Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY HYGIENE PRACTICES AMONG FISHING HOUSEHOLDS AND STUNTING AMONG UNDER-FIVE CHILDREN IN PADANG SEURAHET VILLAGE Rupiana; Teungku Nih Farisni; Fakhrurradhi Luthfi; T. Alamsyah; Yulizar
MEDALION JOURNAL: Medical Research, Nursing, Health and Midwife Participation Vol. 6 No. 4 (2025): December
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59733/medalion.v6i4.255

Abstract

Stunting remains a major public health problem in Indonesia, particularly in coastal areas where family sanitation and hygiene conditions are inadequate. Padang Seuraheut Village, Johan Pahlawan Subdistrict, West Aceh, is a coastal area predominantly inhabited by fishing families with limited environmental sanitation, restricted access to clean water, and suboptimal hygiene practices. This study aimed to analyze the relationship between family hygiene practices and the incidence of stunting among under-five children in the village. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design and was conducted from August to December 2025. The study population comprised all children aged 12–59 months totaling 1,442, with a sample of 94 children selected using simple random sampling. Data on family hygiene practices were collected through mothers as respondents using questionnaires and observation checklists. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that all hygiene and sanitation variables were significantly associated with the incidence of stunting (p < 0.05). Poor handwashing practices with soap were strongly associated with stunting (100%), as were inadequate latrine conditions (75.0%), unhygienic food storage and preparation (76.6%), and improper waste and wastewater disposal (73.1%). These findings indicate that family hygiene practices and environmental sanitation play a substantial role in increasing the risk of stunting among under-five children. Improvements in sanitation facilities, family hygiene education, and community-based interventions in coastal areas should be prioritized as strategic measures for stunting prevention.
STRATEGI PENCEGAHAN DIABETES MELITUS MELALUI EDUKASI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI GAMPONG BLANG DALAM, KABUPATEN ACEH BARAT Ihsan Murdani; Yolanda Oktaria; Muhammad Iqbal Fahlevi; Redha Rahmi; Siti Nurmala Dewi; Rahman Rahman; Fikri Faidul Jihad; Jun Musnadi Is; Fakhrurradhi Luthfi; Ishalyadi Rahman; Muhibbul Subhi; Susy Sriwahyuni; Dian Fera; Tri Quari Handayani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Tingkat prevalensi DM yang terus meningkat mendorong berbagai inisiatif untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini, khususnya di daerah-daerah dengan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah. Salah satu upaya pencegahan dilakukan di Gampong Blang Dalam, Aceh Barat, melalui program Praktik Belajar Lapangan (PBL) oleh mahasiswa Universitas Teuku Umar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang diabetes serta memotivasi mereka untukmengadopsi gaya hidup sehat. Adapun program PBL yang dilakukan di Gampong Blang Dalam mencakup beberapa intervensi kunci yaitu: Edukasi dan penyuluhan, Pembagian makanan sehat, dan Implementasi gotong royong. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya DM dan pentingnya pencegahan sejak dini. Edukasi yang dilakukan mampu memotivasi masyarakat untuk mulai mengubah kebiasaan makan mereka serta meningkatkan aktivitas fisik. Kegiatan gotong royong juga berhasil menciptakan lingkungan yang lebih sehat di desa tersebut.
STRATEGI PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING MELALUI PELATIHAN KADER POSYANDU DESA PUCUK LEMBANG Ihsan Murdani; Fikri Faidul Jihad; Muhammad Iqbal Fahlevi; Fakhrurradhi Luthfi; Dian Fera; Yolanda Oktaria; Jun Musnadi Is; Firman Husada; Muttaqin HM; Siti Nurmala Dewi; Redha Rahmi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gampong Pucuk Lembang berawal dari satu kelompok pendatang yang berasal dari Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan sekarang. Mereka semuanya suku Aceh dan yang disebut sebagai pemimpin kelompok tersebut adalah Raja Ali. Penduduk desa pucuk lembang adalah petani, dengan jumlah KK sebanyak 312 KK dan 4 dusun. Jumlah penduduk desa desa pucuk lembang sebanyak 1.198jiwa, dengan jumlah laki-laki sebanyak 644 orang dan perempuan sebanyak 554 orang. Pemerintahan desa pucuk lembang saat ini dipimpin oleh Bapak Kridami sebagai kepala desa (Keuchik) yang dilantik pada tahun 2019.metode pengabdian adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi masalah, mengevaluasi penyebab, dan merancang strategi penanganan stunting di Desa Pucuk Lembang. Hasil Pengabdian sosialisasi dan pelatihan kader Posyandu di Desa Pucuk Lembang telah mencapai hasil yang signifikan. Sebanyak 80% kader Posyandu yang mengikuti pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi dan mengatasi stunting. Mereka juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat.