Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Common Grammatical Errors in Students’ Writing: A Qualitative Error-Analysis Study Nur Hikmah; Sam Hermansyah; Jumiati Jumiati; Zulkifli N; Sri Rahayu; Nuraeni Syarif; Syamsuriani Syamsuriani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2178

Abstract

This qualitative study investigates the common grammatical errors produced by English as a Foreign Language (EFL) students in written tasks, and explores possible underlying causes as reported by the students. Using an error-analysis framework, 60 undergraduate learners’ short essays were analyzed for grammatical errors; follow-up semi-structured interviews were conducted with 12 volunteers to probe students’ awareness and perceived causes. Findings indicate that article/determiner misuse, verb tense and aspect errors, subject-verb agreement, preposition misuse, and word order/sentence structure problems are among the most frequent error types. Interview data suggest that first-language transfer, inadequate exposure to grammatical input, faulty internalization of rules, and limited proofreading strategies contribute to recurring mistakes. Pedagogical implications include focused grammar instruction within writing contexts, increased corrective feedback that highlights patterns rather than isolated errors, and explicit metalinguistic awareness activities. The study contributes up-to-date qualitative evidence on error patterns and student perspectives to inform EFL writing pedagogy.
Implementasi Media Pembelajaran Adobe Flash Dan Dampaknya Terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris Siswa Smpn Negeri 2 Baranti Zulkifli N; Syamsu T; Hasanuddin; Muhammad Hanafi; Sam Hermansyah; Handy Ferdiansyah; Irhamsyah Idris; Muhammad Wildan; Ananda Futri; Putri Chaerunnisa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak implementasi media pembelajaran Adobe Flash terhadap hasil belajar Bahasa Inggris siswa SMP Negeri 2 Baranti. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen dan desain posttest-only control design, yaitu membandingkan kelas eksperimen yang diberi perlakuan penggunaan media Adobe Flash dengan kelas kontrol yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling (dua kelas yang memiliki karakteristik relatif sebanding), kemudian ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t) untuk menguji perbedaan hasil belajar kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media pembelajaran Adobe Flash memberikan dampak positif, ditandai dengan meningkatnya keterlibatan siswa selama pembelajaran serta hasil belajar Bahasa Inggris siswa pada kelas eksperimen yang lebih baik dibandingkan kelas kontrol.
PENGEMBANGAN MEDIA MENGGUNAKAN GOOGLE SITES DALAM KURSUS DESIGN THINKING Zulkifli N; Henry Praherdhiono
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Vol 7 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI (JUKANTI) EDISI APRIL 2024
Publisher : Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/jukanti.v7i1.1156

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan (1) untuk mengetahui kevalidan, (2)  kepraktisan  media  pembelajaran  google  sites  pada  mata  kuliah  Design Thinking semester IV Prodi Bisnis Digital. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan mengacu pada model pengembangan 4D. Subjek penelitian ini satu orang ahli media, satu orang ahli materi, dosen mata kuliah, dan tiga puluh dua mahasiswa. Model pengembangan 4D, yang memiliki empat tahapan, diantaranya: Define (pendefinisian) terdiri dari analisis awal atau analisis kebutuhan, mahasiswa, dan konsep; Design (perancangan) terdiri dari pengumpulan data, desain media pembelajaran, desain instrumen penelitian; Develop (pengembangan) yang meliputi langkah pembuatan media pembelajaran google sites, penilaian ahli validator, uji coba pengembangan, dan revisi produk. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, angket kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif; Disseminate (penyebaran) meliputi penyebaran media. Hasil penilaian  menunjukkan  bahwa pengembangan media pembelajaran google sites dinilai valid dilihat dari hasil validasi ahli materi pada aspek pembelajaran mendapatkan nilai rata rata 4,5 dapat dikategorikan sangat valid dan pada aspek isi dari 10 indikator, mendapatkan rata-rata 4,6 yang di kategorikan sangat valid sedangkan hasil validasi ahli media pada aspek tampilan mendapatkan hasil rata-rata 4,5 dari 9 indikator dikategorikan sangat valid dan pada aspek pemrograman dari 11 indikator penilaian, mendapatkan rata-rata hasil penilaian ahli materi 4,4 di kategorikan sangat valid. Hasil tersebut diperoleh dari dua validasi ahli yaitu ahli materi dan ahli media. ABSTRACT  This research is a development research that aims (1) to determine the validity, (2) practicality of google sites learning media in the Design Thinking course in the fourth semester of the Digital Business Study Program. This research is a development research (Research and Development) with reference to the 4D development model. The subjects of this study were one media expert, one material expert, course lecturer, and thirty-two students. The 4D development model, which has four stages, including: Define consists of initial analysis or analysis of needs, students, and concepts; Design consists of data collection, learning media design, research instrument design; Develop which includes steps to create Google Sites learning media, validator expert assessment, development trials, and product revisions. The data collection techniques used are observation, interviews, questionnaires then analyzed descriptively quantitatively; Disseminate (dissemination) includes the dissemination of media. The assessment results show that the development of Google Sites learning media is considered valid judging from the results of material expert validation on the learning aspect getting an average value of 4.5 can be categorized as very valid and in the content aspect of 10 indicators, getting an average of 4.6 which is categorized as very valid while the results of media expert validation on the display aspect get an average result of 4.5 out of 9 indicators categorized as very valid and on the programming aspect of 11 indicators The assessment, getting an average of 4.4 material expert assessment results is categorized as very valid. The results were obtained from two expert validations, namely material experts and media experts.
PENERAPAN PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) DENGAN MEDIA DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN VOCABULARY DAN READING DI UPT SMP NEGERI 2 KULO Handy Ferdiansyah; Ibrahim Manda; Zulkifli N; Usman M; Sam Hermansyah; Jusriani Jusriani; Almira Almira; Nur Wahyuni Mansyur; Meli Meli; Nahdawati Nahdawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.54604

Abstract

Keterampilan vocabulary dan reading merupakan fondasi penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMP, namun sering terkendala oleh keterbatasan kosakata, rendahnya pemahaman isi teks, dan kurangnya keterlibatan aktif siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan Problem-Based Learning (PBL) berbantuan media digital untuk meningkatkan penguasaan kosakata dan kemampuan membaca pemahaman siswa di UPT SMP Negeri 2 Kulo. Pemanfaatan perangkat digital dinilai relevan karena sekolah telah menjalankan aktivitas pembelajaran berbasis perangkat seperti praktik chromebook pada mata pelajaran informatika. Pelaksanaan program dilakukan melalui (1) identifikasi kebutuhan dan penyusunan perangkat ajar, (2) pendampingan guru terkait sintaks PBL dan pemilihan media digital, (3) implementasi PBL pada materi reading dengan masalah kontekstual, serta (4) evaluasi hasil dan refleksi. Tahapan PBL meliputi orientasi masalah, pengorganisasian belajar, investigasi kelompok, penyusunan/presentasi solusi, dan evaluasi proses. Media digital yang digunakan mencakup teks bacaan digital, kuis interaktif, lembar kerja digital, serta glosarium/flashcard digital untuk penguatan kosakata. Keberhasilan program diukur melalui pretest–posttest vocabulary dan reading, observasi keterlibatan siswa, serta angket respons siswa dan guru. Diharapkan program ini menghasilkan peningkatan skor vocabulary dan reading, meningkatnya partisipasi belajar, serta tersedianya perangkat ajar dan bank media digital yang dapat digunakan berkelanjutan di sekolah.