Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan di Indomaret Area Gajahmungkur Kota Semarang Dewi Fatmasari; Retno Djohar Juliani; Rina Widayanti
Public Service and Governance Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Juli: Public Service and Governance Journal
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/psgj.v6i2.2973

Abstract

This  study  aims  to  determine  the  relationship  between  the  work  environment  and  employee  job  satisfaction  at Indomaret  Area  Gajahmungkur,  Semarang  City.  The  type  of  research  used  is  quantitative  research.  The  primary data  source  is  from  Indomaret  Area  Gajahmungkur  employees.  The  population  and  sample  of  the  study  used Total  Sampling,  as  many  as  55  Indomaret  Area  Gajahmungkur  employees  who  are  all  employees  are  samples in  the  study.  Data  collection  techniques  used  questionnaires  and  literature  studies.  Data  processing  techniques used  editing,  coding,  scoring  and  tabulating.  The  work  environment  is  measured  using  a  five-level  Likert  scale, namely  Very  Good,  Good,  Quite  Good,  Not  Good,  and  Very  Not  Good.  Job  satisfaction  is  measured  on  a  scale of  Very  Satisfied,  Satisfied,  Quite  Satisfied,  Not  Satisfied  and  Very  Dissatisfied.The  data  was  analyzed  using  cross-tabulation  analysis  to  Based  on  the  results  of  the  study,  14%  stated  that  the  work  environment  is  very  good  so  that  employees  are very  satisfied,  7%  stated  that  the  work  environment  is  good  so  that  employees  are  very  satisfied,  13%  stated that  the  work  environment  is  very  good  so  that  employees  are  satisfied,  62%  stated  that  the  work  environment is  good  so  that  employees  are  satisfied,  2%  stated  that  the  work  environment  is  good  enough  so  that  employees are  satisfied  and  2%  stated  that  the  work  environment  is  good  enough  so  that  employees  are  quite  satisfied. The  work  environment  suggestion  is  for  Indomaret  which  opens  24-hour  service,  security  guards  are  needed who  can  help  maintain  store  security,  the  need  for  CCTV  cameras  both  inside  and  outside  the  area.  While  the  suggestion  for job satisfaction  is  that  the  company  can  add  other  compensation  so  that  employees  are  more satisfied  in  working.
PENGARUH DESAIN HUNIAN VERTIKAL TERHADAP PERILAKU PENGHUNI DI APARTEMEN BASSURA CITY, JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA Firmansyah, M Rafly Ghifari; Widayanti, Rina
UG Journal Vol 19, No 5 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desain hunian vertikal terhadap perilaku penghuni, dengan fokus pada Apartemen Bassura City, Jakarta Timur. Hunian vertikal, seperti apartemen, muncul sebagai solusi atas keterbatasan lahan perkotaan dan menawarkan efisiensi ruang yang mendukung gaya hidup modern. Namun, desain ini sering kali membatasi interaksi sosial akibat keterbatasan ruang komunal dan akses yang terbatas terhadap ruang terbuka. Sebaliknya, hunian horizontal memberikan ruang yang lebih luas untuk interaksi sosial dan aktivitas keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan untuk mengeksplorasi persepsi penghuni terhadap desain lingkungan fisik apartemen dan dampaknya terhadap pola interaksi sosial. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan penghuni Apartemen Bassura City. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain hunian vertikal memengaruhi perilaku penghuni dalam berbagai aspek. Perilaku sadar terlihat dalam perencanaan aktivitas seperti penggunaan fasilitas umum, sementara perilaku tak sadar mencerminkan interaksi spontan, seperti menyapa tetangga di lorong. Kendati demikian, keterbatasan ruang pribadi sering memicu stres dan membatasi interaksi sosial bermakna. Faktor-faktor seperti efisiensi tata letak, ketersediaan fasilitas, keamanan, dan pencahayaan alami menjadi elemen penting yang memengaruhi kenyamanan penghuni. Penelitian ini menyimpulkan bahwa desain hunian vertikal memiliki dampak signifikan terhadap perilaku dan kesejahteraan penghuni. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi tata ruang dan pengelolaan fasilitas untuk mendukung interaksi sosial dan meningkatkan kualitas hidup penghuni apartemen. Temuan ini memberikan rekomendasi bagi arsitek dan pengembang perumahan dalam merancang hunian vertikal yang tidak hanya efisien, tetapi juga mendukung kesejahteraan sosial dan psikologis penghuni.
Evaluasi Penerapan Prinsip Arsitektur Organik Pada Bangunan The Upper Clift Resort & Café Salsabila, Ilona; Widayanti, Rina; Susilowati, Diana
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 3 No. 1 (2025): September, 2025
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan manusia yang semakin kompleks sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan. Pendekatan arsitektur organik muncul sebagai respon terhadap isu keberlanjutan dengan mengedepankan penggunaan material ramah lingkungan, efisiensi energi, dan keselarasan dengan alam. Penelitian ini akan mengkaji penerapan prinsip arsitektur organik menurut David Pearson pada bangunan resort The Upper Clift Resort & Cafe. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa deskripsi sistematis mengenai bagaimana konsep arsitektur organik telah diterapkan pada sebuah bangunan resort. Pada bangunan The Upper Clift Resort & Café memaksimalkan kondisi geografis yang berada dipegunungan, melalui pemandangan dari berbagai sisi bangunan yang menciptakan hubungan dinamis antara manusia dan alam. Bangunan tersebut dirancang mengikuti kontur alamnya sehingga meminimalisir kerusakan alam. Bangunan ini selaras menjadi satu kesatuan dengan lingkungan sekitarnya, bukan sebagai entitas yang terpisah atau bertentangan dengan lingkungannya.
UPAYA PERLINDUNGAN HUKUM DALAM HAK KEKAYAAN INTELEKTUALTERHADAP PRAKTIK PLAGIARISME HAK CIPTA Ismatul Aula; Widayanti, Rina; Setyanoor, Erwan
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 5 No. 02 (2024): Jurnal Ekonomi dan Bisnis (Ekobis-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v5i02.184

Abstract

Praktik plagiarisme dalam hak kekayaan intelektual, khususnya hak cipta, merupakan tantangan serius yang menghambat perlindungan hukum atas karya cipta. Faktor-faktor seperti rendahnya kesadaran masyarakat, lemahnya penegakan hukum, dan minimnya pemahaman terhadap regulasi menjadi penyebab utama maraknya plagiarisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab plagiarisme, mengidentifikasi hambatan dalam penerapan perlindungan hak cipta, dan mengevaluasi penerapan prinsip fiqh muamalah sebagai kerangka etika untuk mencegah plagiarisme. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis kajian pustaka, penelitian ini mengolah data dari berbagai literatur untuk memahami dampak plagiarisme terhadap integritas akademik dan reputasi individu maupun institusi. Penelitian ini menyoroti pentingnya penerapan fiqh muamalah yang menekankan penghormatan terhadap karya intelektual sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran etis masyarakat. Rekomendasi yang diajukan meliputi edukasi masyarakat, penguatan regulasi, dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perlindungan hak cipta secara konsisten.  
ANALISIS KEPERCAYAAN, BRAND IMAGE, DAN E-SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN TIKET ONLINE KAI ACCESS (STUDI PADA MAHASISWA DI KEDIRI) Widayanti, Rina; Muslih, Basthoumi
Prosiding Simposium Nasional Manajemen dan Bisnis Vol. 2 (2023): Simposium Manajemen dan Bisnis
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/7kne2315

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan, brand image, dan e-service quality terhadap keputusan pembelian tiket online KAI Access. Metode yag digunakan dalam penelitian yaitu metode kuantitatif dengan jenis penelitian menggunakan jenis asosiatif/kausal. Populasi yang terdapat di penelitian ini yaitu mahasiswa se kediri yang pernah menggunakan aplikasi KAI Access. Sampel yang digunakan sebanyak 40 responden menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria mahasiswa Universitas se Kediri yang pernah menggunakan aplikasi KAI Access minimal 2 kali transaksi. Kuesioner secara online dengan google formulir untuk mengukur jawaban responden. Analisis data yang digunakan yaitu regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS versi 26. Berdasarkan hasil penelitian variabel kepercayaan, brand image, dan e-service quality secara parsial maupun simultan terhadap keputusan pembelian tiket online KAI Access. Dalam meningkatkan pembelian tiket online, saran untuk aplikasi KAI Access agar tetap memperkuat dan melakukan evaluasi mengenai kepercayaan, brand image, dan e-service quality terhadap keputusan pembelian.
PERAN DAN MAKNA API PADA MASYARAKAT ADAT PANCER PANGAWINAN DI SUKABUMI JAWA BARAT susilowati, diana; Widayanti, Rina
NALARs Vol. 25 No. 1 (2026): NALARs Vol 25 No 1 Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan api baik di dunia maupun di Nusantara masih bertahan hingga saat ini, seperti untuk kegiatan memasak, menghangatkan ruang, dan juga digunakan untuk kegiatan ritual spiritual. Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan peran penting api di daerah yang memiliki latar belakang agraris, yang memiliki kepercayaan terhadap Dewi Padi sangat besar sekali. Pada penelitian mengenai budaya padi yang telah dilakukan sebelumnya sudah banyak membahas tentang kaitannya arsitektur dengan budaya padi tersebut, namun demikian penelitian tersebut luput menjelaskan adanya peran api yang terkait budaya padi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali konsep api baik itu secara makna denotatif maupun konotatif yang terkait tatanan spasial di Masyarakat Adat Pancer Pangawinan baik api untuk kegiatan sehari-hari maupun untuk kegiatan ritual, oleh sebab itu menggunakan metode kualitatif dengan strategi pendekatan studi kasus untuk mengidentifikasi kegiatan yang dilakukan terkait penggunaan api di rumah (imah). Imah di masyarakat Pancer Pangawinan dibedakan menjadi dua yaitu imah gede dan imah warga. Dari masing-masing imah tersebut dapat terlihat fungsi api serta memunculkan makna api terkait sakralitas. Dengan demikian memungkinkan permukiman lama untuk berkembang mengikuti modernisasi sementara itu keaslian Masyarakat Adatnya tetap terjaga di dalam permukiman baru yang berbasis konsep api.   The use of fire both in the world and in the archipelago still survives to this day, such as for cooking activities, warming the space, and also used for spiritual ritual activities in several places. Several studies in Indonesia show the important role of fire in areas that have an agrarian background, which has a very large belief in the Goddess of Rice, but what is missed is explaining the role and meaning of fire related to rice culture. This study aims to explore the role and meaning of fire both in daily activities related to spatial order in the Pancer Pangawinan Indigenous People, therefore using a qualitative method with a case study approach strategy to identify activities carried out related to the use of fire at home (imah) that are slightly different from other areas. Houses in the Pancer Pangawinan community are divided into two, namely large houses and residents' houses. The role of fire in the Pancer Pangawinan Society serves as a means to fulfill daily activities, both related to the circle of life and traditional rituals. Meanwhile, in terms of meaning, fire can indicate the formation of a sacred space when fire is used in traditional rituals that take place. With the use of fire in daily life, old settlements survive and develop in the era of modernization, while the authenticity of the Indigenous Peoples is maintained in settlements based on the concept of fire.