Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PEMBAGIAN HARTA WARISAN PADA KELUARGA BEDA AGAMA DI DESA PANCASILA PERSPEKTIF MAQĀSHID AL-SHARĪAH JASSER AUDA (Studi di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan) Ah. Soni Irawan; Ahmad Muzakki
Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Keluarga Islam Vol. 2 No. 1 (2021): Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syari’ah dan Keluarga Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.942 KB) | DOI: 10.35316/alhukmi.v2i1.1211

Abstract

Praktik pembagian harta warisan pada keluarga beda agama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan berdalih toleransi, menjaga kerukunan antar umat beragama dalam satu keluarga, serta menjaga kearifan lokal yang dianggap sebagai solusi untuk menciptakan keadilan dan kemaslahatan dengan menyesuaikan adat kebudayaan masyarakat setempat, yang sekilas dipandang melanggar hadis larangan saling mewarisi antara Muslim dengan kafir. Sebagaimana data yang diperoleh dari pemerintah Desa Balun berupa daftar nama-nama keluarga beda agama dalam satu rumah terdapat 45 kartu keluarga, dari 45 kartu keluarga beda agama tersebut yang pernah melakukan praktik warisan terdapat setidaknya empat keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlibatan non-Muslim dalam pembagian harta warisan pada keluarga beda agama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan perspektif Maqāshid al-Sharīah Jasser Auda. Hasil penelitian ini bahwa keterlibatan ahli waris non-Muslim dalam pembagian harta warisan jika dilihat dari teori Maqāshid al-Sharīah Jasser Auda tidak bertentangan dengan nash secara universal, karena Maqāshid al-Sharīah Jasser Auda lebih mengutamakan pada makna yang terkandung dibalik teks dengan mempertimbangkan ‘urf dari aspek historis, sosiologis dan ekonomis daripada hanya terfokus pada teks saja, disamping itu Auda juga tidak hanya melihat satu nash hukum saja dalam menentukan sebuah ijtihad hukum, melainkan melihat kolerasi antara nash satu dengan nash yang lain terhadap masalah yang sedang dibahas, demi terciptanya rasa keadilan dan kemaslahatan ditengah-tengah masyarakat untuk menuju pembagian warisan yang adil.
Metode Pengkajian Hukum Islam Melalui Lajnah Bahtsul Masail NU Ahmad Muzakki
FIQHUL HADITS : Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam Vol 1 No 1 (2023): FIQHUL HADITS: Jurnal Kajian Hadits dan Hukum Islam
Publisher : Mahad Aly PP Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan metode pengkajian hukum Islam melalui Lembaga Bahtsul Masail NU. Setelah dilakukan pembahasan disimpulkan bahwa ada 3 prosedur baku dalam metode penetapan sebuah hukum di Lajnah Bahtsul Masail NU, yaitu, pertama, qauly yang berarti pendapat. Ia berarti sebuah cara penetapan hukum dengan cara merujuk pada kutub mu’tabarah dari para imam madzahib. Kedua, ilhaqy yang berarti analogi. Berbeda dengan qiyas yang salah satu unsurnya al-ashl adalah dari al-Quran dan Sunnah, ilhaqy didefinisikan proses analogis dengan al-ashl-nya adalah pendapat para imam madzhab. Ketiga, manhajy yang berarti metodologis. Ia menetapkan hukum dengan mengambil illah berupa terwujudnya sebuah kemaslahatan pada hukum tersebut.
Gaya Bahasa Sindiran dalam Konten Somasi Community pada Kanal Youtube Deddy Corbuzier Edisi Desember 2023 dan Relevansinya dalam Pembelajaran Menulis Teks Anekdot di SMA Khoirotul Kamalia; Ahmad Muzakki; Fatih Holis Ahnaf
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v11i1.21540

Abstract

Gaya bahasa sindiran yang dituturkan oleh bintang tamu dalam konten somasi community pada kanal Youtube Deddy Corbuzier sangat menarik untuk diteliti. Dari banyaknya bintang tamu yang di datangkan, masing-masing membawakan materi yang beragam. Penelitian ini menganalisis 4 video dalam kanal YouTube tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa sindiran yang dituturkan oleh bintang tamu dalam konten somasi Community serta relevansinya terhadap pembelajaran menulis teks anekdot di SMA. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa kalimat yang dituturkan oleh bintang tamu dalam konten tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian Berdasarkan data yang terkumpul, tuturan yang mengandung jenis gaya bahasa sindiran yang dituturkan oleh bintang tamu sebanyak 20 data, yang terdiri dari 11 data berjenis gaya bahasa sindiran ironi, 3 data berjenis gaya bahasa sindiran sinisme, dan 6 data berjenis gaya bahasa sindiran sarkasme. Berdasarkan  analisis data tersebut konten somasi community relevan apabila digunakan sebagai rujukan pembuatan media ajar dalam pembelajaran menulis teks anekdot di SMA.
PEMBENTUKAN PEMERINTAHAN ISLAM ANTARA WASAIL DAN MAQOSID Ahmad Muzakki
Aqwal: Journal of Qur'an and Hadis Studies Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/aqwal.v4i2.1379

Abstract

Saat ini masih dijumpai kelompok yang terus berusaha memperjuangkan tegaknya negara islam  di Indonesia. Mereka menyakini bahwa khilâfah adalah satu-satunya solusi seluruh problematika umat. Di lain pihak ada kelompok yang berpendapat bahwa saat ini khilafah sulit untuk diwujudkan karena setiap negara Islam yang ada di dunia ini memiliki sistem dan bentuk pemerintahan yang berbeda-beda. Menurut kelompok kedua ini negara hanyalah wasilah dan kemaslahatan umatlah yang menjadi tujuan utama. Ada tiga persoalan penting yang dibahas dalam artikel ini melalui pendekatan fiqh tata negara, pertama, realisasi pendirian negara Islam pada zaman modern ini. Kedua, prinsip-prinsip pemerintahan Islam perspektif Al-Qur`ân dan Hadith. Ketiga, terkait pendirian negara Islam apakah masuk ranah qat`iyyah atau ijtihâdiyyah. Setelah melalui pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa diantara prinsip-prinsip pemerintahan Islam adalah keadilan, persamaan, mushawarah, kebebasan dan pengawasan rakyat. Adapun pendirian negara Islam di Indonesia bahkan di dunia masih sulit terwujud karena setiap negara memiliki sistem dan bentuk pemerintahan yang berbeda-beda. Pendirian negara Islam masuk dalam ranah ijtihâdiyyah karena tidak ada aturan baku dalam Al-Qur`ân dan Hadith terkait bentuk dan sistem pemerintahan tertentu. Aturan yang ada berupa aturan universal yang muara akhirnya adalah keadilan dan kemaslahatan bagi rakyat. Metode menggunaan kualitatif dengan teknik library research.
Membangun nilai-nilai moderasi beragama sejak dini melalui edukasi keagamaan di Desa Ketompen Kecamatan Pajarakan Ahmad Muzakki; Ahmad Zakaria; Muhammad Zaenal Arifin
KHIDMAH : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNZAHLP3M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/khidmah.v4i1.381

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran edukasi keagamaan dalam membentuk nilai-nilai moderasi beragama sejak dini. Dengan semakin kompleksnya tantangan dan dinamika sosial di era modern, pentingnya pendidikan keagamaan dalam merespons radikalisme dan intoleransi menjadi semakin menonjol. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi dan metode dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum pendidikan keagamaan, khususnya pada tahap dini atau masa perkembangan awal anak. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konten, penelitian ini menyelidiki teori-teori psikologi perkembangan, prinsip-prinsip pendidikan agama, serta praktik terbaik dalam mendidik anak-anak tentang moderasi beragama. Temuan penelitian mengidentifikasi bahwa pendidikan keagamaan yang holistik dan inklusif, yang mencakup pemahaman tentang nilai-nilai universal, dialog antaragama, serta pengembangan keterampilan sosial dan emosional, dapat menjadi landasan efektif dalam membentuk sikap moderat terhadap agama sejak usia dini. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi untuk penyusunan kurikulum pendidikan keagamaan yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kemampuan pemecahan masalah, serta pentingnya peran orang tua dan komunitas dalam mendukung proses pendidikan keagamaan yang holistik. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang upaya pembentukan sikap moderat terhadap agama sejak dini sebagai bagian dari strategi pencegahan radikalisme dan intoleransi di masyarakat.
Asuransi (Al-Ta’min) Dalam Pandangan Hukum Islam Hannan, Abd; Muzakki, Ahmad
At-Turost : Journal of Islamic Studies Vol 8 No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/at.v8i1.59

Abstract

Tulisan ini membahas membahas seputar pengertian,sejarah, prinsip-prinsip, serta pendapat ulama tentang asuransi. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka. Setelah dilakukan pembahasan mendalam, maka diperoleh kesimpulan bahwa Asuransi (al-ta’min) bermakna perlindungan, ketenangan, rasa aman, dan bebas dari rasa takut, dan penanggung disebut mu'ammin, sedangkan yang tertanggung disebut mu’amman lahu atau musta’min. Secara umum asuransi (al-ta’min) terbagi menjadi dua, yaitu asuransi sosial (al-ta’min ta`awuni) dan asuransi komersial (al-ta’min tijari/ al-ta’min bi al-qist sabit). Ulama Fiqih dalam menghadapi masalah kontemporer seperti masalah asuransi (al-ta’min) terbagi menjadi tiga kelompok besar, ada yang mengharamkan secara mutlak, ada yang membolehkan secara mutlaq dan ada ulama yang hanya membolehkan asuransi yang bersifat sosial.
IMPLIKASI KHATM KHWAJIGAN PADA KESALEHAN SOSIAL BAGI PENGIKUT TAREKAT QADIRIYYAH WA NAQSYABANDIYYAH DUSUN PESALAKAN BANDAR BATANG Nasirin, Muhammad; Muzakki, Ahmad
At-Turost : Journal of Islamic Studies Vol 9 No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52491/at.v9i1.91

Abstract

This research is motivated by the decline in social aspects in the order of social life. In this era of globalization, people are increasingly showing apathy towards the values of social solidarity. This is characterized by an individualistic life style and acting as they please, only using their personal ego without carring about their empathy for other. The tarekat Qodiriyyah wa Naqsabandiyyah through its Khatm Khawajigan provides a formulation for followers to always prioritize character and morality. Tarekat believed to be a Sufi organization capable of growing and reflecting moral and social values in life. By looking at the background of the problem that the author put forward, several formulations of the problem arise. First, what is the practice taught in Khatm Khawajigan?, Second, how does Khatm Khawajigan’s activities affect social piety in society? This study uses a direct field observation methodology (field research). The purpose of this study is to describe the implications of Khatm Kwajigan’s activities on social piety for followers of the Tarekat in Dusun Pesalakan. The method used this cresearch descriptive analytical method, using social approach. The subjects in this study were the congregation who participated in Khatm Khawajigan activities using purposive sampling. Meanwhile, the validity of the data was tasted through triangulation techniques. The results of this study indicate that: (1) In the Khatm Khawajigan’s activity, a lot of dzikir reading are read, besides that there is a lavy for charity jariyah and it is closed with mauidzatul hasanah. (2) In its implication, Khatm Khawajigan’s activities on Social Piety for followers of the Qadriyyah wa Naqsabandiyyah Tarekat in Hamlet Pesalakan can be seen from several Indications, caring for others, creating household hamony, maintaining ukhuwah, and helping each other.
Pemikiran Muhammad Syahrur tentang konsep adil dalam poligami Ainullah, Nuhud; Muzakki, Ahmad
AL-MUQARANAH Vol 1 No 1 (2023): Vol 1 No 1 Februari 2023
Publisher : Prodi Perbandingan Madzab Fakultas Syari'ah Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/jpmh.v1i1.288

Abstract

Perbedaan pendapat tentang konsep adil dalam poligami menarik untuk dikaji, terutama jika dilihat dari perspektif seorang ahli tafsir al-Qur’an. Hal tersebut dikarenakan semua pendapat yang telah dikemukakan dan akhirnya menjadi hukum diantaranya berasal dari dalil-dalil al-Qur’an yang diterjemahkan dengan metodenya masing-masing. Syahrur menjadi salah satu tokoh yang memberikan perhatian terhadap persoalan ini. Tulisan ini adalah penelitian pustaka yang data-datanya bersumber dari buku-buku pustaka, makalah, artikel, jurnal dan bahan-bahan pustaka lainnya yang masih relevan.yang bersifat deskriptif yaitu memaparkan, menggambarkan tema kajian secara proposional kemudian menginterpretasikan kondisi yang ada dan akhirnya dianalisis. Setelah data-data tersebut diperoleh, penulis menganalisis data dengan menggunakan instrument analisis metode deduktif, interpretatif, induktif, dan metode komparatif. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan prosedur yang telah dijelaskan pada bab-bab terdahulu dapatlah ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) Metodologi pemikiran M. Syahrur dalam merumuskan konsep adil berpoligami menggunakan metode linguistik yaitu dengan memperhatikan adanya keterkaitan antara ucapan, pemikiran dan fungsi bahasa sebagai alat untuk menyampaikan gagasan dan mengingkari adanya taraduf (sinonim) serta memaknai surat An-Nisa’ ayat 3 dengan melihat keterkaitan dan hubungannya dengan kata atau ayat lain. (2) M. Syahrur konsep adil berpoligami adalah berbuat adil kepada anaknya ( anak dari istri pertama dan anak-anak yatim dari istri janda) hal ini sesuai dengan pengertian adil yang harus terdiri dari dua sisi, yaitu adil kepada anak-anaknya dari istri pertama dengan anak-anak yatim dari istri-istri janda berikutnya.
Pendampingan Masyarakat Lansia Desa Tanjung Melalui Edukasi Kegamaan Pada Kegiatan Sarwah Muzakki, Ahmad; wahyudi, Fahris; Hidayatullah, Moh.; Ilman, Robith; Wahyudi , Wahyudi; Nujum, Mohammad; Faisal, Ahmad; kamarang, Apliandi; Bahri, , Moh Syaiful; Maulana Zidane, Yusuf; Shafi, Muhammad; Iskandar, Nur Moh; imron, Muhammad; Irsyam, Muhammad Haikal; Aliffullah, Muhammad; karim, M. Abdul; M. Arman, M. Arman; Rizal, Moh Nur; Yaqin, Ainul
Najah: Journal of Research and Community Service Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Kalam Nusantara Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“Assisting the Elderly Community in Tanjung Village through Religious Education with the ABCD Method aims to improve the participation and spiritual quality of life of the elderly. The first stage, Discovery, identifies community potential through interviews and mapping. The Dream stage involves the community in envisioning the expected future, including increased religious activities at the Baitur Rohim Mosque. The Design stage involves designing strategies, processes and systems to activate spiritual and cultural assets, especially through religious activities. The Destiny stage evaluates and implements changes, ensuring sustainability through collaboration with students and lecturers. UNZAH students are important supporters with their religious understanding and religious experience. Challenges included limited access to information and social engagement of older adults. Reflection and continuous learning highlighted the importance of capacity building, resource optimization, external cooperation, technology integration and cultural approaches. Despite these obstacles, the mentoring has had a positive impact on the religious participation, spiritual quality of life, and social dynamics of the elderly community. Holistic and sustainable assistance is expected to be a positive legacy in the form of sarwah for future generations”.
Explication of Mosque Construction Funds from Roadside Charity Donations in the Perspective of Islamic Law Sociology Fajrul Falah, Moh.; Adnan Quthny, Abu Yazid; Muzakki , Ahmad
Hayula: Jurnal Indonesia Studi Islam Multi-disiplin Vol 7 No 2 (2023): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/hayula.007.02.05

Abstract

This study aimed to determine the characteristics of religiosity, sociology, psychology in the controversy over mosque construction funds from roadside donations made by the people of Pakuniran District. Madura Indonesia The research method uses qualitative and ethnographic approaches, structural-functional theory, and Islamic law (IL). Ethnography is a concept of actualizing cultural aspects. Meanwhile, Talcott Parson's structural-functional theory from a socio-anthropological perspective aims to interpret society, religion and government in a linked structure. The perspective of Islamic law (IL) is a series of shari'ah of Allah Subhanahu Wa-ta'ala which is the fundamental reference for Muslims and mujtahidin in giving fatwas. So that ethnography, structural-functional, and Islamic law (IL) form a triangular methodology, which becomes a data collection and analysis technique. Results The researcher describes the perspective of roadside donation activities by formulating three fundamental data: (a) Ethnographic perspective related to roadside donation activities. (b) Structural-functional community according to the context of Talcott Parson. (c) The conformity of Islamic law (IL) to roadside charities. This study identifies the phenomenon of the Pakuniran community according to context, thereby triangulating the contradictory results between community activities and the perspective of Islamic Law (IL).