Bambang Wahyono
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Determinan Kunjungan Inspeksi Visual Asam Asetat di Puskesmas Kota Semarang Nordianti, Mursita Eka; Wahyono, Bambang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) adalah pemeriksaan serviks secara visual menggunakan asam cuka pada wanita usia subur. Kota Semarang pada tahun 2016, terdapat 474 kunjungan pemeriksaan IVA (0,36%), sedangkan target pemerintahyaitu sebesar 20%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuifaktor- faktor yang berhubungan dengan kunjungan deteksi dini kanker serviks metode IVA. Jenis penelitian ini adalah analitik observasionalstudi cross sectional yang melibatkan 96 sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p value tingkat pendidikan (p=709), pengetahuan (p=014), sikap (p=0,720), faktor risiko kanker serviks (p=0,008), akses informasi (p=0,000), keterjangkauan jarak (p=0,478), kepesertaan jaminan kesehatan (p=0,004), dukungan petugas kesehatan (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,004), dan peran kader kesehatan (p=0,000). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan, faktor risiko kanker serviks, akses informasi, kepesertaan jaminan kesehatan, dukungan petugas kesehatan, dukungan keluarga, dan peran kader kesehatan dengan kunjungan pemeriksaan IVA. Abstract Visual Inspection of Acetic Acid  (VIA) was a visual cervical test using acetic acid inchildbearing age women. In Semarang there were 474 VIA test (0.36%), while the government target was 20% in 2016. This research purposed to determine the factors associated with the visit of early detection of cervical cancer with VIA method. The type of this study was observational analytic with cross sectional design involved 96 samples. The research instrument used questionnaire. Data analysis used chi square test. The results showed that p value of education level (p = 709), knowledge (p = 014), attitude (p = 0,720), cervical cancer risk (p = 0,008), information access (p = 0,000), distance affordability p = 0.478), health insurance (p = 0,004), health officer support (p = 0,000), family support (p = 0,004), and role of health cadre (p = 0,000). This research conclude that there arecorrelation between knowledge, cervical cancer risk factors, information access, health insurance membership, health officer support, family support, and health cadre role with VIA test visit. Keyword : Cervical Cancer, Early Detection, VIA
Program Pelayanan Voluntary Counseling And Testing (VCT) di Puskesmas Risqi, Nisrina Dwi; Wahyono, Bambang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.23942

Abstract

Abstrak Data Puskesmas Duren menunjukkan jumlah kunjungan Voluntary Counseling and Testing  (VCT) mengalami penurunan dalam tiga tahun dari 2015 hingga 2017. Pada tahun 2017 adanya kesenjangan antara jumlah kelompok wanita pekerja seksual dan lelaki suka lelaki yang ada di Kecamatan Bandungan dengan jumlah kunjungan VCT pada populasi kunci tersebut serta belum mencapai target yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran program pelayanan VCT di Puskesmas Duren. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan penelitian terdiri dari 11 dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia di Puskesmas Duren. Sudah tersedianya dana dan standar operasional prosedur pelayanan VCT. Kegiatan sosialisasi layanan VCT sudah dilakukan. Pelaksanaan VCT belum sesuai dengan pedoman serta jumlah kunjungan VCT mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir dan belum mencapai target yang telah ditetapkan. Simpulan penelitian ini adalah gambaran program pelayanan VCT di Puskesmas Duren belum berjalan baik.  Abstract Data from Duren Primary Health Center showed for the number of VCT visited decreased in three years from 2015 to year 2017. In 2017 there was gap between the number of women sex worker groups and men who were in Bandungan with their number of VCT visited. The purpose of this research was to know the description of VCT program in Duren Public Health Center. This research was conducted in May 2018. This type of research was descriptive qualitative. Research informants consisted of 11 selected by purposive sampling technique. Data collection techniques using interviews and observation. The results showed the lack of availability of facilities and infrastructure and human resources. Availability of funds and standard operational procedures were sufficiented. Socialization of VCT have been carried out. VCT implementation has not been in accordance with guidelines, the number of VCT visited has decreased in the last three years, and has not reached the targets. The conclusions of this study was the description of the VCT program have not gone well.  Keyword : Program, VCT, Primary Health Care
Penanggulangan Tuberkulosis Paru dengan Strategi DOTS Inayah, Samhatul; Wahyono, Bambang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.25499

Abstract

ABSTRAK DOTS merupakan strategi untuk menanggulangi penyakit tuberkulosis. Angka kesembuhan TB di Kabupaten Semarang mengalami penurunan. Tahun 2015 sebesar 80,67% mengalami penurunan pada tahun 2016 sebesar 65,15%. Di Puskesmas Bergas angka keberhasilan pengobatan mengalami penurunan yaitu pada tahun 2016 sebesar 84,6%, tahun 2017 sebesar 79,4%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis program penanggulangan TB Paru dengan strategi DOTS di Puskesmas Bergas. Jenis peneitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan utama yaitu kepala puskesmas, petugas TB, dan petugas laboratorium. Informan triangulasi yaitu Dinas Kesehatan, pasien TB, dan pengawas menelan obat (PMO). Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan alat perekam. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi dan anaisis data menggunakan analisis isi (conten analysis) serta narasi sebagai bentuk penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi ketenagaan, puskesmas telah sesuai dengan pedoman, namun puskesmas masih mengalami kekurangan dana. Perencanaan dan pengorganisasian sudah sesuai dengan pedoman. Penemuan, diagnosis, pengobatan dan pematauan kemajuan dah hasil pengobatan sudah sesuai dengan pedoman, namun penjaringan aktif dan kunjungan rumah kurang. Pemantauan dan Evaluasi sudah sesuai dengan pedoman. Pelaksanaan DOTS di Puskesmas Bergas sudah sesuai dengan Pedoman Nasional Tuberkulosis tahun 2014. Kata Kunci: DOTS, Analisis, Tuberkulosis ABSTRACT DOTS is a strategy for tackling tuberculosis. TB cure rates in Semarang Regency decreased. In 2015, 80.67% experienced a decline in 2016 of 65.15%. In the Bergas Health Center the treatment success rate has decreased, namely in 2016 amounting to 84.6%, in 2017 at 79.4%. The purpose of this study was to analyze the Pulmonary TB control program with the DOTS strategy at Bergas Health Center. This type of research is qualitative with a descriptive approach. The main informants were the head of the puskesmas, TB officers, and laboratory staff. Triangulation informants are the Health Office, TB patients, and drug swallowing supervisors (PMO). Research instruments in the form of interview guidelines and recording devices. Examination of the validity of the data using triangulation and data analysis using content analysis (conten analysis) and narration as a form of data presentation. The results showed that in terms of labor, the puskesmas was in accordance with the guidelines, but the puskesmas was still experiencing a lack of funds. Planning and organizing are in accordance with the guidelines. The discovery, diagnosis, treatment and monitoring of progress and results of treatment are in accordance with the guidelines, but active screening and lack of home visits. Monitoring and Evaluation are in accordance with the guidelines. DOTS implementation at Bergas Health Center is in accordance with the 2014 National Tuberculosis Guidelines. Key Words: DOTS, Analysis, Tuberculosis
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEMBUHAN PENDERITA TUBERKULOSIS PARU -, Murtantiningsih; Wahyono, Bambang
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v6i1.1751

Abstract

Tuberkulosis paru masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat. Angka kesembuhan tuberculosis (TB) Paru di Puskesmas Purwodadi 1 masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari faktor-faktor yang berhubungan de-ngan kesembuhan penderita TB Paru di Puskesmas Purwodadi I. Penelitian ini menggunakan desain kendali kasus. Populasi kasusnya adalah penderita TB paru BTA positif yang dinyatakan tidak sembuh. Populasi kendali yaitu pen-derita TB paru BTA positif. Sampel kasus dan kendali berjumlah 25 orang yang diperoleh dengan teknik acak sederhana. Hasil menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kesembuhan penderita TB paru yaitu status gizi, pendapatan, keteraturan berobat dan faktor yang tidak berhubungan yaitu  penyuluhan oleh petugas kesehatan, jenis kelamin, pendidikan dan dukungan PM. AbstractPulmonary tuberculosis (TB) becomes a major public health problem. Pulmonary TB cure rate in the health center Purwodadi 1 is still low. The purpose of this study is to identify the factors associated with cure of TB patients at health centers Pulmonary Purwodadi I. This study used a case-control design. Population case is smear positive pulmonary TB patients who otherwise recover. The control population are patients with smear-positive pulmonary TB. Samples of cases and controls amount of 25 peoples are obtained by simple random sampling technique. The results show that factors related to the healing of pulmonary tuberculosis patients are nutritional status, income, regularity of treatment and factors not related to are the counseling by health, sex, education and PM support.Keyword: Recover risk factor; Pulmonary TB; Positive BTA
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA SISWA SLTP NEGERI LIMBANGAN KENDAL Wahyono, Bambang; Maharani, Chatila
Jurnal Abdimas Vol 15, No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemuda adalah generasi penerus bangsa yang perlu diperhatikan kesehatannya. Berdasarkan berbagai survey, perilaku merokok sudah mulai dilakukan oleh generasi penerus bangsa mulai dari usia sekolah. Untuk itu diperlukan penyuluhan kesehatan mengenai bahaya merokok pada usia sekolah yaitu pada siswa sekolah lanjutan khususnya pada Siswa SLTP Negeri Limbangan Kendal. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyuluhan kepada siswa SLTP Negeri I Limbangan Kendal yang diikuti oleh siswa kelas 7,8 dan 9. Ceramah yang dilakukan disertai dengan penggunaan gambar dan diagram tentang bahaya merokok. Setelah itu dilakukan metode diskusi mengenai cara menghindari kebiasaan merokok dan dilanjutkan tanya jawab. Hasil dari pengabdian ini, jika dilihat dari nilai pretest dan posttest rata-rata terdapat peningkatan dari sebelumnya sebesar 5,6 menjadi 8,75. Hasil diskusi yaitu untuk dapat mencegah dan mengurangi kebiasaan merokok berasal dari diri sendiri dan lingkungan. Selain itu diharapkan, siswa dapat menyampaikan mengenai bahaya merokok dari hasil pengabdian ini kepada lingkungan terdekatnya yaitu keluarga dan teman-temannya. Kata kunci : Bahaya rokok, pemuda, penyuluhan
PENYEDIA LAYANAN TERHADAP IMPLEMENTASI PROGRAM INSPEKSI VISUAL DENGAN ASAM ASETAT Indriyani, Santika; Wahyono, Bambang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i1.24936

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Cakupan deteksi dini kanker serviks metode IVA di Kota Semarang masih berada dibawah target. Jumlah wanita usia subur yang melakukan deteksi dini kanker serviks metode IVA tahun 2016 yaitu 580 orang (11,3%), sedangkan target wanita yang harus dicapai yaitu 5.130 orang(30%). Penelitian ini dilakukan pada tahun 2018, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh faktor penyedia layanan terhadap implementasi program IVA di puskesmas wilayah Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan studi cross sectional. Sampel terdiri dari 14 orang petugas pemegang program IVA di puskesmas wilayah Kota Semarang yang telah melaksanakan program IVA, yang diambil dengan teknik total sampling. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p value variabel komunikasi (p=0,580), disposisi/sikap petugas (p=0,027), karakteristik dukungan puskesmas (p=0,505) standar dan sasaran program (p=0,110) dan sumber daya (p=0,023). Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh antara variabel disposisi/sikap petugas dan sumber daya terhadap implementasi program IVA.   Abstract ___________________________________________________________________ Coverage of cervical cancer early detection with IVA method in Semarang was below the target. The number of women in childbearing age who conducted early detection with IVA method in 2016 was 580 women (11.3%), while the target was 5,130 women (30%). This research was conducted in 2018, with the aim to determine the effect of service provider factors on the implementation of the IVA program at Public Health Center in Semarang. The type of this study was analytic observational with cross-sectional study design. The sample consisted of 14 the IVA program holder at Public Health Center in Semarang, which used total sampling techniques. Data collection in this study used interview and documentation. The results showed that p-value of communication (p = 0.580), disposition/attitude of the officer (p = 0.027), characteristics of Public Health Center support (p = 0.505) standards and program objectives (p = 0.110) and resources (p = 0.023). The conclusion of this study, there was an influence between variable disposition/attitude of officers and resources on implementation of the IVA program.
PENGHAMBAT PELAKSANAAN PELAYANAN KRIOTERAPI PADA PENDERITA IVA POSITIF Nisa, Choerun; Wahyono, Bambang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.34308

Abstract

ABSTRAK Tahun 2017 di Kabupaten Semarang pelaksanaan krioterapi baru mencapai 8,6% dari angka yang ditetapkan permenkes nomor 34 tahun 2015 yaitu sebesar 30%. Pelayanan krioterapi termasuk kedalam SPM kesehatan puskesmas di bidang kesehatan pada usia produktif, namun dari 26 puskesmas di Kabupaten Semarang hanya 4 puskesmas yang pernah melaksanakan pelayanan krioterapi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui faktor penghambat dalam pelaksanaan pelayanan Krioterapi pada penderita IVA Positif di Kabupaten Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan study kasus dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam serta lembar checklist. Informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan analisis data secara deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian adalah 14 informan. Hasil menunjukan bahwa faktor utama penghambat pelayanan krioterapi adalah masalah legalitas dari pelaksanaan krioterapi dan pengadaan barang habis pakai yaitu nitrogen yang masih terkendala. Saran dalam penelitian adalah melakukan pertemuan antara semua pemegang program krioterapi di setiap puskesmas dengan Dinkes dan BPJS untuk mendiskusikan kelanjutan dari pelaksanaan krioterapi. serta melakukan peralihan penggunaan barang habis pakai yang sebelumnya menggunakan NO2 menjadi CO2. ABSTRACT In 2017, the implementation of cryotherapy services in Semarang Regency only reached 8,6% over 30% target stated in the Regulation of Health Minister Number 34 of 2015. Cryotherapy services are included in the minimum standard of health services center in the field of health services for productive ages. However, there were only 4 from 26 health services center that have performed the cryotherapy services. The aim of this study was to determine the inhibiting factors in the implementation of cryotherapy for patients with VIA positive in Semarang Regency.This study used qualitative method with case study design. The data collection used in-depth interview and check list. The informants were selected with purposive sampling technique and descriptive analysis. The total of informants were 14 people. The results showed that the main inhibiting factor in the implementation of cryotherapy for patients with VIA positive in Semarang Regency was the legality of cryotherapy services and the procurement of nitrogen. This study recommended to organize a meeting between the stakeholders of cryotherapy program from each health services center with the public health office and the social insurance administration organization for health. The purpose of the meeting is to discuss the sustainability of cryotherapy program and do the substitution from NO2 to CO2.
Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) untuk Penderita Balita Gizi Buruk Aryani, Noer Arsyita; Wahyono, Bambang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.31955

Abstract

Abstrak Puskesmas Welahan I merupakan puskesmas dengan persentase balita gizi buruk yang mengalami peningkatan setiap tahunnya, pada tahun 2015 (0,81%), tahun 2016 (4,35%) dan tahun 2017 (4,73%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program PMT-P untuk penderita balita gizi buruk di Puskesmas Welahan I Kabupaten Jepara. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengambilan informan secara purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan program ini belum berjalan dengan optimal seperti pada tahap masukan terdapat kendala yaitu belum memiliki sarana gudang untuk menyimpan paket makanan, kemudian tahap proses meliputi perencaanaan seperti perhitungan harian balita, tidak ada kelompok ibu balita, kemudian tahap pemantauan belum berjalan dengan maksimal dikarenakan terdapat anggota keluarga yang ikut mengkonsumsi, serta pada tahap pencatatan belum dilaksanakan pencatatan harian daya terima terhadap makanan yang diberikan dan cakupan program PMT-P masih rendah. Saran penelitian ini adalah instansi terkait untuk meningkatkan serta pengawasan pelaksanaan program PMT-P. Kata kunci: Evaluasi, Program PMT-P, Balita Gizi Buruk. Abstract Welahan 1 Primary Healthcare Center has the percentage of malnourished children under five years old increasing every year, 0.81% in 2015, 4.35% in 2016 and 4.73% in 2017. The purpose of this study is to determine the evaluation of the Feeding Programme for under-five sufferers of malnutrition in the Welahan 1 Healthcare Center, Jepara. This research is qualitative with the informants taken by purposive sampling. The results showed that the implementation of this program had not run optimally as in the input stage there were constraints, having no warehouse facilities to store food packages, then the process stage included planning such as daily toddlers' calculations, having no toddler mother group, then the monitoring stage had not proceeded due to there are family members who consume it. In the recording stage there has not been a daily record of receiving food and the coverage of the PMT-P program is still low. From this research, it is suggested to related agencies to improve and supervision of implementation Feeding Programme. Keywords: Evaluation, Feeding’s Programme, Malnutrition Toddler.
Determinan Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Oktaviana, Ira Anggun; Wahyono, Bambang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.34587

Abstract

Berdasarkan data SDM Kesehatan di Puskesmas Kabupaten Tegal Triwulan 2 Tahun 2018, jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Kesambi belum sesuai dengan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014, karena masih kekurangan 1 dokter gigi, 1 tenaga gizi, dan 1 tenaga kefarmasian, sehingga menimbulkan dampak pada kinerja tenaga kesehatan dan menyebabkan beberapa pelayanan menjadi tidak optimal, namun dalam survei kepuasan terdapat 56,7% pasien merasa puas terhadap pelayanan yang telah mereka terima. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Kesambi. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 24 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji chi square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kemampuan (p= 0,014), motivasi (p= 0,023), dan kepemimpinan (p= 0,043) dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Kesambi. Saran penelitian ini adalah diharapkan organisasi dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan pegawai, agar pegawai dapat memberikan kinerja yang terbaik sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu. Kata kunci: Kinerja, Tenaga Kesehatan
Penerapan Peraturan dan Prosedur K3 PT Delta Dunia Sandang Tekstil Rachim, Muhammad Satria Adi; Wahyuningsih, Anik Setyo; Wahyono, Bambang
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang jelas tidak dikehendaki dan sering menimbulkan korban jiwa dalam suatu proses kerja industri. Pada penelitian ini bertujuan menganalisis peraturan dan prosedur K3 dalam Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai upaya penurunan unsafe action pekerja di PT Delta Dunia Sandang Tekstil. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, informan utama penelitian ini dari P2K3 dan pekerja PT Delta Dunia Sandang Tekstil. Informan triangulasinya adalah manajemen PT Delta Dunia Sandang Tekstil dengan menggunakan teknik snowball. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penerapan Peraturan dan Prosedur K3 PT Delta Dunia Sandang Tekstil belum sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.50 tahun 2012 tentang peran manajemen dan pekerja sebagai pelaksana dalam penerapan standar operasional prosedur. Standar Operasional Prosedur (SOP) juga masih terdapat beberapa kendala dalam penyusunannya. Komponen komunikasi yang belum jelas dan konsisten, masih ada keterlibatan pekerja dan perlu adanya peningkatan komunikasi antar manajemen dengan pekerja. Dapat disimpulkan penerapan peraturan dan prosedur K3 dipengaruhi oleh komunikasi, komitmen top management, dan keterlibatan pekerja. Kata kunci: Prosedur K3, SOP, Komitmen Manajemen A work accident was an unwanted situation and often caused victims in industrial work process. The purpose of this research was to analyze K3 regulation and procedure in the application of Standard Operating Procedure (SOP) as means to decrease worker’s unsafe action in PT Delta Dunia Sandang Tekstil. It was a qualitative research, the main informants of this research were the organization and the workers of PT Delta Dunia Sandang Tekstil. The triangulation informant was the management of PT Delta Dunia Sandang Tekstil using snowball technique. The results showed that the application of rules and procedures of K3 PT Delta Dunia Sandang Tekstil is not in accordance with government regulations No.50 in 2012 on the role of management and workers as in the application of standard operating procedure. Standard operating procedure is still there are several obstacles in the preparation of it.Unclear and inconsistent component of the communication, there was still worker involvement and the communication between the management and the workers should be increased. It could be concluded that in K3 regulation and procedural applications was influenced by the communication, top management commitment, and worker involvement. Keywords: K3 Procedure, SOP, Management Commitment