Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN KLIEN MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN DI POLI JIWA RSJD Dr. RM SOEDJARWADI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2018 Ngapiyem, Ruthy; Kurniawan, Erik Adik Putra Bambang
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v6i2.121

Abstract

Latar Belakang : Halusinasi merupakan gangguan persepsi dimana pasien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Penatalaksanaan keperawatan pada pasien dengan perubahan sensori persepsi: halusinasi selain diberi pengobatan farmakologi juga dengan dukungan keluarga agar dapat mengontrol halusinasi. Keterlibatan pendukung pasien (keluarga) sangat dapat membantu dalam proses pengobatan dalam kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada klien halusinasi pendengaran. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada klien halusinasi pendengaran di Poli Jiwa RSJD Dr. RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah tahun 2018. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain studi korelasi untuk melihat adanya hubungan dukungan keluarga dengan kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada klien halusinasi pendengaran. Besar sampel dalam penelitian ini mengunakan kriteria sampling sebagai berikut: Populasi < 100 diambil total/ semua sampling. Dalam penelitian ini, jumlah sampelnya berjumlah 40 responden. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji statistic chi-square didapatkan nilai P-value > ? yaitu (0,356 > 0,05) yang artinya tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kemampuan klien mengontrol halusinasi pendengaran di Poli Jiwa RSJD Dr. RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah tahun 2018. Kesimpulan dan Saran : Tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kemampuan klien mengontrol halusinasi pendengaran di Poli Jiwa RSJD Dr. RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah tahun 2018. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya meneliti terkait dengan faktor apa saja yang dapat mendukung kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran. Kata Kunci : dukungan keluarga, halusinasi pendengaran, kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran ABSTRACT Background: Hallucinations are perceptual disorders where patients perceive something that really doesn't happen. Nursing management in patients with hallucinations besides being given pharmacological treatment also with family support in order to control hallucinations. The involvement of supporting patients (families) can greatly assist in the treatment process in the ability to control auditory hallucinations in auditory hallucinations clients. Objective: This study aims to determine the relationship of family support with the ability to control auditory hallucinations in auditory hallucinations clients at the Psychiatric Psychology RSJD Dr. RM Soedjarwadi Province of Central Java in 2018. Method: This study uses a correlation study design to see the relationship of family support with the ability to control auditory hallucinations in auditory hallucinations clients. The sample size in this study used the following sampling criteria: Population <100 was taken total/ all sampling. In this study, the number of samples was 40 respondents. Result: Based on the results of the chi-square statistical test, the value of P-value> ? is obtained (0.356> 0.05) which means there is no relationship between family support and the client's ability to control auditory hallucinations at the Psychiatric Psychology RSJD Dr. RM Soedjarwadi Province of Central Java in 2018. Conclusion and Reccomendation: There is no relationship between family support and the client's ability to control auditory hallucinations at the Psychiatric Psychology RSJD Dr. RM Soedjarwadi Province of Central Java in 2018. It is hoped that the next researcher will examine the related factors that can support the ability to control auditory hallucinations. Keywords : family support, auditory hallucinations, ability to control auditory hallucinations
Screening Gangguan Mental Emosional: Depresi, Ansietas, Stres Menuju Sehat Jiwa Pada Mahasiswa Keperawatan Semester I Di Salah Satu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta 2020 Kurniawan, Erik Adik Putra Bambang; Ngapiyem, Ruthy
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v7i2.165

Abstract

ABSTRACT Background: The process of transition from High School to Higher Education is a period that is not easy for some first semester students, need self-skills in preparation for a new environment in Higher Education. This adjustment will be a problem for students who are not as expected, thus increasing mental emotional problems. To find a picture of emotional mental problems that can be done by screening using the DASS 42 instrument. Objective: To find a picture of the problem of mental emotional disorders: depression, anxiety, and stress based on the results of screening for mental emotional disorders to reach mental health students. Method: The research design in this study is a descriptive survey research method to describe the problem of mental emotional disorders of respondents. Results: From a total of 141 respondents, the number of respondents who experienced depression problems was 42 respondents (30%) divided into mild depression categories 25 respondents (18%), moderate depression 13 respondents (9%), and severe depression 4 respondents (3% ). Respondents with anxiety problems were 94 respondents (67%) who were divided into mild anxiety categories 25 respondents (18%), moderate anxiety 48 respondents (34%), severe anxiety 16 respondents (11%), and very severe anxiety 5 respondents (4 %). While respondents who experienced stress were 28 respondents (20%) who were divided into mild stress categories 19 respondents (13%), moderate stress 6 respondents (4%), and severe stress 3 respondents (2%). Conclusion: Based on the results of screaning, respondents have emotional mental disorders in the form of depression, anxiety, and stress. Suggestion: Academic advisers to be able to improve mentoring and monitoring related to mental emotional disorders in students. Keywords: Screaning, Emotional Mental Disorders, Mental Health
The Effectiveness of Butterfly Hug Therapy on mental health: stress of parents with special needs children at SLB Yogyakarta Kurniawan, Erik Adik Putra Bambang; Ngapiyem, Ruthy
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v11i1.400

Abstract

Pendahuluan : Orang tua dengan anak kebutuhan khusus berisiko mengalami stres karena ketidakmampuan anak untuk diatur maupun penyesuaian dri dengan lingkungan. Salah satu jenis terapi yang dapat membantu menangani stres adalah Butterfly Hug. Butterfly Hug adalah teknik psikoterapi untuk menenangkan suatu amarah dan membuang rasa trauma perasaan seseorang. Metode: Penelitian ini menggunakan Quasi-Experimental Design dengan rancangan One-Group Pretest-Posttest tanpa menggunakan control group. Hasil Penelitian: hasil uji wilcoxon menunjukan Asymp. Sig (2-tailed) bernilai 0,00. Karena Nilai P value < α : 0,05, maka Hα diterima dan Hο ditolak. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada efektifitas Terapi Butterfly Hug terhadap kesehatan mental: stres Orang Tua Dengan Anak Kebutuhan Khsusu Di SLB Yogyakarta. Saran: Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan mencari pembanding yang sepadan dengan Terapi Butterfly Hug untuk dapat diambil mana yang lebih efektif dalam mengatasi maslaah Kesehatan Mental: Stres .
Adekuasi Hemodialisis (Kt/V) sebagai Faktor Terkait Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis Christianingsih, Maria Dwi; Melati, Nimsi; Istiarini, Chatarina Hatri; Kurniawan, Erik Adik Putra Bambang
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pendahuluan: Penyakit ginjal kronis stadium V memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya hemodialisis, dengan keberhasilan yang dinilai melalui adekuasi (Kt/V) sebagai indikator kecukupan dialisis. Kualitas hidup menjadi fokus penting karena banyak pasien hemodialisis masih mengalami keluhan fisik dan psikologis (misalnya nyeri/kram, pruritus, sesak, mual, kelelahan, cemas, gangguan tidur) serta keterbatasan aktivitas dan pekerjaan. Tujuan: mengetahui hubungan ????????/???? dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis. Metode: kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 pasien. Pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner KDQoL SF-36 versi 1.3. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji spearman rank secara komputerisasi. Hasil: Karakteristi responden didominasi usia 56-65 tahun, perempuan dan suku jawa. Lama hemodialisis 13-60 bulan, kondisi berat badan lebih dari 50 kg hingga 60 kg, dengan kenaikan berat badan antar waktu hemodialisis adalah 3-4 kg. Sebagian besar nilai Kt/V dalam kategori cukup sebesar 70% responden dan sebagian besar kualitas hidup pasien dalam kategori baik sebesar 50% responden dengan nilai p value 0,296 (>0.05). Kesimpulan: tidak ada hubungan nilai Kt/V dengan kualitas hidup pasien hemodialisis. Saran: peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian dengan banyak sampel dan variabel yang beragam yang berhubungan dengan Kt/V dan kualitas hidup pasien hemodialisis.