Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PELESTARIAN WARISAN BUDAYA CANDI TEGOWANGI MELALUI EDUKASI VISUAL: PEMBUATAN LEAFLET INFORMATIF BAGI MASYARAKAT KEDIRI Wiratama, Nara Setya; Santosa, Yusuf Budi Prasetya; Setiyonugroho, Ponco; Widiatmoko, Sigit; Ashriana, Khairunisa; Rahma, Sesylia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 4 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v4i2.26397

Abstract

Tegowangi Temple is one of the important relics of the Majapahit Kingdom era, which not only holds historical and architectural value but also has great potential as a medium for local cultural education. However, the low awareness of the surrounding community regarding the importance of preserving this cultural heritage site poses a challenge that needs to be addressed through a contextual and communicative educational approach. This community service activity aims to strengthen the cultural literacy of the community in Tegowangi Village, Plemahan Sub-district, Kediri Regency, through the development of educational leaflets as an attractive and easily accessible medium for socialization. The leaflets are designed with content based on scientific literature and popular historical narratives, containing information about the location, history, and architecture of Tegowangi Temple. The implementation methods include field observations, limited interviews with local figures, literature reviews, the creation of visual content based on participatory graphic design, and the distribution of leaflets to the community and visitors. This activity involved collaboration between faculty members, students, and village officials as active partners. The results of the activity demonstrated that the leaflet played a significant role in enhancing the community's knowledge of local cultural heritage, fostering a sense of ownership toward the historical site, and encouraging community participation in long-term conservation efforts. This program is recommended as a community-based visual education model that can be replicated at other cultural sites using a similar approach.
Nama Jurus Silat di Perguruan Cacag Lembang sebagai Refleksi Karakteristik Masyarakat Betawi Kurniasih, Wida; Widiatmoko, Sigit
Risenologi Vol. 8 No. 1 (2023): Risenologi
Publisher : Kelompok Peneliti Muda Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47028/risenologi.v8i1.447

Abstract

The characteristics of the Betawi people cannot only be seen from their behavior, but can be found in many ways. Generally, people will instill their character in important things that can indicate their identity. Example, such as pouring it into the distinctive culture of the community itself, one thing that can be seen is pencak silat. The purpose of this research is to describe the meaning of the Betawi martial arts moves and reveal the reflection of the characteristics of the Betawi people in the name of the martial arts moves at the Cacag Lembang college. The method used in this study is a qualitative descriptive research method with an anthropolinguistic approach. The data or corpus in this study are the names of the martial arts moves at the Cacag Lembang Silat College which includes the names of all the moves, their meanings, and the origins of their names. Data was taken directly through observation by observing when there were routine exercises and interviews with the head of the college. Analysis begins with searching data through the process of field notes, documentation, and interviews. Data found is arranged systematically by organizing the data in a category, describing it in units, synthesizing it, rearranging it in a pattern, selecting important data, and ending with drawing conclusions. The results of the study from 20 naming data, there are 6 characteristic reflections that are reflected in the naming of the martial arts, belief in religion, peace-loving, tough and principled, spontaneous, hardworking, and brave.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PETA PARIWISATA BERBASIS MOBILE BAGI POKDARWIS DESA WISATA CISAAT Bahtiar, Ihwan Rahman; Widiatmoko, Sigit; Maharani, Suci; Failasuf, Chakam
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34255

Abstract

Desa Cisaat di Kabupaten Subang merupakan desa wisata yang terus bertransformasi mengalami digitalisasi. Meskipun demikian Desa Wisata Cisaat belum memiliki peta pariwisata sendiri, bahkan beberapa lokasi wisata dan penunjangnya belum memiliki penanda lokasi dan titik koordinat di Google Map. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) di Desa Wisata Cisaat dalam membuat peta pariwisata Desas Cisaat berbasis mobile. Pembuatan peta pariwisata ini memanfaatkan platform AppSheet yang memungkinkan peserta membaut palikasi meskipun belum memiliki dasar pemrograman sebelumnya. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama dua hari secara luring dengan pendekat model model Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Participatory Tecnology Development atau pemanfaatan teknologi tepat guna. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan pendampingan pembuatan peta pariwisata berbasis mobile ini berjalan dengan baik dan sukses. Peserta kegiatan mendapatkan keterampilan baru dalam membuat peta pariwisata yang dapat mendorong promosi pariwisata di Desa Wisat Cisaat lebih baik di era digital ini.
K Kajian Deskripsi Semiotika Pada Pakaian Khas Kediri Widiatmoko, Sigit; Budiono, Heru; Wiratama, Nara Setya; Sasmita, Gusti Garnis
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 8 No 1 (2022): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/pn.v8i1.18861

Abstract

Traditional clothing as a form of regional identity and pride deserves the attention of all parties, both government, practitioners, academics and society. One of the special clothes that is interesting to study is the typical clothes of Kediri. This study has the objectives: (1) to describe the data sources for studying typical Kediri clothing, (2) to identify the types of typical Kediri clothing, and (3) to understand the values ​​contained in typical Kediri clothing. In conducting research, researchers used semiotic induction description method with a qualitative approach. The data sources for studying Kaḍiri clothing can refer to several historical data sources, traditional values ​​or ethnoarchaeology, such as from inscriptions, statues, reliefs, literature, and ethnoarchaeological evidence. Based on the data sources that have been obtained by the researchers, two types of clothing were born, namely Wḍihan Kaḍiri for men's clothing and Ken Kaḍiri for women's clothing. This typical Kediri dress also has noble values ​​which are its trademark, namely religious values, cultural values, historical values, social values, aesthetic values, ethical values, and economic values.
Inventaris Cagar Budaya Kecamatan Badas, Ngampeng Rejo, Ngrogol dan Gurah Kabupaten Kediri Budiono, Heru; Widiatmoko, Sigit; Budianto, Agus; Afandi, Zainal
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 1 No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.493 KB) | DOI: 10.29407/ja.v1i2.11742

Abstract

Potensi Warisan Budaya bendawi di Kabupaten Kediri adalah saksi dari perjalanan panjang sejarah Kabupaten Kediri dari masa ke masa. Sebagai saksi sejarah, seni Warisan Budaya merupakan rekaman sejaman dari peristiwa-peristiwa sejarah di Kabupaten Kediri. Sebagai rekaman sejarah (historical record), rusak, berubah terlebih lagi musnahnya potensi Warisan Budaya tentulah berdampak bagi hilang atau setidaknya berkurangnya kandungan informasi sejarah Kabupaten Kediri. Semakin banyak yang hilang atau/rusak semakin sedikit jejak-jejak masa lampau yang bisa diketahui oleh generasi sekarang dan mendatang. Oleh karenanya, pelestarian merupakan kata kunci (key word) untuk mempertahankan eksistensinya dalam menghadapi dinamika jaman. Guna itu maka hasil kegiatan pendataan ulang (reinventarisasi) potensi Cagar Budaya yang merupakan warisan budaya bendawi menjadi kekayaan Kabupaten Kediri. Kegiatan Pengabdian Warisan Budaya / Cagar Budaya Kabupaten Kediri Tahun 2016 di wilayah Kediri ini adalah pendataan ulang potensi kepurbakalaan Kabupaten Kediri. Hasil yang akan didapat tentunya dapat digunakan sebagai dasar dalam mengeluarkan rekomendasi tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan ke depan. Hal ini mengingat potensi Cagar Budaya yang cukup baik untuk dapat dikembangkan sebagai objek penelitian budaya. Dengan adanya hasil pengabdian tersebut maka upaya-upaya terkait dengan pelestarian dan pemanfaatan dapat lebih dimaksimalkan lagi dan menambah literatur khususnya bagi mahasiswa Pendidikan sejarah Universitas Nusantara PGRI Kediri khususnya mata kuliah Studi Observasi. Dalam kegiatan penggalian penyelamatan ini dilakukan pengumpulan data selengkap mungkin, sehingga menggunakan langkah-langkah sebagai berikut. (1) Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sebelum melakukan reinventarisasi di lapangan. (2) Wawancara dengan pihak-pihak terkait untuk mencari informasi tentang keberadaan objek inventarisasi. (3) Melakukan survei permukaan untuk mengetahui kondisi objek arkeologis. (4) Mendokumentasikan objek data arkeologis guna reinventarisasi. (5) Studi pustaka merupakan upaya mencari data sekunder untuk memperkaya kajian terhadap data primer.
Sosialisasi Parenting “Membangun Karakter Anak dalam Pola Asuh Orang Tua” di Kelurahan Lirboyo vivi ratnawati, vivi ratnawati; Widiatmoko, Sigit; Ningsih, Risaniatin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 3 No 1 (2023): Vol.3 No.1 (Desember 2023)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v3i1.21756

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak melalui pola asuh yang baik. Pola asuh orang tua merujuk pada cara orang tua mendidik, membimbing, dan memberikan pengaruh terhadap perkembangan karakter anak-anak mereka. Pola asuh memainkan peran krusial dalam membentuk kepribadian, karakter, nilai-nilai dan perilaku anak sejak dini, serta memberikan landasan untuk perkembangan mereka ke dalam masa dewasa. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Lirboyo Kota Kediri. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi dan pendampingan langsung kepada orang tua di lingkungan kelurahan lirboyo. Dari kegiatan yang dilakukan ini dapat menambah kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait dampak pola asuh terhadap pembentukan karakter anak. Selain itu Implikasi dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan kesejahteraan keluarga dan perkembangan karakter anak yang lebih optimal di lingkungan keluarga. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif pada kesejahteraan anak-anak dan memperkuat hubungan keluarga di lapisan Masyarakat. Keberlanjutan kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat dampak positif dalam jangka panjang terhadap pola asuh orang tua dan memberi kontribusi positif pada perkembangan dan karakter anak-anak sebagai pilar penting dalam Pembangunan Masyarakat yang berdaya.
Pemberdayaan Para Pemuda Karang Taruna di Desa Medalsari melalui Pelatihan Konten Kreatif Berbasis Potensi Lokal Sigit Widiatmoko; Reizka Kemala Nazar; Iqo Fathihatur Roziqoh; Mana Daromest
Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lia Center of Research and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64850/kareba.v2i1.223

Abstract

Pemanfaatan internet di kalangan para generasi muda, khususnya di Desa Medalsari, masih cenderung bersifat konsumtif dan belum optimal sebagai sarana promosi potensi lokal. Padahal desa di Kabupaten Karawang ini memiliki potensi alam dan budaya yang menjanjikan, namun belum terkomunikasikan secara luas melalui media digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan keterampilan produksi konten kreatif pemuda desa sebagai upaya pemberdayaan dan penguatan promosi desa wisata. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan metode penyuluhan, pelatihan praktik, demonstrasi, dan pendampingan. Peserta berjumlah 25 pemuda yang dibagi ke dalam lima kelompok, masing-masing terdiri atas lima orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, serta penilaian produk konten. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada seluruh aspek yang diukur, dengan rata-rata kenaikan lebih dari 40 persen, serta peningkatan tertinggi pada kemampuan produksi video pendek. Setiap kelompok berhasil menghasilkan satu artikel promosi dan satu video berdurasi 1–3 menit yang siap dipublikasikan. Selain itu, terbentuk tim kreatif desa yang terdiri atas delapan pemuda sebagai pengelola media sosial secara berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik yang terintegrasi dengan pembentukan struktur lokal mampu mendorong keterlibatan aktif pemuda dan memperkuat kapasitas desa dalam promosi digital secara mandiri.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BRUMBUNG, KABUPATEN KEDIRI, MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN DAN PELESTARIAN WARISAN BUDAYA Yuwono, Ardi Tri; Budianto, Agus; Widiatmoko, Sigit; ., Yatmin; Budiono, Heru; Afandi, Zainal; Braake, Gijsbert ter
ABDI MAKARTI Vol 5, No 1 (2026): ABDI MAKARTI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/abdimakarti.v5i1.950

Abstract

Schools and cultural heritage need to be strengthened in supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), including through cultural preservation and cultural heritage management. This community service activity in Brumbung Village aims to increase literacy awareness and make a positive contribution to the development of education and the preservation of local cultural heritage. By applying the Asset-Based Community Development (ABCD) method, this program utilizes local assets such as the Patirtan Geneng Site, the Brumbung Small Museum, and basic education institutions. A series of activities were carried out, including clean-up actions of cultural heritage sites and museums, teaching and socialization of culture-based curriculum, socialization of cultural heritage preservation, and Wayang Kulit performances. The results show a significant increase in people's awareness and knowledge, which has an impact on changing their attitudes and behaviors towards cultural heritage. This activity also strengthens the understanding that cultural preservation is the collective responsibility of the community, not just the government or formal institutions. Thus, this program becomes an effective model for local asset-based community empowerment in order to support sustainable education and cultural preservation.
Sundanese Philosophy of Silih Asah, Asih, Asuh: A Picture of Social Welfare Influenced by Traditional Belief and Ethnocentrism Ibad, M. Choirul; Ubaidillah, Fauzul Adim; Widiatmoko, Sigit
Jurnal Psikologi Islam dan Budaya Vol 9 No 1 (2026): JPIB : Jurnal Psikologi Islam dan Budaya
Publisher : Faculty of Psychology, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpib.v9i1.50345

Abstract

The traditional values of the Sundanese are reflected in the philosophy of silih asah, silih asih, silih asuh, which forms the basis of social relations in the society. Therefore, this study aimed to examine the influence of traditional and ethnocentric beliefs on the social welfare of the Sundanese. The social welfare reflected in the cultural forms of the Sundanese was also examined using a mixed-methods design with a sequential explanation strategy. A total of 375 respondents were selected through a purposive sampling method with the help of a Google Form. The measurement instruments consisted of traditional belief, ethnocentrism, and social welfare that had been adjusted to the study context. The results of the study showed a positive and significant influence of the traditional beliefs of the Sundanese on social welfare. There was also a negative and significant influence of the Sundanese ethnocentrism on social welfare. The results of this study also showed that social welfare in the Sundanese was reflected in several cultural tradition values from the philosophy of silih asah, silih asih, silih asuh.
Language Commodification in Culinary Businesses Naming at Sedayu City, Kelapa Gading: A Linguistic Landscape Study Warman, Amanda Pradhitya; Widiatmoko, Sigit; Anwar, Miftahulkhairah
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 8 No. 1 (2026): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bip.v8i1.8118

Abstract

This study examines language commodification in the naming of culinary businesses in Sedayu City, Kelapa Gading, Jakarta Timur. Employing a qualitative descriptive approach within the framework of linguistic landscape studies, this research analyzes 124 business naming units displayed on signboards, banners, and tenants, documented between January and March 2025. Data were classified into monolingual, bilingual, and multilingual forms, then interpreted through informational and symbolic functions. The results indicate that monolingual forms account for 64 data points (52%), bilingual forms for 55 (44%), and multilingual forms for 5 (4%). Indonesian remains the strongest informational anchor, while English, along with several regional and foreign languages, serves as a symbolic resource to construct modern, authentic, and exclusive brand identities. These findings suggest that language in this commercial space is no longer merely a tool for communication but has become a marketable resource used to influence consumer perception and increase exchange value. Functional analysis reveals that Indonesian dominates the informational function as a conveyor of factual messages, ensuring consumer comprehension. Conversely, in the symbolic function, the use of English and other foreign languages is leveraged to build a modern image, exclusivity, and brand appeal. Thus, the research findings demonstrate that such naming reflects a negotiation of local-global identities. Local identity is maintained as a root of authenticity, while global elements are adopted as a marketing strategy to enhance market value. Language in Sedayu City has undergone commodification, shifting its function from a mere communicative tool to an economic resource with commercial value within the dynamics of an urban commercial area.