Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Tindakan Kebersihan Diri dan Kualitas Hidup Lansia Yang Tinggal di Panti Pae, Kristina; Wattimena, Inge; Susanti, Natalia Liana; Rozeline, Elisabeth Amanda
JURNAL NERS LENTERA Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v10i2.4537

Abstract

Lansia pada umumnya mengalami penurunan fungsi tubuh, penurunan pada kondisi fisik, dan mobilitas, yang berdampak kurang mampu dalam memenuhi kebersihan dirinya sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara tindakan kebersihan diri dan kualitas hidup lansia. Jenis penelitian ini korelasional dengan pendekatan desain cross sectional. Populasi adalah semua lansia yang mampu melakukan pemenuhan kebersihan diri secara mandiri di Panti Werda Surya Surabaya. Semua populasi diambil sebagai sampel sebanyak 50 orang. Variabel independen: tindakan kebersihan diri, variabel dependen: kualitas hidup. Instrumen tindakan kebersihan diri dan kualitas hidup menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel. Uji hipotesismenggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang melakukan kebersihan diri baik, mayoritas 69% memiliki kualitas hidup baik, sedangkan responden yang melakukan kebersihan diri buruk,mayoritas 43% memiliki kualitas hidup cukup. Ada hubungan yang signifikan (p = 0,005) antara tindakan kebersihan diri dan kualitas hidup pada lansia dengan kekuatan hubungan cukup (r = 0,389), dan arah hubungan positif. Kebersihan diri dapat mempegaruhi kualitas hidup seseorang, karena suatu tindakan untuk membersihkan diri adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan untuk menjaga kondisi diri sendiri dari segala penyakit dan dapat menciptakan kenyamanan saatkondisi badan selalu bersih. Kata Kunci: Lansia, Tindakan Kebersihan Diri, Kualitas Hidup 
Kekuatan Psikologis Ibu untuk Menyusui Wattimena, Inge; Susanti, Natalia L.; Marsuyanto, Yusep
Kesmas Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anjuran World Health Organization (WHO) agar ibu menyusui minimal selama 6 bulan masih belum tercapai. Studi ini bertujuan untuk meneliti kekuatan psikologis ibu yang berhasil menyusui lebih dari 6 bulan. Metode penelitian kualitatif deskriptif dilakukan pada enam ibu yang diambil secara purposif dengan kriteria menyusui lebih dari 6 bulan. Hasil wawancara mendalam dianalisis dan hasilnya menunjukkan bahwa kesadaran ibu tentang keunggulan dan kekuatan spiritual dalam air susu ibu (ASI) serta dukungan, afeksi positif, sikap tangguh, tujuan terarah, dan kesejahteraan menjadi kekuatan psikologis mereka. Hasil ini dapat digunakan sebagai masukan bagi promosi kesehatan untuk ibu menyusui. The World Health Organization recommendation for six months breastfeeding is not yet achieved. This study examined the psychological strengths of six women who had successfully breastfed for more than six months. A descriptive qualitative method was used. Semistructured interviews were used and the records were analyzed. It was shown that understanding of benefits and spiritual power of breastmilk, full support, positive affection, strong attitude, directed goals, and well-being become their psychological strengths. These results could be used as inputs for health promotion for breastfeeding mother.
GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PENDERITA HIPERTENSI DUSUN SUMBERAME, KECAMATAN WRINGINANOM Cahyadi, Ranita Ivana; Wijono, Caroline Octaviana; Adithia, Felix Kurniawan; Sani’ah, Ni Luh Sita Rupini,; Sincihu, Yudhiakuari; Wijono, Steven; B, Lukas Slamet; Wattimena, Inge; Dewi, Dewa Ayu Liona
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.27357

Abstract

Latar Belakang: Sekitar 71% penyebab kematian di dunia berdasarkan data tahun 2016 disebabkan Penyakit Tidak Menular (PTM) yaitu 35% diantaranya karena penyakit jantung dan pembuluh darah. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2023, hanya 19% penderita hipertensi di Indonesia yang melakukan pengobatan dan hanya 4% yang mencapai target tekanan darah yang diharapkan. Berdasarkan rekapitulasi Indikator Keluarga Sehat (IKS) di puskesmas Wringinanom tahun 2022, persentase penderita hipertensi yang minum obat rutin di desa Sumberame adalah 39,9%. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat kepatuhan minum obat penderita hipertensi di dusun Sumberame, desa Sumberame, kecamatan Wringinanom.Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini diikuti oleh 40 responden dan dilakukan wawancara serta pengisian kuesioner untuk mendapatkan data. Hasil penelitian akan dianalisis menggunakan tabulasi silang dengan aplikasi SPSS.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan 57,5% dari responden tidak patuh dalam mengonsumsi obat hipertensi dengan alasan terbanyak adalah pengetahuan tentang hipertensi yang kurang. Sebanyak 55 % responden memiliki tingkat pengetahuan yang rendah terhadap hipertensi dan 68,2% di antaranya tidak patuh dalam mengonsumsi obat. Sebaliknya 55,6% responden dengan tingkat pengetahuan tentang hipertensi yang tinggi patuh dalam pengobatan. Simpulan: 57,5% dari responden mempunyai tingkat kepatuhan minum obat hipertensi yang rendah dan 42,5% dari responden mempunyai tingkat kepatuhan minum obat hiperrtensi yang tinggi.
Health Promotion Through Counseling and Literary Interventions: Media to Increase Breastfeeding Mothers’ Well-Being Wattimena, Inge; Hapsari, Elisabet Widyaning
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 27 No 4 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 4, 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v27i4.4237

Abstract

The WHO target of achieving 80% success rate of breastfeeding mothers for a minimum of 6 months has not been met, so a program had been performed on 105 pregnant and post-delivery women through counseling and literary interventions. Six months after delivery they were traced back and a questionnaire of three open ended questions was sent by mail to them. A total of 45 women responded to the questionnaire. They were asked about the benefits of the interventions, the prosperity enjoyed, and of suggestions to encouraged breastfeeding behavior. The answers were qualitatively analyzed. Results showed that after the interventions, they got more under- standing, motivated, and happy. They experienced physical, psychological, and social well-beings. Unfortunately medical teams and the community were not fully participating yet in encouraging mothers to breastfeed. It is recommended to promote breastfeeding through competent moti-vators for the welfare of families and nation. Target WHO agar 80% ibu menyusui minimal 6 bulan belum tercapai, sehingga perlu dilakukan upaya melalui intervensi penyuluhan dan materi bacaan. Promosi dilakukan pada 105 ibu hamil dan pasca-melahirkan. Kelompok ini ditelusuri kembali setelah 6 bulan melahirkan. Kepada mereka ditanya per surat tiga pertanyaan terbuka tentang manfaat intervensi, kesejahteraan yang dinikmati melalui ASI, dan saran untuk menggalakkan pemberian ASI. Sebanyak 45 ibu yang menyampaikan jawabannya. Jawaban dianalisis melalui metode kualitatif deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa para ibu mendapat manfaat dari intervensi, semakin mengerti, termotivasi, dan bahagia. Mereka menikmati kesejahteraan fisik, psikis, maupun sosial. Di pihak lain diutarakan bahwa belum sepenuhnya tim medis maupun masyarakat berpartisipasi dalam menggalakkan ASI. Disarankan agar masalah ASI disosialisasikan ke masyarakat luas melalui para motivator yang kompeten, untuk kesejahteraan keluarga dan bangsa.