Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Serial Rectifier Antenna (Rectenna) Microstrip Patch Circular 2.4 Ghz For Radio Frequency Energy Harvester Nadya Friska Friska; Nasrul Nasrul; Rikki Vitria
International Journal of Wireless And Multimedia Communications Vol. 1 No. 1 (2024): International Journal of Wireless And Multimedia Communications
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jowim.v1i1.9

Abstract

The source of Radio Frequency  (RF) electromagnetic wave energy in the atmosphere is currently abundant and wasted due to the rapid development of RF technology today. Utilizing the rectenna system to harvest energy, this RF energy source can be used as an environmentally friendly distribution method. To improve the rectenna's ability to convert electromagnetic waves into direct voltage (DC) sources, a rectenna antenna  system was designed using a serial rectenna system. using 3 antennas and 3 rectifier circuits, to design a  serial rectenna system. A circular patch microstrip antenna with a frequency of 2.4 GHz is used in serial receiving systems to receive WiFi signals.  Schottky 2860 diodes and 1nF smd capacitors are used in the 6-stage voltage multiplier of the rectifier circuit,  which is used in the rectifier.  Round patch microstrip antennas were found to be capable of capturing and directing voltage to DC through testing and measurement of rectenna serial systems. The system antenna has return loss values of -26.29 dB, -21.75 dB, and -28.57  dB,  VSWR 1.11,  1.16, and 1.07,  impedance 51.1,  55.56, and    50.22, and bandwidth of 60 MHz .  The resonant frequencies for 60 MHz and 50 MHz are 2.42 GHz, 2.36 GHz, and 2.48 GHz. so that at a distance of 25 cm a single rectenna system produces a voltage of 51 points 3 mV. During this time, the serial receiver system can change a direct voltage of  151.08 mV at a distance of 25 cm from the Access Point transmitter source.
Penerapan Sistem Monitoring dan Kontrol Pada Peternakan Itik Petelur Rikki Vitria
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 10 No 2: December 2025
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v10.i2.2025.79-86

Abstract

Produktivitas itik petelur sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti ketersediaan air minum dan suhu kandang. Namun, penelitian terdahulu masih terbatas dalam mengembangkan sistem monitoring dan kontrol yang spesifik untuk peternakan itik petelur, terutama dalam mengevaluasi pengaruhnya terhadap produksi telur. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan produksi telur melalui penerapan sistem monitoring dan kontrol berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengatur suhu kandang dan ketersediaan air minum secara otomatis. Sistem ini menggunakan sensor DHT11 untuk memantau suhu, sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mengukur level air, serta Wemos D1 dengan modul Wi-Fi ESP8266 untuk komunikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berfungsi efektif dalam menjaga suhu optimal kandang (20°C–30°C) dan memastikan ketersediaan air minum, sehingga mengurangi stres pada itik dan meningkatkan produksi telur. Selain itu, sistem memberikan notifikasi real-time kepada peternak melalui smartphone ketika kapasitas air rendah. Dengan demikian, penelitian ini memberikan solusi teknologi yang aplikatif untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternakan itik petelur.
Penerapan IoT untuk Monitoring Parameter Penting Pertumbuhan Selada Hidroponik Indoor Rikki Vitria
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 10 No 2: December 2025
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertanian hidroponik dalam ruangan merupakan salah satu solusi modern untuk mengatasi keterbatasan lahan dan perubahan iklim yang tidak menentu. Penelitian ini bertujuan merancang sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau parameter lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan selada hidroponik, meliputi suhu, kelembapan, pH, nutrisi, dan intensitas cahaya. Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terhubung dengan sensor DHT22, PH4502C, SEN0244, dan BH1750. Data hasil pengukuran ditampilkan pada LCD serta dikirim secara real-time ke Google Sheets dan aplikasi Telegram, yang juga berfungsi sebagai media notifikasi dan kontrol jarak jauh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa suhu ruangan berkisar 18–28°C, kelembapan 65–91% dengan rata-rata 79%, nilai pH 3,96–11,85 dengan rata-rata 7,6, serta TDS 413–934 ppm dengan rata-rata 644 ppm. Intensitas cahaya dari LED Grow Light terjaga stabil pada 7307–7474 Lux selama periode pencahayaan harian. Sistem notifikasi melalui Telegram mampu merespons kurang dari satu menit ketika parameter berada di luar rentang ideal. Secara keseluruhan, sistem monitoring berbasis IoT ini efektif dalam mengawasi kondisi lingkungan hidroponik indoor sehingga mendukung terciptanya pertumbuhan selada yang optimal.
Monitoring Real-time Server Dan Router Berbasis Zabbix Dengan Notifikasi Alert Telegram: Studi Pra-Pasca Di SDIT Raudhatul As-Salimy Gobah Putri Dwi Rahayu; Andi Ahmad Dahlan; Rikki Vitria
Intellect : Indonesian Journal of Learning and Technological Innovation Vol. 4 No. 1 (2025): Intellect : Indonesian Journal of Learning and Technological Innovation
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/intellect.v4i1.1372

Abstract

Reliable network monitoring technology is essential for educational institutions to ensure uninterrupted digital services. This study aims to implement a Zabbix-based server and router monitoring system integrated with Telegram notifications at SDIT Raudhatul As-Salimy Gobah. A mixed-methods approach was applied, combining quantitative pre–post evaluation with qualitative interviews and observations of the school’s IT staff. The results show that the system detected failures with an average delay of 2 minutes 30 seconds and delivered recovery notifications within 20 seconds. Integration with Telegram significantly reduced the mean time to acknowledge (MTTA) from 1–2 hours to 10–20 minutes, thereby improving IT team responsiveness in handling incidents. This implementation not only minimized network downtime but also enhanced operational efficiency, infrastructure stability, and the quality of digital-based learning services. The main contribution of this study is the development of a low-cost, open-source, and replicable network monitoring model suitable for K-12 schools in rural areas. Abstrak Pemanfaatan teknologi monitoring jaringan yang handal menjadi kebutuhan penting bagi institusi pendidikan untuk menjaga kelancaran layanan digital. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan sistem monitoring server dan router berbasis Zabbix yang terintegrasi dengan notifikasi Telegram di SDIT Raudhatul As-Salimy Gobah. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods, yaitu evaluasi kuantitatif pre–post implementasi serta wawancara dan observasi kualitatif terhadap tim IT sekolah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi gangguan dengan rata-rata waktu 2 menit 30 detik dan mengirimkan notifikasi dalam 20 detik setelah perangkat kembali normal. Integrasi dengan Telegram secara signifikan menurunkan mean time to acknowledge (MTTA) dari 1–2 jam menjadi 10–20 menit, serta memperbaiki responsivitas tim IT dalam menangani gangguan. Implementasi ini tidak hanya mengurangi downtime jaringan, tetapi juga meningkatkan efisiensi kerja, stabilitas infrastruktur, serta kualitas layanan pembelajaran berbasis digital. Kontribusi penelitian ini adalah penyusunan model monitoring jaringan open-source, biaya rendah, dan replikatif yang dapat diterapkan oleh sekolah K-12 di wilayah rural.