Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENDUKUNG ASI EKSKLUSIF DALAM GERAKAN GEMAR ASI EKSKLUSIF Rina Sri Widayati; Istiqomah Risa Wahyuningsih
WARTA LPM WARTA Volume 19, Nomor 1, Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v19i1.1988

Abstract

The gold standard in infant feeding and child starting from Early Initiation of Breastfeeding (IMD), exclusive breastfeeding for the six months. One of the health problems faced in the area of †health centers Pucang Sawit is the lack of motivation of counselor support group exclusive breastfeeding. There are only three groups motivator breastfeeding support so not comparable with the number of babies in the region Pucang Sawit. Approaches through peer (Peer Support) on exclusive breastfeeding support group as one of the community-based empowerment efforts so as to help improve coverage eksklusive breastfeeding in Surakarta close to the target so that the vision of becoming a pilot Surakarta can be realized. Implementation ofservice programs are divided into three programs: the first socialization to the cadre and peer group as well as breastfeeding support group facilitator conducted one day, both the implementation of training activities breastfeeding support group for 4 days which consists of four small groups and accompanied by two facilitators each and third activity is monitoring and evaluation results formations breastfeeding support groups.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI SMA MTA SURAKARTA Luthfianing Setya Rahmadhani; Rina Sri Widayati
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2016): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.928 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v7i2.23

Abstract

Latar Belakang: Pada remaja terjadi menstruasi yang merupakan ciri khas kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil.Status gizi remaja wanita sangat mempengaruhi terjadinya menstrusi, adanya keluhan-keluhan selama menstruasi maupun lamanya hari menstrusi.Tetapi pada beberapa remaja keluhan-keluhan tersebut tidak dirasakan, hal ini dipengaruhi oleh nutrisi yang adekuat yang biasa dikonsumsi.Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian dismenorea pada remaja putri di SMA MTA Surakarta.Metode Penelitian: jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI yang berjumlah 383 siswa di SMA MTA Surakarta tahun ajaran 2014/2015.Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik sampling Proportionate Random Sampling. Analisa bivariate menggunakan chi-square.Hasil Penelitian: secara statistik dengan menggunakan uji Chi-Square didapatkan hasil bahwa status gizi mempunyai hubungan dengan kejadian dismenorea pada remaja putri dengan nilai X2hitung > X2tabel (4,899 >3,841), maka Ho ditolak dan Ha diterima atau apabila nilai p = 0,027 (p
PELATIHAN DAN IMPLEMENTASI KONSELOR PEER-SUPPORT BERBASIS MASYARAKAT PADA KELOMPOK PENDUKUNG ASI EKSKLUSIF Rina Sri Widayati; Istiqomah Risa Wahyuningsih
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v4i1.806

Abstract

The gold standard in infant feeding and child starting from Early Initiation of Breastfeeding (IMD), exclusive breastfeeding for the six months. One of the health problems faced in the area of health centers Pucang Sawit is the lack of motivation of counselor support group exclusive breastfeeding. There are only three groups motivator breastfeeding support so not comparable with the number of babies in the region Pucang Sawit. Approaches through peer (Peer Support) on exclusive breastfeeding support group as one of the community-based empowerment efforts so as to help improve coverage eksklusive breastfeeding in Surakarta close to the target so that the vision of becoming a pilot Surakarta can be realized. Implementation of service programs are divided into three programs: the first socialization to the cadre and peer group as well as breastfeeding support group facilitator conducted one day, both the implementation of training activities breastfeeding support group for 4 days which consists of four small groups and accompanied by two facilitators each and third activity is monitoring and evaluation results formations breastfeeding support groups.
OPTIMALISASI PERAN KADER AISYIYAH DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA MELALUI DESIMINASI SISTEM INFORMASI KONTRASEPSI RASIONAL (SIKONTRAS) Ita Permatahati; Rina Sri Widayati
Empowerment Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.336 KB) | DOI: 10.30787/empowerment.v2i1.807

Abstract

Peran program KB sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi seseorang, baik itu untuk kesehatan reproduksi wanita maupun kesehatan reproduksi pria. Peran KB bagi kesehatan reproduksi wanita diantaranya yaitu menghindari dari bahaya infeksi, eklamsia, abortus, emboli obstetri, komplikasi masa puerpureum (nifas), serta terjadinya pendarahan yang disebabkan karena sering melakukan proses persalinan (Depkes, 2007). Kegiatan berlangsung tiga hari dengan  menyesuaikan jadwal dari objek, pelaksanaan kegiatan melibatkan mahasiswa untuk dapat membantu berjalannya kegiatan. kegiatan tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan yaitu hidup sehat dan bersih sesuai anjuran pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran covid 19. Metode yang digunakan pendekatan edukasi kepada mitra terkait perencanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Sosialisasi terkait sistem SIKONTRAS, Simulasi mengakses sistem SIKONTRAS, dengan alamat URL sikontras.aiska-university.ac.id, Pendampingan langsung dalam kegiatan praktikum penerapan media promosi kesehatan berbasis website, Ceramah dan parktik langsung menggunakan sistem SIKONTRAS. Hasil peningkatan pengetahuan tentang system SIKONTRAS beserta contens yang ada didalamnya, dari 20 % berpengetahuan baik menjadi 80 % berpengetahuan baik, Peningkatan ketrampilan dari 30 % mampu mengakses  system mejadi 100 % mampu mengakses system tersebut dan mempraktikkan kepada klien.
Gambaran Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Kehamilan Serotinus di RSDM Surakarta Rina Sri Widayati; Rusmiyawati - STIKES Aisyiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.976 KB)

Abstract

Abstract: Post trem pregnancy (serotinus) is closely linked with mortality, perinatal morbidity. Risk for mothers with post trem pregnancy pregnancy may include postpartum hemorrhage or obstetric increased action. Know the description of specific characteristics of maternal post trem pregnancy in RSUD Dr. Moewardi 2015. This study used a descriptive method with cross sectional approach with populations that have experienced post trem pregnancy 110 respondents and a sample of 88 respondents. Characteristics of respondents by age of majority respondents aged 20-35 years old with 79 respondents (90%), and at least age <20 years of as much as 2 respondents (2%). Characteristics of respondents by the majority of respondents primiparous parity as much as 45 respondents (51%), and at least grandemultipara 1 respondent (1%). Characteristics of respondents by education the majority of respondents with education level Secondary is at least 75 respondents and Higher Education (PT) of 4 respondents (5%). Characteristics of respondents based on the work of the majority of respondents indicated it does not work at 53 respondents (60%). Characteristics of respondents based on specific disease the majority of respondents do not suffer from a particular disease as many as 74 respondents (84%). The number of mothers with pregnancy incidence serotinus most in healthy reproductive age (20-35 years), primiparous, secondary education (junior high school), work status that is not working, and health status did not suffer specific disease. Keywords: Characteristic of  pregnant woman, post-term delivery Abstrak Kehamilan  serotinus mempunyai hubungan erat dengan mortalitas, morbiditas perinatal. Resiko bagi ibu dengan kehamilan serotinus dapat berupa perdarahan pascapersalinan ataupun tindakan obstetrik yang meningkat. Mengetahui gambaran karakateristik ibu bersalin dengan kehamilan serotinus di RSUD Dr. Moewardi tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan waktu cross sectional dengan populasi yang sudah mengalami kehamilan serotinus 110 responden dan sampel 88 responden. Karakteristik responden berdasarkan usia mayoritas responden berusia 20-35 tahun yaitu 79 responden (90%), dan paling sedikit usia < 20 tahun sebanyak 2 responden (2%). Karakteristik responden berdasarkan paritas mayoritas responden primipara sebanyak 45 responden (51%), dan paling sedikit grandemultipara 1 responden (1%). Karakteristik responden berdasarkan pendidikan mayoritas responden dengan jenjang pendidikan Menengah yaitu 75 responden dan paling sedikit Perguruan Tinggi (PT) sebanyak 4 responden (5%). Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan mayoritas responden menunjukkan tidak bekerja yaitu 53 responden (60%). Karakteristik responden berdasarkan penyakit khusus mayoritas responden tidak menderita penyakit khusus yaitu sebanyak 74 responden (84%). Jumlah ibu dengan kejadian kehamilan serotinus paling banyak pada usia reproduksi sehat (20-35 tahun), primipara, jenjang pendidikan Menengah (SMP-SMA), status pekerjaan yaitu tidak bekerja, dan status kesehatan tidak menderita penyakit khusus.Kata Kunci: Karakteristik Ibu, Kehamilan Serotinus
ANALISIS PELAKSANAAN KONSELING KONTRASEPSI OLEH BIDAN DI WILAYAH DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA Rina Sri Widayati; Laksmono Widagdo; Cahya Tri Purnami
Gaster Vol 11 No 1 (2014): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.491 KB)

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan program KB dapat ditempuh dengan strategi perencanaan pola kontrasepsi yang rasional diperlukan kompetensi petugas terhadap pelaksanaan konseling yang merupakan inti dari program KB. Sebagian besar dalam pelaksanaaan konseling kontrasepsi tidak menjelaskan konseling KB sesuai Standar Operating Prosedur (SOP) yaitu dengan langkah SATUTUJU. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan karakteristik program dengan pelaksanaan konseling kontrasepsi oleh bidan di wilayah Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Metode penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah bidan yang memberikan pelayanan konseling kontrasepsi sebanyak 117 diwilayah Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Analisa dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Pearson Correlation dan multivariat dengan Regresi Linier. Hasil penelitian dapat disimpulkan secara univariat masih ditemukan bidan yang belum memahami klien, memperhatiakan kebutuhan klien , persiapan media bila diperlukan saja sekitar (15,4%) menjelaskan panjang lebar dengan istilah medis, tidak memperhatikan sikap klien, penggunaan ABPK sebesar (17,9) , mengatakan tidak ada waktu untuk istirahat, tidak ada waktu pendokumentasian sebesar (11,1%), pekerjaan yang banyak kadang membuat mereka menghindar dari pekerjaan (16,2%) dan tidak mengidentifikasi pedoman KB, evaluasi pelaksanaan dan evaluasi SOP sebesar (17,1%).Simpulan Secara bivariat variabel yang berhubungan dengan pelaksanaan kompetensi bidan (nilai p=0,044,r= -0,187), motivasi kerja bidan (nilai p=0,0001, r=0,347), supervisi oleh pimpinan (nilai p=0,006, r=0,250), dan secara multivariat yang memiliki pengaruh paling besar adalah motivasi dengan (nilai p = 0,0001). Kata Kunci: Konseling Kontrasepsi, Program KB, Karakteristik Program, Pelayanan Kontrasepsi.
KARAKTERISTIK AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DI DESA GRINGGING, SAMBUNGMACAN, SRAGEN Nika Wahyuningsih; Enny Yuliaswati; Rina Sri Widayati
Gaster Vol 12 No 1 (2015): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.618 KB)

Abstract

Latar  belakang: Akseptor kontrasepsi suntik di Indonesia menempati urutan pertama, dalam penggunaan kontrasepsi suntik petugas kesehatan harus menjelaskan efektifitas, keuntungan, kerugian, indikasi dan kontraindikasi pada calon akseptor KB suntik. Efektifias kontrasepsi suntik adalah (99%) dan (100%) dalam mencegah kehamilan. Hasil Survey Demografi dan Kependudukan Indonesia (SDKI) di Jawa Tengah pada tahun 2007, menunjukkan bahwa pemakaian kontrasepsi suntik adalah cara yang paling umum dipakai oleh wanita.Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran karakteristik akseptor kontrasepsi suntik DMPA di Desa Gringging, Sambungmacan, Sragen. Metode penelitian: Dengan menggunakan observasional deskriptif. Rumus analisa data yang digunakan adalah distribusi frekuensi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling pada 36 responden akseptor suntik DMPA. Hasil penelitian: Karakteristik akseptor suntik DMPA sebagian besar usia 20-35 tahun, berpendidikan dasar, pekerjaan petani, penghasilan < Rp.500.000, mempunyai dua anak atau lebih, umur anak terkecil dua tahun atau lebih dan lama penggunaan kontrasepsi kurang dari dua tahun atau lebih dari dua tahun adalah sama. Simpulan: Mayoritas responden adalah usia reproduksi yaitu umur 20-35 tahun, berpendidikan rendah, status sosial cukup , mempunyai dua anak atau lebih, umur anak terkecil dua tahun atau lebih dan lama penggunaan kontrasepsi kurang dari dua tahun atau lebih dari dua tahun adalah sama. Kata Kunci: Kontrasepsi, Suntik, DMPA
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI PADA REMAJA PUTRI DI MAN 1 SURAKARTA Rina Sri Widayati
Gaster Vol 15 No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.293 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v15i1.130

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa 8-9 % wanita akan kanker payudara. Kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita. Kanker payudara masih mempunyai kemungkinan besar untuk disembuhkan jika ditemukan masih pada tahap awal atau dini. Penemuan kanker payudara sejak dini sangatlah penting. Sekitar 75-85 % keganasan kankerpayudara ditemukan pada saat dilakukan pemeriksaan payudara sendiri. Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Surakarta dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini terdapat 1 kasus Fibro Adeno Mammae (FAM). Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap pemeriksaan payudara sendiri pada remaja putri di MAN 1 Surakarta. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling dengan pengambilan proportionate. Subyek penelitian ini adalah siswi kelas X sebanyak 60 responden dari 240 siswa. Analisa data menggunakan chi square (x2). didapatkan hasil nilai x2 hitung (6,733)  > X2 tabel (3,841) sehingga dapat disimpulkan H0 ditolah dan H diterima. terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap SADARI pada remaja putri di MAN 1 Surakarta, dengan koefisien korelasi rendah
Studi Kajian Peran BPBD dan Aisyiyah Disaster Action dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana di Surakarta Rina Sri Widayati
Gaster Vol 18 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.076 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v18i1.549

Abstract

Surakarta memiliki 25 kelurahan rawan banjir itu berada di daerah aliran sungai. Daerah Sungai Bengawan Solo dikatakan dengan daerah yang berpotensi bencana banjir dikarenakan rusak dan hilangnya daerah tangkapan hujan akibat illegal loging,  jenis batuan dan tanah yang kurang baik dalam menyerap air, penggunaan lahan oleh manusia mempertinggi tingkat erosi, dan kesadaran masyarakat akan terjadinya banjir masih rendah. Masyarakat di daerah rawan banjir itu diminta waspada. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang peran Aisyiyah Disaster Action dalam pengurangan resiko bencana di Surakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen Penelitian ini  human instrument. Instrumen yang digunakan wawancara yang semi terstruktur. Terbatasnya kompetensi SDM. Kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan untuk mencegah bencana masih rendah. Pendokumentasian wilayah-wilayah rawan bencana belum semuanya tersusun .Kesadaran pemilik usaha untuk penyediaan APAR sesuai ketentuan masih rendah. Belum semua daerah rawan bencana dapat dikurangi kerentanaanya.Belum optimalnya proses penyaluran bantuan bencana pada masyarakat. Minimnya regulasi yang mengatur tentang bencana.Belum optimalnya kelembagaan dalam menjalankan tugas sebagai relawan.Belum optimalnya pembentukan kelurahan tangguh akibat regulasi yang mengatur baru diluncurkan.Rencana strategi tersebut menyangkut pola yang diterapkan dalam penanggulangan bencana yang terjadi di masyarakat. Bencana yang sering terjadi di Kota Surakarta adalah bencana banjir. Usaha yang dilakukan oleh masyarakat dalam  mengatasi bencana banjir tersebut belum terlalu maksimal dikarenakan masih banyak masyarakat yang belum menyadari perilaku membuang sampah ke sungai dapat menyebabkan banjir..Peranan BPBD Kota Surakarta dalam Penanggulangan bencana banjir Wilayah Surakarta merupakan wilayah yang sering terjadi bencana seperti gempa, serta luapan air bengawan solo yang tidak mampu menampung debit air yang tinggi terutama saat terjadi hujan deras, maka disekitar bengawan solo dibangun parapet dan dibendungan tirtonadi dibangun embung untuk menampung debit air yang tinggi. Apabila terjadi bencana  membuat rencana kontragesi dengan mengumpulkan Satpol PP, Dishub, DKK, Puskesmas, TNI, POLRI, maka dari itu peran Aisyiyah Disaster action  sangatlah penting supaya crosscek kelapangan secara langsung untuk melihat keadaan secara langsung dan bisa melaporkan keadaan yang terjadi ke BPBD Upaya lain dalam penggulangan risiko bencana sekarang namanya ada segilima yang meliputi Pemerintah , Wirausaha ,Masyarakat , Institusi , Media masa dimana media masa ini berperan sangat penting karena berita yang terjadi di wilayah langsung bisa diketahui dengan cepat dan mudah dalam penanganan.
Participation In Conducting The Visual Inspection Of Acetic Acid As An Early Detection Effort Towards The Servical Cancer Reviewed From Information Access and Knowledge W. Winarni; Rina Sri Widayati; Sri Handayani
Gaster Vol 19 No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.583 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v19i1.665

Abstract

Background : the problem of the reproduction health is appeared because of the lack knowledge for women about reproduction health such as hygiene problem which can lead to various diseases of reproductive organs, one of those is cervical cancer. This cancer places at the second rank after breast cancer as the most common cancer suffered by Indonesian women. It is noted that there are more than 270.000 women died because of the servical cancer and it is estimated about 40.000 new cases of its cancer in each year. Aim: this study is aimed to analyze the knowledge and information access with mothers’ participation in conducting the visual inspection of acetic acid. Method: the type of this study is an analytic observational research. The population is the couple of mothers in childbearing age of a study and communication forum for moeslem women in Pucangan. The sampling technique applies the saturated sample that fulfilling the inclusion criteria, totally 76 respondents. Data Analysis uses X2 for bivariate and logistics regression for multivariate. Result: there is a correlation of information access with the mothers’ participation in conducting visual inspection of acetic acid and there is a correlation of knowledge with the mothers’ participation in conducting visual inspection of acetic acid. Conclusion: knowledge and information access are including variables that can influence participation in the IVA test checkup are about 65.5% and the remaining are about 31.5% influenced by other factors outside the research model.Â