Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

“Tilik Dewi Domas”: Strategi Promosi Desa Wisata Silado Melalui Website Nurhayati, Sulasih; Wahyuningsih, Titik; Pujiyatno, Ambar; Rakhmawati, Fitri; Khristianto, Khristianto
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 2 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i2.16560

Abstract

Desa Silado merupakan desa yang prospektif untuk pengembangan pariwisata karena letaknya yang strategis, sumber daya manusia yang memadai, dan aspek sosial budaya. Faktor-faktor ini sangat penting namun membutuhkan investasi besar, terutama dari sisi pendanaan. Desa tidak dapat mengalokasikan bantuan dana tersebut, yang pada akhirnya menghambat kemajuannya. Oleh karena itu, tim memanfaatkan kesempatan ini untuk memecahkan masalah dengan memfasilitasi warga desa melalui kegiatan diskusi kelompok yang bertujuan untuk menggali, mendiskusikan, mengklasifikasikan, dan mempromosikan potensi wisata melalui situs web. Penduduk desa yang terlibat dalam program ini adalah 16 anggota Kelompok Sadar Wisata Silado. Program berlangsung selama enam bulan dan terbagi dalam tiga kegiatan utama: (1) presentasi oleh tim pelaksana tentang pentingnya pengembangan desa wisata dan branding serta promosi desa wisata di era globalisasi; (2) diskusi kelompok untuk mendapatkan dan mengklasifikasikan data sumber daya pariwisata Silado; dan (3) desain web oleh tim pelaksana sebagai media promosi pariwisata. Hasil program menunjukkan bahwa Desa Silaso ternyata memiliki tiga objek wisata yang menjanjikan: alam, budaya, dan pendidikan. Di sisi lain, perancangan website diusulkan untuk mempromosikan keunikan dan elemen ikonik Silado sebagai desa wisata. Pengunjung website dapat dengan mudah menemukan elemen ini pada logo dan tagline desa wisata Silado yang bertuliskan "Tilik Dewi Domas: Desa Wisata Silado Banyumas". Tagline ini terutama bertujuan untuk mengajak pengunjung melihat, menjelajah, dan menikmati destinasi wisata di Silado.
Toxic Relationships in Midsommar: A Literary Analysis of Psychological Needs Nur Qaina, Yureta Saffana; Wahyuningsih, Titik
Journal of English Language and Education Vol 10, No 6 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v10i6.1600

Abstract

Dinamika relasional antartokoh merupakan elemen krusial dalam analisis sastra, karena dinamika tersebut membentuk konflik, emosi, dan pilihan dalam narasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika relasional antara Dani dan Christian dalam Midsommar (2019), dengan fokus pada bagaimana interaksi ini membentuk hubungan yang beracun. Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow digunakan untuk mengkaji bagaimana kebutuhan psikologis yang tidak terpenuhi seperti rasa aman, cinta, penghargaan, dan aktualisasi diri mempengaruhi perilaku mereka. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengkaji dialog dan interaksi kunci dalam film untuk mengidentifikasi pola ketergantungan emosional, penghindaran, dan manipulasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan Dani pada Christian untuk keamanan emosional bertolak belakang dengan semakin menjauhnya Dani, yang menyebabkan ketidakseimbangan yang menghambat pertumbuhan psikologis kedua pasangan. Pengabaian Christian menerima rasa tidak aman Dani, sementara kebutuhan yang diberikan kepadanya sendiri tetap tidak terpenuhi, memperkuat siklus disfungsi. Penelitian ini menyimpulkan kesimpulan psikologis dari hubungan yang beracun dan menunjukkan penerapan teori Maslow dalam memahami ketidakstabilan relasional. Dengan menetapkan analisis dalam kerangka kebutuhan psikologis yang lebih luas, studi ini menggarisbawahi bagaimana narasi fiksi dapat mencerminkan perjuangan relasional kehidupan nyata, menawarkan wawasan tentang pola-pola destruktif yang muncul ketika kebutuhan mendasar diabaikan.
Irony in Roald Dahl’s The Umbrella Man Using Booth’s Theory Salsabila, Shafwa; Nirmalawati, Widya; Wahyuningsih, Titik; Nurhayati, Sulasih
Journal of English Language and Education Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v11i1.1985

Abstract

This study analyzes the use of irony in Roald Dahl’s short story The Umbrella Man using Wayne C. Booth’s theory of irony. The study aims to examine how stable and unstable irony function as narrative strategies to construct meaning and moral criticism in the story. Employing a qualitative descriptive method and close reading, the analysis focuses on narrative events, character behavior, and dialogue that reveal ironic contrasts between appearance and reality. The findings indicate that the story predominantly employs stable irony to guide readers toward a clear moral judgment, particularly through the umbrella man’s deceptive politeness and apparent helplessness. Although the narrative presents moments of moral ambiguity, these elements do not destabilize meaning but instead reinforce the satirical critique of misplaced trust and social vulnerability. The study concludes that irony in The Umbrella Man operates as a rhetorical device that shapes reader interpretation and delivers social criticism within a seemingly simple narrative.
WOMEN’S RESISTANCES AGAINST OPPRESSIONS IN THE DAMSEL MOVIE Arzety, Titania Dwi Arzety; Nurhayati, Sulasih; Widya Nirmalawati; Titik Wahyuningsih
Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature) Vol. 10 No. 2 (2026): Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature): In Progress
Publisher : Elite Laboratory Jurusan Sastra Inggris Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/lire.v10i2.612

Abstract

This research explores women’s resistance and empowerment to systemic oppression in the movie Damsel (2024) through the theoretical lenses of Iris Marion Young’s “Five Faces of Oppression” and Rosemarie Tong’s radical feminism. The movie tells a story of Elodie, a young noblewoman sacrificed by the royal monarchy to a dragon under the guise of marriage tradition. The study aims to identify the forms of oppression Elodie experiences and to analyze the strategies she employs to reclaim her agency. Using Young’s framework, the analysis reveals how Elodie endures five kinds of oppression, including exploitation, marginalization, powerlessness, cultural imperialism and violence. Elodie experiences physical aggression, loses her autonomy, is stigmatized due to her gender and class, and is politically exploited. Applying Tong’s interpretation of radical feminism, the research further explores Elodie’s development not merely as a survivor but as an empowered agent who actively resists patriarchal domination. The results show that her rejection of prescribed gender roles, her assertion of bodily and political autonomy, and her strategic confrontation with the monarchy exemplify radical feminist resistance aimed at transforming unjust structures. The study concludes that her final act of dismantling the oppressive system not only secures her own liberation but also creates possibilities for broader collective empowerment for other women within the narrative.