejadian AIDS tertinggi pada rentang usia 20- 29 tahun. Oleh karena itu dibutuhkan perilaku pencegahan HIV/AIDS yang baik untuk menghindari infeksi dari virus HIV. Hasil surve awal pada 10 pelajar hanya 4 orang yang memiliki pengetahuan baik dan 6 orang lain memiliki pengetahuan kurang baik. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMA Persada Bandar lampung Tahun2015.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey analitik menggunakan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pelajar kelas X dan XI di SMA Persada Bandar Lampung Tahun 2015 yang berjumlah 203 orang. Sedangkan sampel yang diambil sebanyak 135 orang dengan teknik sampling proporsional random sampling. Analisis bivariate dalam penelitian ini menggunakan uji chi square.Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel pengetahuan, sikap, keterpaparan sumber informasi, dan peran teman sebaya mempunyai hubungan yangbermakna terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS pada remaja di SMA Persada Bandar Lampung Tahun 2015. Dengan p-value 0.025, OR sebesar 2.66, α 0.05, dan CI 1,20- 5.90 untuk pengetahuan, p-value 0.009, OR sebesar 3.08,α 0.05, dan CI 1.38-6.86 untuk sikap, p-value 0.000, OR sebesar 5.34, α 0.05, dan CI 2.18-13.05 untuk keterpaparaan sumber informasi, dan p-value 0.021, OR sebesar 2.83, α 0.05, dan CI 1.24-6.47 untuk peran temansebaya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DENGAN PELAKSANAAN SADARI PADA MAHASISWI TINGKAT II KEBIDANAN UNIVERSITAS BATAMTAHUN 2014 Dewi Kusumaningsih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.629 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i1.111

Abstract

Pendahuluan: Keselamatan pasien merupakan bagian yang harus diupayakan dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Salah satu indikator keselamatan pasien adalah meningkatkan keamananobat-obatan yang harus diwaspadai, akan tetapi kesalahan administrasi obat menjadi masalah utama di rumah sakit yang perlu diupayakan penyelesaiannya. Sistem informasi yang didukung dengan perkembangan tehnologi dapat menjadi upaya penyelesaian masalah administrasi obat tersebut, salah satunya yaitu penggunaan BarCode Medication Administration (BCMA). Tujuan penulisan ini untuk menganalisa penggunaan BCMA sebagai salah satu sistem informasi manajemen yang berperan dalam manajemen keselamatan pasien.Metode: Penulisan menggunakan literatur review beberapa jurnal mengenai keselamatan pasien, penggunaan sistem informasi tehnologi dalam keperawatan dan penggunaan BCMA. Hasil: Dari analisa menemukan bahwa BCMA berperan penting dalam penurunan kejadian kesalahan pemberian obat, sehingga dapat meningkatkan keselamatan pasien. Optimalisasi penerapan BCMA perlu dilakukan dengan cara meningkatkan sosialisasi dan pelatihan BCMA pada tenaga kesehatan, termasuk perawat. Selain itu pembangunan tim, budaya kolaborasi yang baik dan dukungan manajer juga diperlukan untuk mengoptimalkan penerapan BCMA. Adaptasi teori perubahan Lewin dinilai efektif dalam penerapan BCMA di rumah sakit.Diskusi: Disimpulkan dengan memperhatikan beberapa aspek, penerapan BCMA sangat direkomendasikan untuk dikembangkan di rumah sakit yang ada di Indonesia sebagai upaya peningkatkan manajemen keselamatan pasien.
Motivasi internal perawat terhadap pelaksanaan dokumentasi edukasi terintegrasi di ruang rawat inap Dewi Kusumaningsih; Agustina Sianturi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.1703

Abstract

The health educational intervention and inpatient documentation execution  and an internal motivation among nursesBackground: Documentation of the health educational to inpatient is a nursing that evidence record the service of nursing care given to the patients that is useful for patients, nurses, health staffs and hospital. Most of the hospital in Bandar Lampung in the pre-survey, there were of 30% medical records was incomplete filled such as time and date when giving nursing care and signed by nurses, and mostly regarding in health educational documentations.Purpose: To identify the nursing documentation perfection (health education to the inpatient) and an internal motivation among nurses to executionMethod: A quantitative study with cross-sectional approach. The population and the sample were all inpatient nurses at Immanuel Hospital of Bandar Lampung in 2019 of 75 respondent and 75 medical records. The instrument as a questionnaire to explore nurses' internal motivation. Medical record to observe nursing note.Results: Finding of 52.0% respondent has made an incomplete nursing documentation and 46.7% respondents exhibited a poor in internal motivation. The p value was 0.004; and OR 4.643.Conclusion: There was a correlation between nurses' internal motivation and the completeness of health educational documentation. The nurse supervisor should regularly do evaluation the completeness of health educational documentation and hospital management to encourage nurses's internal motivation.Keywords: The health educational; Intervention; Inpatient documentation; Execution; An internal motivation; NursesPendahuluan: Dokumentasi edukasi keperawatan merupakan bukti tertulis perawat atas pelayanan asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien yang berguna untuk kepentingan pasien, perawat, tim kesehatan lain dan rumah sakit. Saat pre survey didapatkan 30% dokumentasi edukasi pasien tidak terisi waktu dan tanggal pelaksanaan, 10% dokumentasi edukasi dalam pasien tidak terisi bagaimana kebutuhan edukasi, selain itu sebanyak 10%  pasien pindahan dalam lembar edukasi tidak terisi tujuan pemberi edukasi di dalam form tersebut.Tujuan: Diketahui hubungan motivasi internal perawat terhadap kelengkapan dokumentasi edukasi di ruang bangsal dewasa Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung tahun 2019.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik pendekatan cross sectional. Populasi dan sampelnya  seluruh perawat pelaksana di ruang bangsal  Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung, sejumlah 75 responden dan 75 catatan keperawatan dalam medical record. Instrumen berupa angket untuk mengetahui motivasi internal perawatHasil: Diketahui dari 75 responden sebanyak (52,0% responden melakukan pendokumentasian tidak lengkap. Diketahui dari 75 responden sebanyak 46,7% responden yang mempunyai motivasi internal kategori rendah. Didapatkan hasil p-value=0,004; OR 4,643.Simpulan: Ada hubungan motivasi perawat terhadap kelengkapan dokumentasi edukasi di ruang bangsal dewasa Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung tahun 2019. Saran diharapkan kepala ruangan dapat mengevaluasi secara rutin tentang kelengkapan pengisian dokumentasi edukasi
Pengabdian Kepada Masyarakat Tentang Komprehensif Cyber Bulliying Nanda Ferdianto; Nova Andriyani; Prima Dian Furqoni; Wahid Tri Wahyudi; Teguh Pribadi; Rika Yulendasari; Dewi Kusumaningsih
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.3336

Abstract

Internet telah merubah cara dalam berinteraksi, terutama pada remaja. Internet memiliki peran penting dan memiliki hal positif, akan tetapi remaja tidak sepenuhnya menggunakan internet secara positif, karena ada peluang remaja juga menggunakan internet untuk mengakses konten yang negatif. Salah satu dampak negatif akibat penggunaan internet pada remaja yaitu munculnya fenomena perundungan siber. tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap jenis-jenis dan dampak dari Cyber Bullying dan cara mengatasinya. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan. Sebelum dimulai penyuluhan, terlebih dahulu menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan pelaksana penyuluhan. dibuka dengan perkenalan dilanjutkan dengan penyampaian materi berupa edukasi dan penyuluhan.  Setelah dilakukan penyuluhan ini sekitar 85% peserta memahami apa itu Cyber Bullying dan Cyber Control , jenis-jenis , dampak dari Cyber Bullying dan cara mengatasinya. Peserta tampak senang dengan kegiatan penyuluhan kesehatan ini. Kata Kunci : Cyber Bullying, Remaja, Sekolah  ABSTRACT The internet has changed the way we interact, especially in adolescents. The internet has an important role and has positive things, but teenagers do not fully use the internet positively, because there are opportunities for teenagers to also use the internet to access negative content. One of the negative impacts of using the internet on adolescents is the emergence of the phenomenon of cyber bullying. The purpose of this research is to increase knowledge of the types and impacts of cyber bullying and how to overcome them. This activity is carried out by extension methods. Before starting outreach, first convey the intent and purpose of the arrival of the extension agent. opened with an introduction followed by the delivery of material in the form of education and counseling. After this counseling was carried out, around 85% of participants understood what Cyber Bullying and Cyber Control were, the types, impacts of Cyber Bullying and how to overcome them. Participants seemed happy with this health education activity. Keywords: Cyber Bullying, Youth, School
Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas Pada Balita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Dengan Menggunakan Terapi Rebusan Jahe Madu Di Margorejo Kecamatan Metro Selatan Kota Metro Lidya Ariyanti; Rizka Shelvia Yulita; Rilyani Rilyani; Setiawati Setiawati; Dewi Kusumaningsih; Riska Wandini
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i1.2801

Abstract

ABSTRAKKejadian  kasus  ISPA  yang  cukup  tinggi terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 15,4%. Angka kejadian ini lebih tinggi dibandingkan dengan kejadian di provinsi lain seperti Jawa Barat sebesar 11,2%, DKI Jakarta sebesar 8,5% dan Lampung sebesar 7,4%. Pengobatan tradisional terhadap ISPA dapat menggunakan minuman jahe madu karena sangat efektif dan lebih aman untuk digunakan. Tujuan setelah penyuluhan dan demonstrasi, diharapkan pemberian jahe madu dapat untuk meredakan keparahan batuk pada penderita ISPA. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan demonstrasi pembuatan jahe madu. Terdapat penurunan keparahan batuk pada klien ISPA setelah pemberian jahe madu selama 5 hari di Margorejo, metro selatan. Dengan demikian, pemberian jahe madu pada klien ISPA efektif menurunkan keparahan batuk. Kata Kunci: Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Jahe Madu ABSTRACTThe incidence problems of Acute Respiratory Infections ( ARI )  is quite high at East Nusa Tenggara Province (15.4%). This incidence rate is higher compared to events at other provinces such as West Java (11.2%), Jakarta (8.5%) and Lampung (7.4%). Traditional treatments for Acute Respiratory Infections (ARI) can use the honey ginger drink because it is very effective and safer to used. The purpose after after counseling and demonstration, is expected to helping alleviate the severity of cough in ARI's Pasients. The activities carried out involve counseling using leaflets and demonstrations of making honey ginger drinks. There was a reduction in the severity of coughing in  Acute Respiratory Infections (ARI)'s clients after giving honey ginger drinks for 5 days at Margorejo, South Metro. Thus, giving honey ginger drinks to ARI's  clients is effective in reducing the severity of coughing. Keywords: Ineffectiveness of Airway Cleansing, Acute Respiratory Infection (ARI), Honey Ginger
Pengabdian Kepada Masyarakat Pada Klien Hiperkolesterolemia Dengan Menggunakan Teh Hijau Dewi Kusumaningsih; Desy Deria; Djunizar Djamalludin
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.2812

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan laporan Riskesdas Bidang Biomedis tahun 2018 menunjukkan bahwa pravelensi kadar kolesterol total > 200 mg/dL di Indonesia adalah 41,3%. Kadar kolesterol tinggi di dalam darah mempunyai peran penting dalam proses aterosklerosis yang selanjutnya akan menyebabkan kelainan kardioveskuler. Kolesterol tinggi dapat diatasi dengan tanaman herbal misalnya jambu, temulawak, belimbing waluh, mengkudu, dan salah satunya teh. Tujuan setelah penyuluhan dan demonstrasi, diharapkan pemberian teh hijau dapat untuk menurunkan kadar kolesteol pada klien kolesterol. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan demonstrasi pembuatan teh hijau. Terdapat penurunan kadar kolesterol pada klien kolesterol tinggi setelah pemberian teh hijau selama 7 hari di Natar lampung selatan. Dengan demikian, pemberian teh hijau pada klien kolesterol sangat efektif dalam menurunkan kadar kolesterol. Kata kunci: Hiperkolesterolemia, Nyeri, Teh Hijau  ABSTRACT Based on the 2018 Biomedical Sector of Basic health research report shows that cholesterol concentration levels > 200 mg/dL in Indonesia 41.3%. High cholesterol levels in the blood have an important role in the process of atherosclerosis which in turn will cause cardiovascular disorders. High cholesterol can be overcome with herbal plants such as guava, temulawak, waluh, noni, and tea. The purpose after counseling and demonstration, is expected to provide green tea to reduce cholesterol levels in cholesterol clients. The activities carried out in the form of counseling using leaflets and demonstrations of making green tea. There was a decrease in cholesterol levels in high cholesterol clients after giving green tea for 7 days at Natar South Lampung. Therefor, giving green tea to cholesterol’s client is very effective in reducing cholesterol level. Keywords: Hypercholesterolemia, Pain, Green Tea
KEGIATAN PENYULUHAN TENTANG REMATIK PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGARAS KABUPATEN PESISIR BARAT Umi Romayati Keswara; Dewi Kusumaningsih; Wahid Tri Wahyudi; Rahmat Hidayat
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 1 Nomor 1 April 2018
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v1i1.21

Abstract

ABSTRACT Rheumatism, stiff, muscle and joint pain, are common illnesses in our lives. And mostly in elder people who are close to rheumatic disorders which is one of the degenerative diseases. The objective of the activity is increasing knowledge of participants about rheumatic care. This activity was done at Monday, December 18, 2017. The education was done using poster and leaflets. The result of education  showed  an increase knowledge in elder people is about 70%. Recommended that elderly participants can perform rheumatic disease treatment by avoiding trigger factors and performing rheumatic exercises. Keywords: Rheumatism, Elderly, Care.
PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PASIEN TENTANG OSTEOARTHRITIS DI PUSKESMAS KEMILING, BANDAR LAMPUNG Dessy Hermawan; Andoko Andoko; Dewi Kusumaningsih; Eka Yudha Chrisanto
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i1.1205

Abstract

ABSTRAKOsteoartritis merupakan golongan rematik sebagai penyebab kecacatan yang menduduki urutan pertama dan akan meningkat dengan meningkatnya usia, penyakit ini jarang ditemui pada usia di bawah 40 tahun. Faktor umur dan jenis kelamin menunjukkan adanya perbedaan frekuensi. Osteoarthritis lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Prevelensi dipuskesmas Kemiling sekitar 70 % penderita Osteoarthritis datang dengan keluhan nyeri, rata-rata usia diatas 40 tahun, wanita 20% dan pria 8,3%. 60,8% terjadi Osteoarthritis pada sendi penumpu berat badan. Pendidikan kesehatan (penkes) ini bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat dan meningkatkan derajat kesehatan pada masyarakat khususnya pada grup senam prolanis puskesmas Kemiling, Bandar Lampung sehingga mereka dapat mencegah terjadinya penyakit Osteoarthritis. Metode yang digunakan yaitu penkes dan wawancara kelompok pada 39 orang peserta grup senam Prolanis. Sebelum melakukan penkes para peserta hanya mengetahui Pengertian Osteoarthritis namun garis besarnya saja, peserta belum memahami tentang penyebab, komplikasi, pencegahan  serta pengobatan dari Osteoarthritis, sedangkan setelah dilakukan penkes  sebagian besar peserta penkes dapat mengetahui Pengertian, penyebab, komplikasi, pencegahan, dan pengobatan Osteoarthritis. Hal ini menunjukkan bahwa penkes efektif untuk menambah pengetahuan peserta. Untuk Puskesmas Kemiling, Bandar Lampung agar dapat melanjutkan penkes secara rutin kepada masyarakat sehingga dapat menambah wawasan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kata kunci : Ostearthritis, pendidikan kesehatan, dan pengetahuan  ABSTRACTOsteoarthritis is a rheumatic group as a cause of disability which ranks first and will increase with increasing age,this disease is rarely found in people under the age of 40. Age and sex factors indicate differences in frequency. Osteoarthritis is more common in women than men. The prevalence of at the  health center around 70% of people with osteoarthritis come with complaints of pain, the average age above 40 years ,women 20%, and 8,3% occur in osteoarthritis of the weight-bearing joint. This health education aims to broaden the community and improve the health status of the community,especially in the surrounding  prolanis at the health center gymnastics group, Lampung city so that they can prevent the occurrence of osteoarthritis. The method used was health education and interviews with 39 prolanist group participants. Before conducting health counseling the participants only knew the meaning of osteoarthritis  but the outline was that participants did not understand the causes, complications,prevention and treatment of osteoarthritis , while after health education most healt education could find out the understanding ,causes,complications,prevention and treatment osteoarthritis. This shows that health education is effective to increase participants’ knowledge. Advice for mobile health centers, Lampung airports so that they can continue healyh education reutnely to the public so that they can add insight and improve public health. Keywords : Ostearthritis, health education , and knowledge
Meningkatkan Pengetahuan Diet Garam Pengurang Risiko Hipertensi, Dusun Sidodadi, Kecamatan Penegahan, Lampung Selatan Dewi Kusumaningsih; Anisa Nismawati
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i5.4926

Abstract

ABSTRAK Tekanan darah tinggi dapat dipahami sebagai silent killer, sering terlihat tanpa keluhan, sehingga pasien tidak tahu mereka memiliki tekanan darah tinggi dan baru mengetahuinya setelah terjadi komplikasi. Saat ini, terutama ditemukan di negara berkembang. Data dari Global Status of NCDs tahun 2010 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di Negara berkembang sekitar 40% tambahan di negara maju yang mencapai 35% dari total populasi. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan wilayah Afrika telah mengalami peningkatan prevalensi hingga 46% sementara Amerika telah mencapai 35%. Tujuan setelah penyuluhan adalah untuk menurunkan prevalensi hipertensi pada masyarakat Desa Sidodadi, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Operasi dilakukan dalam bentuk tip menggunakan lebar punggung. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang dialami responden mencapai 60% tentang penurunan risiko hipertensi di Desa Sidodadi, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Kata Kunci: Peningkatan, Pengetahuan tentang diet asin, Hipertensi, Keluarga  ABSTRACT hypertension is known as a silent killer Often asymptomatic to complain about, so patients Without knowing that they have high blood pressure and do not know until there are complications. Currently, it is mainly found in developing countries. Data from the 2010 Global State of Noncommunicable Diseases report shows that the hypertension rate in developing countries to be about 40% taller than in developed countries, which account for 35% of the total population. The World Health Organization says the Africa region has seen an increase in prevalence to 46 percent while the Americas hit 35 percent. The objective after the consultation was to reduce the rate of hypertension in of community from Sidodadi village, Penengahan district, southern Lampung. The operation is performed in the form of tips using the width of the back. Increased knowledge and skills on hypertension risk reduction in Sidodadi village, Penengahan district, south of Lampung.  Keywords: Increase, Knowledge of the salty diet, Hypertension, Family