Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analysis of The Implementation of Child Protection Law in Combating Violence During Dating in Medan City (Lbh Medan Study) Selmaria purba; Budi Sastra Panjaitan
Journal Equity of Law and Governance Vol. 5 No. 1
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/elg.5.1.10222.81-88

Abstract

Currently, there are many cases of violence against children during dating, but some of those who experience these cases are reluctant to report to the authorities to be assisted in resolving the problem. However, there are also those who report but the handling often cannot be resolved. Basically, violence against girls has been regulated in the Law. The problems that we want to explore in this study are what causes violence against children during dating in the city of Medan. How is the implementation of the Child Protection Law in overcoming violence against children during dating? What is done by LBH Medan in providing protection to children who are victims of violence during dating in the city of Medan. This study uses empirical legal research, namely research or observation based on facts that occur in the field with a criminal anthropology approach method. Data collection was obtained through field research by means of interviews, while secondary data through library research. The results of the study that the author obtained were that there were many factors that caused violence in dating in girls, namely weak parental supervision, the absorption of foreign culture which caused teenagers to fall into promiscuity and the rapid development of technology, while based on the annual report from the National Commission on Violence Against Women in 2023, it was stated that the number of cases of violence in dating was ranked first, violence in dating reached 3,528 (three thousand five hundred and twenty eight).
Peran LBH PTAI Mewujudkan Keadilan Melalui Bantuan Hukum Budi Sastra Panjaitan
Jurnal Sakato Ekasakti Law Review Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Sakato Ekasakti Law Review
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/jm6ree37

Abstract

Perguruan Tinggi Agama Islam dituntut untuk senantiasa meningkatkan derajat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu usahanya adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat. Dengan disahkannya Undang-Undang Bantuan Hukum membuka peluang bagi Lembaga Bantuan Hukum Perguruan Tinggi Agama Islam untuk turut serta mewujudkan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Lembaga Bantuan Hukum Perguruan Tinggi Agama Islam dalam mewujudkan keadilan. Sumber data penelitian ini berdasarkan hukum normatif. Masih sangat minim peran Lembaga Bantuan Hukum Perguruan Tinggi Agama Islam dalam mewujudkan keadilan kepada masyarakat miskin, hal ini ditunjukkan dengan terbatasnya Lembaga Bantuan Hukum Perguruan Tinggi Agama Islam yang terakreditasi
PERAN LEMBAGA REHABILITASI NARKOTIKA SEBAGAI PREFERENSI PEMIDANAAN BAGI PENYALAH GUNA NARKOTIKA Melin Manik; Budi Sastra Panjaitan
Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/KS.2026.v14.i02.p01

Abstract

Penyalah Guna narkotika merupakan permasalahan multidimensi yang berdampak serius terhadap aspek sosial, ekonomi, dan keamanan nasional. Di Indonesia, tingginya angka Penyalah Guna narkotika mendorong perlunya pendekatan Preferensi di luar pemidanaan konvensional, khususnya melalui mekanisme rehabilitasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Yayasan Keris Sakti sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) dalam pelaksanaan rehabilitasi pengguna narkotika, serta mengkaji hambatan, dan solusi dalam penyelenggaraan program rehabilitasi sebagai Preferensi pemidanaan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis kualitatif dengan memadukan data primer melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Keris Sakti menjalankan program rehabilitasi berbasis Therapeutic Community dan pembinaan keagamaan yang berorientasi pada pemulihan holistik fisik, mental, sosial, dan spiritual. Namun, pelaksanaan program masih terkendala oleh minimnya dukungan dari berbagai pihak, seperti residen, keluarga, pemerintah serta terbatasnya sarana dan prasarana, kondisi ekonomi residen, rendahnya motivasi intrinsik, serta disharmoni keluarga. Upaya penanganan dilakukan melalui evaluasi berkala, konseling, seminar edukasi, dialog keluarga, dan studi banding. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran Yayasan Keris Sakti penting dalam mendukung kebijakan rehabilitasi nasional, tetapi efektivitasnya memerlukan penguatan koordinasi antar-instansi, peningkatan fasilitas, serta dukungan sosial yang berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan model rehabilitasi yang lebih manusiawi, komprehensif, dan efektif di tingkat lokal maupun nasional. Drug abuse is a multidimensional problem that has serious impacts on social, economic, and national security aspects. In Indonesia, the high rate of drug abuse encourages the need for alternative approaches beyond conventional criminalization, particularly through rehabilitation mechanisms as regulated in Law Number 35 of 2009. This study aims to analyze the role of the Keris Sakti Foundation as an Institution Receiving Mandatory Reports (IPWL) in implementing the rehabilitation of drug users, as well as examine the obstacles and solutions in implementing rehabilitation programs as an alternative to criminalization. The research method used is qualitative juridical by combining primary data through observation and interviews, and secondary data through literature studies. The results of the study indicate that the Keris Sakti Foundation runs a Therapeutic Community-based rehabilitation program and religious guidance oriented towards holistic physical, mental, social, and spiritual recovery. However, the implementation of the program is still hampered by minimal support from various parties, such as residents, families, the government as well as limited facilities and infrastructure, residents' economic conditions, low intrinsic motivation, and family disharmony. Treatment efforts are carried out through regular evaluations, counseling, educational seminars, family dialogues, and comparative studies. This study concludes that the Keris Sakti Foundation plays a crucial role in supporting national rehabilitation policies, but its effectiveness requires strengthened inter-agency coordination, improved facilities, and sustained social support. These findings are expected to form the basis for developing a more humane, comprehensive, and effective rehabilitation model at the local and national levels.