Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Congko Melalui Pelatihan Pembuatan Diversifikasi Jagung (Popcorn) Sebagai Upaya Menuju Desa Usaha Mandiri Nyompa, Sukri; Rauf, Bakhrani A.; Sahade, Sahade; Nusri, Andi Zulkifli; Makkulau, Batari Bau; Nasrul, Nasrul; Amdah, Misdar; Arfandi, Arfandi; Tripaldi, Agus
PENGABDI PENGABDI: VOL. 5, NO.2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v5i2.67995

Abstract

Abstrak.  Di Indonesia, jagung berperan penting sebagai komoditas komersial bagi ketahanan pangan nasional. Jagung yang dihasilkan mayoritas dimanfaatkan untuk agroindustri, memiliki nilai gizi tinggi dan berpotensi untuk dijadikan berbagai produk olahan, seperti popcorn. Desa Congko salah satu Desa di Kabupaten Soppeng, sangat bergantung pada sektor pertanian, khususnya budidaya jagung. Petani di daerah ini biasanya menjual hasil panen jagung segar tanpa pengolahan, sehingga kehilangan nilai ekonomi dari produk yang terdiversifikasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penyuluhan dan pelatihan diversifikasi produk jagung, khususnya pembuatan popcorn, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat setempat dalam pengolahan pasca panen jagung untuk pemberdayaan ekonomi, yang bertujuan untuk membangun usaha desa yang mandiri. Melalui inisiatif ini, diharapkan produksi dan penjualan popcorn berbahan dasar jagung akan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian lokal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani dan konsumen  Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Jagung, Popcorn, Diversifikasi Produk, Pelatihan.
Analisis Trafik Jaringan Menggunakan Wireshark Untuk Meningkatkan Kinerja Jaringan Pada Smk 3 Soppeng Nusri, Andi Zulkifli; Erwin Syah, Rezky
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi dan Teknik Informatika (JISTI) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Sistem Informasi dan Teknik Informatika (JISTI)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57093/jisti.v8i1.281

Abstract

Analisis jaringan menggunakan Aplikasi “Wireshark” yang dilakukan oleh pihak network analyzer dengan tujuan menganalisa jaringan dengan melakukan pengawasan yang dilakukan oleh User sehingga Administrator dapat mudah memonitoring aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh user. Analisis jaringan komputer menggunakan aplikasi “Wireshark” diterapkan pada SMK 3 Soppeng agar Administrator jaringan dapat mengawasi aktivitas yang dilakukan oleh staf atau pegawai dan guru, apakah jaringan internet digunakan secara maksimal untuk media Pendidikan atau hanya untuk hiburan semata. Layanan internet melalui modem akan disalurkan kekomputer server, dimana komputer server akan menjadi DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) server jaringan yang akan bertindak sebagai pembagi IP jaringan ke switch dan dari switch itu sendiri akan memonitoring jaringan ke client dan setiap client yang ingin terhubung ke jaringan maka harus melakukan prosedur login terlebih dahulu, Adapun pengujian sistem jaringan wireless LAN yang digunakan yaitu Whitebox (Glassbox), Pengujian ini dimaksud untuk mengukur kualitas jaringan kecepatan internet apakah sudah sesuai dengan layanan yang diberikan oleh ISP (Internet Service Provider).Pengujian sistem merupakan proses analisa sistem jaringan untuk menentukan kuat dan lemahnya keamanan jaringan dan berjalan sesuai lingkungan yang diinginkan. Pengujian sistem ini sering diasosiasikan dengan pencarian troubleshooting masalah dijaringan, adanya trobleshooting pada jaringan mengakibatkan kualitas jaringan lemah
Penerapan Teknologi Mesin Pencacah Sampah dan Biodigester untuk Pembuatan Pupuk Organik dan Biogas Ismail, Ismail; Nusri, Andi Zulkifli; Asmini, Asmini; Herdiansyah, Herdiansyah; Arismanza, Andi
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v3i4.3445

Abstract

One of the most prominent natural resources in Congko Village is agricultural land of around 300.72 hectares, while the area of plantation land managed by the Bulu Mappalasae farmer group reaches 101 hectares consisting of 21 hectares of corn land, 63 hectares of cocoa/cocoa land, and 17 hectares of rice fields. The results of the plantation are unsatisfactory, namely for the cocoa plantation which is only able to produce 500kg/hectare/year. One of the obstacles to the lack of productivity of agricultural products is due to the lack of fertilizer, the amount of fertilizer obtained by farmers averages 600kg / hectare, while the fertilizer needed by farmers averages 1 ton / hectare or a total of 63 tons from a land area of 63 hectares. Apart from agricultural activities, there are also livestock activities owned by the community. With the livestock business, the community can make this a potential area. However, the problem in animal husbandry is that livestock waste/dung increases every day and pollutes the environment because it is not managed properly, but if livestock waste/dung can be managed properly, it can provide great benefits to the community such as biogas management from livestock manure which produces gas and organic fertilizer. The solution to the existing problems is to integrate farming and livestock to make organic fertilizer and apply the technology of making biogas from livestock manure.  To implement the solution, an implementation method was prepared, namely conducting training and mentoring in making organic fertilizer and managing livestock manure into biogas and organic fertilizer using a bidiogester. From the results of processing waste into organic fertilizer, there are organic fertilizer products that are ready to be applied to agricultural land and produce 3 tons of organic fertilizer / month. And the results of managing livestock manure produce 540kg/month of biogas and 2.3 tons/month of organic fertilizer.
Rancang Bangun Sistem Jemuran Otomatis (Automatic Clothesline) Berbasis Mikrokontroler Nusri, Andi Zulkifli; Suherman, Suherman; Niswa, Niswa
Jurnal RISTER : Riset Sistem Cerdas Vol 1 No 1 (2024): Jurnal RISTER : Riset Sistem Cerdas
Publisher : Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Rancang Bangun Sistem Jemuran Otomatis (Automatic Clothesline) Berbasis Mikrokontroler. Dimana saat ini aktivitas menjemur pakaian masih dilakukan dengan memanfaatkan tenaga manusia untuk menjemur pada saat cuaca cerah dan mengangkat jemuran masuk ke tempat yang berteduh pada saat cuaca gelap dan pada saat terjadi hujan. Sehingga membutuhkan waktu dan tenaga untuk memasukkan dan mengeluarkan jemuran. Penelitian ini bertujuan untuk membangun dan mengimplementasikan sistem jemuran otomatis (Automatic Clothesline) berbasis Mikrokontroler. Sistem jemuran otomatis ini dibangun dengan menggunakan Arduino sebagai mikrokontroler untuk mengirim dan menerima data sesuai dengan kode program yang dimasukkan, sensor hujan untuk mendeteksi air, sensor LDR untuk mendeteksi cuaca gelap dan terang, Motor DC untuk memutar jemuran masuk dan keluar, dan Relay berfungsi untuk memutuskan arus ke motor DC sehingga motor berhenti. Semuanya terhubung langsung, yang dapat memberikan eksekusi atau tindakan apa yang harus dilakukan oleh alat. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan metode studi literatur, wawancara, dan dokumentasi, serta menggunakan metode pengujian White Box dengan menguji aplikasi atau perangkat lunak dengan melihat modul agar dapat memeriksa dan memecahkan masalah kode yang dihasilkan. Hasil implementasi alat jemuran otomatis berbasis mikrokontroler, apabila Sensor Hujan mendeteksi hujan dan Sensor LDR mendeteksi gelap maka motor DC akan berputar untuk memasukkan jemuran, begitu pula sebaliknya jika Sensor Hujan tidak mendeteksi hujan dan Sensor LDR mendeteksi terang maka motor DC akan berputar untuk mengeluarkan jemuran. Dari pengujian alat dan analisis yang dilakukan maka alat jemuran otomatis dapat berfungsi dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa alat jemuran otomatis berbasis mikrokontroler yang menggunakan Sensor Hujan untuk mendeteksi hujan dan Sensor LDR untuk mendeteksi cuaca dapat memudahkan dalam menjemur pakaian tanpa harus khawatir jemuran terkena air hujan
Rancang Bangun Sistem Pengering Biji Kakao Berbasis Internet Of Things Di Desa Citta Nusri, Andi Zulkifli; Arismanza, A; Annisa, Nurul
Jurnal RISTER : Riset Sistem Cerdas Vol 2 No 1 (2025): Jurnal RISTER : Riset Sistem Cerdas
Publisher : Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan sistem pengering biji kakao di desa citta dengan menerapkan sistem IoT(Internet of Things) dalam menghadapi tantangan dalam pengelolaan yakni pengeringan biji kakao yang masih menggunakan cara tradisional yang menyebabkan tidak efisien dan kesulitan di kala musim hujan datang .Untuk mengatasi masalah ini, peneliti bertujuan untuk menganalisis merancang, membangun dan mengimplementasikan sistem pengering pada tanaman kakao berbasis IoT untuk memudahkan petani kakao dalam melakukan pengeringan biji. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode studi literature, wawancara dan dokumentasi. Teknologi sistem pengering biji kakao ini mendeteksi suhu disekitar ruangan pengering dan relay berfungsi menyalakan heater untuk melakukan pemanasan terhadap biji kakao sehingga proses pengeringan dapat merata,alat pengering biji kakao ini dapat juga dijalankan menggunakan aplikasi blynk apabila terdapat kondisi yang memungkinkan melakukan pemanasan diluar kondisi tersebut. Hasil dari perancangan alat pengering biji kakao ini dapat disimpulkan bahwa alat pengering biji kakao ini dapat memudahkan pekerjaan petani kakao dalam melakukan pengeringan biji kakao dan dapat dikontrol menggunakan aplikasi blynk. Dengan fitur otomatisasi, alat dapat mengatur suhu secara otomatis berdasarkan data yang dikumpulkan, sehingga meningkatkan efisiensi pengeringan dan mengurangi kemungkinan kesalahan manusia
Implementasi Teknologi Pemipil Jagung Tepat Guna dalam mendukung Keberlanjutan Agroindustri Lokal Bagi Masyarakat Desa Nyompa, Sukri; Rauf, Bakhrani A.; Sahade, Sahade; Nusri, Andi Zulkifli; Musyawarah, Rahma; Mulianti, Mulianti; Nasrul, Nasrul
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i1.479

Abstract

Program pengabdian ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan pascapanen yang dihadapi petani jagung di Desa mitra, khususnya terkait efisiensi proses pemipilan jagung yang selama ini masih dilakukan secara manual. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengoperasikan alat pemipil jagung, mempercepat proses pascapanen, serta mendorong kemandirian masyarakat dalam penerapan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Selain itu, program ini juga bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat desa dalam pengelolaan alat secara bersama serta pengembangan usaha produktif berbasis hasil pertanian. Metode pelaksanaan program mencakup empat tahapan utama, yaitu sosialisasi teknologi, pelatihan teknis, praktik lapangan, serta evaluasi dan pendampingan lanjutan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan teknis masyarakat mitra, di mana 100% peserta berhasil mengoperasikan alat secara mandiri, serta terjadi efisiensi waktu pemipilan rata-rata 50% dibanding metode konvensional. Selain itu, muncul inisiatif masyarakat dalam membentuk kelompok kerja untuk pengelolaan alat secara kolektif dan pengembangan usaha berbasis hasil pertanian lokal. Program ini membuktikan bahwa penerapan teknologi tepat guna dapat menjadi katalisator pemberdayaan masyarakat desa menuju sistem pertanian yang lebih efisien, mandiri, dan berkelanjutan.