Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : IESM

Analisis Postur Kerja Operator Mesin Bubut Menggunakan Metode RULA Pada PT. Amin Jaya Teknik Dian Prasetio; Nita Marikena
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 4 No. 2 (2023): Vol 4 No 2 Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Amin Jaya Teknik adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan spare part mesin Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Dalam kegiatan operasionalnya pada perusahaan ini masih terdapat operator-operator yang bekerja dalam posisi yang kurang ergonomis, salah satunya pada operator mesin bubut. Keluhan yang dirasakan oleh operator tersebut adalah keluhan ketidaknyamanan, kelelahan dan rasa sakit yang yang dirasakan oleh operator. Keluhan sakit yang dialami operator paling banyak terjadi pada tubuh bagian atas yaitu pinggang dan leher. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keluhan-keluhan musculoskeletal disorders yang dialamai operator mesin bubut dan untuk mengetahui keadaan postur kerja operator mesin bubut pada PT. Amin Jaya Teknik berdasarkan nilai RULA. Hasil kuesioner Nordic Body Map menunjukkan keluhan-keluhan yang dirasakan oleh operator mesin bubut sesaat setelah melakukan pekerjaan adalah rasa sakit pada leher bagian atas, kemudian sakit pada punggung, dan sakit pada kaki kanan juga kaki kiri. Rasa-rasa sakit tersebut muncul dikarenakan adanya gerakan repetitif atau kegiatan kerja yang monoton dan secara terus menerus berulang. Hasil perhitungan menunjuakan kondisi postur tubuh operator mesin bubut dengan kor RULA yaitu 6 dengan Action Level yaitu 3 yang menunjukkan bahwa perlu dilakukan pemeriksaan dan perubahan pada posisi kerja operator saat ini.
Capacity Requirement Planning Produk Mainan Kereta Api Pada PT. X Nita Marikena; Tiara Rahmania
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 1 No. 1 (2019): Vol 1 No 1 Februari 2019
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

P.X adalah perusahan manufaktur yang memproduksi mainan anak-anak salah satunya adalah mainan kereta api. Menjaga ketersediaan bahan baku dan produk untuk memenuhi permintaan pasar merupakan strategi pemasaran yang harus dipenuhi oleh PT.X untuk menjaga eksistensi perusahaan. Perencanaan Kebutuhan Kapasitas atau Capacity Requirement Planning (CRP) merupakan metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan kapasitas yang lebih rinci yang diperlukan oleh perencanaan kebutuhan material (Material Requirement Planning/MRP). Adapun tujuan dilakukan penelitian ini agar perusahaan mampu menyusun perencanaan kebutuhan kapasitas produksi berdasarkan kapasitas produksi yang tersedia sehingga dapat memenuhi permintaan pasar sesuai dengan jumlah dan waktu yang ditetapkan. Berdasarkan hasil perhitungan perencanaan kebutuhan kapasitas pada PT.X diperoleh hasil bahwa pada stasiun kerja perakitan body bawah dan perakitan dinamo yang mengalami kekurangan kapasitas. perbandingan sedangkan stasiun kerja yang lainnya mengalami kelebihan kapasitas. Kekurangan kapasitas pada stasiun kerja perakitan body bawah dan perakitan dinamo dapat diatasi dengan memberlakukan jam lembur atau sub kontrak dengan perusahaan lain.
Analisis Perancangan Perawatan Mesin Genset Pada PT.XYZ Dengan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) Ahmad Reza Pratama; Nita Marikena
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Vol 5 No 1 Februari 2024
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ beroperasi 24 jam setiap harinya dalam mengolah produk minyak kelapa sawit dengan menggunakan mesin Fruit Cages, Stelizer Machine, Thresing Station Machine, Screw Press Machine dan mesin penunjang produksi yang lainnya untuk menghasilkan tenaga listrik seperti Genset, Turbin, Gas Engine dan untuk mesin yang menghasilkan steam (uap panas) seperti boiler. Mesin-mesin tersebut sangat penting dalam proses produksi minyak kelapa sawit untuk meningkatkan kapasitas produksi yang layak untuk dipasarkan. Permasalahan yang timbul diperusahaan ini adalah pada saat pemadaman listrik yang sering terjadi kerusakan pada mesin genset yang mengalami breakdown dan komponen-komponen mesin yang mengalami kerusakan sehingga hal ini dapat mengakibatkan jam kerja terhenti atau downtime. Penerapan metode RCM menguntungkan bagi manajemen operasional untuk meningkat, biaya perawatan mesin lebih rendah, usia komponen yang lebih Panjang. Pada Reability Centered Maintenance (RCM) adalah menyadari bahwa konsekuensi atau risiko kegagalan jauh lebih penting daripada karakteristik teknik itu sendiri. Maka dapat 1 komponen kritis yaitu injektor dengan nilai RPN sebesar 180. Berdasarkan RCM decision worksheet. Untuk komponen injektor didapatkan bahwa selang waktu antar kerusakan sebesar 519,7505 jam, yang berarti komponen injektor akan mengalami kerusakan setelah broperasi selama 35,16 jam. Interval waktu perawatan berdasarkan perhitungan RCM untuk komponen yang memiliki kegagalan atau komponen kritis adalah komponen injektor dengan interval waktu perawatan perawatan selama 65,96 jam atau krang lebih 3 -4 hari saat operasional.
Evaluasi Kesehatan Dan Penerapan Keselamatan Kerja Dengan Metode Hirarc Pada CV. Draftindo Kreasi Utama Nurul Fahmi; Nita Marikena
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Vol 5 No 1 Februari 2024
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Draftindo Kreasi Utama adalah perusahaan yang bergerak dibidang Propeller (Baling-Baling kapal). Resiko kecelekaan akibat ketika kerja pada perusahaan ini cukup tinggi dikarekanakan perusahaan ini tidak banyak menggunakan alat-alat modern. Penelitian ini berttujuan untuk mengevaluasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada perusahaan.Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang dilakukan oleh CV. Draftindo Kreasi Utama saat ini masih belum maksimal. Hal ini dikarenakan masih terdapat kecelakaan kerja yang dialami oleh pekerja pada saat melakukan aktivitas kerja.berdasarkan identifikasi bahaya ada 5 aktivitas dengan 8 rincian aktivitas memiliki 10 potensi bahaya dengan penilaian resiko rendah, sedang, tinggi dan ekstrim. Dari perhitungan risk assessment persentase perhitungan penilaian resiko adalah 10% untuk resiko rendah 30% untuk resiko sedang 40% untuk resiko tinggi dan 20% untuk resiko ekstrim pengendalian resiko (risk control) yang harus diterapkan oleah para pekerja adalah penggunaan APD sesuai dengan SOP yang berlaku.
Peningkatan Kualitas Jasa Service Kendaraan Di Bengkel FF Service Menggunakan Metode Quality Functions Deployment (QFD) Endrik Syahputra; Nita Marikena
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Vol 5 No 1 Februari 2024
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan service kendaraan di Bengkel FF Service dengan menerapkan Metode Quality Function Deployment (QFD). Bengkel FF Service adalah penyedia jasa perawatan kendaraan yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan berkualitas kepada pelanggan mereka. Namun, mereka menghadapi tantangan dalam memahami sepenuhnya kebutuhan dan preferensi pelanggan serta mengintegrasikannya ke dalam proses perbaikan kendaraan. Metode QFD digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi dan menghubungkan kebutuhan pelanggan dengan proses perbaikan kendaraan yang ada di Bengkel FF Service. Penelitian ini melibatkan survei pelanggan, wawancara dengan teknisi, dan analisis data untuk mengidentifikasi aspek-aspek kualitas yang paling penting bagi pelanggan. Hasil dari penelitian ini kemudian digunakan untuk mengembangkan matriks QFD yang menghubungkan kebutuhan pelanggan dengan karakteristik teknis dan operasional dalam bengkel. Implementasi QFD di Bengkel FF Service diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan, mengidentifikasi peluang perbaikan dalam proses perawatan kendaraan, dan akhirnya meningkatkan kualitas layanan secara keseluruhan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi bengkel lain yang ingin meningkatkan kualitas layanan mereka dengan menggabungkan perspektif pelanggan ke dalam proses perbaikan kendaraan.
Kajian Lingkungan Hidup Pembangunan Industri Pupuk PT.X Di KEK Sei Mangkei Nita Marikena; Yuli Setiawannie
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 tentang Penyusunan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup Rinci Bagi Perusahaan Industri Yang Berada Atau Akan Berlokasi di Kawasan Industri, maka PT. X sebagai industri pupuk yang direncanakan akan dibangun pada lahan seluas 4 Ha dan luas bangunan ±14.860,24 m2 serta kapasitas produksi sebesar 150.000 ton/tahun wajib menyusun dokumen rencana pengelolaan lingkungan hidup dan rencana pemantauan lingkungan hidup rinci berdasarkan rencana pengelolaan lingkungan hidup dan rencana pemantauan lingkungan hidup Kawasan yang termuat di dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Kawasan.
Analisa Pengendalian Mutu dan Kualitas Produk Coca-Cola Dengan Metode Six Sigma Pada PT. Coca-Cola Bootling Indonesia Boyke Wijaya Sihotang; Nita Marikena
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coca Cola Bottling Indonesia dihadapkan pada permasalahan yaitu sering terjadinya keluhan pelanggan terhadap kualitas produk yang tidak sesuai permintaan khususnya pada produk coca cola dikarenakan sistem pengendalian kualitas belum efektif. Penelitian ini difokuskan pada jenis produk coca cola dengan jumlah defect terbesar dibandingkan dengan produk lainnya yaitu sebesar 3,49. Produk-produk coca cola dengan spesifikasi diluar standart kualitas yang ditetapkan oleh PT. Coca Cola Bottling Indonesia dan dikategorikan jenis kecacatannya yaitu Filling Height, Out of spec dan No Crown Reject. Dengan adanya masalah tersebut, maka dilakukan penelitian dengan metode Six Sigma DMAIC. Tujuan untuk mengetahui jumlah keadaan produk cacat dan nilai Sigma, untuk mengindetifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh pada kecacatan produksi coca cola, menganalisa tindak perbaikan yang tepat untuk mengurangi produk cacat (defect) dengan metode Six Sigma DMAIC di PT. Coca Cola Bottling Indonesia. Tahap- tahap penelitian ini terdiri dari data primer diperoleh dengan melakukan pengamatan secara langsung kepada proses produksi dilapangan. Data mengenai produk cacat dan sekunder langsung dari arsip perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan pengolahan data dan analisa maka diperoleh total kecacatan produk coca cola yaitu Filling Height (45.984), Out of spec (8.855), dan No Crown Reject (7.381). Nilai DPMO proses sebesar 23.282,4427 dengan level 2 yang menunjukkan nilai rata-rata tingkat industri Indonesia. Faktor-faktor yang menyebabkan kecacatan produk adalah faktor mesin, manusia, metode, lingkungan, usulan tindakan perbaikan yang dapat dilakukan pada kualitas produk coca cola dengan melakukan perbaikan terhadap semua sumber produk cacat. Usulan perbaikan mempengaruhi hasil tersebut adalah tidak ada penumpukan barang, mengatur ulang tata letak peralatan kerja yang teratur , membuat tanda-tanda peringatan. Setelah dilakukan pada penelitian dalam usulan dilaksanakan sesuai dengan standarisasi. Perubahan angka pada penelitian ini menunjukkan tahapan Six Sigma DMAIC mampu memberikan usulan yang lebih baik dalam perbaikan kualitas produk coca cola.
Analisis Strategi Pemasaran Produk Sarung Tangan Berdasarkan Perilaku Konsumen dengan Metode Random Sampling Pada PT. Intan Hevea Industri Chesy Apriliyana Gultom; Nita Marikena
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarung tangan adalah sejenis pakaian yang menutupi tangan, baik secara sebagian ataupun secara keseluruhan. Fungsi sarung tangan ialah untuk melindungi sang pemakai dari pengaruh lingkungan sekitarnya atau melindungi lingkungan sekitar dari tangan sang pemakai. Sarung tangan juga merupakan salah satu kebutuhan di dalam bidang kerja. Alat ini berguna untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam dan mencegah cedera saat sedang kerja, ketika memilih glove ada beberapa faktor yang harus di pertimbangkan antara lain bahaya terpapar, benda yang dihadapi / dikerjakan apakah bahan korosif, panas, dingin, tajam atau kasar karena alat pelindung tangan berbeda-beda dapat terbuat dari karet, kulit maupun kain katun. Sarung tangan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Strategi pemasaran pada produk sarung tangan sehingga dapat membantu perusahaan dalam mendapatkan keuntungan yang meningkat, untuk itu dilakukan analisis terhadap konsumen. Analisis konsumen merupakan dasar dari Perencanaan dan strategi pemasaran disusun berdasarkan pemahaman akan konsumen yang menjadi target pasar bagi perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada PT. Intan Hevea Industry dengan menggunakan metode random sampling.
Analisa Produktivitas Perawatan Forklift Menuggunakan Metode Penerapan Total Productive Maintenance (Tpm) Di Pt. Xyz Tongam Purba; Nita Marikena
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Vol 2 No 1 Februari 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagian-bagian kerusakan pada mesin forklift dan perawatan mesin forklift di PT. XYZ dengan menggunakan metode Total Productive Maintenance (TPM). Forklift yang di teleti yaitu forklift 2,5 ton dan forklift 3 ton di bagian produksi. Pengumpulan data yang digunakan bersifat data deskriptif kuantitatif pada mesin forklift dari bulan Januari sampai bulan Desember 2019. Maka data dapat diolah menggunakan performance maintenance dengan penerapan Total Productive Maintenance (TPM). Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa peneliti membahas bagian-bagian kerusakan dan waktu melakukan perbaikan (breakdown) pada mesin forklift 2,5 ton dan 3 ton. Dalam meningkatkan kinerja mesin forklift dapat meminimalisasi kerusakan mesin forklift dibutuhkan suatu penjadwalan perawatan yang baik. Total Productive Maintenance (TPM) adalah perawatan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas mesin melalui perawatan. Penjadwalan perawatan bertujuan untuk menjaga keterhandalan mesin forklift, menghindari terjadinya kerusakan, merawat mesin forklift yang ada di perusahaa dan rekomendasi penjadwalan melakukan perawatan. Data yang diperoleh yaitu data breakdown, operation time, loading time dan frekuensi breakdown selama 12 bulan dari bulan januari sampai desember 2019. Dengan memperhitungkan nilai Mean Time Beetwen Failure (MTBF) yang dihasilkan forklift 2,5 ton adalah 168 jam dan forklift 3 ton adalah 180 jam, Mean Time To Repair (MTTR) forklift 2,5 ton adalah 6,3 jam dan forklift 3 ton adalah 6,8 jam, serta Availability forklift 2,5 ton adalah 0,84 jam dan forklift 3 ton 0,821 jam dengan menggunakan data record forklift 2 ton dibagian produksi selama 12 bulan Januari sampai Desember 2019.
Pengaruh Perbaikan Tata Letak Fasilitas Terhadap Proses Produksi di PT. X Yuli Setiawannie; Nita Marikena; Ade Yudha Pratama
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 3 No. 2 (2022): Vol 3 No 2 Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan tata letak fasilitas merupakan serangkaian masalah desain yang terkait dengan pengaturan elemen yang membentuk sistem produksi industri dalam ruang fisik. Penyusunan tata letak yang baik menjadi salah satu keputusan desain terpenting dari strategi operasi bisnis yang berdampak pada biaya operasi, efisiensi, dan produktivitas sistem produksi serta menjamin keamanan dan kepuasan kerja dari karyawan. PT. X merupakan perusahaan manufaktur di bidang packaging industries, yaitu pembuatan kotak dengan berbagai tipe karton. Penggunaan area gudang bahan setengah jadi dan stok sisa bahan jadi menjadi kendala dalam proses produksi sehingga mengakibatkan aliran produksi menjadi terhambat, hal ini dikarenakan terlalu banyak sisa stok bahan setengah jadi dan bahan jadi. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan usulan dan analisa perbaikan tata letak fasilitas agar menghasilkan produksi yang optimal. Perancangan ulang tata letak fasilitas perusahaan menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC) untuk meminimumkan jarak antara satu stasiun ke stasiun yang lain sehingga menghasilkan tata letak yang efisien dan efektif. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa perusahaan tetap menggunakan jenis tata letak tipe proses (process layout), karena jumlah produk kotak karton memiliki variasi ukuran berbeda-beda dengan kuantitas rata-rata yang tidak banyak. Perubahan letak tiap stasiun kerja pada area produksi mampu mengoptimalkan sistem produksi dan meminimalkan jarak antar stasiun sebesar 53,9% serta perlu penambahan area penyimpanan stok di gudang bahan setengah jadi untuk menyimpan sisa stok bahan setengah jadi dan bahan jadi agar tidak menghambat proses muat barang ke truk.