Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan

KURSUS PELATIH LICENSE “D” NASIONAL ASPROV PSSI JAMBI Muhammad Ali; Alexander Kurniawan; David Iqroni
Cerdas Sifa Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2019): Cerdas Sifa Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.467 KB) | DOI: 10.22437/csp.v8i1.9062

Abstract

Lisensi D Nasional PSSI merupakan lisensi kepelatihan sepak bola paling dasar yang pelaksanaannya langsung dilakukan oleh PSSI melalui Asosiasi Sepak Bola Kota (ASKOT) maupun Asosiasi Sepak Bola Provinsi (ASPROV). Semangat kebangkitan sepak bola nasional makin terasa pasca terbebas dari sanksi FIFA tahun 2016 silam. Sepanjang tahun 2017, PSSI dibawah kepengurusan ketua umum Edy Rahmayadi terus meningkatkan jumlah dan kualitas pelatih yang memiliki lisensi kepelatihan secara fantastis. Dimulai dari lisensi D Nasional, hingga lisensi yang diakui AFC dari jenjang C, B, A dan Pro. Ditambah juga kursus untuk instruktur pelatih AFC. PSSI akan meneruskan peningkatan jumlah kursus AFC ini, bahkan meningkatkan frekuensinya. Sebagai bagian meningkatkan mutu serta jumlah pelatih yang bagus demi kemajuan sepak bola di tanah air. Terhitung sejak tahun 2016 ada 273 orang yang memiliki lisensi C, B, dan A AFC. Namun hanya di 2017, 353 orang mengikuti kursus AFC. Jumlah ini terbagi atas kursus lisensi C AFC 261 peserta, B AFC 47 peserta, dan A AFC 23 orang. Ditambah satu kursus instruktur pelatih dari AFC di tahun yang sama dimana 22 orang pelatih elit yang ada di Indonesia. Kursus instruktur pelatih AFC ini perdana digelar di IndonesiaKata Kunci: Kursus, Pelatih, PSSI Jambi.
Hubungan Antara Panjang Tungkai dan Daya Ledak Otot Tungkai Terhadap Kecepatan Lari 50 Meter Kurniawan, Alexander; Haryanto, Deri; Sukendro, Sukendro
Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan Vol 13 No 1 (2024): Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/csp.v13i1.28155

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan panjang tungkai dan daya ledak otot tungkai terhadap kecepatan lari 50 meter pada siswa putra SMP Negeri 2 Kerinci. Penelitian ini menggunakan metode korelasi, dalam penelitian ini penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pengambilan datanya dilakukan dengan tes dan pengukuran, dalam metode ini peneliti berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya mengenai panjang tungkai dan daya ledak otot tungkai dengan prestasi lari 50 Meter. Sampel dilakukan ditujukan kepada siswa putra yang berjumlah 45 orang secara total sampel. Berdasarkan analisis data yang diperoleh variabel X1 terhadap Y mudah dilihat bahwa t hitung 12,9749  >  t tabel 1,6811 maka terdapat hubungan antara panjang tungkai dengan kecepatan lari 50 meter. Variabel X2 terhadap Y dilihat bahwa t hitung 5,266207  > t tabel 1,6811 maka terdapat hubungan antara  daya ledak otot tungkai dengan kecepatan lari 50 meter. Untuk variabel X1 dan X2 Terhadap Y diketahui r hitung = 0,893574. Kemudian data tersebut diuji signifikansi korelasi dengan dibandingkan rtabel pada taraf signifikansi 5% = 0,294 yang berarti r hitung  > r tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat  hubungan antara panjang tungkai dan daya ledak otot tungkai terhadap kecepatan lari 50 meter pada siswa putra SMP Negeri 2 Kerinci
Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani pada Siswa kelas X MAN 1 Tanjung Jabung Barat Marsanda, Putri; Kurniawan, Alexander
Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/csp.v12i1.26244

Abstract

Berdasarkan permasalahan-permasalahan Setiap penelitian yang dikerjakan selalu memiliki tujuan akhir untuk memperoleh gambaran yang jelas dan bermanfaat bagi yang menggunakannya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani pada siswa MAN 1 Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 1 Tanjung Jabung Barat dengan subjek penelitian ini yaitu siswa kelas X. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dalam penelitian ini diperoleh dari observasi, tes pengukuran menggunakan instrumen TKJI. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 0 siswa (0%) yang mempunyai tingkat kebugaran jasmani baik sekali, 2 siswa (2,82%) yang mempunyai tingkat kebugaran jasmani baik, 25 siswa (35,21%) yang mempunyai tingkat kebugaran jasmani sedang, 37 siswa (52,11%) yang mempunyai tingkat kebugaran jasmani kurang, dan 7 siswa (9,86%) yang mempunyai tingkat kebugaran jasmani kurang sekali. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa putra kelas X MAN 1 Tanjung Jabung Barat mempunyai tingkat kebugaran jasmani dalam kategori kurang. Bagi siswa kelas X MAN 1 Tanjung Jabung Barat terkhususnya bagi siswa putra, diharapkan selalu memperhatikan dan menjaga kebugaran tubuhnya serta rutin melakukan aktivitas olahraga, dengan tujuan untuk membantu proses peningkatan kebugaran jasmani siswa. Kata Kunci: Tes Kebugaran Jasmani Indonesia, siswa
Survei Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Sarana dan Prasarana Olahraga di SMP Negeri Se-Kecamatan Sarolangun Sohibuz Zikri, Ahmad; Kurniawan, Alexander
Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/csp.v12i2.27204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap sarana dan prasarana olahraga di SMP Negeri Se Kecamatan Sarolangun yaitu dengan Kuesioner atau angket. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif dengan data penelitian yaitu data kuantitatif, yang didapat melalui instrumen berupa Kuesioner atau angket. Penelitian ini menggunakan metode penelitian  survey. Hasil penelitian ini berupa Tingkat kepuasan siswa terhadap sarana dan prasarana PJOK di SMP Negeri Se Kecamatan Sarolangun, secara keseluruhan memperoleh nilai maksimal : 129,00 ; nilai minimal: 100 dengan hasil dari berbagai kategori seperti sangat puas 7 atau 6%, frekuensi dengan kategori puas 36 atau 30%, frekuensi dengan kategori cukup puas 41 atau 34%, frekuensi dengan kategori tidak puas 0 atau 0%, frekuensi dengan kategori sangat tidak puas 38 atau 31%. Sarana olahraga di SMP Negeri Se Kecamatan Sarolangun terbatas dan tidak terawat dengan baik. Beberapa sarana olahraga tidak layak digunakan karena rusak atau tidak dapat digunakan lagi, dan guru tidak selalu menggunakannya selama proses pembelajaran. Kata Kunci: Survey, Tingkat Kepuasan Siswa, Sarana dan Prasarana