Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ASPIRATOR

Efek imunomodulator saliva nyamuk Aedes aegypti (l.) Terhadap sistem imun manusia Alya Arimbi Simangunsong; Mutiara Widawati
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 5 No 2 (2013): Jurnal Aspirator Volume 5 Nomor 2 2013
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.99 KB)

Abstract

Mosquito’s saliva is the main fundamental elements in the acquisition of human blood by mosquito, mosquito’s saliva inhibit blood hemostatic response, the influx of saliva also may stimulate the mechanism for effector formation of the host, also in this process we may find some microorganism transmission. By knowing on how the components of mosquito’s saliva process in stimulating our immune system, we could ensure the mechanism for pathogens and emerging diseases in our body. Flow Cytometry method used for detecting whether increased concentration of the saliva gland extract (SGE) affecting the proliferation and development of dendritic cells from bone marrow or not, while for the effect of SGE on lymphocytes is using colorimetric test. The concentration response curve was made to see the effect of SGE on Ae. aegypti cells (DC) and lymphocytes. The proliferation of DC from bone marrow precursor, its development and its function were not directly influenced by SGE of Ae. aegypti (concentration of 2.5 to 40μg/mL). While the results of SGE effects on lymphocytes showed that lymphocytes are extremely sensitive to saliva components. Based on the data, it was concluded that lymphocytes are potential to be a target for the main components of Ae. aegypti saliva compared to its dendritic cells
Mortalitas Aedes albopictus akibat infeksi horizontal Beauveria bassiana dan aktivitas enzim Kitinase B. bassiana Firda Yanuar Pradani; Mutiara Widawati
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Aspirator Volume 7 Nomor 2 2015
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.19 KB)

Abstract

Abstrak. Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor primer dan Ae. albopictus sebagai vektor sekunder. Pengendalian vektor selama ini dilakukan dengan menggunakan insektisida dengan resiko terjadi resistensi. Upaya pencarian insektisida alternatif yang ramah lingkungan dan aman terus dilakukan dengan melakukan penelitian potensi mikroorganisme seperti bakteri dan fungi. Salah satu fungi yang diketahui memiliki daya patogen terhadap nyamuk adalah B. bassiana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konidium B. bassiana dengan konsentrasi berbeda terhadap mortalitas Ae. albopictus. Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat pengaruh kondisi nyamuk terhadap infeksi fungi, potensi infeksi horizontal dari nyamuk jantan yang terinfeksi kepada nyamuk betina sehat dan aktivitas enzim kitinase yang dihasilkan oleh B. bassiana. Data kematian dianalisis menggunakan uji univariate dan dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi konidia berpengaruh terhadap mortalitas Ae. albopictus. Kondisi nyamuk tidak ikut mempengaruhi mortalitas tetapi mempengaruhi kerentanan nyamuk. Tidak ada interaksi dari kedua faktor yang diujikan sehingga kedua faktor berdiri sendiri dalam menentukan kematian nyamuk. Pada konsentrasi 105 angka kematian nyamuk adalah sebesar 23,05%. Konsentrasi lebih tinggi yaitu 107 mengakibatkan mortalitas yang lebih tinggi yaitu sebesar 31,47%. Indeks kitinolitik B. bassiana adalah sebesar 1,67 dan aktivitas spesifik enzim adalah sebesar 1,0557 unit/mg.
Analisis Pengaruh Ekstraksi Non-Polar Batang Pohon Tanjung (Mimusops elengi L.) Terhadap Larva Aedes aegypti (L.) Mutiara Widawati; Lurda Almierza
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 4 No 2 (2012): Jurnal Aspirator Volume 4 Nomor 2 2012
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.459 KB)

Abstract

Abstrak. Pohon Tanjung (Mimusops elengi) merupakan salah satu pohon yang banyak memiliki efekterapeutik dan sudah banyak diteliti sebagai berbagai macam obat, diantaranya obat radang, diare, danasma. Penelitian ini menguji daya larvasida ekstrak batang tanjung untuk larva Aedes aegypti dengan LC50dan LC90, bahan yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu ekstrak pelarut semi polar dan non polardari batang tanjung (Mimusops elengi), yaitu ekstrak etil asetat dan ekstrak heksan. Ekstrak batang tanjungdibuat dengan cara reflux untuk selanjutnya difraksinasi dengan hasil analisis dari kromatografi lapis tipis.Dari penelitian ini diperoleh hasil nilai LC50 dari ekstrak 1, 2 dan 3, yaitu masing-masing 59,36 ppm, 82,53ppm, dan 110,42 ppm. Hasil eksperimen menunjukan bahwa heksan memiliki daya larvasida yang palingkuat dibandingkan dengan ektrak yang lain.