Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Application of Polishing AISI 316L Stainless Steel Ball Bearing with A Magnetic Abrasive Finishing Process: A Review Munyensanga, Patrick; Paryanto, P.; Aziz, Moh Nor Ali
ROTASI Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.228 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.4.249-257

Abstract

Advanced machining process telah terbukti dalam teknologi proses rekayasa untuk surface finishing dan proses material removal, atau dengan proses traditional finishing: fase fundamental, unrestrained, dan permintaan tinggi dalam fase tenaga kerja selama produksi. Finishing abrasif magnetik, pada polishing dalam proses non-konvensional mampu menyelesaikan dengan presisi dengan proses pemesinan yang dikontrol oleh medan magnet dan itu tidak berlaku untuk beberapa proses kompleks di mana teknik penyelesaian konvensional dapat dengan mudah diterapkan. Makalah ini mengulas teknik praktis untuk memoles bantalan AISI 316L ST Ball dengan proses finishing abrasif magnetik untuk menyelesaikan desain permukaan bola eksternal. Parameter input yang berbeda dari proses ditinjau seperti kecepatan elektromagnetik, arus dan tegangan langsung yang diinduksi, kepadatan fluks magnetik, jumlah ukuran partikel abrasif, lingkungan kerja, dan bahan benda kerja. Input yang terjadi untuk proses finishing bantalan bola stainless steel dapat memvalidasi kinerja laju material removal rate dan surface roughness.
Aplikasi lost wax casting pada pembuatan screw ortopedi : Application of lost wax casting for manufacturing of orthopedic screw Moh Nor Ali Aziz; Rusnaldy; Paryanto; Patrick Munyensanga
Jurnal Metalurgi dan Material Indonesia Vol. 2 No. 3 (2019): Desember
Publisher : Badan Kerja Sama Pendidikan Metalurgi dan Material (BKPMM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orthopedic screws are generally manufactured using CNC machines, but these machines are complex and expensive. Orthopedic screws are included in the special product category from its non-corrosive, not easily distorted and have better accuracy than other screws in general; so, it presents a high selling price. To overcome this challenge; the manufacturing process needs to be analyzed. The lost wax casting process gives production process of screw with accepted measures. This paper discusses the results of the dimensional analysis of casting where the process of casting lost wax begins with making the wax pattern mould. Furthermore, the designed assembly tree is smeared and poured in the ceramic pulp until it hardens. The heating process is useful to dilute the wax pattern before the pouring is successful. The main catalyst for good orthopedic screws is magnesium. The pouring process is needed specifically on this material which is easily oxidized or easily increased if the pouring process is in the open room. To avoid this, the material considered to be used is lead and this process is preferred to develop lost wax casting for manufacturing screws that produce small dimension products with high accuracy.
Analisis Cacat Proses Pengecoran pada Pembuatan Sekrup Penyambung Tulang dengan Menggunakan Metode Cetakan Lost Wax Casting Aziz, Moh. Nor Ali; Santoso, Edi; Martini, Ninik; Rusnaldy, Rusnaldy
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 3 (2022): Volume 17, Nomor 3, Desember 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i3.3924

Abstract

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menerbitkan data bahwa Indonesia masih tergantung produk ortopedi impor hingga mencapai 92% pada Oktober 2017. Oleh sebab itu, inovasi pada proses manufaktur diperlukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia impor produk ortopedi. Sekrup penyambung tulang termasuk dalam kategori produk ortopedi yang dimana produknya tidak boleh terkorosif, tidak boleh mengalami distorsi dan memiliki akurasi dimensi yang lebih tinggi daripada sekrup pada umumnya. Salah satu proses manufaktur yang berpotensi baik dalam inovasi ini adalah lost wax casting. Berdasarkan kajian litelatur proses lost wax casting mampu menghasilkan sekrup dengan keakurasian dimensi yang baik, sehingga selanjutnya perlu dianalisis cacat yang terjadi pada proses pengecorannya. Bahan utama untuk Sekrup penyambung tulang yang aman bagi tubuh manusia adalah paduan magnesium. Namun, untuk proses pengecoran bahan ini diperlukan alat khusus karena magnesium mudah teroksidasi dan terbakar jika proses penuangan dilakukan diruang terbuka. Oleh sebab itu, untuk menghindari hal ini bahan sementara yang dipertimbangkan adalah timah pewter. Pembahasan dalam penelitian ini meliputi: proses manufakturnya dan pengamatan cacat produk. Penelitian ini dimulai dari metode experimental dengan menggunakan proses investment casting. Pembuatan cetakan pattern wax menggunakan bahan dari silicon rubber dengan pecampuran katalis 2,6% dan pengencer 10%. Sedangkan pembuatan cetakan ceramic slurry adalah campuran antara air dan gypsum dengan perbandingannya 1:1,25.
Analisa Ketebalan Lapisan Permukaan Baja AISI 1020 Setelah Proses Perlakuan Panas Pack Carburizing Menggunakan Serbuk Arang Tempurung Kelapa dan Na2CO3 Fatkhurrohman Fatkhurrohman; Moh. Nor Ali Aziz; Indah Nurpriyanti
Creative Research in Engineering (CERIE) Vol 5, No 1 (2025): Creative Research in Engineering (CERIE)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/cerie.v5i1.22929

Abstract

AISI 1020 steel is a low-carbon steel that is currently widely used on the market as a raw material for making industrial and automotive components such as gears. Therefore, it is necessary to increase the hardness of AISI 1020 steel through a heat treatment process, one of which is using the pack carburizing method. This research aims to analyze the microstructure and case of depth of AISI 1020 steel after the pack carburizing process. The pack carburizing method was used in this research because this method can optimally increase the surface hardness of steel. AISI 1020 steel was used as the main material in this research, coconut shell charcoal was added as a carbon source, and Na2CO3 as an energizer. The quenching process uses SAE 20w-40 oil. In this research, the pack carburizing process uses variations in temperature and holding time of 850oC, 875oC, 900oC and 40 minutes, 50 minutes respectively. The results of highest case of depth obtained at a temperature of 900oC with a holding time of 50 minutes of 0.46µm. It can be concluded that the pack carburizing heat treatment process has an influence on the microstructural components of pearlite and ferrite. The case of depth resulting from heat treatment also increases along with increasing temperature and holding time for the pack carburizing process.Baja AISI 1020 merupakan baja karbon rendah yang saat ini banyak digunakan di pasaran sebagai bahan baku dalam pembuatan komponen perindustrian dan otomotif seperti roda gigi. Oleh sebab itu perlu dilakukannya peningkatan kekerasan pada baja AISI 1020 melalui proses perlakuan panas, salah satunya menggunakan metode pack carburizing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa ketebalan lapisan permukaan dari baja AISI 1020 setelah dilakukan proses pack carburizing. Metode pack carburizing digunakan dalam penelitian ini karena metode tersebut dapat meningkatkan kekerasan permukaan pada baja secara optimal. Baja AISI 1020 digunakan sebagai bahan utama dalam penelitian ini, ditambahkan arang tempurung kelapa sebagai sumber karbon dan Na2CO3 sebagai energizier. Proses quenching menggunakan media oli SAE 20w-40. Dalam penelitian ini, proses pack carburizing menggunakan variasi temperatur dan waktu tahan masing-masing 850oC, 875oC, 900oC dan 40 menit, 50 menit. Hasil analisa ketebalan lapisan paling tinggi didapatkan pada temperatur 900oC waktu tahan 50 menit sebesar 0,46µm. Dapat disimpulkan bahwa proses perlakuan panas pack carburizing memberikan pengaruh terhadap komponen struktur mikro pearlite dan ferrite. Ketebalan permukaan hasil perlakuan panas juga mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya temperatur dan waktu tahan proses pack carburizing.
Analisis Sifat Mekanik Sambungan Las Smaw Pada Rangka Motor Gl Max Neotech Dengan Variasi Kuat Arus Dan Jenis Elektroda Melalui Pendinginan Cepat Menggunakan Media Oli Kaka Denawa Martha Yoga; Muhammad Rizal Febriansyah; Moh. Nor Ali Aziz
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 10, Issue 1, Mei 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v10i1.16341

Abstract

Kenyamanan saat berkendara sangat penting. Rangka atau chasis sepeda motor berfungsi untuk menghubungkan bagian motor dengan mesin. Selain itu, rangka dan chasis berfungsi untuk mengurangi getaran. Menurut Labertus (2007), dalam penelitian tentang sifat mekanis dan fisis material rangka dan chasis sepeda motor, baja ringan adalah pilihan terbaik. Proses pengelasan sangat penting dalam pembuatan rangka dan chassis. Pengelasan arus metal terlindung (SMAW) dapat digunakan untuk pengelasan baja ringan. Namun, panas pengelasan yang tidak merata yang dihasilkan oleh proses ini tidak menghilangkan kemungkinan tegangan sisa dan perubahan sifat mekanik pada bagian tertentu. Dalam penelitian tentang analisis kekerasan dan pengujian tarik terhadap pengelasan baja SS400 berkualitas tinggi menggunakan variasi arus listrik las SMAW (Shielded), untuk hasil terbaik variasi arus pengelasan logam SS400 dengan arus listrik 60A, 80A,100A dan jenis kawat las NK68,RD260 dan RD460 dengan media pendingin oli. Dari pengujian yang telah kami lakukan nilai kekerasan tetinggi diperoleh pada daerah HAZ dengan ampere 80A menggunakan elektroda RD260 dengan nilai 52,7 HRC dan nilai kekerasan tertinggi pada daerah logam las diperoleh dengan ampere 80A menggunakan elektroda RD260 dengan nilai 53,2 HRC sedangkan tidak menutup kemungkinan hasil dari pengelasan menggunakan ampere 60A mendapatkan nilai kekerasan yang rendah. Dari pengujian kekerasan dapat disimpulkan bahwa semakin besar arus ampere yang digunakan maka nilai kekerasan pada daerah HAZ semakin turun. Dari hasil analisis pengujian tarik didapatkan tegangan maximum diperoleh dengan menggunakan elektroda jenis RD260 dan RD460 dengan ampere 100A menunjukan tegangan maximum sebesar 15,7kg dan regangan maximum diperoleh menggunakan elektroda jenis RD460 dengan ampere 100A. Hasil dari data pengujian tarik dapat disimpulkan bahwa semakin besar ampere yang digunakan pada proses pengelasan akan menghasilkan tegangan dan regangan semakin besar.Kata kunci: rangka,las SMAW,uji kakerasa ,uji tarik
Analysis of T5 Heat Treatment Parameters on the Hardness and Microstructure of Aluminum-Silicon Alloy Nafi, Maula; Hartanti, Lusia Permata Sari; Aziz, Moh. Nor Ali; Wahid, Ichlas; Setiawan, Agung
Widya Teknik Vol. 24 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v24i2.6108

Abstract

In alignment with the United Nations Sustainable Development Goal (SDG) 9 on Industry, Innovation, and Infrastructure, this study investigates methods to enhance the durability and sustainability of aluminum alloys in automotive applications, thereby reducing material waste and extending component life. Aluminum is widely used in automotive parts like engine pistons due to its beneficial properties, including lightweight, high formability, and excellent corrosion resistance. A key material in these applications is the Aluminum-Silicon (AlSi) alloy, which is known for its mechanical strength but also prone to gradual performance degradation under operational stress. Addressing this challenge, T5 heat treatment is applied to explore its impact on the alloy's microstructure and hardness, with the aim of enhancing resilience and extending the functional lifespan of automotive parts. The T5 heat treatment process involves three main stages: initial heating, sustained heating, and cooling. By exposing the AlSi alloy to varied temperatures of 240°C, 260°C, and 280°C, with a holding time of 30 minutes, this study evaluates how these temperature conditions influence the alloy's mechanical properties. The findings from Rockwell hardness testing reveal that at 240°C in SAE 40 oil at 750°C, the alloy reaches a hardness of 64.6 HRB. Similarly, at 260°C in air at room temperature, the hardness remains at 64.6 HRB, while at 280°C in water with a pH of 8 at 750°C, the hardness slightly decreases to 62.1 HRB. These results suggest that higher heating temperatures improve mechanical strength and significantly alter the microstructure of the AlSi alloy, with minor variations in hardness observed depending on cooling mediums. This study demonstrates that optimizing heat treatment can enhance both the mechanical properties and durability of AlSi alloys, contributing to the production of more resilient and sustainable automotive components in line with SDG 9 objectives.
Perancangan Mesin Terintegrasi Pengupas Dan Pemotong Bawang Merah Dengan Kapasitas 30kg/Jam Moh Nor Ali Aziz; Lusia Permata Sari Hartanti; Maula Nafi; Reffi Wira Pratama; Widianto Widianto
Widya Teknik Vol. 23 No. 1 (2024): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v23i1.6126

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas penting dalam industri makanan dan rumah tangga. Namun, proses pengupasan dan pemotongan bawang merah yang masih dilakukan secara manual memerlukan banyak tenaga dan waktu, sehingga menimbulkan inefisiensi yang signifikan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan membangun mesin pengupas dan pemotong bawang merah terintegrasi dengan kapasitas 30 kg/jam. Penelitian ini dilaksanakan dengan menjunjung tinggi profesionalisme dan etika keinsinyuran, yang mencakup studi lapangan, kajian literatur, perancangan mekanis, perhitungan teknis, serta perakitan mesin yang bertanggung jawab. Mesin dirancang menggunakan motor listrik berdaya 0,5 HP dengan kecepatan 1420 rpm, yang menggerakkan sistem pengupas dan pemotong melalui transmisi bevel gear. Poros baja S45C dipilih untuk memberikan kekuatan dan ketahanan optimal, sedangkan rangka baja siku 4x4 digunakan untuk memastikan stabilitas dan kemudahan perakitan. Proses perancangan memperhatikan aspek etika keinsinyuran, seperti keselamatan operasional, dengan menambahkan penutup pelindung pada komponen pemotong guna melindungi operator dari potensi bahaya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin mampu bekerja secara efisien, mencapai kapasitas yang diharapkan dengan tingkat akurasi pemotongan yang cukup tinggi, sehingga mampu mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual dan meningkatkan efisiensi waktu produksi. Mesin ini dirancang sesuai dengan standar profesionalisme dan memberikan solusi berkelanjutan bagi industri kecil dan menengah. Inovasi ini tidak hanya aman dan efisien, tetapi juga mendukung pengembangan industri pengolahan bawang merah skala rumahan. Penelitian ini membuktikan bahwa teknologi yang dirancang dengan baik dan etis dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta mendorong industri yang lebih modern.