Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Keanekaragaman dan Kelimpahan Kupu-Kupu (Lepidoptera : Rhopalocera) di Cagar Alam Bantarbolang, Jawa Tengah Nuraini, Ulfah; Widhiono, Imam; Riwidiharso, Edy
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 2 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.2.1756

Abstract

Kupu-kupu adalah serangga yang termasuk dalam Ordo Lepidoptera, artinya serangga yang hampir seluruh permukaan tubuhnya tertutupi oleh lembaran-lembaran sisik yang memberi corak dan warna sayap kupu-kupu. Keanekaragaman dan Kelimpahan kupu-kupu di pengaruhi oleh faktor lingkungan seperti intensitas cahaya matahari, temperatur, dan kelembapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan kupu-kupu di Cagar Alam Bantarbolang, Jawa Tengah. Data yang di dapat di analisis menggunakan indeks keanekaragaman indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, indeks kemerataan Shannon-Evenners, dan Indeks dominansi. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ditemukan 359 individu dalam 6 familia. Keanekaragaman tertinggi yaitu pada jarak 0 m (H’ = 2.760; E: 0,752). Kelimpahan tertinggi pada jarak 0 m dengan jumlah individu sebanyak 192. Keanekaragaman tertinggi pada jarak 0 m di tepi hutan, sedangkan keragaman terrendah pada jarak 150 m di dalam hutan. Keanekaragaman kupu-kupu didominasi oleh H. glaucippe dari famili Piridae sebanyak 64 individu. Faktor lingkungan yang paling mempengaruhi keanekaragaman dan kelimpahan kupu-kupu adalah intensitas cahaya matahari. Kata kunci: Kupu-kupu, Keanekaragaman, Kelimpahan, Cagar Alam Bantarbolang
Keragaman dan Kelimpahan Kupu – Kupu Familia Papilionidae di Cagar Alam Bantarbolang Pemalang, Jawa Tengah Muttaqin, Edwin; Widhiono, Imam; Darsono, Darsono
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 2 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.2.1858

Abstract

Penelitian mengenai keanekaragaman kupu-kupu famili Papilionidae di Cagar Alam Bantarbolang Pemalang, Jawa Tengah belum pernah dilakukan sebelumnya. Mengingat pentingnya familia Papilionidae di alam dan untuk mengantisipasi kerusakan habitatnya maka perlu diadakan penelitian mengenai keanekaragaman kupu-kupu familia Papilionidae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan kelimpahan kupu-kupu famili Papilionidae di Cagar Alam Bantarbolang Pemalang, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan di Cagar Alam Bantarbolang Pemalang, Jawa Tengah dengan menggunakan metode survey. Penelitian menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode Pollard Walk. Stasiun penelitian di bagi menjadi 5 stasiun berdasarkan jarak dari tepi hutan ke dalam hutan yaitu 0 m, 50 m, 100 m, 150 m, dan 200 m dari tepi hutan.. Setiap stasiun dibuat transek sebanyak 4 garis transek tetap dengan panjang 200 m dan lebar 5 m. Penangkapan kupu-kupu dilakukan menggunakan jaring serangga sepanjang garis transek. Data kekayaan spesies dan kelimpahan dihitung keragamanya menggunakan indeks Shannon-Wienner, indeks dominasi Simpson, dan indeks kemerataan (Shannon Evenness E). Penghitungan indeks keragaman menggunakan bantuan software Biodiversity Pro. Hasi penelitian menunjukan Keanekaragaman kupu-kupu famili papilionidae di kawasan cagar alam Bantarbolang pada jarak 0 – 150 m tepi hutan masuk kategori sedang karena memiliki nilai 1≤H’≤3. Keanekaragaman pada jarak 200 m tepi hutan masuk kategori rendah karena memiliki nilai ≤3. Kelimpahan kupu-kupu famili Papilionidae cenderung mengalami penurunan dari 0 m tepi hutan kearah 200 m tepi hutan hutan dikarenakan adanya efek tepi hutan berupa faktor lingkungan meliputi suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya. Spesies kupu-kupu paling jarang ditemukan adalah Papilio coon coon dan terdapat species langka yang dilindungi yaitu Troides Helena
KEANEKARAGAMAN DAN KEMERATAAN SPESIES KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: NYMPHALIDAE) DI HUTAN CAGAR ALAM BANTARBOLANG, PEMALANG, JAWA TENGAH Lestari, Mega; Widhiono, Imam; Darsono, Darsono
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 1 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.1.1911

Abstract

Kupu-kupu (Lepidoptera) menjadi objek penelitian karena kupu-kupu merupakan bagian dari keanekaragaman hayati yang harus dijaga kelestariannya dari kepunahan maupun penurunan keanekaragaman jenisnya. Kupu-kupu mempunyai nilai penting diantaranya adalah secara ekologis kupu-kupu berperan dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem, sehingga perubahan keanekaragaman dan kepadatan populasinya dapat dijadikan sebagai salah satu indikator kualitas lingkungan. Mengingat pentingnya kupu-kupu di alam dan untuk mengantisipasi kerusakan habitatnya maka perlu diadakan penelitian mengenai keanekaragaman kupu-kupu. Metode yang digunakan yaitu sweeping. Analisis data diperoleh dengan menggunakan metode deskriptif dengan menghitung keragaman dan kemerataan. Indek yang digunakan untuk mengetahui keragaman adalah indeks Shannon-Wiener, Indeks dominansi Simpson’s, Indeks kemerataan Shannon-Evennes dan perhitungan indeks keragaman dibantu dengan software Biodiversity Pro (BDPro). Keanekaragaman famili Nymphalidae dikategorikan sedang dengan kemerataan relatif stabil. Efek tepi tidak berpengaruh terhadap kelimpahan di lokasi penelitian. Faktor lingkungan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya keanekaragaman dan kemerataan spesies dari famili Nymphalidae di Cagar Alam Bantarbolang.
EFEKTIVITAS PENYERBUKAN LEBAH MADU (Apis mellifera) PADA TANAMAN STROBERI (Fragaria x ananassa var Duch.) DI DESA SERANG, PURBALINGGA Sari, Widy Retno; Widhiono, Imam Widhiono MZ; Darsono, Darsono
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 1 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.1.1917

Abstract

Stroberi merupakan tanaman yang memiliki bunga hemaprodit, dimana dalam satu bunga terdapat satu pasang organ reproduktif (jantan dan betina). Tingkat kematangan organ reproduktif tersebut berbeda, sehingga peryerbukan pada bunga stroberi membutuhkan bantuan salah satunya adalah peranan dari serangga penyerbuk. Lebah madu dari jenis Apis mellifera merupakan serangga paling penting sebagai penyerbuk pada tanaman. Lebah madu dapat mengangkut serbuk sari dalam jumlah banyak dan berpengaruh terhadap jumlah produksi stroberi. Efektivitas penyerbukan serangga penyerbuk dapat dilihat dari jumlah biji dan bobot buah yang dihasilkan. Aktivitas dan efektivitas Apis mellifera dalam melakukan penyerbukan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan diantaranya suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dengan aktivitas penyerbukan Apis melifera dan efektivitas penyerbukan Apis mellifera pada tanaman stroberi dalam meningkatkan bobot buah di desa Serang, Purbalingga. Penelitian dilakukan di lahan pertanian Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan metode survai Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah waktu kunjungan lebah, lama kunjungan lebah, faktor lingkungan meliputi suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya. Adapun parameter yang diamati adalah bobot buah stroberi yang dihasilkan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Regresi-Korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa intesitas cahaya mempunyai korelasi paling tinggi (r = 0,668) terhadap bobot buah dan aktivitas penyerbukan (r = 0,768), hal ini disebabkan karena cahaya merupakan salah satu faktor lingkungan yang penting untuk mencari makanan. Efektivitas penyerbukan Apis mellifera pada tanaman stoberi pada aktivitas kunjungan yang tinggi menurunkan bobot buah stroberi.
Keragaman dan Intensitas Kutu Parasit (Ordo: Phthiraptera) pada Ayam Kampung (Gallus gallus domesticus) widhiono, imam; Salsabila, Viola Firstrianti; riwidiharso, edy riwidiharso
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 3 No 1 (2021): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3868

Abstract

Ektoparasit yang menyerang ayam kampung biasanya terdiri atas kutu ordo Phthiraptera. Serangan kutu parasit tidak mematikan tetapi sangat mengganggu pertumbuhan ayam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman spesies kutu yang menginfeksi ayam kampung pada lima desa di Purwokerto dan sekitarnya dan mengetahui intensitas infestasi tiap spesies kutu yang menginfeksi bagian tubuh ayam kampung pada lima desa tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, teknik pengambilan sampel secara acak pada lima desa di Purwokerto dan sekitarnya yaitu Desa Kedungwuluh, Desa Kedungwringin, Desa Kutasari, Desa Karangsalam, dan Desa Karanggintung. Setiap desa diambil lima ayam kampung betina dan lima ayam kampung jantan. Pengambilan sampel kutu dilakukan pada bagian kepala, sayap, paha, dada, dan kaki. Sampel kutu selanjutnya diamati dan diidentifikasi di bawah mikroskop di laboratorium Entomologi dan Parasitologi Fakultas Biologi Unsoed. Data sampel kutu yang ditemukan pada ayam dari tiap lokasi dan bagian tubuh dianalisis varian menggunakan software SPSS 16 dan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil identifikasi menunjukkan adanya tiga spesies kutu (ordo Phthiraptera) yang ditemukan menginfestasi ayam kampung (Gallus gallus domesticus) pada lima desa di Purwokerto dan sekitarnya, yaitu Menopon gallinae, Lipeurus caponis, dan Menacanthus cornutus. Ketiga spesies kutu tersebut termasuk ke dalam dua familia (Menoponidae dan Philopteridae). Keragaman spesies berdasarkan indeks diversitas Shannon-Wiener menunjukkan lokasi I (H´: 0,914), lokasi II (H´: 0,693), lokasi III (H´: 1,066), lokasi IV (H´: 1,081), dan lokasi V (H´: 0,878). Interpretasi dari semua lokasi menunjukkan bahwa lokasi I, III, dan V memiliki keragaman spesies rendah, sedangkan lokasi II dan IV memiliki keragaman spesies sedang. Intensitas serangan kutu pada ayam kampung (Gallus gallus domesticus) adalah 16,82%. Intensitas dari masing-masing jenis kutu pada ayam kampung (Gallus gallus domesticus) adalah M. cornutus (32%), M. gallinae (30,9%), dan L. caponis (21,2%).
PREFERENSI Apis cerana TERHADAP KONSENTRASI GULA DAN JARAK DARI SUMBER PAKAN Hardiyanti, Heksa; Widhiono, Imam; Setyowati, Endang Ariyani
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 2 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.2.4713

Abstract

Lebah madu Apis cerana merupakan anggota dari Ordo Hymenoptera, Famili Apidae, Sub Famili Apinae dan Genus Apis. Lebah A. cerana membutuhkan pakan berupa nektar dan tepung sari bunga (polen). Saat terjadi musim paceklik membuat ketersediaan sumber pakan alami sulit untuk didapatkan, maka pakan alternatif untuk lebah sangat penting dan diperlukan. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan gula yang disukai oleh lebah A. cerana, mengetahui jarak sumber pakan yang disukai oleh lebah A. cerana dan mengetahui arah sumber pakan yang disukai oleh lebah A. cerana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen Split-split Plot dengan plot utama adalah arah, sub plot adalah jarak, dan sebagai sub-sub plot yaitu konsentrasi gula. Konsentrasi gula yang digunakan yaitu konsentrasi 0%, 15%, 35%, dan 50%. Jarak yang digunakan yaitu jarak 1 m, 4 m dan 7 m yang terletak dalam 4 arah mata angin dari koloni lebah. Data yang didapatkan di analisis menggunakan metode statistik deskriptif, konservatif non-parametrik Kruskal Wallis (KW) menggunakan software SPSS. Hasil penelitian ini adalah konsentrasi gula yang disukai lebah A. cerana yaitu konsentrasi gula 50 %, jarak sumber pakan yang disukai oleh lebah A. cerana dari sarang lebah yaitu jarak 7 m, dan arah sumber pakan yang disukai oleh lebah A. cerana dari sarang lebah yaitu arah timur.
Deteksi Senyawa Psikotropika pada Jamur Koprofil yang Ditemukan di Wilayah Eks Karesidenan Banyumas Provinsi Jawa Tengah Mumpuni, Aris; Widhiono M.Z., Imam
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 40, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian sebelumnya pada tahun 2018 di wilayah Eks Karesidenan Banyumas (Kabupaten: Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap) mendapatkan adanya 12 genera jamur koprofil yang yaitu Panaeolus, Coprinopsis, Stropharia, Tricholoma, Lycoperdon, Ascobolus, Rhodocybe, Conocybe, Bolbitius, Leucocoprinus, Mycena, dan Hypholoma; Indeks dominansi genera jamur koprofil di wilayah eks Karesidenan Banyumas adalah sebesar 0,329; dan Jamur koprofil yang diperoleh dengan frekuensi kemunculan paling banyak adalah Coprinopsis (34,4%) dan Panaeolus (30,1%). Sebagai langkah awal dari pengenalan potensi psikotropika yang terkandung dalam jamur-jamur koprofil yang diperoleh di lingkungan sekitar, maka telah dilaksanakan penelitian mengenai deteksi keberadaan senyawa tersebut pada jamur-jamur koprofil yang telah didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kandungan senyawa psikotropika pada jamur-jamur koprofil yang diperoleh di wilayah Eks Karesidenan Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode eksperimental-kualitatip dengan teknik analisis Chemical Spot Test/Uji Warna terhadap keberadaan kandungan senyawa psikotropika pada jamur-jamur yang diperoleh menggunakan Reagen Ehrlich dan Reagen Marquis. Data hasil deteksi senyawa psikotropika pada jamur koprofil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Dari ke 12 genera tersebut, 3 spesies dari masing-masing genus yaitu Panaeolus sp., Conocybe sp., dan Stropharia sp. terdeteksi sebagai spesies jamur psikotropika dengan memberikan reaksi warna yang positip pada kedua maupun salah satu reagen uji.
Penerapan Hasil Penelitian Budidaya Lebah Klanceng Tetragonula biroi Bagi Kelompok Tani Hutan “Jembaran“ Widhiono, Imam; Sudiana, Eming; Proklamasiningsih, Elly; Nurfithri Hashifah, Fathimah; Budisantoso, Iman; Kartika Sari, Lilik; Retna Utarini Suci Rahayu, Diana
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v3i2.112

Abstract

Salah satu kegiatan pada kelompok tni hutan Jembaran adalah budidaya lebah klanceng atau stinglees bee. Budidaya yang dilakukan masih menggunakan cara tradisional dan tidak mendasari pada hasil penelitian. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menerapkan hasil penelitian untuk budidaya lebah madu klanceng yang meliputi pengaturan tataletak tanaman sumber pakan, species tanaman sumber pakan, ukuran kotak koloni dan teknik perbanyakan koloni. Metode yang digunakan adalah pemberian teori dasar, praktek dan pendampingan selama 3 bulan. Hasil kegiatan menunjukan bahwa peserta mampu menyerap dan mempraktekan materi yang diberikan terbukti dengan diterapkanya pengaturan tata letak, penanaman tanaman sumber pakan terpilih, mampu membuat stek pucuk, mampu membuat kotak dan mampu melakukan pecah koloni. Pada bulan ketiga peserta mampu panen madu. Berdasarkan pada hasil dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian dapat diterapkan di Masyarakat melalui metode pealtihan teori dan praktek serta pendampingan.
Peramalan Penjualan Produk Susu Steril PT XYZ di Pasar Jakarta Tahun 2025 Menggunakan Model ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average): Sales Forecast for PT XYZ’s Sterilized Milk Products in the Jakarta Market for 2025 Using the ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) Model Prastio, Akbar Bimo; Widhiono, Imam; Lestari, Sri; Dharmawan, Budi
Journal of Integrated Agribusiness Vol 7 No 1 (2025): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v7i1.6347

Abstract

This study examines the sales forecast for PT XYZ’s sterilized milk products, recognizing the critical importance of accurate forecasting in the dynamic and competitive fast-moving consumer goods (FMCG) sector. Reliable forecasts are essential for distributors to optimize demand planning and inventory control. The Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) model was applied to historical monthly sales data from 16 distributors in the Jakarta market covering the 2022–2024 period. The ARIMA procedure included data collection and visualization, stationarity testing (ADF, ACF, PACF), differencing, model identification, parameter estimation, and optimal model selection. The results reveal monthly sales fluctuations with a clear downward trend toward the end of the observation period, with the ARIMA (1,0,1) model emerging as the best fit. Forecasts for 2025 indicate a continued decline in sales value, underscoring the need for stronger collaboration between PT XYZ and its distributors in promotional planning and inventory management to adapt to market shifts and capitalize on emerging opportunities.
PREFERENSI Heterotrigona itama PADA TUMBUHAN BERBUNGA DI LAHAN PERTANIAN DESA SERANG PURBALINGGA Awaliyah, Fauziatun; Proklamasiningsih, Elly; Widhiono, Imam
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan proses penyerbukan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti, suhu, kelembaban, intensitas cahaya, dan pollinator. Pollinator yang banyak di kenal masyarakat dalam budidaya pertanian adalah serangga, yaitu Stringless bee. Stringless bee memiliki preferensi dalam memilih bunga untuk dikunjungi. Beberapa faktor yang mempengaruhi preferensinya adalah ukuran bunga. Warna, aroma, dan profil kimia nectar bunga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi lebah H. itama terhadap tanaman S. spenden, C. spinose dan L. sativa pada lahan pertanian. Mengetahui korelasi preferensi H itama dengan morfologi bunga dan polen S. splenden, C. spinose dan L. sativa. Mengetahui pengaruh faktor lingkungan (suhu, kelembaban, intensitas cahaya) terhadap frekuensi kunjungan lebah H. itama pada tanaman sumber pakan. Metode analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Analisis deskrpitif yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, baik untuk mengetahui nilai preferensi/kesukaan serangga pada tanaman tertentu yang ada di lahan maupun jumlah polen yang ada di dalam sarang. Hasil penelitian dan pembahasan adalah, preferensi lebah H. itama terhadap Salvia splenden, Cleome spinosa dan Lactuca sativa frekuensinya rendah. Data di dalam sarang dari ketiga tanaman sasaran preferensi tertinggi H. itama adalah Cleome spinosa dengan bentuk bunga aktinomorfik serta pembungaan lebih lama sehingga keberadaan di lahan bunga lebih lama. Faktor lingkungan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap frekuensi kunjungan lebah H.itama pada tiga tanaman sasaran. Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tanaman yang paling di sukai H. Itama.