Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HOTEL RESORT BINTANG 5 DI KAWASAN WISATA KECAMATAN SAWANGAN, KABUPATEN MAGELANG hardian, fadli kaloka; werdiningsih, hermin; darmawan, edyy
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.331 KB)

Abstract

Pariwisata pada masa kini merupakan suatu tuntutan masyarakat di tengah padatnyaaktivitas  untuk mengurangi  tingkat stres  yang terjadi  karenanya.  Permintaan masyarakatuntuk melakukan perjalanan wisata tahun demi tahun terus mengalami peningkatan.Kecamatan Sawangan adalah salah satu wilayah di Kabupaten Magelang yang memilikipesona wisata  pemandangan alam yang menarik perhatian wisatawan. Terletak di lerenggunung Merbabu dan dengan pesona eksotisme pegunungannya, wisatawan dapat menikmatisuasana pemandangan gunung t gunung yang mengelilingi Kabupaten Magelang. Dan dengan___vÇ_A}_i_lAÁ] _š_A _‰_Œš]A^_]ŒAd_ŒiµvA<__µvPA<_Ç_vP_UA^__ _At] _š_At}v}o_o}_UA^<_Á_ _vAxxxxxxxarah positif di sektor pariwisata.Mengeveluasi  kembali  bahwa  Kabupaten  Magelang membutuhkan  pengembangansektor  pariwisata yaitu sarana akomodasi  berupa penginapan  dan  Kabupaten  Magelangmemiliki wilayah yang berpotensi di sektor pariwisata dengan pemandangan alam yang indah,maka dibutuhkan kolaborasi  dari kedua  hal  tersebut diatas.  Oleh  karena  itu,  diperlukanperencanaan dan perancangan sarana akomodasi penginapan yang memiliki fasilitas lengkapdengan menawarkan pemandangan area pegunungan berupa Hotel Resort di Kawasan WisataKecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.Pariwisata pada masa kini merupakan suatu tuntutan masyarakat di tengah padatnyaaktivitas  untuk mengurangi  tingkat stres  yang terjadi  karenanya.  Permintaan masyarakatuntuk melakukan perjalanan wisata tahun demi tahun terus mengalami peningkatan.Kecamatan Sawangan adalah salah satu wilayah di Kabupaten Magelang yang memilikipesona wisata  pemandangan alam yang menarik perhatian wisatawan. Terletak di lerenggunung Merbabu dan dengan pesona eksotisme pegunungannya, wisatawan dapat menikmatisuasana pemandangan gunung t gunung yang mengelilingi Kabupaten Magelang. Dan dengan___vÇ_A}_i_lAÁ] _š_A _‰_Œš]A^_]ŒAd_ŒiµvA<__µvPA<_Ç_vP_UA^__ _At] _š_At}v}o_o}_UA^<_Á_ _vAxxxxxxxarah positif di sektor pariwisata.Mengeveluasi  kembali  bahwa  Kabupaten  Magelang membutuhkan  pengembangansektor  pariwisata yaitu sarana akomodasi  berupa penginapan  dan  Kabupaten  Magelangmemiliki wilayah yang berpotensi di sektor pariwisata dengan pemandangan alam yang indah,maka dibutuhkan kolaborasi  dari kedua  hal  tersebut diatas.  Oleh  karena  itu,  diperlukanperencanaan dan perancangan sarana akomodasi penginapan yang memiliki fasilitas lengkapdengan menawarkan pemandangan area pegunungan berupa Hotel Resort di Kawasan WisataKecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
RELOKASI STADION LEBAK BULUS, JAKARTA Dwi, Amalia; Darmawan, Edy; Werdiningsih, Hermin
IMAJI Vol 4, No 1 (2015): IMAJI Jurnal Desain Arsitektur
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.508 KB)

Abstract

Stadion Lebak Bulus sebagai salah satu stadion kebanggaan warga Jakarta, merupakan homebase dariklub Persija Jakarta.  Dahulu, stadion ini  sering dipakai  untuk  penyelenggaraan event olahraga sepakbolaseperti  ISL  tetangga. Namun, sejak tahun 2008, PT. Liga Indonesia memutuskan untuk tidak menggunakan Stadion LebakBulus karena kapasitasnya yang kurang memadai untuk menyelenggarakan pertandingan sepakbola tingkatregional, nasional, ataupun internasional. Dengan demikian, Stadion Lebak Bulus dianggap tidak memiliki nilaidaya jualnya kembali.Di lain sisi, terdapat kabar yang menyatakan bahwa Stadion Lebak Bulus akan digusur karena bangunantersebut terkena dampak pembangunan stasiun MRT Mengenai penggusurannya pun harus menaati Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga, bahwa untukmerobohkan sebuah stadion diperlukan sebuah stadion pengganti, sehingga nantinya Stadion Lebak  Bulusharus direlokasi. Wilayah Ulujami merupakan lokasi yang dinilai strategis karena para penggemar sepakboladiberikan kemudahan untuk mengakses  stadion,  tidak  hanya  lewat  jalan raya, namun bisa denganmenggunakan kereta. Selain itu, lokasinya tidak jauh dengan akses Tol Bintaro sehingga semakin mudah untukdijangkau.
REDESAIN GELANGGANG OLAHRAGA SATRIA PURWOKERTO Wulandari, Ai Ratna; Werdiningsih, Hermin; sukawi, sukawi
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1304.773 KB)

Abstract

Olahraga merupakan kebutuhan hidup yang bermanfaat untuk kesehatan jasmani dan rohani tiapmanusia. Salah satu fasilitas penunjang untuk kegiatan olahraga adalah adanya Gelanggang Olahraga (GOR)pada tiap kota. Gelanggang Olahraga merupakan suatu wilayah dimana di dalamnya tersedia beberapapenunjang kegiatan olahraga seperti lapangan sepak bola, lapangan bulu tangkis, tennis, basket danseterusnya. Untuk di era sekarang Gelanggang Olahraga tidak hanya dijadikan sebagai pusat olahraga namunjuga sebagai sarana rekreasi untuk masyarakat. Fungsi rekreasi yang diwadahi merupakan kegiatan menontonbersama pertandingan olahraga melalui layar lebar dan pertunjukkan musik. Kota Purwokerto merupakan ibukota Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang memiliki GelanggangOlahraga yaitu GOR Satria yang terletak di Jl. Prof Dr. Suharso Kelurahan Grendeng Purwokerto. Sebagai PusatKegiatan Olahraga, GOR Satria memiliki banyak fasilitas olahraga antara lain Stadion Sepak Bola, Lintasan Lari,Lapangan Basket-Bulutangkis-Voli Indoor, Tenis Futsal, Wall Climbing, Cross Sirkuit BMX, dll. Selain mendukungfasilitas juga tersedia sebagai tempat parkir yang luas, tempat beribadah, toilet dan tempat bermain anak. Dalam rangka penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah tahun 2013, PemprovJateng selaku penyelenggara telah menetapkan Kabupaten Banyumas sebagai tuan rumah acara Porprov yangakan diselenggarakan di Gelanggang Olahraga (GOR) Satria Purwokerto. Untuk menjadi tuan rumah yang baikPemkab Banyumas berusaha menyiapkan segala sesuatu terkait dengan akomodasi para atlet, juga saranaprasarana (venues) yang dibutuhkan untuk cabang lomba yang akan dipertandingkan. Berdasarkan keadaanGOR Satria saat ini, fasilitas-fasilitas yang ada belum dapat memenuhi kebutuhan acara Porprov tersebut.Maka dibutuhkan penambahan dan pembenahan untuk menjadikan GOR Satria Purwokerto yang sesuaistandar penyelenggaraan Porprov juga menjadi pusat olahraga yang rekreatif untuk masyarakat Banyumas. 
REDESAIN GEREJA SANTO PETRUS SAMBIROTO SEMARANG E. R, Angelina Dyah; Pandelaki, Edward Endrianto; Werdiningsih, Hermin
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1368.791 KB)

Abstract

Pusat Kota Semarang merupakan pusat kemajuan sektor ekonomi di Kota Semarang. Lahanpermukiman di area tersebut mulai berkurang, menyebabkan permukiman sekarang meluas di wilayahSemarang Selatan, salah satunya Kecamatan Tembalang. Kemunculan perumahan baru standar menengah keatas menyebabkan wilayah berkembang lebih modern dan jumlah penduduknya bertambah semakin pesat.Begitu juga jumlah umat Katoliknya. Padahal saat ini di Kecamatan Tembalang hanya terdapat satu GerejaKatolik, hanya berskala stasi, yaitu Gereja Santo Petrus Sambiroto. Dengan makin bertambahnya jumlah umatKatolik dan makin tingginya tingkat aktivitas warganya, maka dibutuhkan desain gereja berskala lebih besar. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Gereja Katolik,standar-standar mengenai tata ruang dalam Gereja Katolik, studi banding beberapa Gereja Paroki Katolik diSemarang dan Gereja-Gereja Post Modern di dunia. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Gereja SantoPetrus Sambiroto Semarang dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur PostModern. Tapak yang digunakan adalah tapak asli dari Gereja Santo Petrus Sambiroto, yang kemudian diperluassesuai kebutuhan ruang yang ada. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan,penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Redesain Gereja Santo PetrusSambiroto Semarang”. Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Post Modern, yaitu aliran Methapor andMetaphisical dimana konsep dan filosofi bangunan Gereja ditampilkan secara eksplisit dalam bentuk danpenampilan bangunan. Catchment Point dipakai untuk menyiasati bentuk lahan dan menghindari bangunanGereja tertutup oleh bangunan lain sekitar tapak. Untuk bangunan Gereja sendiri, dirancang dengan konsepdenah berbentuk manusia yang sedang memberkati dan konsep bentuk bangunan berbentuk kapal, dengansistem struktur penerapan sistem jalinan tudung saji.
RUMAH SAKIT UMUM KELAS C DI KABUPATEN WONOSOBO Rachmawati, Fitri; Supriyadi, Bambang; Werdiningsih, Hermin
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2115.12 KB)

Abstract

Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, yang dalam hal pemenuhan fasilitas pelayanan kesehatan terutama Rumah Sakit (RS) sebagai sebuah sarana rujukan pelayanan kesehatan tertinggi dalam wilayah Kabupaten memiliki jumlah yang masih terbatas yaitu, 2 Rumah Sakit Umum dan 1 Rumah Sakit Khusus. Hal ini berbanding terbalik dengan angka derajat kesehatan terutama angka Morbiditas (kesakitan) dan status gizi yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Selain itu Kabupaten Wonosobo juga merupakan daerah rawan bencana yang berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1357/Menkes/SK/XII/2001, disebutkan bahwa untuk standar minimal pelayanan kesehatan masyarakat korban bencana dalam keadaan darurat akan terjadi perubahan angka kematian dari biasanya. Untuk itu ditentukan tolak ukur 1 RS untuk 200.000 orang. Melihat permasalahan diatas, maka peluang untuk mendirikan Rumah Sakit di Kabupaten Wonosobo masih terbuka lebar, karena masih terbatasnya sarana pelayanan kesehatan berupa Rumah Sakit.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Rumah Sakit Umum Kelas C, standar-standar mengenai sarana dan prasarana Rumah Sakit Umum Kelas C , studi banding beberapa Rumah Sakit Umum Kelas C yang setara, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Tapak yang dipilih adalah tapak yang sesuai dengan RUTR Perkotaan Wonosobo yang memiliki potensi baik secara aksesibilitas, kedekatan dengan sasaran masyarakat maupun ketersediaan lahan untuk pengembangan.Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Modern.Kemudian juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Rumah Sakit Umum Kelas C Di Kabupaten Wonosobo”.Dalam menciptakan citra dan karakter Rumah Sakit UmumKelas C Di Kabupaten Wonosobo dilakukan dengan pendekatan Arsitektur Modern yang mengikuti teori Form Follows Function. Penekanan desain Arsitektur Modern akan diterapkan pada desain bangunan yang menonjolkan bentuk geometris namun tidak sepenuhnya simetris. Hal ini untuk menghindari adanya permukaan bangunan yang panjang dan memberi kesan membosankan. Untuk bangunan Rumah Sakit sendiri, dirancang dengan konsep massa bangunan berbentuk U karena akan meningkatkan nilai-nilai efisiensi, fleksebilitas, dan efektifitas dengan memperpendek jarak jangkauan personal tenaga medis dan staff dengan pasien.
KAWASAN WISATA TAMAN AIR (WATER PARK) PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KABUPATEN GUNUNG KIDUL Ariyansyah, Ariyansyah; Murtini, Titien Woro; Werdiningsih, Hermin
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1582.125 KB)

Abstract

Fenomena Water Park menjadi tren tempat wisata yang dikunjungi pada musim libur panjang sekolahpertengahan tahun ini. Sehingga perkembangan fenomena Water Park tersebut disambut hangat denganmunculnya banyak Water Park di seluruh Indonesia. Ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Belakangan, wisataini sangat banyak digemari oleh kalangan masyarakat (dewasa ataupun anak) dan bisa dikatakan sedang“happening”. Seperti di Surabaya yang terkenal dengan Ciputra Water Park, daerah Purbalingga yang terkenaldengan Owabong Water park, Kota Solo dengan Pandawa Waterworld, bahkan di Semarang dengan WaterBlaster. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Water Park, Pariwisata, pengertian dan standarstandarmengenai Water Park, serta studi banding beberapa Water Park yang telah ada. Dilakukan jugatinjauan mengenai Kota Yogyakarta, Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan pendekatanfungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi denganmenggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luasan program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3dimensi sebagai ilustrasi desain. 
WATERPARK DAN RESORT TELAGA SILATING PEMALANG Yusti Nagara, Gardian; Werdiningsih, Hermin; Darmawan, Edy
IMAJI Vol 1, No 3 (2012): IMAJI
Publisher : IMAJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.542 KB)

Abstract

Kehidupan masyarakat belakangan ini yang sangat padat terutama masyarakat perkotaan telah mengurangi waktu untuk berekreasi, beristirahat dari kepenatan sehari-hari. Sebuah wahana rekreasi adalah salah satu jawaban dari kebutuhan masyarakat akan rekreasi.Waterpark merupakan wahana rekreasi yang familiar di masyarakat. Jenis rekreasi keluarga ini bisa menjadi alternatif bagi keluarga. Resort adalah tempat tinggal sementara dengan tujuan untuk mendapatkan kesegaran jiwa dan raga. Waterpark dan Resort adalah kombinasi yang saling berkesinambungan. Karena bisa menjadi obyek untuk peristirahatan sekaligus permainan. Resort bisa mempunyai fasilitas permainan bagi para pengunjungnya dan Waterpark bisa mempunyai fasilitas peristirahatan bagi pengunjungnya. Telaga Silating merupakan sebuah telaga yang terletak di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Telaga ini merupakan salah satu obyek wisata di Kabupaten Pemalang. Telaga ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk sebuah obyek rekreasi. Dengan kehadiran Waterpark dan Resort di Telaga Silating diharapkan dapat memaksimalkan potensi yang ada dan menjadikan Telaga Silating salah satu destinasi wisata utama di Pemalang. Metode pendekatan digunakan sebagai acuan dalam Perencanaan dan Perancangan Waterpark dan Resort Telaga Silating Pemalang antara lain aspek Kontekstual, aspek Fungsional dan aspek Teknis.Untuk kesimpulan dari program luasan ruang, desain 2 dimensi dan 3 dimensi digunakan ilustrasi desain berupa 2 dimensi maupun 3 dimensi.
Panduan Desain Penggunaan Jenis Material Finishing Pada Desain Bangunan Arsitektur Ruang Spesifik (Studi Kasus Ruang Operasi pada Bangunan Rumah Sakit) Wahyuningrum, Sri Hartuti; Werdiningsih, Hermin; Murtini, Titien Woro
MODUL Vol 14, No 1 (2014): MODUL
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.208 KB) | DOI: 10.14710/mdl.14.1.2014.21-28

Abstract

Abstrak Perancangan arsitektur pada bangunan publik khususnya pada bangunan dengan fungsi spesifik seperti Rumah Sakit harus mempertimbangkan faktor perencanaan fungsional yang terpadu dalam penyelesaian desainnya . Mengingat Bangunan Rumah Sakit mempunyai persyaratan bangunan yang relatif kompleks karena spesifikasi masing-masing ruang pelayanan kesehatan yang disediakan. Persyaratan teknis khusus pada ruang spesifik menyebabkan pertimbangan penggunaan material yang tepat menjadi utama karena konsekuensi yang akan dihadapi adalah berkurangnya fungsi pelayanan atau kinerja ruang yang akan berakibat fatal pada penyelenggaraan prosedur tindakan pelayanan kesehatan yang menyangkut keselamatan nyawa manusia . Ruang Bedah/ Ruang Operasi (Operating Kamar) pada Bangunan Rumah Sakit mempunyai tingkat kinerja yang sangat tinggi, dan termasuk dalam Kategori Zona dengan Resiko Sangat Tinggi dalam persyaratan ruangnya. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai panduan dalam proses perancangan arsitektur untuk perancangan finishing ruang spesifik terutama untuk bangunan Rumah Sakit melalui kajian terhadap penyelesaian detail arsitektur yang terpadu sehingga akan membantu menemukenali perancangan yang bersifat komprehensif. Kata Kunci : Bangunan Fungsi Spesifik , Persyaratan Fungsional, Detail Finishing Arsitektur
KAJIAN KEAKTIFAN KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG BERDASARKAN AKTIFITAS PENGGUNA Harani, Arnis Rochma; Werdiningsih, Hermin; Falah, Yasmina Nurul
MODUL Vol 15, No 2 (2015): Modul Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.518 KB) | DOI: 10.14710/mdl.15.2.2015.157-163

Abstract

Kota lama merupakan kawasan pusat kota pada abad ke 18-19, Semua kegiatan kota Semarang berpusat pada kawasan ini. Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, kawasan ini mengalami perubahan yang cukup pesat. Perubahan kawasan ini sangat drastis, saat ini dapat dikatakan kawasan kota lama Semarang adalah kawasan yang ”Hidup segan matipun enggan”. Bangunan di kawasan ini terkenal dengan keindahannya, beberapa aktifitas yang mengeksplore keindahan bangunan dilakukan oleh sebagian masyarakat, namun kawasan ini tetap belum hidup berkembang dan tumbuh menjadi kawasan yang hidup kembali. Sebuah kawasan akan terus tumbuh dan berkembang, menurut Sujarto (1989) ada tiga faktor utama yang sangat menentukan pola perkembangan dan pertumbuhan kota, yaitu ; faktor manusia, kegiatan manusia, dan pola pergerakan. Sehingga dalam melihat keaktifan kawasan kota lama ini, ketiga faktor tersebut harus dilihat secara obyektif. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif, suatu metode holistic yang menekankan pemaknaan empiric dan pemahaman intelektual berdasarkan pada grand concept. Dalam penelitian ini fenomena yang ada dilapangan menjadi dasar untuk kemudian dianalisis dan menghasilkan suatu temuan tertentu. Penelitian mencapai hasil yaitu kawasan kota lama yang masih aktif hanya seperempatnya, sisanya berupa bangunan kosong/gudang. Sedangkan pada pagi hingga sore lebih banyak aktifitas dibandingkan malam hari.  Namun pada kawasan ini semua bangunan masih bisa digunakan, yang hancur/tidak dapat digunakan lagi hanya 1,54%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kawasan kota lama sudah tidak aktif, namun dapat diaktifkan kembali dengan memanfaatkan bangunan yang ada dengan fungsi baru.
PERUBAHAN TATA LETAK RUANG RUMAH TINGGAL DISEPANJANG JALAN UTAMA LINGKUNGAN DIKAITKAN DENGAN KEGIATAN EKONOMI Werdiningsih, Hermin; Indrosaptono, Djoko; Darmawan, Edy
MODUL Vol 15, No 2 (2015): Modul Volume 15 Nomer 2 Tahun 2015
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2287.119 KB) | DOI: 10.14710/mdl.15.2.2015.107-124

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, kebutuhan perumahan juga semakin meningkat khususnya dikota-kota besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Untuk memenuhi kebutuhan perumahan yang layak maka Pemerintah bersama dengan swasta membangun perumahan untuk berbagai lapisan masyarakat berupa real estate maupun perumnas yang dilengkapi dengan berbagai fasilitasnya. Kehidupan yang layak dari penghuni tidak terlepas dari lingkungannya yaitu terpenuhinya fasilitas yang dapat menampung kegiatan berkeluarga dan bermasyarakat. Arsitektur sebagai suatu lingkungan binaan senantiasa berusaha menjawab berbagai perkembangan dan perubahan yang terjadi sehingga arsitektur merupakan  satuan ruang yang digubah, diwujudkan, dibina, ditata berdasarkan kaidah dan  norma-norma yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Setiap desain arsitektur diharapkan dapat memenuhi kebutuhan baik fisik maupun psikologis manusia yang akan menghuninya, terutama dalam pembentukan lingkungan binaan perumahan, dimana didalamnya terjadi proses bermukim yang merupakan proses penyesuaian penghuni agar merasa nyaman, betah dalam bertempat tingggal dilingkungannya. Salah satu untuk membuat nyaman penghuni yang ada didalamnya adalah tersedianya aktivitas ekonomi disekitar perumahan tersebut. Tumbuhnya kegiatan perdagangan di perumahan pada jalan utama lingkungan Perumahan Plamongan Indah, tidak lepas dari adanya kesempatan yang dimiliki oleh lingkungan tersebut sebagai tempat untuk berlangsungnya kegiatan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis  secara kualitatif rasionalistik. Data-data yang dikumpulkan akan disajikan dalam bentuk tabel-tabel. Hal ini diperlukan dalam upaya menemukan hasil yang dipandang relevan terhadap fenomena yang akan diteliti dan dapat dicari hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Variabel penelitian adalah fisik dan non fisik sesuai dengan penelitian kualitatif. Variabel fisik meliputi visualisasi massa bangunan yang mencakup bentuk dan tata letak ruang. Variabel non fisik yang berkaitan dengan peraturan mengenai bangunan dan kondisi sosial ekonomi penghuni. Hasil penelitian ini adalah bahwa proses penganalisaan dengan mempergunakan setting sebaran variabel-variabel penelitian dari para koresponden secara keseluruhan yang tersaji pada peta/ gambar. Hal ini ternyata sangatlah mempermudah penganalisaannya karena tervisualisasi secara gamblang.