Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : e-CliniC

Profil kadar hemoglobin pada anak yang tinggal di sekitar tambang emas Kecamatan Talawaan Kapal, Thirza R.; Warouw, Sarah M.; Masloman, Hj. Nurhayati
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.13332

Abstract

Abstract: Human interaction with the environment is a natural process since human birth until death. However, there are some disadvantages during the interaction process, inter alia exposure to inorganic metals, such as mercury, lead, cadmium, and arsenic. Even in a relatively very low concentration, they are still harmful to our helath. This study aimed to determine the level of hemoglobin in children living near a gold mine in Talawaan District. This was a descriptive observational study with a cross-sectional design. Of the total sample of 72 respondents, there were 31 males (43%) and 41 females (57%). There were 4 females (5.5%) who suffered from anemia. There were 3 respondents of 13 years old that suffered from anemia, but there was only 1 respondent of 14 years old that had anemic. Conclusion: In this study, hemoglobin level of most children was relatively normal. Anemia was found only in a small percentage of female respondents.Keywords: hemoglobin, heavy metal, childrenAbstrak: Interaksi manusia dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu proses yang wajar dan telah terlaksana sejak manusia itu dilahirkan sampai ia meninggal dunia. Dalam proses interaksi manusia dengan lingkungannya ini tidak selalu mendapatkan keuntungan. Terdapat faktor-faktor tertentu yang dapat merugikan manusia. Pencemaran lingkungan bersumber dari kegiatan manusia salah satunya akibat penambangan emas. Bahan an-organik seperti beberapa jenis logam yaitu merkuri, timbal, kadmium, dan arsen, dengan konsentrasi yang relatif kecil sudah dapat membahayakan makhluk hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin pada anak yang tinggal di sekitar tambang emas Kecamatan Talawaan. Jenis penelitian ini ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Dari jumlah sampel sebanyak 72 responden, didapatkan 31 responden (43%) berjenis kelamin laki-laki dan 41 responden (57%) berjenis kelamin perempuan. Terdapat 4 responden (5,5%) mengalami anemia yang berjenis kelamin perempuan. Pada usia 13 tahun didapatkan 3 responden mengalami anemia dan pada usia 14 tahun 1 responden mengalami anemia. Simpulan: Kadar hemoglobin pada anak yang tinggal di sekitar tambang emas Kecamatan Talawaan relatif normal; hanya sebagian kecil yang berjenis kelamin perempuan mengalami anemia.Kata kunci: hemoglobin, logam berat, anak
Hubungan kadar hemoglobin dengan peluang remisi pada anak penderita leukemia limfoblastik akut periode 2010-2014 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tewuh, Sharon; Mantik, Max F.J.; Warouw, Sarah M.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.12728

Abstract

Abstract: Acute lymphocytic leukemia (ALL), also called acute lymphoblastic leukemia, is a cancer that starts from the initial stem cells of the lymphocytes in the bone marrow. This study aimed to determine the relationship of hemoglobin level with the chance of remission in children with ALL. This was an analytical retrospective study. Data were obtained from the medical records of Estella at Prof. Dr. R. D. Hospital period 2010-2014 with a total samples of 30 patients. The Fisher exact test showed a significant p value of 0.019 (p <0.05). Conclusion: There was a significant relationship between hemoglobin level and the chance of remission in patients with ALL. Keywords: hemoglobin level, remission, acute lymphoblastic leukemia Abstrak: Leukemia limfositik akut (LLA), juga disebut leukemia limfoblastik akut, adalah kanker yang dimulai dari sel stem awal dari limfosit dalam sumsum tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar Hb dengan peluang remisi pada anak penderita LLA. Jenis penelitian ini ialah analitik retrospektif dengan menggunakan data rekam medik di ruang Estella RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou periode 2010-2014 dengan sampel sebanyak 30 pasien. Hasil uji Fisher exact test menunjukkan nilai signifikasi p=0,019 (p<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara kadar Hb dengan peluang remisi pada pasien LLA.Kata kunci: kadar Hb, remisi, LLA
Hubungan jumlah monosit dengan lama hari rawat pada anak penderita diare akut di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tahun 2014 Rumokoy, Riandy P.; Warouw, Sarah M.; Mantik, Max F. J.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.10826

Abstract

Abstract: Diarrhea due to infection is a major factor in the morbidity and mortality worldwide. During the inflammation process, there are agents that act as the body’s defense against infection, inter alia leukocytes which monocytes are in. The higher the number of leukocytes, the more severe the infection and it can also affect the length of stay (LOS) of patients. This study aimed to obtain the relationship between the number of monocytes with LOS of children with acute diarrhea. This was a historical cohort study. Subjects were all children with acute diarrhea hospitalized in the Pediatrics Department of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in 2014. Data were analyzed with Spearman rho correlation test. The resluts showed that the number of samples were 52 childrenconsisted of 29 boys and 23 girls. The most frequent found were LOS of 3 days (19.2%) and most patients experienced an increased number of monocytes (59.6%). The Spearman rho correlation analysis obtained a p-value of 0.03. Conclusion: There was a significant relationship between the number of monocytes with length of stay in children with acute diarrhea.Keywords: number of monocytes, length of hospitalization, acute diarrheaAbstrak: Diare karena infeksi merupakan faktor utama pada tingginya angka morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Pada proses peradangan sendiri terdapat agen yang berperan sebagai pertahanan tubuh untuk melawan infeksi, yaitu leukosit yang di dalamnya terdapat monosit. Semakin tinggi jumlah leukosit maka semakin berat juga infeksinya dan dapat berpengaruh pada lama hari rawat penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah monosit dengan lama hari rawat anak dengan diare akut. Penelitian ini menggunakan metode historical cohort. Subjek penelitian ialah semua anak penderita diare akut yang dirawat di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado tahun 2014. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman rho. Hasil penelitian memperlihatkan jumlah sampel sebanyak 52 anak, 29 anak laki-laki dan 23 anak perempuan. Lama hari rawat yang paling sering ialah 3 hari (19,2%), kebanyakan penderita mengalami peningkatan jumlah monosit (59,6%). Hasil analisis korelasi Spearman rho didapatkan p-value = 0.03. Simpulan: Terdapat hubungan antara jumlah monosit dengan lama hari rawat pada anak penderita diare akut.Kata kunci:jumlah monosit, lama hari rawat, diare akut
Hubungan antara kadar asam urat dengan tekanan darah pada anak obes di Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara Sarundaitan, Herlin S.; Warouw, Sarah M.; Runtunuwu, Ari L.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.11692

Abstract

Abstract: Obesity is an increasing global health problem in many countries. The most common causes are genetic factor, lack of physical activity as well as combinations of these factors. Uric acid is an end product of purine metabolism. Elevated uric acid level is influenced by various factors such as alcohol, genetic, hypothyroidism, obesity, and high-purine diet. In children all over the world, the increased prevalence of overweight and obesity influences the prevalence of hypertension, especially primary hypertension. This study aimed to determine the relationship between the level of blood uric acid and blood pressure among obese children. This was an observational analytical study. Samples were obtained by using consecutive sampling method. This study was conducted at Talawaan North Minahasa during October 2015-January 2016. There were 38 obese children aged 13-15 years as samples, consisted of 14 males and 24 females. The results showed that the majority of samples were in the age categories 13 and 14 years; each category consisted of 17 samples (44.7%). The lowest was age category of 15 years, consisted of 4 samples (10.5%). The mean systolic blood pressure was 123.16 mmHg (SD ± 12.967) and the mean diastolic blood pressure was 81.58 mmHg (SD ± 11.514). The mean level of blood uric acid was 4.858 mg/dL (SD ± .9328). The Pearson correlation statistical test for the relationship between uric acid level and systolic blood pressure showed a P value of 0.306 (r<0.02) and for the relationship between uric acid levels and diastolic blood pressure showed a P value of 0.152 (r <0.02). Conclusion: There was a positive relationship between the level of blood uric acid and blood pressure among obese children but not statistically significant. Keywords: uric acid, blood pressure, obesity Abstrak: Obesitas merupakan masalah kesehatan dunia yang semakin meningkat di berbagai negara. Penyebab yang paling sering menyebabkan obesitas ialah faktor genetik, kurangnya aktifitas fisik, serta kombinasi dari kedua faktor ini. Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin. Penyebab meningkatnya kadar asam urat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor antara lain alkohol, genetik, hipotiroid, obesitas, dan diet tinggi purin. Pada populasi anak di seluruh dunia, peningkatan prevalensi kegemukan dan obesitas turut meningkatkan prevalensi hipertensi, terutama hipertensi primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar asam urat dengan tekanan darah pada anak obes. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel diperoleh dengan metode consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara selama bulan Oktober 2015 – Januari 2016. Terdapat 38 anak obes berusia 13-15 tahun sebagai sampel, yang terdiri dari 14 anak laki-laki dan 24 anak perempuan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori umur 13 dan 14 tahun masing-masing berjumlah 17 orang (44,7%), dan terendah umur 15 tahun sebanyak 4 orang (10,5%).Rerata tekanan darah sistol 123,16 mmHg (SD ± 12,967) dan rerata tekanan darah diastol 81,58 mmHg (SD ± 11,514). Rerata kadar asam urat responden 4,858 mg/dL (SD ± 0,9328). Uji statistik Pearson Correlation untuk hubungan antara kadar asam urat dengan tekanan darah sistol menunjukkan nilai P = 0,306 (r<0,02) dan untuk hubungan antara kadar asam urat dengan tekanan darah diastol menunjukkan nilai P = 0,152 (r <0,02). Simpulan: Terdapat hubungan positif antara kadar asam urat darah dengan tekanan darah pada anak obes namun secara statistik tidak bermakna.Kata kunci: asam urat, tekanan darah, obesitas
Hubungan berat badan dengan tekanan darah pada siswa SMP di Kecamatan Pineleng Kalangie, Vicky M.; Warouw, Sarah M.; Umboh, Adrian
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.10935

Abstract

Abstract: Obesity is a condition that exceeds the relative weight of a person as a result of the accumulation of nutrients, especially carbohydrates, fats, and proteins. Hypertension is defined as systolic and diastolic blood pressures above than 95th percentile according to sex, age, and height. This study aimed to determine the relationship between body weight and blood pressure among junior high school students in Kecamatan Pineleng. This was an analytical study using a cross sectional approach. Population was junior high school students grades 7 and 8 aged 12-14 years of 3 Junior High Schools located in Kecamatan Pineleng. There were 75 samples obtained by using simple random sampling technique. The Chi-Square test showed a p value of 0.001 (<0.005). Conclusion: There was a significant relationship between weight and blood pressure among junior high school students in Kecamatan Pineleng. Keywords: weight, blood pressure.  Abstrak: Obesitas adalah suatu keadaan yang melebihi dari berat badan relatif seseorang, sebagai akibat penumpukan zat gizi terutama karbohidrat, lemak dan protein. Hipertensi adalah tekanan darah sistolik dan diastolik yang melebihi persentil 95 menurut jenis kelamin, usia, dan tinggi badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan dengan tekanan darah pada siswa SMP di Kecamatan Pineleng. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain potong lintang. Populasi yang diambil ialah siswa SMP kelas 7 dan 8 yang berusia 12 – 14 tahun di 3 SMP yang berada di Kecamatan Pineleng. Jumlah sampel 75 siswa diperoleh dengan teknik simple random sampling. Hasil analisis dengan uji Chi-Square menyatakan nilai signifikansi 0,001 (< 0,005). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara berat badan dengan tekanan darah pada siswa SMP di Kecamatan Pineleng.Kata kunci: berat badan, tekanan darah.
Hubungan kadar asam lemak dengan fungsi hati pada remaja obes Pasaribu, Eca D.Y.; Warouw, Sarah M.; Rampengan, Novie H.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14494

Abstract

Abstract: Obesity has reached epidemic proportion globally. Obesity is the risk factors to various diseases and early death. Being obese in adolescents is highly risky to become obese in adults and potentially have metabolic diseases and degenerative diseases later. Early detection of the changes in liver function is crucial in obese adolescents. The prevelation of non-alcoholic fatty liver disease increase simultaneously as the increase of the number of obesity in children and adolescents. This study was aimed to obtain the correlation of fatty acid level and liver function in obese adolescents. This was an observational study with a cross sectional design. Population was male and female obese students aged 13-15 years in Tomohon. Anthopometry value, trygliceride level, and the serum marker of liver function (AST and ALT) were examined. The respondents fasted for 10 to 12 hours before the blood examination. There were 39 obese adolescents as samples. The result of the Pearson Correlation test showed a positive correlation between trygliceride level and AST level but not statistically significant (r=0.048, p=0.772) and a positive correlation between trygliceride level and ALT level but not statistically significant (r=0.068, p=0.679). Conclusion: There was a a positive correlation between the fatty acid level and the liver function in obese adolescents,however, it was not statistically significant.Keywords: obesity, adolescents, trygliceride, AST, ALT Abstract: Obesitas telah mencapai proporsi epidemik global. Obesitas merupakan predisposisi terhadap penyakit dan kematian dini akibat berbagai penyakit. Obesitas pada masa anak berisiko tinggi menjadi obesitas di masa dewasa dan berpotensi mengalami berbagai penyakit metabolik dan penyakit degeneratif di kemudian hari. Deteksi dini adanya perubahan fungsi hati penting dilakukan pada anak obes. Prevalensi penyakit perlemakan hati non alkoholik meningkat bersamaan dengan meningkatnya obesitas pada anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar asam lemak dan fungsi hati pada remaja obes. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Populasi ialah siswa-siswi remaja obes berusia 13-15 tahun di Kota Tomohon. Dilakukan pengukuran antopometri, pemeriksaan trigliserida, dan serum penanda fungsi hati (AST dan ALT). Sampel penelitian berjumlah 39 remaja obes. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif antara kadar trigliserida dengan kadar AST namun tidak bermakna secara statistik (r=0,048, p=0,772) dan terdapat pula hubungan positif antara kadar trigliserida dengan ALT namun tidak bermakna secara statistik (r=0,068, p=0,679). Simpulan: Terdapat hubungan positif antara kadar asam lemak dengan fungsi hati pada remaja obes namun tidak bermakna secara statistik. Kata kunci: obesitas, remaja, trigliserida, AST, ALT
Perubahan status gizi pada anak dengan leukemia limfoblastik akut selama pengobatan Wolley, Nikmatiah G.A.; Gunawan, Stefanus .; Warouw, Sarah M.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11693

Abstract

Abstract: Acute lymphoblastic leukemia (ALL) is the most common malignancy diagnosed in children. Study of malnutrition prevalence in children with cancer is determined by nutritional status in the early diagnosis. This is important because it can affect patient’s progress before the treatment begins. This study aimed to determine the nutritional status alteration in children with ALL during treatment. This was a descriptive analytical study with a cohort-restrospective design in ALL patients during treatment at Pediatric Department of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado during period January 2006 to August 2013. Data were obtained from medical records of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. There were 31 respondents suffered from ALL at the age of 1 to 11 years old; males were more frquent than females. There were 17 respondents at standard risk while 14 respondents were at high risk. The results result of paired t-test showed that t-value < table value. Conclusion: There was a significant increase of nutritional status in children with acute lymphoblastic leukemia during treatment Keywords: acute lymphoblastic leukemia, standard risk, high risk, nutritional status Abstrak: Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) merupakan keganasan yang paling sering didiagnosis pada anak-anak. Studi prevalensi malnutrisi pada anak-anak dengan kanker ditentukan oleh status gizi pada awal diagnosis. Hal ini penting karena dapat berpengaruh pada perkembangan pasien sebelum pengobatan dimulai. Penelitina ini bertujuan untuk mengetahui perubahan status gizi pada anak dengan LLA selama pengobatan. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan metode studi kohort-retrospektif terhadap pasien LLA selama pengobatan di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado selama periode Januari 2006 – Agustus 2013. Sumber data didapatkan dari rekam medik di RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado. Didapatkan 31 sampel yang menderita LLA pada usia 1-11 tahun, laki-laki lebih banyak menderita LLA. Terdapat 17 sampel dengan risiko standar dan 14 sampel dengan risiko tinggi. Hasil analisis t-berpasangan menunjukan nilai t-hitung<nilai tabel. Simpulan: Terdapat peningkatan status gizi secara bermakna pada anak dengan leukemia limfoblastik akut selama pengobatan.Kata kunci: leukemia limfoblastik akut, risiko standar, risiko tinggi, status gizi
Gambaran prevalensi malaria pada anak SD YAPIS 2 di Desa Maro Kecamatan Merauke Kabupaten Merauke Papua Daysema, Sharky D.; Warouw, Sarah M.; Rompis, Johnny
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.10830

Abstract

Abstract: Malaria is an infectious disease caused by Plasmodia which invade erythrocytes and is diagnosed by the asexual forms in blood. WHO estimated 3,4 billion people were at risk of malaria and 207 million cases of malaria occurred globally in 2012 and 627.000 deaths. Papua Province is one of the provinces in Indonesia that has high malaria rate. This study aimed to determine the prevalence of malaria parasites in students of SD Yapis 2, Merauke, Papua. This was a descriptive observational study with a cross-sectional approach. Samples were obtained by using simple random sampling associated with active detection by using microscopic examination and the Rapid Diagnostic test. There were 100 children aged between 6-13 years old. The results showed that SD Yapis 2 was categorized as a prevalent medium area with a PR 15%. There were 15% children infected by P. falciparum species. Conclusion: SD Yapis 2 was categorized as a medium prevalent area with Plasmodium falciparum species.Keywords: malaria, plasmodium falciparum, microscopic examination, rapid diagnostic testsAbstrak: Malaria adalah penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh Plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual dalam darah. WHO memperkirakan 3,4 milliar orang beresiko terkena malaria dan 207 juta kasus terjadi pada tahun 2012 dan 627.000 kematian. Provinsi Papua merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki angka kasus malaria cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi parasit malaria pada anak SD Yapis 2, Merauke, Papua. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Sampel diperoleh dengan metode simple random sampling serta dilakukan secara active detection dengan pemeriksaan mikroskopik dan penggunaan Rapid Diagnostic Tests. Sampel diperoleh sebanyak 100 anak usia 6-13 tahun. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa SD Yapis 2 termasuk medium prevalent area dengan PR 15%. Jenis Plasmodium yang ditemukan yaitu P. falciparum menginfeksi anak-anak sebesar 15%. Simpulan: SD Yapis 2 dapat di kategorikan daerah prevalensi sedang (medium prevalent area) dengan spesies malaria P. falciparum.Kata kunci: malaria, plasmodium falciparum, pemeriksaan mikroskopis, tes diagnosis cepat
Hubungan antara kadar kolesterol total dengan tekanan darah pada remaja obes Rupang, Jason G.; Warouw, Sarah M.; Masloman, Nurhayati
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14727

Abstract

Abstract: Obesity is a disorder or disease that characterized by excessive accumulation of adipose tissue. Obesity is a world health problem and increasingly common in various countries. The most common causes of obesity are genetic factors, physical inactivity, and unhealthy diet. Obesity and high total cholesterol level in adolescent cause various chronic diseases, such as diabetes mellitus, coronary heart disease, and cerebrovascular disease. The aim of this study is to investigate the correlation between total cholesterol level and blood pressure in obese adolescents. This is an analytical observational study, using cross sectional design. Samples were chose using consecutive sampling technique in two junior high schools and senior high schools in Tomohon Tengah district, Tomohon City. Samples are adolescent age 13-15 years old, which was selected through anthropometric examination, blood pressure measurement, and blood sample collection. The result from 38 samples showed that there is no correlation between total cholesterol level with blood pressure, both systolic blood pressure (p=0.867) and diastolic blood pressure (p=0.627). Conclusion: There is no correlation between total blood cholesterol and blood pressure (both systolic and diastolic). Parents should pay more attention to the children’s health and diet to prevent a prolonged obesity.Keywords: obesity, total cholesterol, blood pressure, adolescent Abstrak: Obesitas atau kegemukan adalah suatu kelaianan atau penyakit yang di tandai oleh penimbunan jaringan lemak dalam tubuh secara berlebihan. Obesitas merupakan masalah kesehatan dunia yang semakin sering ditemukan di berbagai Negara. Penyebab paling sering menyebabkan obesitas adalah faktor genetik, kurangnya aktifitas fisik dan pola makan yang tidak sehat. Obesitas dan kolesterol total yang berlebih pada remaja merupakan penyebab terjadinya berbagai penyakit kronik termasuk hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung koroner, dan penyakit serebrovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar kolesterol total dengan tekanan darah pada remaja obes. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan rancangan potong lintang dengan teknik consecutive sampling pada dua SMP dan dua SMA di Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon pada bulan September hingga November 2016. Sampel pada penelitian adalah remaja yang berusia 13-15 tahun. Data yang diambil melalui pemeriksaan antropometri, pemeriksaan tekanan darah, dan pengambilan sampel darah. Hasil penelitian dari masing - masing 38 sampel menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kadar kolesterol total dengan tekanan darah sistolik (p=0.867) dan tekanan darah diastolik (p=0.627).Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara kadar kolesterol total dengan tekanan darah (TDS&TDD). Orang tua diharapkan lebih memperhatikan kesehatan dan pola makan untuk mencegah terjadinya obesitas yang berkepanjangan. Kata kunci: obesitas, kolesterol total, tds, tdd, remaja
PENGARUH PEMBERIAN SAGU DIBANDING NASI TERHADAP BERAT BADAN TIKUS WISTAR Watumlawar, Eny A.; Warouw, Sarah M.; Gunawan, Stefanus
e-CliniC Vol 3, No 2 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i2.8545

Abstract

Abstract: Weight is one measure that gives description of the tissue mass including body fluids. Weight change is nfluenced by nutriment consumption. Sago contains high carbohydrates that can increase body weight. This study aimed to obtain the effect of sago compared to rice to body weight of wistar rats. This was a random laboratory experimental pre-post test with control group design. Subjects were male wistar rats, aged 5-6 months. The rats were divided in two groups: rice group as control and sago group. Sago was cooked in papeda form as much as 75 g of dried sago and 300 mL water. The rats were fed for 2 weeks. Data were analyzed by using the Wilcoxon test. The results showed that the sago group showed an increase of body weight significantly (p=0,001) meanwhile the rice group lose body weight significantly (p=0,001). Conclusion: Sago can increase body weight of wistar rats significantly.Keywords: body weight, sago, riceAbstrak: Berat badan merupakan salah satu ukuran yang memberikan gambaran massa jaringan termasuk cairan tubuh. Salah satu yang memengaruhi berat badan yaitu dengan mengonsumsi makanan bergizi. Sagu memiliki kandungan karbohidrat (pati) yang besar dan dapat meningkatkan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sagu terhadap berat badan dibanding nasi pada tikus wistar. Desain penelitian ini ialah eksperimental laboratorium acak pre-post test with control group design. Subjek penelitian ialah tikus wistar jantan berusia 5-6 bulan dibagi atas 2 kelompok: kelompok nasi (kontrol) dan kelompok sagu. Sagu dimasak dalam bentuk papeda sebanyak 75 g sagu kering dan 300 mL air. Tikus diperlihara selama 2 minggu. Berat badan diukur dengan menggunakan timbangan. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sagu sebanyak 2 cc setiap hari selama seminggu mampu meningkatkan berat badan secara bermakna (p = 0,001) sedangkan pemberian nasi menurunkan berat badan (p=0,001). Simpulan: Pemberian sagu dapat meningkatkan berat badan tikus wistar secara bermakna.Kata kunci: berat badan, sagu, nasi