Sukarjo Waluyo
Departemen Sastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Kritik Sosial dalam Bermasyarakat Merujuk Pada Asas Agama Islam Novel Kubah Karya Ahmad Tohari: Kajian Sosiologi Sastra Jamin, Abdiansyah; Waluyo, Sukarjo; Suryadi, M
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.8.1.1-13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisa perihal kondisi sosial dan mengerucut pada acceptance, atau penerimaan masyarakat berpenduduk Islam terhadap mantan simpatisan dan tahanan politik sayap kiri, serta situasi psikologis yang diderita oleh tokoh Karman dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari. Novel Kubah karya dianalisis dan dikaji dengan sosiologi sastra dan didukung teori religiusitas. Teks non-sastra digunakan sebagai objek utama penelitian untuk menyesuaikan dan menemukan hasil analisis yang akurat terhadap novel Kubah. Urutan penelitian meliputi pembacaan teks dan jurnal sastra, yaitu analisis yang diinisiasi dengan kajian pustaka teks sastra (novel) dan teks non-sastra; kajian yang disajikan antara lain adalah data dan pembahasan. Hasil kajian meliputi: tokoh Karman yang merupakan anggota PKI dihadapkan pada situasi yang mengharuskan dirinya masuk ke dalam kelomok masyarakat Islam dan juga fakta temuan fakta bahwa tidak semua bekas kelompok komunis tidak diterima di kelompok masyarakat. Dampak psikologis yang berdampak pada Karman menjadi penelitian tambahan dalam jurnal ini. Tokoh Karman juga menderita dampak psikologis yang membebani semasa menjadi tahanan politik. Hasil kajian sosiologi dan religiusitas pada novel Kubah bertujuan untuk memberi sudut pandang baru terhadap penerimaan di sebuah kelompok masyarakat dan kepada seseorang atau kelompok yang pernah memiliki rekam jejak yang kurang baik. Novel Kubah yang sarat dengan pesan yang terkait dengan religiusitas di dalamnya menggambarkan bahwa; (1) kelompok masyarakat atau kelompok keagamaan menerima dan memaafkan setiap orang yang bertaubat dan berbuat baik, (2) pilihan politik tidak menjadi sumbu perpecahan dan pemantik kebencian antar manusia, (3) dan fakta bahwa pilihan politik menuntut pengorbanan yang besar dan berisiko dapat menghancurkan kondisi psikologis orang tersebut.
FORMULA STRUKTUR NOVEL POPULER INDONESIA PERIODE 1970-1980 Redyanto Noor; Sukarjo Waluyo; Ary Setyadi
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 5, No 2 (2022): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.5.2.114-122

Abstract

Since the growth of the Indonesian press industry in the 1970s, popular novels have been carried away by the rapid development of the mass media world. Because, there are facts and data that most of Indonesia's popular novels were originally published as serials in newspapers and magazines. Conclusively, people can classify certain novels into "serious" novels or popular novels. Subjective reasons are not appropriate to be used as criteria to determine certain novels as "serious" novels or popular novels, because the considerations used are only based on personal perception. Of course, this is not scientifically justifiable, because it is not based on clear theories and methods, for example by looking at the intrinsic and extrinsic structures, or also the sociological aspects. Therefore, an inventory of the intrinsic characteristics of popular novels is very important. These characteristics include romantic-sentimental, love and household themes, single plot, straight plot, contemporary dialogue, physical background from a rich family environment, educated family, campus, spectacular and explosive character, anti-double meaning, no need for aesthetic understanding
PERBANDINGAN LATAR, IDEOLOGI, DAN COVER DALAM NOVEL JONI GARANG PERANG DINGIN DAN SI ALUI Sukarjo Waluyo; Redyanto Noor; Ary Setyadi
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 5, No 2 (2022): Juni
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.5.2.69-75

Abstract

The research titled “The Comparison of Setting, Ideology, and cover in the novel of Joni Garang Perang Dingin and Si Alui” intends to tell a different setting role from the two novels that caused the two of different ideology to occur. As well as the different of the books cover as a representative of a book content. From the structural between aspects involvement of the two novels, we can see there is cohesiveness between aspects in totality purpose building. However, the focus of structural analysis is the story setting study. Sociologically, both of the novels are very interesting because they are able to give different ideology. This is because the writer takes sides in choosing different points of view which often appears nowdays, for instance a modern ideology versus traditional ideology
Kritik Sosial dalam Komik Webtoon Curse Of Tomorrow Karya Thoma Prayoga (Kajian Sosiologi Sastra) Widyasari, Lia; Waluyo, Sukarjo; Umam, Khothibul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.837 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.15287

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan struktur komik, cerita fiksi, dan kritik sosial dalam komik webtoon Curse Of Tomorrow. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode struktural dan metode sosiologi sastra, dengan langkah kerja berupa pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis. Berdasarkan hasil analisis struktur komik terhadap komik webtoon Curse Of Tomorrow, terdapat struktur pembangun komik yang terdiri dari balon kata, panel, dan gambar. Ada pula hasil analisis terhadap struktur fiksi yang mengungkapkan tokoh utama dan tokoh tambahan yang berperan dalam berlangsungnya cerita, alur yang digunakan pada komik ini adalah alur campuran, karena terdapat beberapa flashback yang mendukung isi cerita, dan latar terdiri atas latar tempat, latar waktu, serta latar sosial. Kemudian hasil analisis kritik sosial dalam komik webtoon Curse Of Tomorrow terdapat dua macam kritik sosial yakni, kritik terhadap perilaku buruk oknum aparat negara yang meliputi kritik terhadap keterlibatan oknum aparat negara dalam kasus suap, kritik terhadap perilaku senioritas di lingkungan aparat negara, kritik terhadap pungutan liar yang dilakukan oknum aparat pada rakyat kecil, dan kritik terhadap oknum aparat negara yang tidak mengayomi masyarakat serta kritik terhadap tindak kriminalitas yang terjadi di masyarakat yang meliputi kritik terhadap pembunuhan, kritik terhadap penculikan, dan kritik terhadap perampokan. Kata Kunci: komik, webtoon, kritik sosial, sosiologi sastra
Konformitas Tokoh Remaja Dalam Novel Di Bawah Umur Karya Erisca Febriani Dan Sukhdev Singh (Kajian Sosiologi Sastra) Haryanti, Novia; Waluyo, Sukarjo; Umam, Khothibul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.361 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.15655

Abstract

AbstractThis study aims to identify and describe the forms of conformity and the factors that cuase conformity by adolescent characters in novel Di Bawah Umur by Erisca Febriani and Sukhdev Singh. The research method used is descriptive analysis and content analysis with a structural approach to fiction stories and sociology of literature. The analysis showed that the adolescent characters in the novel Di Bawah Umur did various conformities, ranging from positive conformity to negative conformity. Most of the conformity that occurs is included in the category of negative conformity such as clubbing, consuming liquor, free sex, inappropriate behavior at school, watching porn videos, skipping school, sneaking into other people's homes, and becoming a fanatic K-Pop fan. While positive conformity is only such as not dating and participating in sex education. The negative conformity found in the novel Di Bawah Umur is mostly done by the characters Aryo, Kevin, Bayu, Indra, Bima, and Nino. The analysis of these forms of conformity shows that there are triggering factors such as peer groups and the high cohesiveness of teenagers, norms or perceptions accepted in society, family environmental conditions and the social control they get.Keywords: conformity, adolescent, teenlit novels, sociology of literature, social problemsAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk konformitas dan faktor-faktor penyebab konformitas yang dilakukan tokoh remaja dalam novel Di Bawah Umur karya Erisca Febriani dan Sukhdev Singh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dan analisis isi dengan pendekatan struktural cerita fiksi dan sosiologi sastra. Hasil analisis menunjukkan bahwa tokoh remaja dalam novel Di Bawah Umur melakukan beragam konformitas, mulai dari konformitas positif hingga konformitas negatif. Sebagian besar konformitas yang terjadi termasuk dalam kategori konformitas negatif seperti clubbing, mengonsumsi minuman keras, seks bebas, berperilaku tidak senonoh di sekolah, menonton video porno, membolos sekolah, menyelinap masuk ke rumah orang lain, dan menjadi penggemar fanatik K-Pop. Sementara konformitas positif hanya berupa konformitas seperti tidak berpacaran, dan mengikuti edukasi tentang seks. Konformitas negatif yang ditemukan dalam novel Di Bawah Umur, sebagian besar dilakukan oleh tokoh Aryo, Kevin, Bayu, Indra, Bima, dan Nino. Analisis terhadap bentuk-bentuk konformitas tersebut menunjukkan adanya faktor-faktor pemicu seperti kelompok teman sebaya dan tingginya kekompakan kaum remaja, norma ataupun persepsi yang diterima dalam masyarakat, kondisi lingkungan keluarga serta kontrol sosial yang mereka dapatkan.Kata Kunci: konformitas, remaja, novel teenlit, sosiologi sastra, problem sosial
Analisis Politik Seksualitas Novel Re: dan Perempuan Karya Maman Suherman (Kajian Sosiologi Sastra) Dewangga, Radiatri Mahardika; Waluyo, Sukarjo; Widyawati, Marta
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 4, No 1: April 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/potensi.%Y.24464

Abstract

AbstrakPenelitian politik seksualitas novel Re: dan Perempuan karya Maman Suherman bertujuan untuk mengungkap hubungan kekuasaan antara perempuan dan laki-laki sebagai implikasi dari perbedaan seksual yang dipengaruhi oleh budaya patriarki dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan teori sexual politics dari Kate Millett sebagai upaya untuk mengungkap bagaimana bentuk-bentuk politik seksualitas yang didasarkan pada tiga dimensi, yakni temperament, role, dan status. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksploitasi terhadap perempuan melalui kepemilikan modal menjadikan perempuan sebagai korban atas perbedaan yang tercipta antara perempuan dengan laki-laki. Berdasarkan dimensi temperament, role, dan status, mengungkapkan implikasi sikap pasif yang ditunjukkan oleh perempuan sebagai hasil dari konstruksi sosial yang mengatur dikotomi antara feminitas dengan maskulinitas. Konstruksi sosial ini menyebabkan laki-laki terus berupaya mempertahankan kekuasaannya atas perempuan sebagai bagian dari upaya untuk menjaga dominasi mereka dalam struktur sosial. Selain itu, kelas sosial turut berpengaruh pada relasi antara perempuan dan laki-laki. Sehingga pengaruh tersebut berdampak secara meluas ke berbagai sektor masyarakat, termasuk bagaimana kepemilikan modal dapat mengeksploitasi tubuh perempuan serta mempengaruhi pelaksanaan peran gender, yang pada gilirannya berdampak pada politik seksualitas dalam novel Re: dan Perempuan. AbstractThe research on the politics of sexuality in the novel Re: and Perempuan by Maman Suherman aims to reveal the power relations between women and men as an implication of sexual differences influenced by patriarchal culture in society. This study uses a sociological literary approach and Kate Millett's sexual politics theory as an effort to reveal how forms of sexual politics are based on three dimensions, namely temperament, role, and status. The method used is descriptive qualitative. The results of the study show that exploitation of women through capital ownership makes women victims of the differences created between women and men. Based on the dimensions of temperament, role, and status, it reveals the implications of the passive attitude shown by women as a result of social construction that regulates the dichotomy between femininity and masculinity. This social construction causes men to continue to try to maintain their power over women as part of an effort to maintain their dominance in the social structure. In addition, social class also influences the relationship between women and men. So that this influence has a widespread impact on various sectors of society, including how capital ownership can exploit women's bodies and influence the implementation of gender roles, which in turn has an impact on the politics of sexuality in the novel Re: and Perempuan.
Citra Perempuan Aristokrat Inggris Abad-19 dalam Novel Persuasion Karya Jane Austen Aprilia Putri, Dinda; Farmacelia Nurulhady, Eta; Suryadi, M; Waluyo, Sukarjo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3829

Abstract

Cara pandang masyarakat Inggris pada abad-19 membentuk keterikatan akan tatanan sosial terutama bagi perempuan bangsawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap citra perempuan bangsawan atau aristokrat di Inggris pada awal abad-19. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data berasal dari kepustakaan dengan objek material novel Persuasion karya Jane Austen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak catat yang dianalisis menggunakan pendekatan feminisme oleh Sugihastuti. Hasil penelitian ditemukan 8 data yang mejelaskan citra diri perempuan bangsawan Inggris meliputi aspek fisik dan psikis, serta citra sosial perempuan dalam aspek keluarga maupun masyarakat pada novel Persuasion. Keseluruhan citra menjelaskan bahwa perempuan bangsawan Inggris pada abad-19 masih terbelenggu dalam aturan budaya yang membatasi perempuan dalam mengambil suatu keputusan, meskipun begitu tokoh utama yaitu Anne dalam novel Persuasion berhasil mendobrak ikatan tersebut dengan pilihan hidupnya.
Sengkarut kemiskinan masyarakat desa dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto Angesty, Chintya; Nurulhady, Eta Farmacelia; Waluyo, Sukarjo
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v7i1.914

Abstract

This research was carried out with the aim of analyzing (1) the structure of “Aib dan Nasib” with heuristic reding, (2) the village and its chaos in poverty according to Robert Chambers' view, and (3) the reasons why the village community experiences a chaotic life. This research was carried out using the literary sociology method with the help of the theory of poverty put forward by Robert Chambers and presented in a qualitative descriptive manner. This research is in the form of a literature study with the novel “Aib dan Nasib” as the main source or object of research. The results of this research prove that people in rural areas tend to experience poverty due to various factors such as proper poverty, helplessness, vulnerability in facing emergency situations, dependency, and alienation. People in villages also experience a messy life caused by the shackles of poverty that never escape. The tangled threads between events make their lives even more complicated because there is no way out that can be taken because of the limitations they have.
Hubungan nilai budaya suku Batak dengan ideologi patriarki pada karakter pria dalam film Ngeri-Ngeri Sedap Laluna, Fadila Rana; Suryadi, Muhammad; Waluyo, Sukarjo; Sahertian, Michael Kevin Bryan
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v7i2.970

Abstract

This research was carried out to understand the relationship between Batak cultural values and patriarchal ideology, which is reflected in the masculinity of the male characters (Mr. Domu, Domu, Gabe, and Sahat) in the film Ngeri-Ngeri Sedap, directed by Bene Dion Rajagukguk. This research was carried out based on interpreting the emerging patriarchal ideology in the film Ngeri-Ngeri Sedap through signs of masculinity of male characters who live in Toba, North Sumatra, or those who choose to emigrate. The method used in this research is a qualitative approach through the sociology of literature and gender (masculinity) and literature study. The theory used in analyzing this film is the theory of masculinity by Tuncay. The results found are that there is a relationship between patriarchal ideology, which is reflected through the masculinity of male characters in films, and Batak cultural values. Individuals who live their lives with strong Batak cultural values almost every day will have a higher level of masculinity, which will result in a stronger patriarchal ideology that they display. Meanwhile, individuals who live a life with strong Batak cultural values will show less of their patriarchal ideology to those around them.