Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL INTEGRASI PROSES

PEMANFAATAN AMPAS KELAPA SEBAGAI BAHAN BAKU TEPUNG KELAPA TINGGI SERAT DENGAN METODE FREEZE DRYING Meri Yulvianti; Widya Ernayati; Tarsono Tarsono; M. Alfian R.
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 5 NOMOR 2 Juni 2015
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.492 KB) | DOI: 10.36055/jip.v5i2.246

Abstract

Industri pengolahan kelapa menghasilkan produk samping berupa ampas kelapa. Selama ini ampas kelapa hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak dengan harga produk yang sangat rendah. Ampas kelapa dapat diolah menjadi tepung ampas kelapa yang kaya akan serat dan relatif lebih rendah lemak. Kandungan protein, lemak, dan serat pada ampas kelapa ini merupakan salah satu kandungan yang sangat dibutuhkan untuk proses fisiologis dalam tubuh manusia. Tujuan penelitian ini adalah menentukan waktu pengeringan terbaik dalam pembuatan tepung  ampas  kelapa  dengan metode pengeringan  freeze  drying.  Prinsip  freeze  dryer adalah pengeringan dengan proses sublimasi untuk menjaga stabilitas rasa, warna, aroma dan struktur. Pengeringan ampas kelapa dengan freeze dryer dilakukan dengan beberapa variasi waktu pengeringan, yaitu 18 jam,  22 jam, 24 jam, 42 jam, 46 jam, dan 48 jam. Penentuan mutu ampas kelapa berdasarkan kandungan gizi yang terdapat di dalam produk, melalui analisa dengan metode Kjeldahl, Soxhletasi, dan pengeringan dengan oven untuk menentukan kandungan nilai gizi dengan beberapa parameter yaitu kadar air, kadar serat, kadar lemak, dan kadar protein. Berdasarkan hasil analisa, metode terbaik pengeringan freeze drying dilakukan selama 18 jam hingga 24 jam sehingga diperoleh kadar air 0,33%, kadar serat 37,1%, kadar lemak 12,0% dan kadar protein 4,12%. 
PENGARUH PERBANDINGAN CAMPURAN PELARUT N-HEKSANA- ETANOL TERHADAP KANDUNGAN SITRONELAL HASIL EKSTRAKSI SERAI WANGI (Cymbopogon nardus) Meri Yulvianti; Rosianah Meida Sari; Efa Rujatul Amaliah
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 5 NOMOR 1 DESEMBER 2014
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.049 KB) | DOI: 10.36055/jip.v5i1.31

Abstract

Sitronelal adalah cairan tak berwarna, dengan bau menyegarkan dan mempunyai sifat racun dehidrasi (desiccant). Racun tersebut merupakan racun kontak yang dapat mengakibatkan kematian karena kehilangan cairan terus- menerus. Serangga yang terkena racun ini akan mati karena kekurangan cairan. Kualitas minyak sereh wangi ditentukan oleh komponen utama di dalamnya yaitu kandungan sitronelal. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan volume campuran pelarut n-heksana-etanol yang terbaik terhadap kandungan   sitronelal   dalam   minyak   serai   wangi.   Metode  penelitian   yang digunakan terdiri dari dua tahap, tahap pertama yaitu dengan mengekstraksi serai wangi (batang, daun) sebanyak 10 gram, dengan menggunakan campuran pelarut n-heksana-etanol (1:1, 1:4, 2:3, 3:2, 4:1) selama 4 jam pada suhu 78-80oC, dari proses ekstraksi dihasilkan minyak serai yang masih bercampur dengan pelarut. Tahap selanjutnya yaitu tahap pemurnian dengan proses destilasi untuk memisahkan  minyak  serai  dari  campuran  pelarut,  proses  destilasi  dilakukan selama 2 jam pada suhu 78-80oC, dari tahap ini akan dihasilkan ekstrak minyak serai. Selanjutnya minyak serai yang dihasilkan dianalisa dengan menggunakan GC-MS untuk mengetahui kadar sitronelal yang dihasilkan dari setiap perbandingan. Dari hasil penelitian dan analisa yang didapatkan kadar sitronelal terbesar yaitu 27,3% pada perbandingan volume pelarut 3:2 untuk bagian batang dan 10,9% pada perbandingan volume pelarut 4:1 untuk bagian daun. 
PENGARUH IMPREGNASI KOH PADA KATALIS BENTONIT BOJONG MANIK LEBAK BANTEN DALAM SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH Rudi Hartono; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Meri Yulvianti; Agus Rochmat; Ali Faozin; M. Abdurahman Aziz; Sartika Arbantini
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 11 NOMOR 1 JUNI 2022
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jip.v11i1.14723

Abstract

Biodiesel is an alternative fuel from renewable resources that is more environmentally friendly. This study aimed to obtain the optimum conditions for making biodiesel from used cooking oil based on the percentage of NaOH impregnation on bentonite catalysts from Bojong Manik Lebak Banten. The biodiesel synthesis method used is base transesterification. The impregnation process prepared bentonite as a catalyst at variations of %KOH, namely 20, 26, 31, and 35% (w/w). The biodiesel reaction was carried out at a temperature of 60°C and a reaction time of 3 hours using a 3% catalyst for the amount of used cooking oil. The results were obtained at optimum conditions on a catalyst of 26% KOH (w/w) with a biodiesel yield of 91.2%, density of 0.870 g/mL, the viscosity of 4.1 cSt, the flash point of 129°C, and methyl ester content of 97.48%.
PENGARUH PENAMBAHAN RICE BRAN WAX PADA COATING FILM BERBASIS KITOSAN JAMUR TIRAM TERHADAP PENYUSUTAN BERAT DAN pH BUAH TOMAT Nufus Kanani; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Indar Kustiningsih; Heri Heriyanto; Rusdi Rusdi; Harly Demustila; Wardalia Wardalia; Endarto Yudo Wardhono; Widya Ernayati Kosimaningrum; Meri Yulvianti; Muhammad Gofar; Ila Maghfirotul Fahira
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i1.25753

Abstract

Tomat (Solanum lycopersium L) merupakan buah yang memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga mudah mengalami kerusakan dan mengurangi masa simpan tomat. Coating film pada tomat dapat berfungsi untuk melindungi tomat dari kerusakan fisik dan kimia. Kitosan jamur tiram sebagai bahan dasar pembentukan coating film memiliki kelebihan yaitu bersifat kuat dan fleksibel, namun kitosan memiliki kelemahan, yaitu bersifat hidrofilik sehingga perlu penambahan bahan lain untuk memperbaiki karakteristiknya, yaitu dengan penambahan rice bran wax. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan pelarutan kitosan dalam asam asetat, penambahan rice brand wax 20-50% (w/v), pembentukan coating film menggunakan metode grafting dengan bantuan gelombang ultrasonik pada temperatur 90°C selama 10-60 menit, dan pengaplikasian coating film pada tomat. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil tomat tanpa coating yang dianalisis selama 7 hari menunjukkan tanda pembusukan, sedangkan tomat dengan coating film tetap segar. Penambahan rice brand wax berpengaruh pada penurunan susut bobot tomat. Pada konsentrasi rice bran wax 1-5% menunjukkan bahwa coating film mampu mengurangi penyusutan berat tomat dibandingkan tanpa coating. Penurunan susut bobot tertinggi berturut-turut sebesar 7,88%; 7,71%; 5,8%; 4,57% dan 4,33%. Penambahan rice brand wax juga berpengaruh pada banyaknya gas etilen yang dihasilkan. Kadar gas etilen yang dihasilkan pada hari ke 7 dengan dan tanpa adanya pelapisan berturut-turut sebesar 7,89 dan 1,95 ppm.