Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Faktor-faktor yang berhubungan dengan Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) pada pasien tuberkulosis paru Hepi Leo Saputra; Rika Yulendasari; Dewi Kusumaningsih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 6 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i5.8161

Abstract

Background: Anti-TB drug resistance is basically a man-made phenomenon as a result of inadequate treatment of TB patients. Based on the data in the Sub-Division of Medical Records, Dr. H. Abdul Moeloek Hospital Lampung Province recorded as many as 62 MDR-TB patients in the period 2022.Purpose: To determine factors associated with Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) among patients with pulmonary tuberculosis (TB)Method: A quantitative with a case control design. The study population was all patients from the MDR Polyclinic, Regional General Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province in February 2021 a total of 62 people. The sample is 62 cases and 62 controls. The statistical test used is the chi square test with the help of a computer.Results: Showed that, out of 124 respondents, the majority of respondents were in the productive age range of 76 respondents (61.3%), high socioeconomic status of 74 respondents (59.7%), abnormal nutritional status of 82 respondents (66.1%) , adherence to taking medication was low by 68 respondents (54.8%), comorbidities by 79 respondents (63.7%), smoking by 72 respondents (58.1%).Conclusion: There was no relationship between age with MDR TB cases, but there was a relationship between socioeconomic, nutritional status, medication adherence and smoking habits with MDR TB cases and to prevent an increase number of MDR-TB in Lampung Province. Suggestion: By using a predictive index of MDR-TB incidence both at the community level and at the health worker level and the community level it is useful for initial screening for MDR-TB prevention in TB patients.Keywords: Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB); Patient; Pulmonary tuberculosisPendahuluan: Resistensi obat anti TB (OAT) pada dasarnya adalah suatu fenomena buatan manusia sebagai akibat dari pengobatan pasien TB yang tidak adekuat. Berdasarkan data di sub-bagian rekam medis RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tercatat sebanyak 62 pasien MDR-TB pada periode tahun 2022.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) pada pasien Tuberkulosis paruMetode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Sampel sejumlah 62 orang. Sampel 62 kasus dan 62 kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dengan bantuan komputer.Hasil: Dari 124 responden didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden dalam rentang usia produktif sebanyak 76 responden (61,3%), sosial ekonomi tinggi sebanyak 74 responden (59,7%), status gizi tidak normal sebanyak 82 responden (66,1%), kepatuhan minum obat rendah sebanyak 68 responden (54,8%), penyakit penyerta sebanyak 79 responden (63,7%), merokok sebanyak 72 responden (58,1%).Simpulan: Menunjukan tidak terdapat hubungan usia dengan kasus TB MDR namun ada hubungan sosial ekonomi, status gizi, kepatuhan minum obat dan kebiasaan merokok dengan kasus TB MDR.Saran: Perlunya melakukan pencegahan terjadinya peningkatan TB-MDR di Provinsi Lampung dengan menggunakan indeks prediktif kejadian TB-MDR baik di tingkat masyarakat maupun petugas kesehatan. Pada tingkat masyarakat berguna untuk untuk skrining awal untuk pencegahan TB-MDR pada penderita TB.
Efektifitas Rom Pasif terhadap Tonus Otot Pasien Post-Operasi Fraktur Ekstremitas di Kecamatan Bekri Lampung Tengah Djunizar Jamaludin Jamaludin; Dewi Kusumaningsih Kusumaningsih; Heru Prasetyo Prasetyo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i10.7329

Abstract

ABSTRAK Kasus fraktur didunia sebanyak 12 juta orang ditahun 2008 dengan angka kejadian sebanyak 2,6%. Terdapat kasus 17 juta orang di tahun 2009 dengan angka kejadian sebanyak 3,2% (Murtanto, 2021). Penggunaan uji tonus otot serta sendi secra mandiri dengan nama MMT (Manual Muscle Testing). Teknik uji ini memakai skala 0-5. Tujuan: guna pertahankan dan maksimalkan tonus otot dan sendi menggunakan latihan Range of Motion (ROM). Metode: fisioterapi latihan range of motion (ROM) pasif dilakukan selama 1x selama 3 hari. Hasil: tonus otot pada hari pertama dari ketiga pasien dengan nilai rata-rata 2 lebih rendah dibanding dengan hari ketiga dengan hasil tonus otot 4. Hal ini menunjukkan bahwa pasien mengalami perbaikan dituangkankan hasil dalam tabel tonus otot. Kesimpulan: latihan range of motion pasif pada tonus otot terbukti efektif dilakukan untuk pasien dengan gangguan mobilitas post op fraktur esktermitas. Kata Kunci: ROM (Range Of Motion), Post-Operasi, Tonus Otot.  ABSTRACT The trend of the prevalence of injuries showed an increase from 7.5% in 2017 to 8.2% in 2018 (Kemenkes RI, 2018). Surgery aims to save lives, prevent disability and complications (Safitri, 2015). Using manual muscle and joint testing is called MMT (Manual Muscle Testing). This examination aims to determine the ability of muscles and joints to voluntarily contract joint muscle groups. The MMT method uses a scale of 0-5. Goal: maintain or increase muscle and joint strength by using Range of Motion (ROM). Methods: passive range of motion (ROM) exercise physiotherapy was performed once for 3 days. Results: muscle tone on the first day of the three patients with an average value of 2 was lower than on the third day with a muscle tone result of 4. This indicates that the patient has improved, the results are stated in the muscle tone table. Conclusion: Passive range of motion exercises on muscle tone strength have been proven to be effective for patients with post-op mobility disorders of extremity fractures. Keywords: ROM (Range Of Motion), Post-Operation, Muscle Tone.
Pengaruh Kepemimpinan dengan Kinerja Perawat di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Kota Bandar Lampung Dwiky Dermawan Santari; M. Arifki Zainaro; Dewi Kusumaningsih
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i11.7716

Abstract

ABSTRACT Performance is a world issue today. This happens as a consequence of the community's demands for the need for excellent service or high quality services that are inseparable from standards, because performance is measured based on standards. Inpatient Room Pertamina Bintang Amin Hospital by conducting a pre-survey of 15 nurses by conducting free interviews and filling out questionnaires related to leadership and job design, 9 nurses (60%) stated that the leadership and job design at Bintang Amin Hospital were not good, while 6 nurses (40%) of them said it was good. To find out the influence of leadership and job design on the performance of nurses at Pertamina Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung City in 2022. This type of research uses quantitative, analytical survey research design with a cross sectional approach. The population and sample in this study were nurses at Pertamina Bintang Amin Hospital Bandar Lampung 103 nurses and used the slovin formula so that n = 81.9 respondents were rounded up to 82 respondents, the sampling technique used purposive sampling. Data analysis using univariate and bivariate using chi square. Most of the nurse leadership in the poor category. Most of the job designs in the poor category. Most of the nurses' performance in the poor category. The results of data analysis using the chi square test obtained a p-value = 0.000 ( 0.05), which means that there is a leadership relationship with the performance of nurses at Pertamina Bintang Amin Hospital. The results of data analysis using the chi square test obtained p-value = 0.000 ( 0.05), which means that there is a relationship between job design and nurse performance at Pertamina Bintang Amin Hospital. Keywords : Leadership, Nurse Performance, Hospital ABSTRAK Kinerja (performance) menjadi isu dunia saat ini. Hal tersebut terjadi sebagai konsekuensi tuntutan masyarakat terhadap kebutuhan akan pelayanan prima atau pelayanan yang bermutu tinggi yang tidak terpisahkan dari standar, karena kinerja diukur berdasarkan standar. Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin dengan melakukan prasurvey terhadap 15 perawat dengan melakukan wawancara bebas dan pengisian kuesioner terkait kepemimpinan dan desain pekerjaan didapat 9 perawat (60%) pelaksana menyatakan jika kepemimpinan dan desain pekerjaan yang ada di Rumah Sakit Bintang Amin kurang baik, sedangkan 6 perawat (40%) diantaranya menyatakan baik. Diketahui pengaruh kepemimpinan dan desain pekerjaan dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif, rancangan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin  Bandar Lampung 103 perawat dan digunakan dengan rumus slovin sehingga didapat n = 81,9 responden dan dibulatkan menjadi 82 responden, teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan chi square. Sebagian besar kinerja perawat dengan kategori kurang baik Hasil analisa data menggunakan uji chi square didapat nilai p-value = 0,000 ( α 0,05) yang artinya ada hubungan kepemimpinan dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Hasil analisa data menggunakan uji chi square didapat nilai p-value = 0,000 ( α 0,05) yang artinya ada hubungan desain pekerjaan dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Kata Kunci: Kepemimpinan, Kinerja Perawat, Rumah Sakit
Asuhan keperawatan masalah ganguan rasa nyaman nyeri pada pasien hipertensi dengan menggunakan terapi air kelapa muda Dewi Kusumaningsih; Lidya Aryanti; Imron Saputra
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.66 KB) | DOI: 10.56922/phc.v1i3.82

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian / mortalitas. Tekanan darah 140/90 mmHg didasarkan pada dua fase dalam setiap denyut jantung yaitu fase sistolik 140 menunjukan fase darah yang sedang dipompa oleh jantung dan fase diastolik 90 menunjukan fase darah yang kembali ke jantung. Tujuan : Melakukan Asuhan Keperawatan Masalah Gangguan Rasa Nyaman Nyeri Pada Pasien Hipertensi Dengan Menggunakan Terapi Air Kelapa Muda Di Teluk Betung Barat Bandar Lampung Tahun 2021 Metode: metode asuhan keperawatan ini menggunkan pendengakan dengan perlakukan menggunakan terapi air kelapa muda dengan konsep asuhan keperawatan komprehensif pasa setase keluarga, serta mendeskripsikan dalam bentuk review kasus dengan menganalisi masalah yang terjadi pada demam menggunakan penerapan teknik  Terapi Air Kelapa Muda dengan Gangguan Rasa Nyaman Nyeri Pada Pasien Hipertensi Di Teluk Betung Barat Bandar Lampung Tahun 2021. Hasil : Masalah yang ditemukan  Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan peningkatan vaskuler serebral, intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakberdayaan fisik, Risiko cidera berhubungan dengan kelemahan evaluasi hari terakhir pemeriksaan tekanan darah terjadi penurunan pada Ny. S, diperoleh dataskala nyeri sebelum diberikan intervensiskala nyeri 6 dan setelah diberikan intervensi pemberian air kelapa muda selama kurun waktu 7 hari dari hasil pemeriksaan didapatkan skala nyeri yaitu 3 dengan di lakukan pemberian terapi air kelapa muda. Dan pada pasien Ny. L didapatkan hasil pemeriksaan skala nyeri yaitu 6 dan sesudah intervensi skala nyeri yaitu 4. Masalah pada nyeri yaitu pada Ny.S sebelum implementasi skala nyeri dari 6 setelah implementasi skala nyeri  3. Simpulan: maka dapat disimpulkan bahwasanya ada pengaruh pemberian terapi minum air kelapa muda terhadap gangguan rasa nyaman nyeri pada pasien hipertensi. Saran Diharapkan pada penderita hipertensi agar dapat melakukan terapi air kelapa muda sebagai terapi alternatif pengganti obat farmakologi untuk membantu mengatasi masalah baik itu pada nyeri ataupun pada penurunan tekanan darah. Untuk penelitian selanjutnya disarankan agar dapat menggunakan alternatif lain dalam mengurangi nyeri dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi seperti tekhnik relaksasi atau mengkonsumsi herbal lainnya.
Penyuluhan kesehatan tentang cuci tangan Linawati Novikasari; Setiawati Setiawati; Dewi Kusumaningsih; Linggariyana Linggariyana; Lisa Yuliana Sari; Made Novita Sari
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.829 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i1.171

Abstract

Pendahuluan: Masa anak adalah masa yang paling penting dalam proses pembentukan dan pengembangan kepribadian sehingga menjadi orang yang bertanggung jawab di masyarakat. Anak prasekolah berada diusia golden age yaitu sekitar 3-6 tahun. Usia tersebut merupakan masa kritis bagi perkembangan kemampuan kognitif, kemandirian, koordinasi motorik, dan kreatifitas. Fase tersebut menyebabkan rasa ingin tahu dan minat bereksplorasi terhadap lingkungan semakin meningkat sehingga anak prasekolah rentan menderita penyakit yang berhubungan dengan hygiene Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang cuci tangan. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang cuci tangan dan ke dua setelah diberikan penyuluhan cuci tangan menggunakan lembar bolak balik, responden diberikan Tanya jawab tentang cuci tangan Hasil: Responden memahami tentang cuci tangan nyeri
Penyuluhan kesehatan tentang bahaya game online Linawati Novitasari; Aryanti Wardiyah; Dewi Kusumaningsih; Setiawati Setiawati; Dwi Gustiani; Dewi Sartika
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.598 KB) | DOI: 10.56922/phc.v2i2.188

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan Game Online sendiri tidak lepas juga dari perkembangan teknologi komputer dan jaringan komputer itu sendiri. Meledaknya game online sendiri merupakan cerminan dari pesatnya jaringan komputer yang dahulunya berskala kecil (Small Local Network) sampai menjadi internet dan terus berkembang sampai sekarang. Game Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang bahaya game online Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang bahaya game online dan ke dua setelah diberikan penyuluhan prilaku hidup sehat pasien dengan gangguan ginjal kronik menggunakan lembar bolak balik, responden diberikan tanya jawab tentang prilaku hidup sehat pasien dengan gangguan ginjal kronik. Hasil: Responden memahami tentang bahaya game online. Simpulan: responden dapat mengetahui tentang bahaya game online
The Relationship Between Head Nurse Leadership Style and Healthcare Associated Infections (Hais) Prevention Efforts During Of Covid-19 Pandemic In The HM. Ryacudu Hospital Year 2022 Zonet Dwi Lembayung; Dewi Kusumaningsih; Muhammad Arifki Zainaro; Dwi Nopriyanto
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 6, No 1 (2023): JKPBK Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v6i1.10227

Abstract

Pendahuluan : Merupakan masalah penting untuk diteliti yang dikhawatikan infeksi rumah sakit terkait perawatan kesehatan (HAIS) adalah masalah besar yang dihadapi rumah sakit. Rencana Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) sangat penting dilaksanakan di rumah sakit, karena sebagai tolak ukur kualitas pelayanan juga dapat melindungi pasien, petugas, pengunjung dan anggota keluarga dari risiko infeksi akibat pengobatan, jaga dan pergi ke rumah sakit. Kualitass personel pelu ditigkatkan dengan memberikan pelatihan kepada semua perawat untuk melatih mereka dalam pencegahan dan pengendalian infeksi terkait perawatan kesehatan (HAIS). Tujuan : Menganalisis hubungan gaya  kepemimpinan kepala ruangan dengan upaya pencegahan healthcare associated infections (HAIS) di RSUD Mayjend. HM. Ryacudu. Metode : penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode analititik observasional, yaitu penelitian yang mencoba memahami hubugan anatara variabel dengan menganalisa data yang telah diperoleh. Desain penelitian yang digunakan yaitu desain cross- sectional  untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan upaya pencegahan healthcare associated infections (HAIS) di RSUD Mayjend. HM. Ryacudu. Hasil : uji statistik gaya kepemimpinan menggunakan chi-square, di dapat p-value (0.14) sehingga p-value α (0.1 < 0.5) maka terdapat hubungan dengan nilai Oods ratio 3.8. Kesimpulan dan Saran : perawat RSUD Mayjend. HM. Ryacudu memiliki gaya kepemimpinan yang sudah optimal tetapi dalam upaya pencegahan HAIS perawat kurang optimal. Perlu ditingkatkannya upaya pencegahan HAIS khususnya dalam tindakan keperawatan spenggunaan Sarung tangan.Kata Kunci :  Gaya Kepemimpinan, Upaya Pencegahan HAIS
Kunci Sukses Meningkatkan Kepuasan Pasien dengan Kinerja dan Komunikasi Perawat Elpi Ulandari; M. Arifki Zainaro; Dewi Kusumaningsih
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.10812

Abstract

ABSTRACT In Indonesia, the performance of nurses is still poor and another concern for patients when receiving services is communication with the nurses themselves. In several studies, patient satisfaction was published that, in 2013 it was low in Kenya and India, in Indonesia itself in Central Maluku and West Sumatra it was also low. Nurses are always beside patients during hospital treatment, nurse performance determines the success of patient care and communication helps healing go better. Determine the relationship between nurse performance and communication with the level of patient satisfaction in the surgical inpatient room at the Pertamina Bintang Amin Hospital. The type of research used in this research is quantitative. The design in this study uses an analytical survey design with a cross sectional approach. The majority of respondents are pre-elderly, the most gender is male, the highest education level is elementary school, and the most jobs are laborers and housewives. The results of the analysis of nurse performance with patient satisfaction levels show a p-value of 0.000 (0.05 ), The results of the analysis of nurse communication with the level of patient satisfaction showed a p-value of 0.007 (0.05). There is a relationship between nurse performance and communication with the level of patient satisfaction in the surgical inpatient room at Pertamina Bintang Amin Hospital, Bandar Lampung. Keywords: Nurse Performance, Nurse Communication, Patient Satisfaction Level  ABSTRAK Di indonesia kinerja perawat masih buruk dan salah satu kekhawatiran lain pasien pada saat menerima pelayanan adalah komunikasi pada perawat itu sendiri. Dalam beberapa penelitian kepuasan pasien dipublisikan bahwa, pada tahun 2013 di Kenya dan India rendah, di Indonesia sendiri di Maluku Tengah dan Sumatera Barat juga rendah. Perawat selalu berada di samping pasien selama perawatan dirumah sakit, kinerja perawat sangat menentukan keberhasilan perawatan pasien dan komunikasi membantu penyembuhan berjalan lebih baik. Diketahui hubungan antara kinerja dan komunikasi perawat dengan tingkat kepuasan pasien diruang rawat inap bedah Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan dalam penelitian ini mengggunakan desain survey analtik dengan pendekatan cross sectional. Mayoritas responden memiliki usia pra lanjut usia, jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki, tingkat pendidikan terbanyak adalah SD, dan pekerjaan terbanyak adalah buruh dan ibu rumah tangga (DLL), Hasil analisis kinerja perawat dengan tingkat kepusana pasien menunjukan p-value  0,000 (0,05), Hasil analisis komunikasi perawat dengan tingkat kepuasan pasien menunjukan nilai p-value 0,007 (0,05). Terdapat hubungan antara kinerja dan komunikasi perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap bedah rumah sakit pertamina bintang amin bandar lampung. Kata Kunci: Kinerja Perawat, Komunikasi Perawat, Tingkat Kepuasan Pasien
Hubungan Kepemimpinan dengan Upaya Pencegahan Hais Pada Masa Pandemi Covid 19 di Rumah Sakit Zainal Abidin Pagar Alam Way Kanan King King; Dewi Kusumaningsih; M. Ricko Gunawan
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i7.12546

Abstract

ABSTRACT Healthcare Associated Infections (HAIs) are a major problem faced by hospitals. HAIs are infections that are acquired and develop during hospitalization. One of the management functions is organizing, where the head of the room should develop an objective nursing organization so as to facilitate nurses in carrying out nursing care, especially infection prevention and control efforts. The purpose of this research is to know the relationship between leadership and efforts to prevent menstruation during the Covid 19 pandemic at Zainal Abidin Hospital Pagar Alam Way Kanan in 2021. This research is a quantitative research with a cross sectional approach. The population in this study were all health workers at Zainal Abidin Hospital Pagar Alam Way Kanan in 2021 as many as 164 people with a sample of 87 respondents using purposive sampling technique. This research was conducted at Zainal Abidin Hospital Pagar Alam Way Kanan in February-March 2021. Data collection used a questionnaire. Data analysis was univariate and bivariate (chi square). it is known that respondents with negative leadership are 17 (19.5%) and respondents with positive leadership are 70 (80.5%) and respondents with good menstruation prevention efforts are 44 (50.6%) and respondents with less menstrual bleeding prevention efforts good as many as 43 (49.4%). There is a relationship between leadership and efforts to prevent menstruation during the covid 19 pandemic at Zainal Abidin Hospital Pagar Alam Way Kanan in 2021 with a value (p-value = 0.003). Suggestion: for the hospital to be able to make efforts to prevent Healthcare Associated Infection (Hais) in accordance with the existing SOPs in order to avoid an increase in the incidence of nosocomial infections in hospitals, such as removing watches or jewelry when taking action, always wearing a mask and wearing gloves, apply hand washing. Keywords: Leadership and Healthcare Associated Infection (Hais), Covid-19  ABSTRAK Healthcare Associated Infections (HAIs) merupakan masalah besar yang dihadapi rumah sakit. HAIs adalah infeksi yang didapatkan dan berkembang selama pasien dirawat di rumah sakit. Salah satu fungsi manajemen adalah pengorganisasian, dimana kepala ruang hendaknya mengembangkan organisasi keperawatan secara objektif sehingga memudahkan perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan khususnya upaya pencegahan dan pengendalian infeksi. Tujuan penelitian ini diketahui hubungan kepemimpinan dengan upaya pencegahan Hais Pada Masa Pandemi Covid 19 Di Rumah Sakit Zainal Abidin Pagar Alam Way Kanan Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh tenaga kesehatan di Rumah Sakit Zainal Abidin Pagar Alam Way Kanan tahun 2021 sebanyak 164 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 87 responden menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini telah dilakukan di Rumah Sakit Zainal Abidin Pagar Alam Way Kanan pada Februari-Maret 2021. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat (chi square). Diketahui responden dengan kepemimpinan negatif sebanyak 17 (19,5%) dan responden dengan kepemimpinan positif sebanyak 70 (80,5%) dan responden dengan upaya pencegahan hais baik sebanyak 44 (50,6%) dan responden dengan upaya pencegahan hais kurang baik sebanyak 43 (49,4%). Ada hubungan kepemimpinan dengan upaya pencegahan hais pada masa pandemi covid 19 di Rumah Sakit Zainal Abidin Pagar Alam Way Kanan tahun 2021 dengan nilai (p-value = 0,003). Saran : bagi pihak rumah sakit agar dapat melakukan upaya pencegahan Healthcare Associated Infection (Hais) sesuai dengan SOP yang ada guna menghindari peningkatan angka kejadian infeksi nosocomial dirumah sakit, seperti melepaskan jam tangan atau perhiasan saat melakukan tindakan, selalu menggunakan masker dan menggunakan sarung tangan, menerapkan cuci tangan Kata Kunci: Kepemimpinan dan Healthcare Associated Infection (Hais), Covid-19 
Hubungan Karateristik Mahasiswa Terhadap Kemampuan Empati Mahasiswa Keperawatan: Studi Cross Sectional Dwi Nopriyanto; Dea Tri Regina; Bahtiar Bahtiar; Syukma Rhamadani Faizal Nur; Erwan Ahmad; Iwan Samsugito; Dewi Kusumaningsih
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.17729

Abstract

ABSTRACT Empathy plays an important role in interpersonal relationships and improves communication skills. Empathy plays an important role in providing quality care, and it is important for nursing students and the nursing profession to develop. Nursing students not only need to acquire technical skills but also have interpersonal skills. This study aims to determine the relationship between student characteristics and nursing students' empathy abilities. The research design is descriptive analytical with a Cross-Sectional approach. This study involved students of the Diploma of Nursing study program, Faculty of Medicine, Mulawarman University, semesters 2, 4, and 6 totaling 189 students using a total sampling technique. Bivariate analysis using the Chi-Square test with SPSS version 25. The results of the study explained that the majority of students had good empathy skills (61.9%), and there was no significant relationship between student characteristics such as gender, age, semester, reasons for choosing to study nursing and close friends with students' empathy skills. But parents' jobs have a significant relationship with students' empathy skills (p 0.05). The conclusion is that the findings show that nursing students have good empathy skills, but need further improvement. These results make nursing educators pay more attention to the development of empathy skills of nursing students, increasing the level of empathy is useful in improving health care standards. Keywords: Characteristics, Empathy Ability, Nursing Students  ABSTRAK Empati memiliki peran penting dalam hubungan interpersonal serta meningkatkan kemampuan komunikasi. Empati memainkan peran penting dalam memberikan perawatan berkualitas,  dan penting bagi mahasiswa keperawatan dan profesi keperawatan untuk dikembangkan. Mahasiswa keperawatan bukan hanya perlu memperoleh keterampilan secara teknis tetapi juga memiliki ketrampilan hubungan antar manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karateristik mahasiswa terhadap kemampuan empati mahasiswa keperawatan. Desaian penelitian adalah diskriptif analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Penelitian ini melibatkan mahasiswa prodi D3 Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman semester 2, 4, dan 6 berjumlah 189 mahasiswa dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian dijelaskan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki kemampuan empati baik (61.9%), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara karateristik mahasiswa seperti jenis kelamin, usia, semester, alasan memilih kuliah keperawatan dan teman dekat dengan kemampuan empati mahasiswa. Tetapi pekerjaan orang tua memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan empati mahasiswa (p0.05). Kesimpulan mendapatkan temuan menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan mempunyai kemampuan empati yang baik, tetapi perlu peningkatan lebih lanjut. Hasil ini membuat pendidik keperawatan lebih memperhatikan pengembangan kemampuan empati mahasiswa keperawatan, meningkatkan tingkat empati bermanfaat dalam meningkatkan standar perawatan kesehatan. Kata Kunci: Karateristik, Kemampuan Empatik, Mahasiswa Keperawatan