Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penurunan Kadar Ion Fe(II) Dalam Air PAMSIMAS Dusun Simbang Kabupaten Kendal Menggunakan Variasi Konsentrasi Serbuk Kulit Kacang Tanah Teraktivasi KOH Dan Lama Waktu Kontak Endang Prihariyanti; Ana Hidayati Mukaromah; Fandhi Adi Wardoyo
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan materi esensial untuk kehidupan. Salah satu polutan yang menyebabkan penurunankualitas air adalah adanya ion Fe(II). Kadar ion Fe(II) dalam air yang tinggi menyebabkan airberwarna kuning-coklat, menimbulkan bau yang kurang enak dan dapat meninggalkan bercakkuning pada pakaian dan dinding bak. Menurut Permenkes 32 Tahun 2017 syarat maksimal standarbaku air bersih kadar Fe(II) adalah 1 mg/L standar baku air bersih. Serbuk kulit kacang tanahdigunakan sebagai adsorben karena kandungan selulosa 63,5%, sehingga dapat menurunkan ionlogam Fe(II) dalam air. Tujuan penelitian adalah untuk menurunkan kadar ion Fe(II) dalam airmenggunakan variasi konsentrasi dan waktu kontak serbuk kulit kacang tanah teraktivasi KOH.Objek penelitian adalah air sumur gali Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal.Sampel direndam menggunakan serbuk kulit kacang tanah teraktivasi KOH 2, 4 dan 6 %b/v denganlama waktu kontak 1, 2 dan 3 jam dan diulang 3 (tiga) kali. Kadar ion Fe(II) dianalisismenggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian bahwa kadar sampel ion Fe(II) awal adalah3,313 ppm dan sampel addisi 20,679 ppm. Penurunan kadar ion Fe(II) dengan serbuk kulit kacangtanah teraktivasi KOH 2, 4 dan 6 %b/v selama perendaman 1-3 jam berturut-turut 2,184 menjadi0,085 ppm; 1,665 menjadi 0,065 ppm; 1,457 menjadi 0,002 ppm. Kesimpulan bahwa penurunankadar ion Fe(II) tertinggi 99,99% dengan penambahan serbuk kulit kacang tanah teraktivasi KOH6%b/v dengan waktu kontak 3 jam. Penambahan serbuk kulit kacang tanah teraktivasi KOH dapatmenurunkan kadar ion Fe(II) dalam air sumur PAMSIMAS Dusun Simbang Kabupaten Kendal. Kata Kunci: Ion Fe(II), Serbuk kulit kacang tanah teraktivasi KOH, variasi konsentrasi, lamawaktu kontak
Efektifitas Serbuk Cangkang Telur Puyuh Dalam Menurunkan Kadar Ion Mangan (II) Dalam Air Sumur Gali Di Desa Gempolsewu Rowosari Kendal Theresia Liyana Sejati; Fandhi Adi Wardoyo; Stalis Norma Ethica; Ana Hidayati Mukaromah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ion Mangan merupakan ion logam yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia dalam  jumlah yangsedikit, namun apabila masuk ke dalam tubuh dengan jumlah berlebih dapat menimbulkan efek-efekyang berbahaya bagi tubuh seperti neorotoksik, serangan jantung, gangguan pembuluh darah dankanker hati. Menurut PERMENKES RI  No. 32 Tahun 2017, kadar maksimum ion mangan yangdiperbolehkan yaitu 0,5 mg/L. Cangkang telur tersusun atas kristal CaCO3 98,41%; MgCO3 0,84%;Ca3(PO4)2 0,75% dan memiliki 10.000-20.000 pori-pori yang dapat dapat digunakan sebagai adsorbenion Mn(II). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi serbukcangkang telur puyuh dan variasi lama perendaman. Objek penelitian adalah air sumur gali DesaGempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal dengan sampel adisi. Sampel dilakukanperendaman menggunakan serbuk cangkang telur puyuh konsentrasi 6, 7 dan 8 %b/v dengan lamaperendaman 30, 60 dan 90 menit dan diulang 3 (tiga) kali. Hasil penelitian diperoleh bahwa kadarsampel ion Mn(II) awal adalah 2,04 ppm dan sampel addisi 24,13 ppm. Penurunan kadar ion Mn(II)paling tinggi 93,30% dengan penambahan serbuk cangkang telur puyuh 8%b/v dan lamaperendaman selama 90 menit. Serbuk cangkang telur puyuh sangat efektif dalam penurunan ionkadar Mn(II) pada air sumur gali di Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Kata kunci : Ion Mangan(II), serbuk cangkang telur puyuh, konsentrasi, lama perendaman.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SERBUK BIJI KELOR/TiO₂ DAN ARANG AKTIF BIJI KELOR/TiO₂ TERHADAP PENURUNAN KADAR Mn (II) DALAM AIR Yayan Atikasari; Debby Permata Sari; Ana Hidayati Mukaromah; Fandhi Adi Wardoyo
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mn (II) merupakan ion dari logam yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia tetapi dalam jumlah yang sedikit. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010 menetapkan kadar logam mangan dalam air minum maksimum 0,4 mg/L. Air yang mengandungkadar ion Mn(II) yang melebihi ambang batas akan berwarna kuningan kecoklatan dan air yang mengadung Mn(II) lebihi ambang batas dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci baju akan mengakibatkan baju yang berwarna putih akan meninggalkan noda berwarna kuning dan jika dikonsumsi akan berhaya bagi tubuh. Mn(II) yang melebihi ambang batas dalam tubuh akan mengakibatkan efek-efek yang berbahaya bagi tubuh, misalnya neorotoksik, serangan jantung, gangguan pembuluh darah bahkan kanker hati dalam jangka waktu yang lama berpotensi menjadi impoten. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan efektivitas penggunaan serbuk biji kelor/TiO₂ dan arang aktif biji kelor/TiO₂ terhadap penurunan kadar Mn(II) dalam air. Objekpenelitian menggunakan sampel Mn(II) artifisial yang direndam menggunakan sampel serbuk biji kelor/TiO₂ dan arang aktif biji kelor/TiO₂ dengan perbandingan massa TiO₂ 1; 3; 5; 7; 9gram dan dilakukan penyinaran UV selama 30 menit. Penelitian ini diperoleh Mn(II) awal yaitu 49,71 ppm dan penurunan kadar Mn(II) tersebar dengan perbandingan 1 dengan sampel serbuk biji kelor/TiO₂ sebesar 34,51ppm dengan persentase sebesar 30,59%, sedangkan hasil penelitian penurunan kadar Mn(II) yang menggunakan arang aktif biji kelor/TiO₂ terkecil pada perbandingan 1 gram sebesar 21,37ppm dengan persentase penurunan 57,02%. Dalam hal ini adanya pengaruh variasi perbandingan massa serbuk biji kelor/TiO₂ dan arang aktif biji kelor/TiO₂ terhadap penurunan Mn(II) dalam air.Kata Kunci: Mn(II), Serbuk Biji Kelor, Arang Aktif Biji Kelor, TiO₂
Antibacteria Activity Peel and Seed Extracts of Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Against MDR Bacteria Causing Urinary Tract Infections Mukaromah, Ana Hidayati; Cahyaningrum, Dea Galuh; Putri, Desty Ratna; Jannah, Erni M; Rinaldi, Muhamad Rizqi; Wardoyo, Fandhi Adi; Ariyadi, Tulus; Hikmah, Annisa Nurul; Darmawati, Sri
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 15, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v15i3.39568

Abstract

Multidrug-resistant (MDR) - Escherichia coli (E. coli) and Klebsiella pneumoniae (K. pneumoniae) are the main causes and have become serious problems in urinary tract infections, so antibacterial agents derived from biological materials are needed. ESBL-E. coli and ESBL-K. pneumoniae bacteria are resistant to extracts from rambutan peels and seeds, but there is no knowledge of the use of different solvents, such as n-hexane, chloroform, or ethanol. The objective of this research was to assess the antibacterial activity of rambutan peels and seed extracts (n-hexane, chloroform, and ethanol) against MDR bacteria that cause urinary tract infections (UTI). The Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) values for antibacterial activity were calculated using agar well diffusion and dilution procedures. The results demonstrated that the ethanol extract of rambutan peels had inhibitory zones against MDR K. pneumoniae and E. coli that varied from 9.00 to 14.13 mm. 15.625 mg/mL For MDR E. coli and 3.90 mg/mL for MDR K. pneumoniae, respectively, the MIC value was determined. The MBC value was 62.50 mg/mL for MDR K. pneumoniae and 31.25 mg/mL for MDR E. coli. Conclusion: Of the six rambutan peel and seed extracts, the ethanol extract has greater potential as an antibacterial agent. It is advised that more in-vivo studies be done to understand how the antibacterial activity operates.The benefits of research for the science are providing alternative solutions to antibiotic resistance, to further advancing the field of antimicrobial research, and reducing the risk of bacterial infections.
PEMBINAAN KANTIN SEKOLAH UNTUK PANGAN SEHAT DAN HALAL Suyanto, Agus; Nurrahman, Nurrahman; Hersoelistyorini, Wikanastri; Sya’di, Yunan Kholifatuddin; Dewi, Tiara Arista; Sabriana, Dona; Haripin, Muhamad; Klarisa, Ica; Wardoyo, Fandhi Adi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantin sekolah memiliki peran dalam menyediakan makanan yang aman dan sehat bagi siswa. Namun, rendahnya pemahaman pedagang terhadap prinsip higiene dan sanitasi dapat meningkatkan risiko kontaminasi mikroba pada makanan dan udara. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembinaan pada siswa dan pedagang kantin terhadap pengetahuan dan sikap pada pangan sehat dan halal. PKM dirancang menggunaka pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah siswa dan enam kantin sekolah. Data berupa nilai pre-post terst dan data praktik olahan pangan yang baik menggunakan kuesener Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dari BPOM. Pelatihan dan pembinaan dapat meningkatkan pengetahuan siswa dan sikap praktik pengolahan pangan sehat dan halal pedagang kantin sekolah.
Pemanfaatan Daun Sereh dan Kulit Jeruk untuk Pencegahan Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti Mukaromah, Ana Hidayati; Saptaningtyas, Ragil; Wardoyo, Fandhi Adi; Maharani, Alifia Inggit; Nova, Dini Adelia; Shofwana, Fatya; Fitriana, Laily; Hikmah, Murti Amalia Nur; Wulandari, Nungky; Setianingsih, Sri; Prititasari, Rahma; Kurniawan, Sodikin
Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51651/pjpm.v4i1.431

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever is Dengue is a disease caused by mosquito vectors. Breaking the chain of transmission in larval vases can be prevented by spraying using natural ingredients as safe and environmentally friendly larvicides, including lemongrass leaves and orange peel. The aim of this activity is to use waste lemongrass leaves and orange peels to prevent Aedes aegypti mosquitoes, as well as being able to make mosquito coils. The community service program partner is the principal of SDN Dombo 1 Sayung Demak. This service method begins with a location survey of SDN Dombo 1 Sayung, making poster media, a lecture on Clean and Healthy Lifestyle, the benefits of lemongrass leaves and lemon peel, as well as presenting a practical video on making lemongrass leaf and lemon peel solution, packaging and labeling. Before implementation, a pre-test was carried out and after implementation, a post-test was carried out. Results: The average pre-test score was 75.36 and the students' post-test was 97.39 (an increase in knowledge of 29.23%). In conclusion, this community service activity increased students' knowledge. Lemongrass Leaf and Orange Peel Spray can be used to prevent Aedes aegypti mosquito bites.