Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

MODIFIKASI FEEDER CHAIN CONVEYOR UNTUK MENGATASI CACAT PRODUK PADA PROSES PRODUKSI COLLAPSIBLE ALUMINIUM TUBE Zaenal Arifin; Susilo Adi Widyanto; Paryanto Paryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses manufaktur dari suatu produk, kualitas harus dipertahankan dengan menyesuaikan perkambangan teknologi yang tersedia untuk dapat terus memenuhi tantangan utama terkait kebutuhan kualitas. Salah satu penerapannya pada produksi kemasan farmasi dengan material aluminium collapsible tube untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan proses kerja yang produk. PT Extrupack Solo merupakan perusahaan yang memproduksi tabung aluminium collapsible untuk pengemasan produk di industri farmasi. Dalam proses produksinya, mesin-mesin dalam line produksi memiliki potensi untuk menghasilkan produk cacat. Topik tugas akhir ini dilatar belakangi oleh adanya kegagalan hasil produksi pada proses trimming. Oleh karena itu, perlu adanya improvement yang dilakukan dengan memodifikasi sistem feeder menjadi chain conveyor agar upaya dalam meminimalisir adanya kegagalan produk dan meningkatkan produktivitas dapat tercapai. Proses desain konveyor meliputi pengamatan studi lapangan di PT. Extrupack, perancangan desain, dan simulasi dengan menggunakan software Solidworks serta penentuan komponen - komponen penyusun. Perancangan desain yang dilakukan menghasilkan spesifikasi konveyor rantai dengan kapasitas sebesar 5,63 g/s, kecepatan sebesar 0,04m/s dengan panjang lintasan sejauh 560 mm, dan sudut inklinasi 22,75o . Komponen penyusun menggunakan rantai, sprocket, rangka Stainless Steel, poros, meja “V” serta adjustable foot. Berdasarkan hasil simulasi, didapatkan nilai displacement senilai 547 mm dalam waktu 13 sekon dan dapat disimpulkan desain konveyor rantai telah sesuai untuk menggerakan tube dengan efektif sehingga persoalan kegagalan hasil produksi pada proses trimming dapat teratasi.
PROSES UNDERWATER FRICTION WELDING UNTUK DISSIMILAR METAL ANTARA AISI 1045 DENGAN STAINLESS STEEL 304 Aulia Mei Kurniawan; Rusnaldy Rusnaldy; Paryanto Paryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Friction welding merupakan pengelasan solid-state dimana penggabungan diperoleh dari panas akibat gesekan dan tekanan. Underwater friction welding merupakan variasi friction welding yang dilakukan dibawah air dengan bantuan chamber sebagai media air dengan tujuan hasil penyambungan logam akan lebih optimal karena proses pendinginan yang cepat, yang berlangsung bersamaan dengan proses pengelasan. Pengelasan dilakukan menggunakan mesin friction welding dengan parameter waktu tempa 4 detik dan 6 detik serta kecepatan putar 1400rpm. Material pengelasan adalah menyambungkan AISI 1045 dan stainless steel 304 berdiameter 12mm. Spesimen hasil friction welding diuji kelayakan Non-Destructive Test berupa inspeksi visual dengan melihat bentuk flash yang dihasilkan. Friction welding dilakukan pada 4 spesimen yang terdiri dari 2 spesimen udara dan 2 spesimen underwater. Spesimen berhasil disambungkan yang kemudian dilakukan uji kelayakan hasil pengelasan. Waktu tempa memiliki pengaruh terhadap hasil flash yang terbentuk pada spesimen, dimana semakin besar waktu tempa yang digunakan menghasilkan flash yang berukuran semakin besar. Flash yang terbentuk pada material AISI 1045 berukuran lebih besar dibandingkan dengan flash yang terbentuk pada stainless steel 304 yang diakibatkan oleh perbedaan sifat mekanik dari material yang disambungkan. Pada underwater friction welding, ukuran flash yang terbentuk lebih kecil daripada friction welding udara, dikarenakan pendinginan cepat saat proses pengelasan berlangsung. Terjadi cacat flash berupa misalignment yang diakibatkan oleh pencekaman yang kurang kuat, ketidaktepatan geometris, dan pemberian tekanan yang terlalu lama. Terjadinya misalignment mengakibatkan menurunnya kualitas sambungan pengelasan.
PEMANTAUAN VISUAL KARAKTERISTIK ALIRAN POMPA MENGGUNAKAN MIXED REALITY Sefrian Imam Baskoro; Paryanto Paryanto; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi digital sudah banyak dilakukan dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah penggunaan teknologi dunia realitas seperti mixed reality (MR), virtual reality (VR), dan augmented reality (AR). Penelitian ini mengaplikasikan teknologi MR untuk memvisualisasikan karakteristik aliran pompa. Karakteristik aliran pompa merupakan parameter yang menggambarkan kinerja pompa dalam berbagai kondisi. Karakteristik aliran didapatkan menggunakan metode numerik yaitu computational fluids dynamics (CFD). Hasil dari CFD akan ditampilkan dalam lingkungan MR sebagai media pelatihan. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan perkembangan penggunaan teknologi digital atau sering disebut Industri 4.0. Penggunaan MR yang diintegrasikan dengan CFD masih jarang ditemukan dalam semua sektor, karena itu peneliti mencoba untuk menggunakan MR sebagai media viusalisasi.
DESAIN MESIN FORMING ULTRA HIGH MOLECULAR WEIGHT Adrian Siregar; Susilo Adi Widyanto; Paryanto Paryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 4 (2024): VOLUME 12, NOMOR 4, OKTOBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses thermoforming, penggunaan udara bertekanan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Alasannya adalah karena kebutuhan masyarakat seperti kebutuhan sehari-hari sangat dibutuhkan untuk kebutuhan aktivitas sehari-hari, seperti terbuat pada material UHMW. Penelitian ini berfokus pada proses pengujian kinerja dari silinder pneumatik dengan menggunakan material Ultra High Molecular Weight Polyethylene-1000. Tujuan utama dari pengujian ini adalah untuk menguji efisiensi dan efektivitas dari sistem piston yang bergerak pada silinder pneumatik yang digunakan pada proses penekanan sebagai alat tekan guna untuk membentuk wadah yang sesuai diinginkan selama proses thermoforming. Perancangan pada sistem pneumatik juga sudah berkembang pesat, sehingga tidak lagi dilakukan secara manual melainkan dapat dilakukan dengan bantuan perangkat lunak, seperti kompitasi dan simulasi. Penggunaan perangkat lunak ini lebih cepat dan mudah dalam proses thermoforming. Sistem pneumatik adalah alat yang menggunakan udara sebagai sumber energi, komponen yang diperlukan dalam sistem pneumatik, yaitu kompresor udara atau unit penyuplai udara, unit pengolahan udara (filter, regulator, dan lubrication), unit pengatur atau katup yang paling utama adalah silinder pneumatik yang berfungsi sebagai alat yang dapat mengubah energi udara bertekanan menjadi energi mekanik (gerak linear batang silinder). Implementasi pada sistem pneumatik sudah terbukti lebih efektif di beberapa perusahaan industri besar, seperti Automated Production Equipment, Sorting System, Emergency Breaks, dll. Dengan demikian, sistem pneumatik sangat direkomendasikan untuk aplikasi industri maupun manufaktur dalam proses thermoforming UHMW. Sehingga, proses thermoforming pada sistem pneumatik sangat dibutuhkan untuk menciptakan berbagai produk yang dapat menunjang kebutuhan konsumen.
PERANCANGAN SISTEM INSTALASI AIR MINUM OTOMATIS UNTUK KANDANG AYAM BROILER TIPE CLOSED HOUSE BERBASIS HUMAN MACHINE INTERFACE Wahyu Haryanto; Munadi Munadi; Paryanto Paryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempelajari perancangan sistem instalasi air minum otomatis pada kandang ayam broiler tipe closed house dengan memanfaatkan HMI. HMI (Human Machine Interface) adalah sebuah sistem yang dapat mempertemukan manusia dengan teknologi mesin. HMI berupa pengendali dan menunjukkan status, baik dilakukan secara manual ataupun disajikan dengan visualisasi komputer yang bersifat real-time. Tujuan dari penggunaan HMI adalah memudahkan operator untuk memantau kebutuhan ayam broiler agar sesuai sehingga memaksimalkan tumbuh kembangnya. Perancangan meliputi pembuatan desain kandang ayam broiler tipe closed house, pembuatan desain HMI, perhitungan kebutuhan pompa, dan pengujian sensor-sensor yang bekerja pada sistem air minum.
PERANCANGAN ALAT PENGAMBIL SAMPEL BIJIH NIKEL BERPENGGERAK MOTOR HIDROLIK Fauzaan Alfan Furqontaka; Susilo Adi Widyanto; Paryanto Paryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan penambangan bijih nikel dilakukan proses pengambilan sampel (sampling). Proses pengambilan sampel adalah kegiatan pengambilan suatu material di lokasi tambang yang bertujuan untuk mengetahui kadar atau kualitas material nikel yang telah ditambang secara keseluruhan. Pengambilan sampel yang dilakukan saat ini rata-rata menggunakan sekop JIS (Japanese Industrial Standart) secara manual. Pada proses pengambilan sampel bijih nikel secara manual akan menghasilkan sampel yang tidak representatif. Tugas akhir ini bertujuan untuk mendesain alat pengambil sampel bijih nikel secara otomatis yang dapat menghasilkan sampel representatif. Proses perancangan alat pengambil sampel bijih nikel meliputi studi literatur dan pengumpulan data, perancangan desain, serta penentuan komponen-komponen penyusun alat pengambil sampel bijih nikel dengan bantuan software Solidworks. Perancangan desain yang dilakukan menghasilkan spesifikasi alat pengambil sampel bijih nikel dengan daya angkut sampel (m): ±20 kg, kecepatan pengambilan sampel (f): 1 meter/menit, tinggi alat (p): 1422 mm, lebar alat (l): 225 mm, dan estimasi berat alat 85 kg. Komponen alat pengambil sampel bijih nikel berupa poros screw, tabung screw, flange, serta bracket motor hidrolik dengan material AISI 1045. Komponen pendukung berupa 2 buah tapper roller bearing tipe 30208 dan sebuah bearing support tipe 6005 dengan sumber penggerak alat berupa motor hidrolik bertenaga 0,1 kW dan bertorsi 7,9 Nm.
ANALISIS BEBAN PENDINGINAN MENGGUNAKAN METODE CLTD (COLLING LOAD TEMPERATURE DIFFERENCE) PADA KORIDOR RUANG PRODUKSI PT. NUFARINDO SEMARANG Krisna Bagus Setiawan; Paryanto Paryanto; Susilo Adi Widyanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Nufarindo Semarang merupakan salah satu perusahan yang bergerak di bidang produksi farmasi. Pada perusahaan farmasi, sistem pengkondisian udara atau sistem tata udara menjadi hal yang sangat penting. Sistem Tata Udara adalah suatu sistem yang mengondisikan lingkungan melalui pengendalian suhu, kelembaban nisbi, arah pergerakan udara dan mutu udara termasuk pengendalian partikel dan pembuangan kontaminan yang ada di udara. Untuk mendapatkan pengkondisian udara yang tepat diperlukan analisis atau perhitungan beban pendinginan. Pada penelitian ini membahas mengenai analisis beban pendinginan pada koridor ruang produksi PT. Nufarindo Semarang. Analisis beban pendinginan dilakukan menggunakan metode CLTD (Cooling Load Temperature Difference). Metode CLTD dikembangkan oleh ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers).  Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam memperkirakan beban pendinginan secara akurat dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti suhu luar, suhu dalam, kelembaban, dan radiasi matahari. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan kurang lebih selama satu bulan untuk memastikan variasi yang cukup dalam kondisi cuaca. Setelah dilakukan pengumpulan dan analisis data, didapatkan nilai beban pendinginan pada koridor ruang produksi sebesar 223.104,2 Btu/hr, dengan 10% safety factor yaitu sebesar 22.310,42 Btu/hr maka untuk total beban pendinginan adalah 245.414,7 Btu/hr. Dimana sistem HVAC yang digunakan untuk menyuplai koridor memiliki kapasitas pendinginan sebesar 250.000 Btu/hr. Maka dapat disimipulkan bahwa kapsitas pendinginan dari sistem HVAC yang digunakan untuk menyuplai koridor telah memenuhi kebutuhan dari beban pendinginan.
ANALISIS KINERJA PENGENDALI TEMPERATUR ALAT AIR BLOWING HEATER PADA PROSES THERMOFORMING MATERIAL UHMW P1000 Andre Pawa Kristian Depari; Susilo Adi Widyanto; Paryanto Paryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis kinerja pengendali temperatur alat Air Blowing Heater dalam proses thermoforming material Ultra High Molecular Weight (UHMW) P1000. Tujuan utama penelitian adalah menguji efisiensi dan efektivitas sistem kendali dengan Temperature Controller Omron E5CC untuk mempertahankan kualitas produk selama thermoforming. Air Blowing Heater digunakan untuk memanaskan lembaran UHMW P1000 pada suhu optimal sehingga pembentukan material dalam cetakan bisa terjadi dengan tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kontrol PID (Proportional Integral Derivative) pada Air Blowing Heater dapat meningkatkan stabilitas suhu dan homogenitas pemanasan material UHMW P1000. Implementasi kontrol PID terbukti lebih efektif dibandingkan metode kontrol konvensional, memberikan peningkatan efisiensi energi dan kualitas produk akhir. Dengan demikian, pengendalian suhu yang efisien dan presisi tinggi menggunakan kontrol PID sangat direkomendasikan untuk aplikasi industri dalam proses thermoforming UHMW P1000.
PERBEDAAN HASIL PENGELASAN MICRO FRICTION STIR WELDING UNTUK MATERIAL ALUMINIUM 1100 DENGAN VARIASI BENTUK STEEL TOOL DAN MATERIAL STEEL TOOL Ristyan Wijayanto; Rusnaldy Rusnaldy; Paryanto Paryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini fokus pada hasil analisa pengelasan micro friction stir welding (µFSW) dengan jenis specimen alumunium al 1100 dengan dua jenis material pin tool pengelasan dengan jenis H13 dan AISI D2-2379 dengan variasi model pin tool yaitu dengan jenis Tapered cylinder pin steel tool dan Stepped cylinder pin steel tool. Penelitian ini melibatkan pengujian visual,uji tarik,pengamatan struktur mikro dan makro specimen hasil pengelasan microfriction stir welding. Pada pengujian melibatkan beberapa parameter penelitian seperti kecepatan putaran spindle pada mesin microfriction stir welding,kedalaman penekanan pengelasan (depth plunge),jenis material pin tool,dan material specimen pengelasan.Setelah semua pengujian dan pengamatan pada hasil pengelasan dilaksanakan,peneliti menghitung digram uji tarik dan memilah komposisi struktur pada hasil pengelasan specimen. Hasil penelitian ini diharapkan berkontribusi dalam perkembangan inovasi dalam dunia pengelasan khususnya pengelasan yang membutuhkan ketelitian tinggi dengan Tingkat ketebalan specimen pengelasan dibawah 1mm. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut dalam inovasi microfriction stir welding pada bidang Teknik mesin dan disiplin ilmu lainnya.
IMPLEMENTASI APLIKASI AUGMENTED REALITY PADA PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI POS KERJA BUBUT Andra Maulana; Susilo Adi Widyanto; Paryanto Paryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran selalu mengikuti perkembangan teknologi yang ada, mulai dari teknologi cetak, audio visual, komputer sampai teknologi gabungan antara teknologi cetak dengan komputer. Saat ini media pembelajaran hasil gabungan teknologi cetak dan komputer dapat diwujudkan dengan teknologi Augmented Reality (AR). Teknologi AR atau dapat disebut juga sebagai Realitas Tertambah merupakan integrasi elemen digital yang ditambahkan ke dalam dunia nyata secara waktu nyata (data real-world) dan mengikuti keadaan lingkungan yang ada di dunia nyata serta dapat diterapkan pada perangkat mobile. Metode penelitian yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode kuantitatif merupakan salah satu metode yang bertujuan untuk mendapatkan data tentang sebuah sistem yang bertujuan untuk mengetahui pembuatan aplikasi augmented reality ini dapat digunakan pada publik atau tidak. Hasil dari penelitian ini adalah dengan pengujian black box testing dengan hasil persentase 100 % dan pengujian System usability scale dengan nilai skala mencapai 71. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi augmented reality dapat digunakan dan mempermudah para praktikan dan juga asisten laboratorium untuk mengetahui dasar-dasar pengertian dan cara kerja dari mesin bubut.