Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor Risiko Unsafety Action dan Unsafety Condition yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Bongkar Muat Batu Bara di Pelabuhan Laut Meulaboh Desi Maulina; Maiza Duana; Onetusfifsi Putra; Jun Musnadi Is; Dian Fera
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v9i1.906

Abstract

The initial survey conducted by researchers at the Port of Meulaboh observed the working processes of the PBM (Port Operators) of the Coal Company. Based on field data, there were 3 cases due to unsafe actions such as being struck by lifting equipment, falling, and being trapped, and there was 1 case due to an unsafe condition where the work accident occurred due to slipping. The research aims to identify risk factors of unsafe actions and unsafe conditions related to work accidents among coal unloading workers at Meulaboh Sea Port. Quantitative analytical study using a cross-sectional design is the methodology employed. Thirty unloading workers make up the study's population and sample size (total sampling). Both univariate and bivariate data analysis are employed. The findings indicated a strong correlation between dangerous condition factors (P value = 0.017 and PR = 2.5) as well as risky behavior characteristics (PR = 4.250 and P value = 0.002). and workplace mishaps involving employees.
Analysis Of Non-B3 Liquid Waste Management In Preventing Environmental Pollution In PT.Kharisma Iskandar Muda Nagan Raya Regency Cut Ratna Dewi; Dian Fera
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 2 (2022): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v8i2.1483

Abstract

Background: Non-B3 waste is residual waste from business or industrial activities that do not contain hazardous and toxic materials. This research is based on the Regulation of the Minister of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia Number 19 of 2021 concerning Procedures for Management of Non-Hazardous and Toxic Waste from health care facilities. Objectives: This study aims to analyze more deeply related to the Reduction, Storage, Utilization, Stockpiling, and Transboundary Movement of Non-B3 Waste. Research Metodes: This study uses a qualitative method through a descriptive approach with cross-sectional research analysis. Results: From the results of research conducted through interviews, it can be seen that the management of Non-B3 Waste at PT Kharisma Iskandar Muda, Nagan Raya Regency has been carried out in accordance with the regulation of the Minister of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia Number 19 of 2021 concerning Procedures for Management of Non-Hazardous and Toxic Waste, which is proven with the cooperation between factory managers in maintaining the cleanliness and health of the environment so that it remains productive and not polluted. Conclusion: Prevention of environmental pollution at PT Kharisma Iskandar Muda is very good, because the factory manager always pays attention to the presence of waste so that it does not spill into the environmental area, in addition PT Kharisma Iskandar Muda also utilizes Non-B3 waste from industrial activities as fertilizer for plantations in the PT. that's on its own
STRATEGI PENCEGAHAN DIABETES MELITUS MELALUI EDUKASI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI GAMPONG BLANG DALAM, KABUPATEN ACEH BARAT Ihsan Murdani; Yolanda Oktaria; Muhammad Iqbal Fahlevi; Redha Rahmi; Siti Nurmala Dewi; Rahman Rahman; Fikri Faidul Jihad; Jun Musnadi Is; Fakhrurradhi Luthfi; Ishalyadi Rahman; Muhibbul Subhi; Susy Sriwahyuni; Dian Fera; Tri Quari Handayani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Tingkat prevalensi DM yang terus meningkat mendorong berbagai inisiatif untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini, khususnya di daerah-daerah dengan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah. Salah satu upaya pencegahan dilakukan di Gampong Blang Dalam, Aceh Barat, melalui program Praktik Belajar Lapangan (PBL) oleh mahasiswa Universitas Teuku Umar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang diabetes serta memotivasi mereka untukmengadopsi gaya hidup sehat. Adapun program PBL yang dilakukan di Gampong Blang Dalam mencakup beberapa intervensi kunci yaitu: Edukasi dan penyuluhan, Pembagian makanan sehat, dan Implementasi gotong royong. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya DM dan pentingnya pencegahan sejak dini. Edukasi yang dilakukan mampu memotivasi masyarakat untuk mulai mengubah kebiasaan makan mereka serta meningkatkan aktivitas fisik. Kegiatan gotong royong juga berhasil menciptakan lingkungan yang lebih sehat di desa tersebut.
INTERVENSI EDUKATIF DALAM UPAYA OPTIMALISASI IMUNISASI DASAR LENGKAP Lili Eky Nursia N; Telsa Amanda; Primarini Anggra; Sinta Arsandi; Suci Amalia Putri; Ulfatul Aulia Amanda; Dian Fera; Siti Maysaroh Fitri Siregar; Darmawan Darmawan
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang penting untuk mencegah penyakit menular, namun cakupan imunisasi di Provinsi Aceh masih termasuk yang terendah di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang imunisasi dasar lengkap di Desa Lambaed, Aceh Besar. Program berbasis masyarakat dilaksanakan dari Juli hingga Agustus 2025 menggunakan desain pretest–posttest. Sebanyak 26 keluarga dengan balita dipilih melalui sampling acak sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diberikan, diikuti dengan sesi pendidikan kesehatan tentang pentingnya, jadwal, dan manfaat imunisasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, dengan skor pasca-tes menunjukkan tingkat pemahaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan pra-tes. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi pendidikan kesehatan secara efektif meningkatkan kesadaran orang tua, menyoroti kebutuhan akan keterlibatan komunitas yang berkelanjutan untuk meningkatkan cakupan imunisasi.
STRATEGI PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING MELALUI PELATIHAN KADER POSYANDU DESA PUCUK LEMBANG Ihsan Murdani; Fikri Faidul Jihad; Muhammad Iqbal Fahlevi; Fakhrurradhi Luthfi; Dian Fera; Yolanda Oktaria; Jun Musnadi Is; Firman Husada; Muttaqin HM; Siti Nurmala Dewi; Redha Rahmi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gampong Pucuk Lembang berawal dari satu kelompok pendatang yang berasal dari Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan sekarang. Mereka semuanya suku Aceh dan yang disebut sebagai pemimpin kelompok tersebut adalah Raja Ali. Penduduk desa pucuk lembang adalah petani, dengan jumlah KK sebanyak 312 KK dan 4 dusun. Jumlah penduduk desa desa pucuk lembang sebanyak 1.198jiwa, dengan jumlah laki-laki sebanyak 644 orang dan perempuan sebanyak 554 orang. Pemerintahan desa pucuk lembang saat ini dipimpin oleh Bapak Kridami sebagai kepala desa (Keuchik) yang dilantik pada tahun 2019.metode pengabdian adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi masalah, mengevaluasi penyebab, dan merancang strategi penanganan stunting di Desa Pucuk Lembang. Hasil Pengabdian sosialisasi dan pelatihan kader Posyandu di Desa Pucuk Lembang telah mencapai hasil yang signifikan. Sebanyak 80% kader Posyandu yang mengikuti pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi dan mengatasi stunting. Mereka juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat.