Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Asy-Syariah

Spirit Pembebasan dalam Hukum Islam Abu Yazid Adnan Quthny
Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam Vol 3 No 2 (2017): Asy-Syariah Juni 2017
Publisher : Fakultas Syariah Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/assyariah.v3i2.261

Abstract

The urgency of implementing Islamic law for the creation of principles of justice is now a complicated issue in the global era. The high intervention of the investors and the western nations in building the world economic map, not infrequently sacrifice the value of justice in the life of a society. The high social imbalance between the poor and the rich, the spread of a free-standing culture that ended with the abortion behavior of teenagers, has made various problems unending. Islamic law that should be a solution in various aspects of community life, gradually unable to be implemented in the realm of community life due to various conflicts of interest. While multiculturalism is occurring in some areas, it is often used as an alibi for some societies to reject Islamic law as an integral part of the human struggle free from injustice in all things. Not infrequently, people who are keen to fight for Islamic law in a society are regarded as extremist groups.
Al-Kalalah (Dhanniy al-Dalalah dalam al-Faraidl) Abu Yazid Adnan Quthny
Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam Vol 6 No 1 (2020): Asy Syari`ah Januari 2020
Publisher : Fakultas Syariah Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/assyariah.v6i1.304

Abstract

Paragraph verse especially in QS. al-Nisa ‘: 11,12 and 176 are understood by some as a verse of qath’iy al-dalalah which is closed with space and opportunities for ijtihad (ta’wil). Throughout the interpretation of turats and contemporary Muslim intellectual thought there is debate and difference in interpretation of verses and hadith al-kalalah as universal terms in the case of the roseits. Carefully and thoroughly, the researchers examined al-kalalah ontologies along with the hadith explanation and understanding of the commentators on al-kalalah cases by using qualitative-inductive methods through library research, namely the review of interpretive library documents and hadith in the al-kalalah domain. The contents of the analysis of the literature formulate that alkalalah is a universal term that contains multiple meanings and interpretation requirements. Rasulullah Saw himself gave an abstract explanation and general description (dhanniy al-dalalah) so that it led to a speculative-ijtihadiy understanding among friends which led to the emergence of khilafiyah al-kalalah meaning in the realm of fiqh mawaraits. Some interpret al-kalalah as the owner of the inheritance, the heirs are even interpreted as inheritance that will be inherited by the heirs.
Peralihan Kekayaan Warisan dalam Madzhab Syafi`i (Studi Pemikiran Syaikh Said Ibn Saad Ibn Nabhan al-Hadlramiy dalam Kitab ‘Iddat Al-Faridl) Abu Yazid Adnan Quthny
Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam Vol 6 No 2 (2020): Asy-Syari'ah Juni 2020
Publisher : Fakultas Syariah Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/assyariah.v6i2.345

Abstract

Mashdar fiqh al-mawarits lahir dari naqliy-bayaniy (baik yang qath’iy al-dalalah maupun dhanniy al-dalalah dalam al-Quran dan sunah) dan aqliy-burhaniy (ijma’ dan qiyas). Syaikh Said ibn Saad ibn Nabhan al-Hadlramiy hadir merumuskan fiqh al-mawarits dari kedua mashdar al-hukm ini dengan menganut madzhab Syafii dalam bentuk tandhim (rajutan syair) terhadap kitab-kitab turats terkait tema al-mawarits yang disusun para ulama syafiiyah. Mandhumat ‘Iddat al-Faridl memuat kajian pengantar tata kelola tirkah sebelum dialokasikan kepada para ahli waris (sebagai harta waris) kemudian disusul pemamaparan tentang ahli waris berikut hak kewarisannya serta teknis hisab/kalkulasi harta warisan dengan menggunakan teori matematis tradisional.
Akad Kerjasama dalam Bimbingan Pelaksanaan Ibadah Haji Perspektif Hukum Islam Abu Yazid Adnan Quthny
Asy-Syari’ah : Jurnal Hukum Islam Vol 7 No 1 (2021): Asy-Syariah Januari 2021
Publisher : Fakultas Syariah Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/assyariah.v7i1.389

Abstract

Permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan kerjasama antara calon jamaah haji dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) adalah tidak mengertinya calon jamaah terhadap peruntukan uang yang mereka bayarkan kepada KBIH. dalam perspektif hukum Islam hal ini bermasalah karena tidak diketahuinya manfaat yang akan diperoleh dari upah yang dibayarkan calon jamaah kepada KBIH. Oleh karena itulah permasalahan tersebut penting untuk dikaji. Setelah penulis mengkajinya secara mendalam diperolehlah kesimpulan bahwa dalam pandangan hukum Islam, akad kerjasama antara KBIH dan jamaah termasuk akad ijarah atau sewa menyewa. Dalam kerjasama ini berarti yang disewa adalah jasa atau keahlian. para fuqaha telah bersepakat tentang kebolehan hukum ijarah ini dengan beberapa dalil dari Alquran dan Sunnah Nabawiyah. Akad kerjasama yang dilakukan KBIH harus telah memenuhi syarat dan rukun serta sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi islam seperti adanya unsur kerelaan dan adanya pemenuhan hak dan kewajiban.