Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH Azolla microphylla TERHADAP KUALITAS AIR BUDIDAYA IKAN LELE DAN PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI Sacita, Andi Safitri; Naim, Muhammad
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v4i2.1637

Abstract

Kedelai merupakan salah komoditi utama yang banyak dibudidayakan karena potensinya sebagai sumber protein nabati. Pemenuhan kebutuhan air dan nutrisi tanaman kedelai dapat dilakukan dengan menggunakan sistem fertigasi melalui integrasi Agrofishery budidaya kedelai dan ikan lele. Limbah air budidaya ikan lele memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC). Azolla microphylla merupakan tumbuhan air yang memiliki hubungan simbiosis dengan bakteri Anabaena azollae yang dapat menambat Nitrogen. Penambahan azolla pada kolam budidaya ikan lele berpotensi menambah kandungan nutrisi dalam air budidaya ikan untuk diaplikasikan pada tanaman kedelai. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh A. microphylla terhadap kualitas air budidaya ikan lele dan pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di dalam Greenhouse pada bulan Juni-Agustus 2024. Budidaya ikan lele dilakukan pada kolam buatan dengan perlakuan pemberian pakan pellet dan pemberian pakan pellet + azolla. Uji coba pemberian air budidaya ikan lele (ABI) pada tanaman kedelai menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan antara lain, P0: tanpa perlakuan, P1: NPK kimia, P2: ABI + pellet, dan P3: ABI + pellet + azolla. Hasil identifikasi menunjukkan adanya bakteri A. azollae pada azolla yang diamati di mikroskop. Pemberian azolla berpengaruh terhadap kandungan unsur hara makro dan mikro, nilai TDS, pH dan warna air budidaya ikan lele. Hasil pengaplikasian pada tanaman kedelai menunjukkan perlakuan P3 memberikan pengaruh terbaik dan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman kedelai.
PENGARUH PUPUK KANDANG KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Suhaeni; Safitri Sacita, Andi; Rante Tondok, Yusriadi
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 Nomor 1, Agustus 2024 - Februari 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i1.4542

Abstract

This research aims to determine the effectiveness and correct dosage of applying cow dung manure on the growth and production of peanut plants. This research was carried out at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Cokroaminoto Palopo University, Jalan Lamaranginang, Batupasi Village, North Wara District, Palopo City, in the month March to May 2022. This research method uses a Randomized Block Design (RAK) consisting of 6 treatments and 4 replications. The treatment with P0= control, P1= 100 gr cow manure, P2= 200 gr cow manure, P3= 300 gr cow manure, P4= 400 gr cow manure, P5= 500 gr cow manure gr. The results of this study showed that the application of cow dung manure and straw mulch showed the best results in treatment P5 with the highest parameters in plant height with an average of 59.45 cm, number of leaves with an average of 263, flowering age with an average of 41. .25 days, the number of pods was an average of 80.75 pods, and the weight of the pods was an average of 226.25 grams at a treatment dose of 500 grams of cow dung manure and 1 kg of straw mulch. Based on the research results obtained, it can be concluded that the application of cow dung manure has a significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, flowering age, number of pods and pod weight. This is thought to be due to the nutrients N, P and K contained in cow manure
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun Jepang (Cucumis sativus L. var Japanese) pada Pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan Cocopeat Hairuddin, Rahman; Sacita, Andi Safitri; Jopi, Muh. Ikram
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 32 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v32i2.2664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) akar bambu dan cocopeat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun Jepang (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2024 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan, sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Perlakuan terdiri atas: P0 (kontrol), P1 (cocopeat 40 g + PGPR 20 ml/L), P2 (cocopeat 60 g + PGPR 25 ml/L), P3 (cocopeat 80 g + PGPR 30 ml/L), P4 (cocopeat 100 g + PGPR 35 ml/L), dan P5 (cocopeat 120 g + PGPR 40 ml/L). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Namun, terdapat pengaruh sangat nyata terhadap jumlah buah, diameter buah, dan berat buah per tanaman. Perlakuan P5 menunjukkan hasil terbaik pada seluruh parameter pengamatan, dengan nilai rata-rata tinggi tanaman 106,63 cm, jumlah daun 25 helai, jumlah buah 7,25 buah, diameter buah 182,96 mm, dan berat buah per tanaman 2.502,50 gram. Temuan ini menunjukkan potensi penggunaan kombinasi cocopeat dan PGPR dalam meningkatkan produksi tanaman mentimun Jepang secara berkelanjutan.
Identifikasi Keberadaan Patogen Phytophtora sp. Menjadi Langkah Awal Seleksi Pohon Alpukat sebagai Sumber Entris di Desa Cakaruddu, Sulawesi Selatan: Identification of Phytophtora sp. Pathogen as the First Step in Selecting Avocado Trees as a Source of Scion in Cakaruddu Village South Sulawesi Indradewi, Riski; Suhaeni, Suhaeni; Andi Safitri Sacita
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3176

Abstract

Alpukat merupakan tanaman penghasil buah yang dapat diperbanyak secara aseksual melalui sambung pucuk dengan memanfaatkan entris dari pohon induk asalnya untuk memperoleh keseragaman populasi sehingga dibutuhkan entris yang bebas patogen. Seleksi pohon induk melalui identifikasi memungkinkan untuk menghasilkan sumber entris yang bebas dari patogen seperti Phytophthora sp. Patogen tersebut merupakan penyebab penyakit pada tanaman alpukat yang serangannya dapat menyebabkan kematian pada tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu memperoleh metode untuk seleksi awal pada pohon alpukat yang bebas dari patogen Phytophthora sp. Metode pada penelitian ini yaitu isolasi mikroorganisme dari pohon alpukat, seleksi isolat secara mikrokopis dan dilanjutkan denagn identifikasi tingkat molekuler menggunakan primer ITS 1 dan ITS 4. Sampel contoh yang digunakan pada penelitian ini yaitu sebanyak 10% dari populasi alpukat yang ada pada satu perkebunan. Hasil pada penelitian ini yaitu telah diperoleh isolat dari lima pohon alpukat yang digunakan sebagai sampel contoh. Isolat yang diperoleh memiliki kriteria yang menyerupai dengan Phytophthora sp. Berdasarkan spora yang dimiliki dan identifikasi lebih lanjut terhadap wilayah internal transcribed spacer (ITS) dari isolat tersebut, menunjukkan bahwa isolat yang diperoleh adalah Phanerochaete sp. bukan Phytophthora sp. Identifikasi suatu patogen seperti Phytophthora sp. pada pohon alpukat perlu dilakukan hingga tingkat molekuler untuk mendapatkan bahan tanam bebas penyakit. Avocado are fruit-producing plants that can be propagated asexually through shoot grafting by utilizing entries from the original parent tree to obtain population uniformity so that pathogen-free scions are needed. Selection of parent trees through identification makes it possible to produce scions sources that are free from pathogens such as Phytophthora sp. This pathogen is the cause of disease in avocado plants, whose attack can cause death of the plant. The aim of this research is to obtain a method for initial selection of avocado trees that are free from the pathogen Phytophthora sp. The method in this research is the isolation of microorganisms from avocado trees, microscopic selection of isolates and continued with molecular level identification using ITS 1 and ITS 4 primers. The samples used in this research were 10% of the avocado population on one plantation. The results of this research were that isolates were obtained from five avocado trees which were used as sample samples. The isolate obtained had criteria similar to Phytophthora sp. based on the spores possessed and further identification of the internal transcribed spacer (ITS) region of the isolate, it showed that the isolate obtained was Phanerochaete sp. not Phytophthora sp. Identification of a pathogen such as Phytophthora sp. on avocado trees needs to be done at the molecular level to obtain disease-free planting material.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Wortel (Daucus carota L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Kombinasi Air Kelapa dan Bonggol Pisang di Dataran Rendah: Growth and Production Response of Carrot Plant (Daucus carota L.) to Feeding Liquid Organic Fertilizer Made From a Combination of Coconut Water and Banana Humps in the Lowland Sacita, Andi Safitri; Sajdah Fatur Rahman
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.4428

Abstract

Wortel merupakan salah komoditi hortikultura yang memiliki permintaan cukup tinggi di pasaran. Tanaman wortel memiliki potensi untuk dibudidayakan di dataran rendah meskipun pada umumnya dibudidayakan di dataran tinggi. Berbagai varietas khusus dataran rendah telah banyak dikembangkan untuk dibudidayakan di dataran rendah. Pemenuhan kebutuhan nutrisi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman wortel di dataran rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Pupuk Organik Cair (POC) kombinasi antara air kelapa dan bonggol pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman wortel di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian UNCP pada Januari – April tahun 2023. Penelitian ini didesain menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan antara lain, P0: tanpa perlakuan, P1: POC air kelapa + bonggol pisang 100 ml/polibag, P2: POC air kelapa + bonggol pisang 125 ml/polibag, P3: POC air kelapa + bonggol pisang 150 ml/polibag, P4: POC air kelapa + bonggol pisang 175 ml/polibag, P5: POC air kelapa + bonggol pisang 200 ml/polibag. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kombinasi air kelapa dan bonggol pisang memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot umbi, namun tidak berbeda nyata pada parameter panjang umbi. Perlakuan terbaik yaitu P5 pada parameter tinggi tanaman dengan nilai 50,75 cm, jumlah daun 103,5 helai, dan bobot umbi 60,75 gram. Sedangkan pada parameter panjang umbi terbaik pada perlakuan P3 dengan nilai 10,88 cm. Carrots are a horticultural commodity that has quite high demand on the market. Carrot plants have the potential to be cultivated in the lowlands even though they are generally cultivated in the highlands. Many special lowland varieties have been developed for cultivation in the lowlands. Meeting nutritional needs is one effort to increase the productivity of carrot plants in the lowlands. The aim of this research was to determine the effect of giving liquid organic fertilizer a combination of coconut water and banana weevils on the growth and production of carrot plants in the lowlands. The research was carried out at the experimental field of Agriculture Faculty UNCP in January – April 2023. This research was designed using a Randomized Block Design (RBD) with 6 treatments and 4 replications so that there were 24 experimental units. The treatments given include, P0: no treatment, P1: liquid organic fertilizer of coconut water + banana hump 100 ml/polybag, P2: liquid organic fertilizer of coconut water + banana hump 125 ml/polybag, P3: liquid organic fertilizer of coconut water + banana hump 150 ml/polybag, P4: liquid organic fertilizer of coconut water + banana hump 175 ml/polybag, P5: liquid organic fertilizer of coconut water + banana hump 200 ml/polybag. The research data were analyzed using variance analysis (ANOVA) and BNJ advanced test at 5% level. The results showed that giving liquid organic fertilizer a combination of coconut water and banana hump had a significantly different effect on the parameters of plant height, number of leaves and tuber weight, but not significantly different on the parameter of tuber length. The best treatment was P5 for plant height parameters with a value of 50.75 cm, number of leaves 103.5, and tuber weight 60.75 grams. Meanwhile, the best tuber length parameter was in the P3 treatment with a value of 10.88 cm.
Analisis Risiko Sosial dan Analisis SWOT Rencana Implementasi Sistem Padi Semi Rakit Apung Tangguh Bencana (PASITABE) di Desa Laskap, Luwu Timur Muis, Ichwan; Masluki, Masluki; Jumardi, Andi; Iriansa, Iriansa; Nurfalaq, Aryadi; Sacita, Andi Safitri
Social Landscape Journal Vol 5, No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v5i2.65652

Abstract

Risiko Sosial merupakan aneka risiko yang menggiring pada rusaknya bangunan dan lingkungan sosial sebagai dampak dari faktor-faktor eksternal. Faktor-faktor penyebab terjadinya risiko sosial pada umumnya disebabkan oleh kondisi alam, teknologi, industri, kecelakaan, hingga bencana. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan faktor-faktor risiko sosial yang terjadi serta menguraikan dampak sosial yang terjadi di lokasi penelitian. Desain penelitian kualitatif dengan 16 responden dari beragam profesi yang terkait dengan masyarakat, pemerintahan hingga perusahaan disekitar lokasi. Kami terfokus pada risiko sosial sebagai objek utama penelitian serta penyelesaian masalah sebagai rekomendasi hasil penelitian yang dilengkapi dengan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities dan threats). Data yang dikumpulkan berupa wawancara, observasi, dan diskusi pada kegiatan focus group disscussion (FGD). Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, hingga penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, ketelitian penelitian, dan melibatkan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko sosial yang terjadi di Desa Laskap disebabkan oleh kondisi hidrologi desa yang terletak diantara aliran Sungai Larona dan Sungai Pongkeru serta adanya kondisi tidak normal volume air Sungai Larona pada kondisi tertentu akibat aktivitas pelimpah (spillway) pembangkit listrik tenaga air (PLTA) milik PT.Vale Indonesia. Analisis penyelesaian masalah merupakan strategi peneliti dalam memberi feedback kepada masyarakat. Sistem padi semi rakit apung tangguh bencana (PASITABE) merupakan rekomendasi yang layak dalam penyelesaian masalah sosial yang terjadi dalam di masyarakat.