Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Komunikasi Pengemasan Konten Bermuatan Budaya Lokal Lampung di Platform Instagram (Studi pada @lampuung) Jepri; Noning Verawati; Wawan Hernawan
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.525

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh paradoks pada akun Instagram @Lampuung milik Lampung Geh: meski minat generasi muda terhadap budaya lokal Lampung masih rendah, konten budaya yang diproduksi justru meraih 5,25 juta views dari 26 reels sepanjang 2025 dengan 686 ribu followers. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan teknik pengemasan konten bermuatan budaya lokal Lampung pada akun @Lampuung melalui proses pra-produksi, produksi, dan distribusi, serta menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan Lampung Geh agar konten tersebut menarik bagi audiens digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan informan kunci, informan utama, dan informan pendukung, dilengkapi observasi non-partisipan dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengemasan konten Lampung Geh terbangun melalui tiga proses yang berkesinambungan: brainstorming kolektif dan konsultasi tokoh adat pada pra-produksi; sinematografi dokumenter, identitas visual baku, dan struktur storytelling hook-isi-penutup pada produksi; serta penjadwalan rutin, sapaan khas “Sekelik”, dan tagar berlapis pada distribusi. Dianalisis melalui lima elemen Lasswell, strategi komunikasi Lampung Geh memadukan kredibilitas media berbadan hukum dengan pendekatan kreator digital untuk menjangkau audiens muda usia 18–35 tahun secara inklusif, menghasilkan peningkatan kesadaran budaya yang melampaui platform digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengemasan konten budaya lokal yang efektif adalah yang mampu menyelaraskan keaslian unsur budaya dengan karakteristik media baru. ABSTRACT This research is motivated by a paradox on the Instagram account @Lampuung, managed by Lampung Geh: although youth interest in local Lampung culture remains low, the cultural content produced has generated 5.25 million views from 26 reels throughout 2025, with 686,000 followers. This research aims to describe the content packaging techniques applied on the @Lampuung account through the pre-production, production, and distribution processes, and to analyze the communication strategy applied by Lampung Geh to make the content attractive to digital audiences. This research uses a qualitative descriptive-exploratory approach with a case study design. Data were collected through in-depth semi-structured interviews with key, main, and supporting informants, complemented by non-participant observation and documentation studies, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model with triangulation. The results show that Lampung Geh's content packaging technique is built through three interconnected processes: collective brainstorming and consultation with traditional leaders in pre-production; documentary cinematography, a standardized visual identity, and a hook-content-closing storytelling structure in production; and a regular posting schedule, the distinctive “Sekelik” greeting, and layered hashtags in distribution. Analyzed through Lasswell's five communication elements, Lampung Geh's communication strategy combines the credibility of a legally registered media outlet with a digital content creator approach to inclusively reach young audiences aged 18–35, resulting in increased cultural awareness that extends beyond the digital platform. This research concludes that an effective local cultural content packaging strategy is one that aligns the authenticity of cultural elements with the characteristics of new media.
Perilaku Komunikasi Anak Single Parent (Studi Kasus di Kelurahan Labuhan Dalam, Bandar Lampung) Mutmainah Mutmainah; Wawan Hernawan; Noning Verawati
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.553

Abstract

ABSTRAK              Meningkatnya jumlah keluarga single parent di Kelurahan Labuhan Dalam Bandar Lampung, menjadi fenomena sosial yang penting dikaji. Orang tua tunggal menjalankan peran ganda sebagai pencari nafkah dan pengasuh utama. Kondisi ini berkaitan perilaku komunikasi anak dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku komunikasi anak single parent di Kelurahan Labuhan Dalam Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dipilih secara purposif dan snowball sampling, meliputi anak, orang tua tunggal, serta informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menemukan bahwa komunikasi yang terbuka, hangat, dan mendukung membuat anak lebih percaya diri serta mampu menjalin hubungan sosial yang baik. Sebaliknya, keterbatasan waktu orang tua akibat tuntutan ekonomi mengurangi intensitas komunikasi sehingga sebagian anak cenderung tertutup dan sulit mengekspresikan perasaan. Meskipun demikian, orang tua tunggal tetap berupaya membangun kedekatan emosional melalui komunikasi interpersonal yang positif sehingga hubungan orang tua dan anak tetap terjalin baik. ABSTRACT              The increasing number of single-parent families in Labuhan Dalam, Bandar Lampung, has become an important social issue. Single parents perform dual roles as breadwinners and primary caregivers, which is closely related to children's communication behavior. This study aims to examine the communication behavior of children from single-parent families in Labuhan Dalam, Bandar Lampung. This study employed a qualitative case study approach. Informants were selected through purposive and snowball sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that open, warm, and supportive communication helps children become more confident and build positive social relationships. However, parents' limited time due to economic demands reduces communication, making some children more reserved. Despite this, single parents continue to foster emotional closeness through positive interpersonal communication, maintaining good parent–child relationships.
Rancangan Pesan Komunikasi Publik dalam Penanganan Keluhan Pelanggan Pemadaman Listrik pada Instagram @PLNDisLampung Desy Anggraini; Noning Verawati; Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.532

Abstract

ABSTRAK  Komunikasi publik memiliki peran penting dalam membangun hubungan antara organisasi dengan masyarakat, terutama ketika terjadi gangguan pelayanan publik seperti pemadaman listrik. Akun instagram @plndislampung dimanfaatkan sebagai media komunikasi publik untuk menyampaikan informasi  sekaligus merespons keluhan pelanggan. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa respons yang diberikan masih menggunakan bentuk pesan yang relatif seragam, sementara karakteristik keluhan pelanggan yang disampaikan beragam. Penelitian ini bertujuan  menyusun rancangan pesan komunikasi publik dalam penanganan keluhan pelanggan terkait pemadaman listrik melalui akun instagram @plndislampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi terhadap komentar pelanggan selama Januari-Desember 2025, wawancara dengan pihak PLN Unit Induk Distribusi Lampung dan pelanggan, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggan PLN memiliki karakteristik yang heterogen serta menghasilkan enam klasifikasi jenis keluhan, yaitu keluhan pemadaman listrik, pertanyaan pelanggan, keluhan kurangnya informasi, keluhan penanganan, keluhan dampak pemadaman, dan gangguan teknis kelistrikan. Berdasarkan temuan tersebut disusun rancangan pesan komunikasi publik berupa pengembangan template respons sesuai karakteristik setiap jenis keluhan serta rancangan flyer informasi pemadaman listrik. Rancangan yang diusulkan diharapkan dapat menjadi alternative penyempurnaan komunikasi publik PLN dalam penyampaian informasi penanganan keluhan pemadaman listrik melalui instagram. ABSTRACT  Public communication plays an important role in maintaning relationships between organization and the public, particularly during public service disruptions such as power outages. The instagram account @plndislampung is utilized as a public communication platform to disseminate information while responding to customer complaints. However, the observation results indicate that the responses provided still employ relatively uniform message formats, despite the diverse characteristics of customer complaints. This study aims to develop a public communication message design for handling customer complaints related to power outages through the instagram account @plndislampung. The research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observations of customer comments posted from January to December 2025, in-depth interviews with PLN Lampung Distribution Main Unit personnel and customers, as well as documentation. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that PLN customers have heterogeneous characteristics and can be classified into six categories of complaints, namely power outage complaints, customer inquiries, lack of information complaints, complaint handling issues, outage impact complaints, and technical electrical problems. Based on these findings, the study proposes a public communication message design consisting of response templates tailored to the characteristics of each type of complaint, as well as an informational flyer regarding power outages. The proposed communication message design is expected to serve as an alternative for improving PLN's public communication in delivering information related to handling power outage complaints through instagram.
Perubahan Perilaku Ibu Rumah Tangga melalui Pemberdayaan Membatik Tulis di Deandra Batik Lampung Dini Ocktavia; Noning Verawati; Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.533

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya program pemberdayaan perempuan melalui pengembangan keterampilan berbasis budaya lokal sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup ibu rumah tangga. Salah satu bentuk pemberdayaan tersebut dilakukan oleh Deandra Batik Lampung melalui pelatihan membatik tulis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perubahan perilaku ibu rumah tangga setelah mengikuti pemberdayaan membatik tulis di Deandra Batik Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma post-positivisme. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemilik usaha, para pembatik, serta informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan membatik tulis mampu menghasilkan perubahan perilaku pada ibu rumah tangga yang ditandai dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan membatik, tumbuhnya rasa percaya diri, meluasnya hubungan sosial, serta perubahan cara pandang terhadap kemampuan diri. Perubahan tersebut terjadi melalui proses pelatihan, pendampingan, dan interaksi yang dilakukan secara berkelanjutan sehingga mendorong peserta menjadi lebih mandiri dan produktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan berbasis keterampilan membatik tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk perubahan perilaku positif pada aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu rumah tangga. ABSTRACT  This study is motivated by the importance of women's empowerment through local culture-based skill development to improve the quality of life of housewives. One of these empowerment programs is implemented by Deandra Batik Lampung through hand-drawn batik training. This study aims to describe the behavioral changes experienced by housewives after participating in the empowerment program. The research employed a qualitative approach with a post-positivist paradigm. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the business owner, batik artisans, and supporting informants. The findings indicate that the empowerment program has led to significant behavioral changes among participants, including improved knowledge and batik-making skills, increased self-confidence, broader social relationships, and a more positive self-perception. These changes occurred through continuous training, mentoring, and interaction, encouraging participants to become more independent and productive. The study concludes that empowerment through hand-drawn batik training not only improves technical skills but also promotes positive behavioral changes in the cognitive, affective, and behavioral aspects of housewives.
Engagement Rate (Tingkat Keterlibatan) @enayfaradiba pada Reels dalam Mendukung Keberhasilan Komunikasi Bisnis Risya Audila; Noning Verawati; Wawan Hernawan
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.535

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini dilakukan karena adanya fenomena perubahan oleh kemajuan teknologi dan pergeseran perilaku masyarakat, yang kini lebih banyak memakai media sosial instagram daripada media konvensional. Instagram kini menjadi media utama bagi individu untuk menjalankan komunikasi bisnis secara personal melalui profesi yang disebut dengan selebgram (selebriti di instagram). Media sosial instagram menjadi platform bagi para selebgram (selebriti di instagram) dalam menjalankan komunikasi bisnis serta membangun interaksi dengan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis engagement rate (tingkat keterlibatan) @enayfaradiba pada reels dalam mendukung keberhasilan komunikasi bisnis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan tingkat keterlibatan pada periode Maret 2026–Juni 2026 secara signifikan memengaruhi keberhasilan komunikasi bisnisnya. Konten perawatan kulit (skincare) mencatat rata-rata tingkat keterlibatan tertinggi sebesar 126,08%, diikuti oleh riasan (makeup) sebesar 81,46% dan pakaian sehari-hari (outfit of the day) sebesar 77,15%, membuktikan bahwa konten yang didasarkan pada kebutuhan nyata audiens mampu menimbulkan keterlibatan yang lebih dalam. Kesimpulan utama dari penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan Instagram berfungsi sebagai instrumen komunikasi bisnis yang efektif. Oleh karena itu, evaluasi keterlibatan audiens (engagement rate) secara teratur sangat penting untuk mengoptimalkan performa konten, guna mempertahankan keberlanjutan komunikasi bisnis pada platform digital khususnya instagram. ABSTRACT  This research was conducted due to the phenomenon of changes due to technological advances and shifts in people's behavior, who now use instagram more than conventional media. Instagram has now become the main medium for individuals to conduct personal business communications through a profession called celebgrams (celebrities on instagram). Instagram social media has become a platform for celebgrams (celebrities on instagram) in conducting business communications and building interactions with audiences. This study aims to analyze the engagement rate (level of involvement) of @enayfaradiba on reels in supporting the success of business communications. The research method used in this study is a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results show that the calculation of the engagement rate in the period March 2026–June 2026 significantly influences the success of its business communications. Skincare content recorded the highest average engagement rate of 126.08%, followed by makeup at 81.46% and everyday clothing (outfit of the day) at 77.15%, proving that content based on the real needs of the audience can generate deeper engagement. The main conclusion of this study confirms that instagram serves as an effective business communication tool. Therefore, regularly evaluating audience engagement rates is crucial for optimizing content performance and maintaining the sustainability of business communications on digital platforms, particularly instagram.
Teknik Komunikasi dalam Mengelola Hubungan dengan Klien pada Proses Desain (Studi Kasus pada Bara Creative Studio) Ezra Valentya Immanuel; Noning Verawati; M. Denu Poyo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 4 (2026): EduTIK : Agustus 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i4.543

Abstract

ABSTRAK  Komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun dan mempertahankan hubungan antara agensi kreatif dan klien selama proses desain. Perbedaan kebutuhan, karakteristik, dan ekspektasi klien menuntut penerapan teknik komunikasi yang tepat agar tercipta kesamaan pemahaman serta hubungan kerja sama yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik komunikasi yang diterapkan Bara Creative Studio dalam mengelola hubungan dengan klien pada proses desain. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan Account Executive, Creative Director, Desainer Grafis, dan klien Bara Creative Studio. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bara Creative Studio menerapkan empat teknik komunikasi, yaitu teknik hubungan manusiawi, teknik informatif, teknik persuasif, dan teknik instruktif. Teknik komunikasi informatif merupakan teknik yang paling dominan karena diterapkan hampir pada seluruh tahapan proses desain, mulai dari penggalian kebutuhan klien, penyusunan creative brief, penyampaian konsep desain, presentasi hasil desain, hingga proses revisi, sehingga mampu membangun kesamaan pemahaman antara klien dan tim internal. Teknik hubungan manusiawi menjadi dasar dalam membangun kepercayaan dan hubungan profesional dengan klien, sedangkan teknik persuasif digunakan secara kondisional ketika terjadi perbedaan pandangan terhadap konsep desain. Adapun teknik instruktif merupakan teknik yang paling jarang digunakan karena hanya diterapkan sebagai arahan teknis pada kondisi tertentu setelah tercapai kesepakatan bersama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teknik komunikasi secara situasional sesuai dengan kebutuhan setiap tahapan proses desain mampu mendukung pengelolaan hubungan dengan klien secara kolaboratif, dan berkelanjutan. ABSTRACT  Communication plays a crucial role in establishing and maintaining relationships between creative agencies and clients throughout the design process. Differences in clients needs, characteristics, and expectations require the implementation of appropriate communication techniques to achieve mutual understanding and sustain long-term professional relationships. This study aims to analyze the communication techniques employed by Bara Creative Studio in managing client relationships during the design process. The research adopted a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving the Account Executive, Creative Director, Graphic Designer, and clients of Bara Creative Studio. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, while source triangulation was employed to ensure data validity. The findings reveal that Bara Creative Studio applies four communication techniques: human relations, informative, persuasive, and instructive communication. Among these, informative communication is the most dominant technique, as it is implemented throughout almost every stage of the design process, including identifying client needs, preparing the creative brief, presenting design concepts, delivering design outcomes, and managing revisions, thereby fostering shared understanding between clients and the internal team. Human relations communication serves as the foundation for building trust and maintaining professional relationships with clients, while persuasive communication is applied when differences in design perspectives arise. Meanwhile, instructive communication is the least frequently used technique, as it is limited to providing technical direction in specific situations after mutual agreement has been reached. This study concludes that the situational application of communication techniques according to the requirements of each stage of the design process supports dialogic, collaborative, and sustainable client relationship management.
Rancangan Desain Pesan Peringatan Dini Bencana Banjir (Studi Komunikasi bencana Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bandar Lampung) Ryu Al-Ikhsan Nur Assyfa; M. Denu Poyo; Noning Verawati
Interaction Communication Studies Journal Vol. 3 No. 2 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/interaction.v3i2.6301

Abstract

Flood incidents in Bandar Lampung City have increased significantly, from 11 incidents in 2023 to 242 incidents during January–August 2025, indicating the need for flood early warning communication. This study aims to identify the forms and processes of flood early warning implemented by the Bandar Lampung City Regional Disaster Management Agency (BPBD) and to formulate a warning message design. A qualitative descriptive case study approach was employed. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews, and documentation involving BPBD officials and residents in flood-prone areas. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, with source and technique triangulation used to strengthen data validity. The findings show that BPBD combines conventional and digital forms of flood early warning. Conventional communication, including evacuation signs, socialization, and disaster simulations, supports long-term preparedness, while digital channels such as the Warning Receiver System (WRS), Handy Talky (HT), WhatsApp, and social media support short-term warning dissemination. However, manual field verification and hierarchical communication channels delay information delivery and reduce the time available for community response. Based on these findings, this study proposes an adaptive warning message design integrating the AIDA model and emphasizing simple, timely, accurate, relevant, location-specific, and action-oriented information through Instagram and WhatsApp. The study concludes that effective flood early warning depends not only on communication technology and channels, but also on message design that enables communities to understand risks quickly and take appropriate action.