Bambang Wahyono
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Implementasi Kebijakan Permenkes Nomor 67 Tahun 2016 Tentang Penanggulangan Tuberkulosis di Kabupaten Kudus Tahun 2021 (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Purwosari Kudus) Nugraha, Eprileo; Wahyono, Bambang
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JPPKMI: November 2023
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v4i2.72895

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease that is still a public health problem and one of the causes of death so it is necessary to carry out TB control programs on an ongoing basis. The purpose of the study was to analyze the implementation of policies on TB control in Kudus Regency. The number of positive cases found in Kudus Regency in 19 health centers in 2019 was 681 cases. The case notification rate = CNR of all tuberculosis cases per 100,000 population is 79 per 100,000 population. Based on data obtained by interviews with TB program management officers of the Kudus Regency health office, the highest number of cases were in the Kudus City District work area at the Purwosari Health Center as many as 67 cases with 41 men and 26 women, with a prevalence of 6.7 percent and an incidence rate of 31.3 percent. This research was conducted from August to September 2021. This type of research is descriptive qualitative research with informant retrieval techniques by purposive sampling. The main informants are TB program managers at health center and associate doctors at health center. Test validity with source triangulation informants to the head of the Purwosari Kudus health center, health survey officers and tuberculosis patients. The results showed that the implementation of policy implementation has not run optimally. Of several variables that affect the implementation of policy implementation, namely; human resources; cross-sector relations; and environmental conditions, in the study, it was found that there were still variables that had not run optimally so that they hampered the implementation of this implementation, namely the lack of community support in TB control, and affected by the COVID 19 pandemic.
Analisis Kinerja Petugas Pelaksana Program Penanggulangan Tuberkulosis Paru Dalam Penemuan Kasus Baru di Puskesmas Tegal Timur Kota Tegal Amaliyah, Alfiyatul; Wahyono, Bambang
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 1 (2021): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i1.45405

Abstract

Latar Belakang: Penemuan kasus baru TB Paru (CDR) di Puskesmas Tegal Timur masih rendah yaitu sebesar 57,82%. Penemuan kasus tidak mencapai target nasional sebesar 70%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja dari petugas pelaksana P2TB dalam penemuan kasus baru TB paru di Puskesmas Tegal Timur. Metode: Jenis penlitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan dalam pelaksanaan penemuan kasus TB paru sudah mendukung, hubungan komunikasi organisasi cukup optimal, sumberdaya dana tersedia dari BOK, tingkat kompetensi petugas pelaksana P2TB sudah baik dan terdapat pelatihan bagi petugas pelaksana P2TB. Koordinasi antara puskesmas dengan Dinas Kesehatan dilaksanakan secara rutin. Akan tetapi masih belum ada bentuk kerjasama dengan LSM, kurangnya kader TB paru, penyuluhan tidak langsung yang belum optimal serta masih adanya perangkapan tugas bagi petugas pelaksana P2TB. Kesimpulan: Puskesmas perlu lebih banyak menjalin kerjasama dengan lembaga swasta, perekrutan kader TB, lebih aktif dalam penyuluhan melalui media cetak maupun media sosial dan pengurangan perangkapan tugas pada petugas.
Mutu Pelayanan Kesehatan Setelah Persalinan Yang Berhubungan Dengan Kepuasan Pelayanan Ibu Nifas Aisyah, Rafika Putri; Wahyono, Bambang
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 2 (2021): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i2.45446

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas merupakan masa setelah proses persalinan yang paling berisiko bagi ibu dan bayi karena masih dalam masa pemulihan. Ibu nifas memerlukan pelayanan kesehatan yang bermutu untuk memantau kesehatan ibu. Mutu pelayanan kesehatan nifas terlihat dari angka kunjungan ibu nifas ke fasilitas kesehatan sesuai standar yaitu 3 kali kunjungan. Puskesmas Karangdoro Semarang pada tahun 2019 memiliki angka kunjungan nifas yaitu sebesar 95,84% dimana angka tersebut masih dibawah target (100%). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara mutu pelayanan postnatal care terhadap kepuasan ibu nifas di Puskesmas Karangdoro Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 94 responden dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini diukur menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara dimesi aspek fisik (p=0,003), reliabilitas (p=0,003), interaksi personal (p=0,000), pemecahan masalah (p=0,015), dan kebijakan (p=0,001) dengan kepuasan ibu nifas. Kesimpulan: Semakin baik mutu postnatal care, semakin baik tingkat kepuasan ibu nifas. Semua aspek mutu perlu ditingkatkan agar mutu semakin baik.
Kejadian Pandemi COVID-19 terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Wulansari, Galuh; Wahyono, Bambang
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.47590

Abstract

Latar Belakang: Kejadian Covid-19 ini berdampak pada penurunan kinerja pelayanan kesehatan salah satunya peran puskesmas dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Capaian kinerja di Puskesmas Sragen sebesar 65,62% masuk dalam kategori kurang, hal tersebut terbukti tidak mencapai target pemerintah sebesar 80%. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Puskesmas Sragen. Sampel yang ditetapkan sebanyak 56 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dan dokumentasi. Data dianalisis dengan uji chi-square menggunakan SPSS 16.0. Hasil: Variabel yang berhubungan dengan kinerja pegawai dalam penelitian ini yaitu sikap kerja (p=0,002, RP=3,60, CI(95%)=1,59-8,12), motivasi kerja (p=0,001, RP=7,72, CI(95%)=2,52-23,6), pengalaman kerja (p=0,001, RP=6,45, CI(95%)=1,63-25,44), lingkungan kerja (p=0,002, RP=3,6, CI(95%)=1,59-8,12). Kesimpulan: Perlu adanya upaya yang dapat meningkatkan sikap kerja dan motivasi kerja pegawai dengan cara memberikan apresiasi atau penghargaan atas hasil kerjanya. Selain itu, instansi perlu memberikan pelatihan untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan pegawai dalam pekerjaannya serta kelengkapan fasilitas kerja yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja pegawai di Puskesmas Sragen.
Hubungan Antara Kinerja Petugas Poli KIA Terhadap Kepuasan Pasien KIA Safitri, Rizkyana Nur; Wahyono, Bambang
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.49281

Abstract

Latar Belakang: Kinerja petugas dapat mempengaruhi kemajuan suatu organisasi. Semakin baik kinerja petugas maka semakin banyak pasien yang akan merasa puas terhadap pelayanannya. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien KIA di Puskesmas Rembang 1. Terdapat 2 variabel pada penelitian ini yaitu variabel bebas : kualitas kerja, kuantitas kerja, keandalan kerja, sikap petugas dan variabel terikat : kepuasan pasien KIA. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel mengunakan non probability sampling dan diperoleh sebanyak 60 responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji chi-square diperoleh bahwa variabel kualitas kerja (p=0,000, RP=70,000, CI (95%)=12,457-393,361), kuantitas kerja (p=0,000, RP=11,667, CI (95%)=3,384-40,220), keandalan kerja (p=0,000, RP=16,000, CI(95%)=4,515–56,698),sikap petugas (p=0,000, RP=21,357, CI(95%)=5,534-82,427), memiliki hubungan signifikan terhadap kepuasan pasien KIA. Kesimpulan: Puskesmas Rembang 1 perlu adanya upaya untuk meningkatkan kinerja petugas terutama pada kualitas kerja, kuantitas kerja dan sikap petugas. Instansi perlu memberikan pelatihan untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan petugas serta kelengkapan fasilitas kerja yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja petugas poli KIA.
Kunjungan Balita ke Posyandu pada Masa Pandemi COVID-19 Desty, Erina Monica; Wahyono, Bambang
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.50113

Abstract

Latar Belakang: Desa Grantung menjadi cakupan D/S terendah di wilayah kerja UPTD Puskesmas Karangmoncol tahun 2020 yaitu 63,4%. Rendahnya cakupan D/S pada masa pandemi COVID-19 utamanya disebabkan oleh faktor penundaan posyandu, tetapi dapat disebabkan oleh faktor-faktor lain yang mempengaruhi perilaku ibu dalam membawa balitanya ke posyandu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan balita ke posyandu pada masa pandemi COVID-19. Metode: jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel yang dibutuhkan yaitu ibu balita yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 114 responden dengan teknik purposive sampling. Kuesioner sebagai instrumen penelitian dan uji statistik menggunakan uji chi square dengan analisis data univariat dan bivariat. Hasil: variabel yang berhubungan dengan kunjungan balita ke posyandu pada masa pandemi COVID-19 adalah usia (p=0,002), tingkat pendidikan (p=0,000), paritas (p=0,017), tingkat pengetahuan (p=0,005), peran kader (p=0,002), dan dukungan keluarga (p=0,004), sedangkan variabel pekerjaan (p=1,000) dan tingkat pendapatan (p=0,616) tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kesimpulan: usia, tingkat pendidikan, paritas, tingkat pengetahuan, peran kader, dan dukungan keluarga berhubungan dengan kunjungan balita ke posyandu pada masa pandemi COVID-19 di Desa Grantung.
Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular Berbasis Posbindu di Puskesmas Yunia, Gladis Fiolita; Wahyono, Bambang
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.51428

Abstract

Latar belakang : Puskesmas Bawen merupakan salah satu puskesmas di Kabupaten Semarang dengan capaian distribusi Posbindu sebesar 100% di tahun 2019. Namun capaian standar pelayanan minimal bidang kesehatan Puskesmas Bawen belum mencapai target yaitu hipertensi dengan data pelayanan sebesar 31%, diabetes melitus 32%, dan pelayanan kesehatan usia produktif sebesar 22%. Penelitia ini bertujuan untuk mengevaluasi Pelaksanaan Posbindu PTM Siwiraharja Kelurahan Bawen. Metode : Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Informan utama berjumlah 5 orang dan informan triangulasi berjumlah 5 orang. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM belum mencukupi belum dilakukan pelatihan kader, keterbatasan dana, sarana prasarana belum memadahi, belum adanya buku pedoman yang menjangkau ke semua kader, sasaran belum sesuai dengan yang ditentukan, tidak ada perencanan kegiatan secara tertulis, koordinasi sudah baik, pelaksanaan belum sesuai dengan yang ditentukan, pemantauan dilakukan dengan melihat data riwayat peserta, dan cakupan kegiatan belum memenuhi. Kesimpulan : Terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program Posbindu PTM Puskesmas Bawen seperti kurangnya sumber daya manusia, sarana prasarana yang belum mencukupi, belum tepat sasaran, pelaksanaan belum menerapkan sistem 5 meja, juga belum adanya penetapan target program yang dpaat mengukur keberhasilan program.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Ibu Balita di Posyandu Kelurahan Rejowinangun Utara Kecamatan Magelang Tengah Kota Magelang Widiyanti, Aulia; Wahyono, Bambang
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 3 No 1 (2023): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v3i1.58048

Abstract

Background: Toddler period experiences a process of rapid growth and increased nutritional needs, so mothers of toddlers are advised to visit Posyandu (Integrated Healthcare Center) to check the growth and development of toddlers, in order to anticipate if there are developmental disorders of toddlers that are not according to their age. North Rejowinangun Village experienced a decrease in the percentage of children under five compared to every year, in 2020 the achievement of toddlers was calculated to be 40.62% and in 2021 it was 22.53%. The purpose of this study was to determine the factors associated with the visit of mothers of children under five to the posyandu. Methods: This study used an analytic observational type with a cross sectional design. The number of samples was 91 respondents, the sampling technique used two stage cluster sampling and the data were analyzed by Chi Square test. Results: statistical tests showed that the variables were age (p = 0.096), education level (p = 0.0001), occupation (p = 0.041), knowledge (p = 0.0001), distance traveled (p = 0.0001), family support (p = 0.0001) and the role of cadres (p = 0.0001). Conclusion: there is a relationship between education level, level of knowledge, occupation, distance traveled, family support and the role of cadres with maternal visits to posyandu. There is no relationship between age and mother's visit to posyandu.
GAMBARAN EKOGEOGRAFI VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DAERAH ENDEMIS KOTA TEMANGGUNG Sukendra, Dyah Mahendrasari; Santi, Yunita Dyah Puspita; Siyam, Nur; Wahyono, Bambang; Muanifah, Erna Zuliana; Maharani, Rifka; Rizkia, Salma; Isnaini, Dewi Nur; Shiddieqy, Muhammad Hasbi Ash
Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/km.v1i5.188

Abstract

Informasi mengenai bioekologi vektor dan aktivitas warga dalam melakukan program pencegahan dapat membantu keberhasilan pencegahan penyebaran DBD serta penurunan IR DBD tercapai. Pengetahuan eko-geografi dapat membantu penelusuran bariermaupun kondisi lingkungan yang adaptif bagi keberadaan vektor DBD. Penggunaan citra satelit dalam penelusuran etno-ekografi vektor DBD dapat memaksimalkan pencegahan DBD secara fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis secara etno-ekografi untuk mempelajari kaitan kondisi lingkungan sebagai habitat potensial vektor DBD. Studi ekogeografi dengan metode etnografi dan pemetaan berbasis citra satelit dilakukan di wilayah endemis DBD di Kota Temanggung. Hasil penelitian diketahui terdapat 7 kelurahan endemis DBD, pengamatan menggunakan citra satelit menunjukkan banyak vegetasi pendukung habibat vektor DBD, sawah, pemukiman/bangunan, tegalan, kolam/empang, hutan, perkebunan, kerapatan pemukiman berisiko tinggi menunjang kecepatan transmisi penularan DBD, eko-geografi Kota Temanggung lokasi penduduk yang berkluster dan padat, lokasi penduduk tersebar pada ketinggian 500-1450 mdpl, dikelilingi oleh berbagai vegetasi dengan tingkat kerapatan dan ketinggian berbeda.
Determinan Kepuasan Pasien pada Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit : Systematic Literature Review Basir, Hasmira; Wahyono, Bambang
Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Mahardika
Publisher : LPPM ITEKES Mahardika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54867/jkm.v10i2.169

Abstract

There was an increase in hospital development of 3.02% and the patient satisfaction index for services in Indonesia has not yet reached the minimum standard of above 95%. The research was conducted aiming to identify the determinants of patient satisfaction in inpatient services at the hospital with a systematic literature review method. Findings were selected using the PRISMA method and article searches obtained through Google Scholar, Portal Garuda and DOAJ until 18 articles were identified that were worthy of review in the research. Based on the findings, the determinants that affect patient satisfaction are age, gender, education, income, occupation, environment, facilities, length of hospitalization, doctor's service, nurse's service and quality of health service. Based on analysis of 18 articles that met the inclusion criteria, it can be concluded that the determinants of age, gender, education, occuption, income, environment, facilities, length of stay, doctor’s services, nurse’s services and quality of health services affect patient satisfaction in inpatient services at the hospital.