Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Upaya Pencegahan Stunting Siti Haniyah; Ikit Netra Wirakhmi; Arni Nur Rahmawati; Wasis Eko Kurniawan
Jurnal Medika: Medika Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3krn7j46

Abstract

Remaja menjadi fokus perhatian penting dalam pembangunan Nasional. Program Prioritas Nasional BKKBN memiliki kontribusi terhadap Peningkatan Kesehatan Ibu Anak, KB dan Kesehatan Reproduksi, dengan fokus strategi salah satunya adalah peningkatan pengetahuan dan akses layanan kesehatan reproduksi bagi remaja. Masalah kesehatan reproduksi pada remaja berkaitan erat dengan perilaku remaja yang berisiko, diantaranya yaitu melakukan hubungan seksual pranikah. Survei SDKI Tahun 2017 menunjukkan 8% pria dan 1% wanita yang pernah melakukan hubungan seksual saat pacaran. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja yaitu dengan pemberian penyuluhan. Terdapat berbagai macam media penyuluhan seperti televisi, video bergambar, dan media cetak. Media yang paling diminati yaitu buku saku dan leaflet. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, siswa SMP masih terdapat siswa yang belum tahu tentang bahaya seks bebas. Berdasarkan hasil wawancara dengan 10 siswa di SMP Gunung Jati Kembaran, para siswa belum pernah mendapatkan penyuluhan mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja dan belum tahu apa bahaya seks bebas.  Program penerapan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai Kesehatan Reproduksi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Maret 2023 di SMP Gunung Jati Kembaran dengan dihadiri 30 siswa kelas 7, dan 8 di SMP Gunung Jati Kembaran. Setelah dilakukan penyuluhan didapatkan pengetahuan responden yang meningkat sebesar 75%, tetap/tidak berubah sejumlah 25%, dan tidak ada responden yang mengalami penurunan pengetahuan.
Upaya Meningkatkan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Kontrol Rutin Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Kembaran 1 Viky Dwi Pradani Pradani; Wasis Eko Kurniawan; Madyo Maryoto
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v4i1.420

Abstract

Keluarga merupakan individu terdekat yang dapat berkontribusi aktif untuk memperoleh kepatuhan dan keberhasilan pengobatan. diabetes adalah suatu kondisi metabolisme yang bermanifestasi sebagai peningkatan kadar gula darah melebihi batas normal. Koping negatif disebabkan oleh kurangnya dukungan keluarga sehingga mengganggu kepatuhan kontrol rutin pada penderita diabetes. Tingkat kepatuhan dipengaruhi oleh empat faktor yaitu faktor demografi, penyakit, program terapeutik, dan psikososial. Puskesmas Kembaran II berjumlah 367 pasien.Metode yang digunakan dalam mengatasi permasalahan yaitu dengan pemberian edukasi tentang pengaplikasian metode pendampingan keluarga pada tingkat kepatuhan minum obat penderita diabetes mellitus dengan metode edukasi. Pengukuran tingkat pengetahuan peserta dilakukan dengan mengidentifikasi pengetahuan sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) kegiatan pengabdian.setelah dihitung dari 30 peserta 26 peserta di kategori kurang pengetahuan dengan presentasi 86,6%, 3 peserta di kategori baik dengan presentase 0,1%, dan 1 peserta sudah di kategori cukup baik dengan presentase 0,03%, 30 peserta, 28 peserta meningkat kategori cukup baik dengan presentase 93,3%, dan 2 peserta meningkat kategori baik dengan prasentase 0,06%. Berdasarkan nilai presentase pre-test dan post-test dapat disimpulkan bahwa ada perubahan nilai dalam pengetahuan sebelum dan sesudah mengikuti penyuluhan tentang dukungan keluarga tentang kepatuhan kontrol rutin yang awalnya menujukan pengetahuan mayoritas masih di kategori kurang, setelah dilakukan penyuluhan kepada keluarga penderita diabetes melitus menunjukan adanya peningkatan pada angka pengetahuan yang baik dalam pemahaman mereka, hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yang telah dilaksanakan dapat dilihat adanya peningkatan pengetahuan dari nilai presentase pada pre-test dan post-test adanya peningkatan sebanyak 16,67%, dari hasil nilai tertingi pada saat pre-test 86,6% (kurang) dan nilai tertinggi pada post-test 93,3% (cukup baik). 
Asuhan Keperawatan Gerontik Gangguan Mobilitas Fisik pada Ny. S dengan Stroke Hemiparesis Kanan Rumah Sakit Lansia “The Season” Jepang Umi Sarah Fauziah Ali; Wasis Eko Kurniawan; Febi Septiani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.82

Abstract

Prevelensi stroke secara global menunjukan lebih dari 80 juta orang hidup dengan menderita stroke. Hemiparesisi merupakan kelemahan ekstremitas yang salah satunya dapat disebabkan oleh stroke. Lansia dengan stroke sering mengalami gangguan mobilitas fisik akibat hemiparesis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas latihan Range of Motion (ROM) dalam meningkatkan kekuatan otot pada Ny. S, pasien lansia di Rumah Sakit "The Season", Jepang. Studi kasus deskriptif dilakukan pada lansia usia 88 tahun dengan hemiparesis kanan, afasia, dan demensia. Intervensi ROM pasif diberikan dua kali sehari selama tiga hari. Pengkajian menggunakan Manual Muscle Testing (MMT) dan observasi klinis. Hasil menunjukkan peningkatan kekuatan otot, serta penurunan kekakuan sendi. Pasien menunjukkan peningkatan partisipasi meskipun masih memerlukan bantuan. Latihan ROM terbukti memberikan dampak positif jangka pendek pada kekuatan otot dan mobilitas pasien stroke.
The Effect of Warm Water Foot Bath Therapy in Reducing Blood Pressure in Elderly People with Hypertension in Pandansari Village, Banyumas Puput Yulianingrum; Wasis Eko Kurniawan
Viva Medika Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i2.1464

Abstract

As a person ages, various types of changes and non-communicable diseases often occur due to decreased biological function due to the aging process. The disease that often occurs is hypertension. If not treated properly, hypertension will cause complications. Preventing hypertension can be done with non-pharmacological therapy, namely by soaking the feet in warm water. The aim of this study was to see whether there was an effect of soaking the feet in warm water on reducing blood pressure in people with hypertension. This research is qualitative research using the nursing process approach method. The subjects used were elderly people with hypertension problems in Pandansari Village, Kab. Banyumas. The research instrument used was the nursing care format. Research data collection techniques are observation, interviews, physical examination and documentation studies. Blood pressure measurements were taken after and before the feet were soaked. The results of implementing foot soak therapy using warm water on the elderly showed that the patient's blood pressure decreased from the first day of implementation to the third day of implementation, so it can be concluded that the technique of soaking feet in warm water was able to provide good results. Lowering blood pressure in the elderly.
PENGARUH INTENSITAS BERMAIN GAME ONLINE TERHADAP MENTAL EMOSIONAL PADA ANAK SEKOLAH DI MADRASAH IBTIDAIYAH REJODADI CILACAP Adroni Adroni; Wasis Eko Kurniawan; Ema Wahyu Ningrum
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i4.2491

Abstract

The use of online games is increasingly widespread among school-age children, including those at the Madrasah Ibtidaiyah level. There are concerns that high levels of play could impact children's mental and emotional well-being, which is a crucial aspect of their psychosocial development. This study aims to determine the effect of the intensity of playing online games on the emotional mental health of school children at Madrasah Ibtidaiyah Rejodadi Cilacap. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 173 students and was selected using a total sampling technique. The instruments used were an online gaming intensity questionnaire and the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Data were analyzed univariately and bivariately using the Spearman Rank test. Most children have high online gaming intensity (52.6%) and normal emotional mental condition (56.6%), although 43.4% are in the borderline category. Statistical test results show a very strong and significant relationship between online gaming intensity and children's emotional mental condition (r = 0.750; p = 0.000). Conclusion: The higher the intensity of playing online games, the greater the risk of mental and emotional disorders in school children. Therefore, support and supervision from parent and theachers are essential to limit playing time and provide education about the impact of online games on mental health.
Gambaran Emergence Agitation pada Pasien Pasca Bedah Otolaryngology Dengan General Anestesi Di RSU Siaga Medika Purbalingga Alifika Julianinta Sudarmono; Magenda Bisma Yudha; Wasis Eko Kurniawan
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i2.339

Abstract

Latar Belakang: Emergence agitation (EA) adalah kondisi kebingungan dan kegelisahan akut pada fase pemulihan pasca anestesi yang ditandai dengan respon motorik yang berlebihan tanpa tujuan dan sering kali tidak disertai kesadaran penuh.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian emergence agitation pada pasien pasca bedah otolaryngology dengan general anestesi di recovery room RSU Siaga Medika Purbalingga. Metode Penelitian ini menerapkan pendekatan non-eksperimental dengan rancangan potong lintang (cross sectional). Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling, melibatkan 32 responden yang merupakan pasien pasca operasi otolaringologi dengan anestesi umum. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat. Hasil: Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh sejumlah 11 responden (31.4%) mengalami kejadian EA. Hasil Sebanyak 7 responden (21.9%) dengan rentang usia 1–5 tahun mengalami EA. yang mengalami EA, berdasarkan jenis kelamin laki-laki sejumlah 7 responden (21.9%) yang mengalami EA, berdasarkan jenis pembedahan otolaryngology pembedahan faryngology/laryngology sejumlah 9 responden (28.1%), berdasarkan teknik anestesi keseluruhan 32 responden diberikan anestesi dengan teknik balanced anesthesia. Kesimpulan: kejadian EA lebih sering terjadi pada anak laki-laki usia pra sekolah yang menjalani pembedahan Otolaryngology.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG MANAJEMEN STRES PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 PURWAREJA KLAMPOK Arkan Raihan Maulana; Tri Sumarni; Wasis Eko Kurniawan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61607

Abstract

Stres pada remaja merupakan permasalahan yang cukup tinggi akibat berbagao tuntutan perkembangan, terutama tekanan akademik dan sosial. Kurangnya pengetahuan tentang manajemen stres dapat menyebabkan remaja mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi dan menghadapi tekanan, sehingga berdampak pada kesehatan mental dan prestasi belajar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang manajemen stres dan menurunkan tingkat stres pada siswa kelas X E SMA Negeri 1 Purwareja Klampok. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan desain pre test dan post test. Kegiatan dilakukan pada 30 siswa dengan tahapan pengukuran tingkat pengetahuan dan stres sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan kuesioner pengetahuan dan Adolescence Stress Scale (ADOSS). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa berdasarkan dari total 30 siswa yang menjadi responden,  mayoritas berusia 15 tahun sebanyak 17 responden (56,7%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 20 responden (66,7%). Sebelum penyuluhan sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 13 responden (43,3%) dan setelah penyuluhan meningkat menjadi kategori baik sebanyak 19 responden (63,3%). Selain itu, tingkat stres siswa sebelum penyuluhan mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 17 responden (56,7%) dan setelah penyuluhan menurun menjadi kategori ringan sebanyak 22 responden (73,3%). Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penyuluhan manajemen stres efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat stres siswa.