Articles
RESILIENSI REMAJA KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA DI PANTI ASUHAN BAHASA KASIH BITUNG
Yoel G. Mona;
Melkian Naharia;
Gloridei L. Kapahang
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (106.141 KB)
|
DOI: 10.36582/pj.v2i1.2104
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Resiliensi Remaja Korban Perceraian Orang Tua di Panti Asuhan Bahasa Kasih Bitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah satu orang, dengan pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur, dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, subjek mampu menjadi pribadi yang resilien. Meskipun subjek merupakan korban perceraian orangtua dan kemudian dititipkan di Panti Asuhan sejak umur 7 tahun dimana subjek mengalami banyak tekanan namun subjek tetap mampu bangkit dari keadaan yang penuh tekanan.
KEBERMAKNAAN HIDUP WANITA DEWASA AWAL YANG PERNAH MELAKUKAN ABORSI DI KELURAHAN MATANI SATU KOTA TOMOHON
Devita C. Ginuni;
Melkian Naharia;
Gloridei L. Kapahang
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (136.94 KB)
|
DOI: 10.36582/pj.v2i1.2107
Kebermaknaan hidup adalah penghayatan individu dalam menemukan sesuatu yang berharga atau penting bagi individu itu sendiri, dimana hal tersebut memberikan alasan individu untuk tetap hidup dan memberikan nilai serta tujuan bagi seseorang untuk menjalani hidup dan berjuang untuk mempertahankannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kebermaknaan Hidup Wanita Dewasa Awal Yang Pernah Melakukan Aborsi di Kelurahan Matani Satu, Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah satu orang, pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara semi terstruktur dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek mampu untuk melewati permasalahan dalam yang dialaminya dan kembali mampu memaknai kehidupannya saat ini. Subjek mampu memenuhi pencapaian aspek-aspek dari dimensi-dimensi kebermaknaan hidup. Subjek mampu memahami permasalahan dan arti hidupnya, subjek dapat mengubah pola pikir dan perilakunya, dengan mendapatkan dukungan dari orang sekitar subjek mampu untuk bangkit dari rasa bersalah yang ia alami, kembali mampu melihat makna hidupnya, memiliki komitmen untuk hidup yang lebih baik dan mampu mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN NASABAH
Mariolis G. Tohama;
Tellma M. Tiwa;
Melkian Naharia
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.648 KB)
|
DOI: 10.36582/pj.v2i1.2109
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan nasabah pada pt. Bank sulutgo cabang tomohon. Untuk mendapatkan hasil penelitian yang otentik, maka peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 50 responden. Adapun instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah skala kualitas pelayanan dan skala kepuasan nasabah. Analisis data menggunakan koefisien korelasi product moment dengan bantuan spss 23. Hasil analisis data diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,748 (p : 0,000 < ɑ : 0.05). Sumbangan efektif kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah sebesar 55,95%. Artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan nasabah. Semakin tinggi kualitas pelayanan maka semakin tinggi pula kepuasan nasabah.
PERBEDAAN STRES SAAT BELAJAR DARING PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 LANGOWAN BERDASARKAN KATEGORI USIA DAN JENIS KELAMIN
Pamela J. Assa;
Melkian Naharia;
Dewo A. N. Narosaputra
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (186.396 KB)
|
DOI: 10.36582/pj.v2i3.3537
Perubahan metode pembelajaran menjadi daring dan harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, bukan hal yang mudah untuk dilakukan oleh para siswa. Hal tersebut tentunya dapat menjadi sumber stres bagi siswa. Stres belajar diartikan sebagai tekanan-tekanan yang dihadapi anak berkaitan dengan sekolah, dipersepsikan secara negatif, dan berdampak pada kesehatan fisik, psikis, dan performansi belajarnya. Begitu juga dengan stres siswa saat belajar daring. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan jenis penelitian komparatif, dimana variabel dalam penelitian terdapat dua jenis variabel yaitu, Variabel Bebas (X): Usia dan Jenis Kelamin dan Variabel Terikat (Y): Komitmen Organisasi dan untuk mengetahui perbandingan stres saat belajar daring pada siswa berdasarkan kategori usia dan jenis kelamin maka peneliti menggunakan uji independent t-test. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 orang. Hasil penelitian diperoleh tingkat stres siswa saat belajar daring termasuk dalam kategori sedang cenderung tinggi, berdasarkan kategori usia menunjukan perbedaan stres saat belajar daring yang signifikan dan berdasarkan Jenis kelamin menunjukkan tidak ada perbedaan stres saat belajar daring.
FEAR OF MISSING OUT REMAJA KORBAN PERCERAIAN DI DESA SEA KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA
Tesalonika T. F. Makawekes;
Tellma M. Tiwa;
Melkian Naharia
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.618 KB)
|
DOI: 10.36582/pj.v2i4.3552
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Fear of Missing Out Remaja korban perceraian di Desa Sea Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa. Menurut Przybylski et al (2013), Fear of Missing Out adalah sebuah ketakutan, kecemasan, dan kegelisahan yang dirasakan oleh individu ketika ia mengetahui orang lain sedang berada dalam suatu peristiwa yang lebih menyenangkan dibandingkan dengan apa yang sedang ia lakukan saat ini dengan mempertahankan aktivitasnya di media sosial dikarenakan adanya keinginan yang kuat untuk bisa terus terhubung dengan orang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 1 orang dan pada remaja korban perceraian di Desa Sea kecamatan Pineleng Kabupaten. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang terjadi pada remaja korban perceraian adalah remaja merasa tidak mendapatkan dukungan dari keluarga dan salah satu adalah Fear of Missing Out. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil wawancara sebelumnya bahwa individu tersebut merasa takut akan kehilangan momen dalam kehidupannya. mereka tidak ingin di perlakukan berbeda dan ingin di pandang sama layaknya remaja lain oleh karena itu muncul Fear of Missing Out pada remaja karena ingin di hargai dan terlihat sama dengan teman sebaya. Dampak yang terjadi karena remaja tidak mendapatkan dukungan dari keluarga salah satunya adalah Fear of Missing Out
A HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN HONORER di LAYANAN ADUAN PT PLN (PERSERO) UP3 KOTAMOBAGU
Regina Evelin Mokodompit;
Melkian Naharia;
Great Erick Kaumbur
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran prevalensi penyebaran secara deskriptif terkait budaya organisasi di layanan aduan PT PLN (persero) UP3 kotamobagu mendapatkan gambaran penyebaran secara deskriptif terkait kepuasan kerja karyawan honorer di layanan aduan PT PLN (persero) UP3 kotamobagu mendapatkan gambaran hubungan budaya organisasi dengan kepuasan kerja karyawan honorer di layanan aduan PT PLN (persero) UP3 kotamobagu. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengacu pada metode penelitian kuantitatif.Lokasi penelitian ini berada di PT PLN (PERSERO) UP3 Kotamobagu. Subjek penelitian ini ialah seluruh karyawan honorer PT. PLN (Persero) di layanan aduan UP3 kotamobagu yang berjumlah 32 karaywan. Hasil dari penelitian ini ialah budaya organisasi karyawan PT PLN (PERSERO) UP3 KOTAMOBAGU dapat mengikuti peraturan-peraturan yang dibuat perusahaan sehingga berpengaruh positif pada kepuasan kerja karyawan. Semakin baik budaya organisasi maka komitmen organisasi karyawan juga akan semakin baik. Namun kiranya PT PLN (PERSERO) UP3 Kotamobagu untuk meningkatan komitmen organisasi maka perlu memperhatikan indikator adaptasi pada variabel budaya organisasi. Karena apabila karyawan mampu beradaptasi dengan baik maka akan mampu meningkatkan budaya organisasi dan indikator pada variabel organisasi.
HUBUNGAN SENSE OF HUMOR DENGAN STRES MAHASISWA DALAM MENYUSUN SKRIPSI DI PROGRAM STUDI FIP UNIVERSITAS NEGERI MANADO
Natasjja A. Lawalata;
Melkian Naharia;
Tellma M. Tiwa
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36582/pj.v2i4.5631
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis bahwa terdapat hubungan antara sense of humor dengan stres mahasiswa dalam menyusun skripsi di Program Studi Psikologi FIP Universitas Negeri Manado. Subjek penelitian ini adalah 40 mahasiswa semester VII di Program Studi Psikologi yang sedang menyusun skripsi yang telah mengikuti seminar proposal penelitian. Metode pengumpulan data menggunakan skala Likert, yaitu variabel sense of humor yang terdiri dari 24 item pernyataan, dan variabel stres yang terdiri dari 24 item pernyataan .. Teknik analisis menggunakan SPSS ver. 23.00 for windows, menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara sense of humor dengan stres mahasiswa memperoleh hasil rhitung = - 0,396 > rtabel = 0,312 dengan taraf signifikan 0,01 (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara sense of humor dengan stres mahasiswa dalam menyusun skripsi. Semakin tinggi tingkat sense of humor maka semakin rendah tingkat stres mahasiswa dalam menyusun skripsi di Program Studi Psikologi FIP Universitas Negeri Manado.
ANALISIS KECENDERUNGAN PERILAKU STAR SYNDROME PENGGUNA TIKTOK MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS NEGERI MANADO
Cornelia A. Rori;
Melkian Naharia;
Great E. Kaumbur
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/pj.v3i1.5640
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan perilaku star syndrome pengguna tiktok mahasiswa Fakultas Ekonomi dab Bisnis Universitas Negeri Manado. Menurut M. Onggo (February 25, 2021) “Star syndrome merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang baru terkenal atau berhasil di mata publik dan menjadi lebih fokus pada dirinya sendiri. Sebenarnya Star syndrome sendiri merupakan faktor pengaruh lingkungan, seperti mendapatkan tekanan yang besar, contohnya opini publik terhadap mereka yang terkena Star syndrome. Hal tersebut membuat penderitanya takut mengecewakan opini atau takut tidak dihargai sehingga mempengaruhi mentalnya”. Dimana dengan jumlah suara yang didapatkan 166 subjek dengan menggunakan teknik snowball. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa Sebagian besar responden yang adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis menggunakan tiktok dan merasakan bahwa diri mereka bisa menjadi seperti seorang bintang besar dikarenakan mereka selalu disorot dan dilihat postingannya di Tiktok. Hal ini dilihat dari hampir semua indicator yang merujuk pada perilaku narsistik menunjukan skor yang tinggi. Bahkan pada beberapa indicator menunjukan skor yang sangat tinggi. Ini Nampak dari indicator exhibitionism (keinginan menjadi pusat perhatian) hampir semua deksripsi berada pada skor diatas 80%.
DINAMIKA PSIKOLOGIS REMAJA YANG MELAKUKAN SELF INJURY DI DESA LIRUNG MATANE KABUPATEN TALAUD
Tri O. Binuni;
Melkian Naharia;
Theophany D. Kumaat
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36582/pj.v3i2.5656
Self-injury is an act of injuring the body. The purpose of this study was to determine the psychological dynamics of adolescents who commit self-injury in Lirung Matane village, Talaud district. , often yelled at, always compared, felt unappreciated, often bullied. Subjects experienced the influence of the dynamics of the relationship between family factors, social environment, cognitive, and a person's behavior. This can be seen from the treatment experienced by the subject. Events like this for the perpetrator of self-injury can produce negative emotions, slashing his hand using a knife or broken glass bottle is a form of self-injury by the subject. The behavioral impact of self-injury is divided into two parts, namely psychological and physical impacts. The psychological impact felt by teenagers who do self-injury is a feeling of relief, satisfaction and sadness. While the physical impact is physical pain such as bruises on the hands and there are incision scars.
GAMBARAN ADAPTASI ANAK YATIM PIATU PENDERITA TUNARUNGU DIPANTI ASUHAN FEBE TONDANO
Dessy N. Andries;
Melkian Naharia;
Marssel M. Sengkey
PSIKOPEDIA Vol. 3 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36582/pj.v3i2.5660
In general, a child who lives with biological parents will find it easier to adapt to their environment because children get more guidance from their parents. But not all children are lucky to have a complete family as experienced by children in orphanages. Every human being created by God has advantages and disadvantages. Children with hearing impairment need environmental adaptations in order to adapt well. A good adaptation for a deaf child who is in the Febe Tondano Orphanage does not happen instantly, but through the process of the people around him. Purpose In this study to get an overview and analysis of adaptation to deaf orphans at the Febe Tondano orphanage. researchers used qualitative methods. The approach used in this research is a case study, the number of subjects studied is 1 person. data collection techniques used are observation and interviews. The results of the study showed that the factors that influenced the adaptation process were physical condition, personality, learning process, environment, religion and culture, most of the subjects were able to adjust. Even though the subjects were still assisted by friends and caregivers who were in the orphanage environment.