Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Operasi Sectio Caesarea Dalam Pemenuhan Kebutuhan Aktivitas Dan Istirahat Vinny Octaviani Pakamundi; Zulfia Samiun; St. Suarniati; Nasriani
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.303

Abstract

Latar Belakang : Sectio Caesarea adalah persalinan yang dilakukan dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. Persalinan melalui Sectio Caesarea menyebabkan adanya luka bekas operasi yang cukup besar, luka operasi ini menimbulkan nyeri dan membuat ibu khawatir untuk bergerak, sehingga ibu lebih memilih berbaring dan tidak mau melakukan mobilisasi setelah operasi. Mobilisasi sangat penting untuk ibu post SC yaitu untuk membantu proses penyembuhan luka, pengeluaran lochea juga pemulihan kekuatan ibu akan terpengaruh. Tujuan Penelitian : Memperoleh gambaran asuhan keperawatan pada ibu post operasi section caesarea dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas dan istirahat. Metode Penelitian : Teknik pengumpulan data menggunakan instrument format pengkajian kebutuhan aktivitas dengan pemenuhan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil : Setelah implementasi selama 3 hari penulis mendapatkan data subjektif yaitu klien mengatakan mampu beraktivitas secara mandiri dan nyeri pada perut dapat dikontrol. Data Objektif : klien nampak lebih rileks dan mampu melakukan aktivitas sendiri, pada mobilisasi tahap 6-10 jam pertama klien mampu menggerakan ekstremitas, dan miring kiri miring kanan hari kedua klien sudah mampu duduk, dan hari ketiga klien mampu berjalan. Kesimpulan : Setelah dilakukan tindakan pada klien selama 3 hari dengan masalah gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri didapatkan klien mampu beraktivitas sendiri secara perlahan lahan dan defisit perawatan diri berhubungan dengan penurunan motivasi didapatkan klien mampu merawat dirinya secara mandiri. Saran : pada penerapan asuhan keperawatan ini diharapkan keluarga dapat terlibat dan membantu klien dapat beraktiviats dan merawat diri, dan pentingnya untuk mengetahui perawatan yang tepat untuk klien
EDUKASI SADARI SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA GURU DAN SISWI Zulfia Samiun; Aslinda Aslinda; Fitria Hasanuddin; Sitti Maryam Bachtiar; Ratna Wulandari; Sitti Zakiyyah Putri; Musliha Mustary
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23415

Abstract

Abstrak: Kanker payudara menjadi perhatian global karena tingginya insiden di seluruh dunia. Peningkatan kesadaran akan kanker payudara sangat penting untuk membantu perempuan berisiko mencari perawatan medis untuk penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan terutama guru dan siswi mengenai cara deteksi dini kanker payudara. Sebelum kegiatan dilakukan, sosialisasi dilakukan di sekolah untuk mengetahui gambaran pengetahuan guru dan siswi di lokasi kegiatan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 2 hari, pada hari pertama dilakukan silaturrahmi antara tim pengabdian dengan mitra serta sosialisasi kegiatan, sedangkan hari kedua dilakukan edukasi bahaya kanker payudara dan simulasi/praktik SADARI pada guru dan siswi di MAS Muallimin Muhammadiyah Makassar sebanyak 25 orang yang terdiri dari 10 guru dan 15 siswi. Sebelum dan setelah edukasi dilakukan pengisian kuesioner untuk melihat distribusi frekuensi pengetahuan peserta. Hasil akhir kegiatan memperlihatkan adanya perubahan skor pengetahuan peserta dimana sebelum edukasi didapatkan skor pretest pengetahuan dengan nilai rata-rata 55, setelah edukasi didapatkan skor pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata 73. Ini memperlihatkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan mengenai kanker payudara dan pemeriksaan payudara secara mandiri setelah dilakukan edukasi.Abstract: Breast cancer is a global concern due to its high incidence worldwide. Increased awareness of breast cancer is essential to help at-risk women seek medical treatment for the disease. This community service activity was carried out to increase knowledge, especially teachers and female students, about how to detect breast cancer early. Before the activity was carried out, socialization was carried out at the school to find out the description of the knowledge of teachers and students at the location of the activity. This service activity was carried out for 2 days, on the first day a friendship was held between the service team and partners and socialisation of activities, while the second day was carried out education on the dangers of breast cancer and simulation / practice of SADARI for teachers and students at MAS Muallimin Muhammadiyah Makassar as many as 25 people consisting of 10 teachers and 15 students. Before and after education, a questionnaire was filled in to see the frequency distribution of participants' knowledge. The final results of the activity showed a change in the participants' knowledge score where before education the pretest knowledge score was obtained with an average value of 55, after education the participants' knowledge score was obtained with an average value of 73. This shows that there is an increase in knowledge about breast cancer and breast self-examination after education.