Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kemanjuran Teknik Permainan Simulasi untuk Meningkatkan Self -Esteem Siswa SMK Nandya Fahmi Anggraeni; Ma'rifatin Indah Kholili; Ulya Makhmudah
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpk.v3i2.34369

Abstract

Abstract: This study aimed to test the effectiveness of group guidance on simulation game techniques to improve the self-esteem of vocational high school students. This research used Nonequivalent Control Group Design. Twenty students with low self-esteem were divided into two groups. Data collection technique used a psychological self-esteem scale. This psychological scale is used to obtain pretest and posttest data for students. The analysis of the Mann-Whitney test with the results of the posttest self-esteem obtained by p-value 0,002 (0,002 < 0,05). Thus, group guidance on simulation game techniques effectively increased students self-esteem.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bimbingan kelompok teknik permainan simulasi dalam meningkatkan harga diri siswa SMK. Penelitian ini menggunakan  Nonequivalent Control Group Design. Dua puluh siswa dengan harga diri rendah dibagi menjadi dua kelompok. Teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologis self esteem. Skala psikologis ini digunakan untuk memperoleh data pretest dan posttest siswa. Analisis uji Mann-Whitney dengan pada skor posttest self esteem menunjukkan p-value 0,002 (0,002 < 0,05). Dengan demikian, bimbingan kelompok pada teknik permainan simulasi efektif meningkatkan harga diri siswa.
Hambatan Keterbukaan Diri dengan Teman Sebaya: Studi Kasus Dua Siswa SMK Rakhmawati Oktaviani; Ma&#039;rifatin Indah Kholili; Agus Tri Susilo
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpk.v4i2.46748

Abstract

Abstract: This study aims to reveal and describe the factors that influence self-disclosure, the way students express themselves, and the impact of self-disclosure on students who have communication difficulties in peer groups. This research is a case study with snowball sampling participants. The research subjects were DS and R. The data collection techniques were interviews, observation, and documentation. Validation of research data using triangulation of sources and techniques. The results showed that the factors that influence students' self-disclosure are the character of friends, the desire to give reciprocity, fear of not being accepted in expressing opinions to friends, difficulty socializing with friends in class, and understanding the topic. Students also open themselves up by paying attention to situations and conditions, are willing to pay attention to friends when expressed by listening and giving feedback, and are aware of the risks obtained before conveying something to friends. The impact of self-disclosure for DS is being ignored by his classmates, and R is embarrassed to open up with his female friends.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan diri, cara siswa mengungkapkan diri dan dampak pengungkapan diri siswa yang mengalami kesulitan komunikasi dalam kelompok sebaya. Penelitian ini merupakan studi kasus  dengan partisipan snowball snowball sampling. Subjek penelitian adalah DS dan R. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Validasi data penelitian menggunakan  triangulasi sumber dan Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keterbukaan diri siswa adalah karakter teman, keinginan untuk memberi timbal balik, takut tidak diterima dalam mengungkapkan pendapat kepada teman, sulit bersosialisasi dengan teman di kelas, dan memahami topik. Siswa juga membuka diri dengan memperhatikan situasi dan kondisi, mau memperhatikan teman ketika diungkapkan dengan mendengarkan dan memberi umpan balik, sadar akan resiko yang akan didapat sebelum menyampaikan sesuatu kepada teman. Dampak keterbukaan diri bagi DS adalah diabaikan oleh teman-teman sekelasnya dan R malu untuk terbuka dengan teman-teman wanitanya.
Peningkatan Tanggung Jawab Belajar sebagai Fungsi dari Konseling Kelompok Realita Dwi Purwanti; Siti Sutarmi Fadhilah; Ma&#039;rifatin Indah Kholili
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpk.v4i1.39492

Abstract

Abstract: This study aims to increase students' learning responsibility by testing the effectiveness of reality group counseling. This experimental study used a nonequivalent control group design. Data collection uses a learning responsibility scale. The research subject selection technique used purposive sampling: students with low learning responsibilities—data analysis using Mann Whitney. The results showed a significant difference in gain score between the experimental group and the control group with a p-value of 0.004 (0.004 <0.05). It can be concluded that students' learning responsibilities have increased after being given the reality group counseling treatment.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab belajar siswa dengan menguji keefektifan konseling kelompok realita.  Penelitian eksperimental ini menggunakan desain nonequivalent control group design. Pengumpulan data menggunakan skala tanggung jawab belajar. Teknik pemilihan subjek penelitian menggunakan purposive sampling, yaitu siswa yang memiliki tanggung jawab belajar rendah. Analisis data menggunakan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan gain score yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan p-value 0,004 (0,004 < 0,05). Dapat disimpulkan tanggung jawab belajar siswa mengalami peningkatan pasca diberikan treatment konseling kelompok realita.
Problematika bimbingan dan konseling bidang karier peserta didik SMA: A systematic literature review (SLR) Astriandani Meitasari; Emanuela Chyara Araceli Mulia; Laila Ifrochatu Chasanah; Ma&#039;rifatin Indah Kholili
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2021): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.51648

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengumpulkan dan menganalisa artikel-artikel terkait berbagai macam problematika BK yang dialami peserta didik SMA pada bidang karier.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Systematical Literatur Review (SLR). Hasil dari penelitian ini terdapat berbagai macam problematika BK peserta didik SMA bidang karier yaitu rendahnya pengetahuan mengenai kurangnya perencanaan karier, tingginya kecemasan karier, kurang matangnya pemilihan karier, dan kurangnya pengetahuan mengenai pengambilan keputusan karier. Penyelesaian problematika karier ini yaitu layanan informasi karier berbasis life skills, bimbingan kelompok teknik modelling, terapi rasional emotif, peningkatan efikasi diri, peningkatan pemahaman self concept¸ konseling kelompok ekstensial humanistik, CDDQ (Career Decision-Making Difficulties Questionnaire), bimbingan klasikal karier dengan media PPT, konseling realitas, dan konseling teman sebaya. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah upaya yang dilakukan untuk mengembangkan strategi yang efektif dan inovatif agar dapat digunakan sebagai alternatif penyelesaian problematika karier yang dialami peserta didik SMA.
Peningkatan Kompetensi Guru BK Melalui Pengintegrasian STEAM Berbasis Neurosains Agus Tri Susilo; Ribut Purwaningrum; Naharus Surur; Asrowi Asrowi; Ma&#039;rifatin Indah Kholili; Citra Tectona Suryawati; Adi Dewantoro
DEDIKASI: Community Service Reports Vol 5, No 2 (2023): DEDIKASI: Community Service Report - July
Publisher : FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/dedikasi.v5i2.66788

Abstract

The purpose of community service activities is to train guidance and counseling Teachers to integrateScience, Technology, Engineering, Art and Mathematics (STEAM) based on neuroscience in the implementation of guidance and counseling services in schools. The implementation of community service involves partners, namely counseling teachers in Boyolali Regency, a total of 50 people. The training activity was carried out 4 times the concept of the activity namely On Job Training 1, In Service Training 1, On Job Training 2 andIn Service Training 2 and equivalent to 40 Hours of Training. The data collection technique uses the Brammer & Shostrom evaluation instrument. Data analysis techniques using. Datapretest and posttest statistically analyzed using different tests (paired sample t-test). The result is the initial measurement (pretest) mastery of teacher competencies related to neuroscience-based STEAM by 48% while the final measurement (posttest) at 73%, so there is an increase in teacher competence due to training by 25%. These results show the commitment, hard work and desire to learn of the guidance and counseling teachers who are outstanding. Hope they can do it experiential learning in their respective schools so as to create many best practice which other guidance and counseling teachers can refer to.