Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

SURVEI DAN PEMETAAN ZONA KEBISINGAN ARUS LALU LINTAS PADA KAWASAN RSUP DR HASAN SADIKIN BANDUNG Anni Nurul Aini; Isyria Fadilah Anwar; Angga Marditama Sultan Sufanir; Yackob Astor
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 20 No 1 (2018): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.445 KB) | DOI: 10.35313/potensi.v20i1.993

Abstract

RSUP dr.Hasan Sadikin Bandung merupakan rumah sakit rujukan nasional yang mengampu tujuh rumah sakit regional di Jawa Barat dan beberapa rumah sakit di luar Provinsi Jawa Barat. Lokasi rumah sakit yang berada di dekat jalan raya mengakibatkan kondisi kawasan rumah sakit dipengaruhi oleh kebisingan arus lalu lintas, padahal baku mutu yang diijinkan adalah sebesar 55 dBA sesuai dengan kriteria bising menurut KEP-48/MENLH/11/1996. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai kebisingan secara non-empirik dengan menggunakan alat Sound Level Meter. Pengumpulan data kebisingan dilakukan selama 8 hari pada waktu pagi, siang, dan sore hari dengan cara survei lapangan menggunakan alat Sound Level Meter Model SL-4010. Terdapat 29 titik survei yang terdiri dari 24 titik di luar pagar dan 5 titik di dalam pagar rumah sakit. Hasil surveimenunjukkan tingkat kebisingan berkisar antara 61-82 dBA dengan pola sebaran kebisingan disajikan dalam peta zona kebisingan, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kebisingan pada kawasan RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung sudah melebihi baku mutu yang diijinkan.
Penentuan Rute Tercepat Pemadam Kebakaran di Kota Cirebon - Berdasarkan Jarak, Waktu Kejadian, Tingkat Kemacetan dan Jenis Penggunaan Lahan Mira Lestira Hariani; Yackob Astor
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26151847.v5i3.15363

Abstract

Kinerja pemadam kebakaran dapat direpresetasikan dengan kecepatan penanganan pada saat terjadi kasus kebakaran, dimana kecepatan penanganan sangat dipengaruhi oleh kecepatan tempuh unit pemadam kebakaran menuju lokasi kebakaran.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rute tercepat bagi unit pemadam kebakaran di Kota Cirebon berdasarkan jarak tempuh, waktu kejadian, tingkat kemacetan dan jenis penggunaan lahan.  Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan cara menerapkan model Geographic Information System (GIS) dalam mengidentifikasi beberapa variable yang mempengaruhi kecepatan tempuh unit pemadam kebakaran. Pada penelitian ini ditentukan beberapa alternatif rute dari pos pemadam kebakaran (Pos Damkar Harjamukti dan Pos Damkar Bima) menuju objek lokasi kebakaran (Pasar Harjamukti) kemudian dihitung waktu tempuh pada masing-masing alternatif rute dengan mempertimbangkan variable jarak tempuh, waktu kejadian, tingkat kemacetan dan jenis penggunaan lahannya. Hasil penelitian diperoleh bahwa waktu tempuh tercepat kendaraan pemadam kebakaran di Kota Cirebon sebagian besar dipengaruhi oleh jarak tempuhnya. Akan tetapi pada kondisi arus lalu lintas tinggi, rute dengan jarak yang lebih panjang tetapi tidak melintasi ruas jalan yang macet dapat menghasilkan waktu tempuh yang lebih cepat jika dibandingkan dengan rute yang lebih pendek tetapi melintasi ruas jalan yang macet. Rute tercepat dari pos pemadam kebakaran Bima menuju Pasar harjamukti adalah rute 1 (2.854 m) pada pagi hari, rute 3 (3.019 m) pada siang dan sore hari. Sedangkan rute tercepat dari pos pemadam kebakaran Harjamukti menuju Pasar harjamukti adalah rute 1 (2.069 m) baik pada pagi, siang maupun sore hari karena memiliki jarak terpendek.
PEMERIKSAAN GEOMETRIK SIMPANG EMPAT LENGAN PASCA BEROPERASINYA BUS TMB KORIDOR III DI SARIJADI Aisyah Alhumaira Nur Ramadhani; Uswatun Hasanah; Angga Marditama Sultan Sufanir; Yackob Astor
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 18 No 2 (2016): Potensi : Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/potensi.v18i2.533

Abstract

Terdapat beberapa jalan di Kota Bandung yang tidak dapat mengakomodasi kemunculan bus TransMetro Bandung (TMB). Hal ini menimbulkan kemacetan jalan yang disebabkan berkurangnya ruangjalan untuk kendaraan lain, juga menyulitkan pengendara bus TMB terutama pada saat berbelok dibeberapa persimpangan jalan seperti yang terjadi di persimpangan jalan di daerah Sarijadi. Pemeriksaankondisi geometrik pada simpang jalan di Sarijadi ini mengacu pada beberapa pedoman diantaranya Pd.T-18-2004-B dan RSNI T-14-2004 dipakai untuk memeriksa karakteristik fungsi jalan yang ditinjau,kelas jalan dan dimensi kendaraan maksimum yang diijinkan. Selanjutnya untuk mengetahui jenislintasan belokan bus TMB digunakan pedoman Pt. T-02-2002-B yang digunakan juga sebagai pedomanuntuk pemotongan sudut apabila dibutuhkan perbaikan. Untuk menghitung panjang dan lebar perbaikanjalan digunakan pedoman Bina Marga tahun 1992 tentang Standar Perencanaan Geometrik Untuk JalanPerkotaan dan peraturan Departemen Perhubungan Mengenai Perekayasaan Tempat PerhentianKendaraan Penumpang Umum. Hasil dari pemeriksaan geometrik simpang empat lengan di Sarijadiadalah keadaan eksisting ketiga simpang yang ditinjau tidak memenuhi syarat untuk dilalui bus TMBbaik itu berdasarkan syarat lebar jalan, jenis lintasan bus, dan dimensi kendaraan maksimum. Maka dariitu perlu dilakukan perbaikan berupa pelebaran dan pembuatan lajur pergeseran.
DETERMINATION OF THE FASTEST ROUTE FOR FIRE TRUCKS IN CIREBON CITY BASED ON DISTANCE, TIME, CONGESTION AND LAND USE Mira Lestira Hariani; Yackob Astor
Journal of Green Science and Technology Vol 5 No 1 (2021): JOURNAL OF SCIENCE AND TECHNOLOGY VOL. 5 NO. 1 MARCH 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v5i1.4905

Abstract

Fire fighter performance can be represented by the speed of handling the fire case, where greatly influenced by the travel speed of the fire trucks to the fire location. This study aims to determine the fastest route for fire trucks in Cirebon City based on the travel distance, time, congestion and land use. The method used in this study is by applying the Geographic Information System (GIS) model in identifying several variables that affect the travel speed of fire trucks. In this study, several alternative routes were determined from the fire station (Harjamukti fire station and Bima fire station) to the location of fire (Harjamukti Market) and then calculated the travel time on each alternative route by considering travel distance, time, congestion and land use. The results showed that the fastest travel time for fire trucks in Cirebon City was largely influenced by the travel distance. However, in conditions of high traffic flow, a route with a longer distance but does not cross a congested road segment can produce a faster travel time when compared to a shorter route but crosses congested roads. The fastest route from the Bima fire station to  Harjamukti market is route 1 (2,854 m) in the morning, route 3 (3,019 m) in the afternoon and evening. Meanwhile, the fastest route from the Harjamukti fire station to Harjamukti Market is Route 1 (2,069 m) in the morning, afternoon and evening because it has the shortest distance.
USING DRONES FOR LANDFILL MONITORING AND PROJECTION CALCULATION Yackob Astor; Aditia Febriansya; Retno Utami; Muhammad Rizki Firdaus; Farhan Arradzumar Gustaman; Saepul Fariz
Journal of Green Science and Technology Vol 6 No 1 (2022): VOL 6, NO 1 (2022): JOURNAL OF GREEN SCIENCE AND TECHNOLOGY VOL. 6 NO. 1 MARCH 20
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v6i1.6733

Abstract

ABSTRACT: Until now, monitoring the landfill volume in the Sarimukti landfills is calculated by the ratio of trucks converted from tonnage to volume based on the density of the landfill. The various truck specifications and the landfill density conversion process affect the tonnage value. This has an impact on the accuracy of the landfill volume calculation results. This research uses drones as the main tool for monitoring Sarimukti landfills by making a 3D map of the landfill in 2021 as a reference for calculating the volume of existing landfill. The analysis was carried out by comparing the existing landfill volume with the projected landfill volume in 2025 according to the operational period of the landfills. The results of the analysis show that the Sarimukti landfills can no longer accommodate landfill by 2023.Keywords: Drone, Landfill, Contour
KONSEP KONSTRUKSI INTEGRASI UNSUR-UNSUR PEMANFAATAN LAUT WILAYAH DALAM PERSPEKTIF KADASTER KELAUTAN DAN UU NO.l TAHUN 2014 Yackob Astor
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 4 No 4 (2015): JURNAL KONSTRUKSI
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v4i4.2260

Abstract

AbstrakIndonesia sebagai negara kepulauan mcmiliki wilayah laut yang lebih luas dari wilayah darat, 13.466 pulau (Badan Informasi Geospasial, 2013) dengan garis pantai sepanjang 99.093 km (Badan Informasi Geospasial. 2013) menjadikan Indonesia memiliki sumber daya alam laut yang lebih banyak dibandingkan dengan sumber daya alam di darat. Kondisi potensi sumber daya laut ini dipandang sebagai peluang Indonesia sebagai negara berkembang untuk membangun keunggulan dibidang pesisir dan kelautan. Namun selama 69 tahun bangsa ini merdeka, sektor kelautan teniyata belum dapat menunjukkan sebagai sektor yang dapat diunggulkan oleh bangsa dan diandalkan oleh rakyat Indonesia.Bcrdasarkan studi pustaka, temyata masalah utama yang terjadi di laut Indonesia salah satunya adalah belum adanya keterpaduan kegiatan pemanfaatan ruang laut sccara sektoral, daerah (provinsi dan kabupaten/kota) maupun adat. kondisi ini seringkali menyebabkan tumpang tindih klaim {overlapping claim) wilayah laut yang dapat memicu konflik sengketa batas wilayah laut antar daerah, sektor maupun adat.Tulisan ini membahas mengenai konsep konstruksi integrasi unsur-unsur pemanfaatan laut wilayah Indonesia. Konsep integrasi unsur-unsur pemanfaatan laut dapat dibangun menggunakan unsur-unsur kadaster (right, restriction, responsibility), asas keterpaduan dan kepastian hukum yang tercantum di dalam UU No. 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Kata kunei: right, restriction, responsibility, asas keterpaduan, asas kepastian hukum, asas peran serta masyarakat, asas disentralisasi. AbstractIndonesia as an archipelagic country’ has marine area larger than land area, 13.466 islands (Geospatial Information Agency, 2013) with coastline 99.093km (Geospatial Information Agency, 2013), making Indonesia has natural resources of the sea more than the natural resources on land. This potential conditions of marine resources is seen as an opportunity for Indonesia as a developing country to build excellence in coastal and marine field. But during 69 years of the nation's independence, maritime sector has not proved as a sector that can be seeded by the nation and relied by Indonesian people. Based on the literature, one of the main problems in Indonesian ocean is marine boundaries determination are unclear and unresolved causes uncontrolled human intervention in managing marine resources and chaotic patterns of use of marine resources, uncontrolled utilization even destructive.Based on the literature, one of the main problems in Indonesian ocean is unintegration of utilization activities between institutional (sector), local government (provincial and city/county) and customary caused overlapping claims marine areas that can raise marine boundaries conflicts.This paper discusses about contraction integration concept of marine utilization elements in Indonesia. Integration concept can be constructed by marine cadastre elements (right, restriction, responsibility), integration principle and legal certainty principle in Law 1/2014 about Coastal Management Areas and Small Island.Keywords: right, restriction, responsibility, integration principle, legal certainty principle, public participation principle, decentralization principle. 
ANALISIS PENGEMBANGAN TATA RUANG PASAR TERISI KABUPATEN INDRAMAYU Idris Dwi Putranto; Yackob Astor
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 6 No 1 (2017): JURNAL KONSTRUKSI (JANUARI 2017)
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v6i1.3822

Abstract

ABSTRAKPasar Terisi merupakan Pasar Tradisional yang berada di Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu. Kondisi Pasar Terisi saat ini tidak terawat, mulai dari bangunan yang banyak mengalami kerusakan, area parker dan bongkar muat yang menggunakan badanjalan, para pedagang yang menggelar dagangannya di jalur akses pasar. Selain itu permasalahan tata ruang lokasi pasar yang berdekatan dengan stasiun Terisi yang mengakibatkan kurang maksimalnya kegiatan perdagangan di lokasi tersebutDari permasalahan diatas diperlukan suatu penelitian untuk mencari solusinya,  tahap pertama untuk solusi masalah eksisting pasar ialah penentuan strategi pengembangan pasar dengan analisis Strenght Weakness Opportunities Threats (SWOT), tahapan kedua untuk analisis jumlah pedagang pasar dilakukan dengan cara proyeksi jumlah pedagang tahun 2020. serta dilakukannya perencanaan gedung baru berupa bangunan 3 (tiga) lantai yang didesain dengan Autocad dan SketchUp serta dihitung dengan hitungan manual yang berdasarkan SNI Perencanaan Gedung dan aplikasi ETABS sebagai perbandingan. Untuk masalah perparkiran disediakan area bongkar muat, parker mobil dan motor.Hasil penelitiannya yaitu mengembangkan bangunan Pasar Terisi dengan memanfaatkan lahan yang ada.  Untuk bangunan utama pasar dibuat secara vertical 3 lantai beserta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya. Kata Kunci : Pengembangan Pasar Terisi, Analisis SWOT. ABSTRACTTerisi Market is a traditional market where located in Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Terisi Market conditions were not maintained, that are some building damaged, parking area and loading-unloading area used on the road. Besides that, the traders sell their merchandise on the access road. Another problem is the market's location, where was near to Terisi Station, it made trading activities not really comfortable.Based on the above case, we need doing a research to get the solution. The First step, determine strategy of the market development with SWOT (Strength Weakness Opportunities Threats) Analysis. Second step, analyze the trader market's population with analyze the trader market population's data, starts from 2015 until 2020. And then, planning to build new building which it was constructed with 3 floors, designed by using Autocad program. The design calculation is guided by SNI Building Plan and using ETABS software for the comparison. Vehicle parking area and unloading-loading area also will be provided to solve the problem.Result of this research is develop Terisi Market's building with using eksisting area. For the main building, it's constructed with 3 floors and the other facilities. Keywords : Terisi Market Development, SWOT Analysis.
COST AND TIME EFFICIENCY ANALYSIS OF ROAD CONDITION SURVEYS: MANUAL VS SEMI-AUTOMATED METHODS Sari, Rifdah Puspita; Astor, Yackob; Awaludin, Iwan; Shalahuddin, Salman
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpensil.v14i3.58676

Abstract

Roads are a fundamental component of transportation that plays a critical role in national economic growth. Maintaining road conditions is essential to ensure optimal traffic serviceability. However, in developing countries like Indonesia, these surveys are predominantly conducted manually. This conventional approach is time-consuming, costly, and requires a substantial amount of human resources. The swift progression of machine learning (ML) within Artificial Intelligence (AI) presents an opportunity to be utilized as a data processing tool for road condition surveys, leading to greater time and cost efficiency. This study analyzes the cost and time required for two survey methods: manual and semi-automated, employing machine learning. Based on the analysis conducted on 164 km of urban roads in Bandung City, the semi-automated ML method achieved a cost efficiency of 72.23%, with its total cost being only 27.77% of the manual method. Furthermore, the time efficiency reached 96.34%, meaning the survey was completed in just 3.66% of the time required by the manual approach. These results indicate that the application of machine learning for semi-automated road condition surveys is substantially more efficient in terms of both time and cost compared to traditional manual surveys.
Pengaruh Cracked Soil terhadap Stabilitas Lereng Desa Bojongkondang-Kabupaten Sumedang dengan Menggunakan Software Geostudio Amalia, Dewi; Nisrina, Ratu Salma; Astor, Yackob; Siswanto, Antonius; Nursyafril, Nursyafril; Ruchyat, Iman; Pudin, Apip
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1023

Abstract

Abstrak Tanggal 9 Januari 2021, terlah terjadi bencana alam tanah longsor terjadi di Dusun BojongKondang, Desa Cihanjuang, Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang. Keberadaanya masyarakat di zona merah sangat berbahaya. Ditambah dengan kondisi lereng yang relative curam sehingga perlu dilakukan studi terhadap stabiltas lereng untuk mengetahui faktor keamanan (SF) dari lereng tersebut. Pemukiman disekitar lokasi bencana alam tanah longsor dapat dikatakan aman jika nilai factor keamanan (safety factor) lerengnya >1,5. Dilakukan analisis terhadap pemodelan keretakan tanah untuk mendapatkan faktor keamanan terkritis di mana tanah dimodelkan sebagai tanah pasir (behaving like sand). Hal ini dapat diselesaikan dengan mengaplikasikan The Concept of Cracked Soil. Penelitian mengenai keretakan tanah baru dilakukan 10 tahun terakhir. Selanjutnya dilakukan penelitian dengan melakukan kajian lapangan untuk menemukan posisi retakan di lereng, dan pada tahun 2020 dilakukan pemodelan analisis numeric untuk stabilitas lereng dalam kondisi retak. Kata kunci: Stabilitas Lereng, Tanah Longsor, Behaving Like Sand   Abstract On January 9 2021, a landslide occurred in BojongKondang Hamlet, Cihanjuang Village, Cimanggung District, Sumedang Regency. The existence of people in the red zone is very dangerous. coupled with the relatively steep slope conditions. Based on these conditions, it is necessary to carry out a slope stability analysis study to find out what the safety figure (SF) of the slope is. Settlements close to landslide disaster locations can be said to be safe if the slope safety factor is >1.5. In the analysis, modeling of soil cracks was also carried out to obtain the value of the critical safety factor by modeling the soil as behaving like sand. This problem can be solved by applying The Concept of Cracked Soil. Research related to crack soil has only been carried out in the last 10 years. The next research was a field study to find the position of cracks on the slope, and finally in 2020 numerical analysis modeling was carried out regarding slope stability in cracked conditions. Keywords: Landslides, Slope Stability, Behaving Like Sand
Correlation Road Geometric On Road Damage Zahra, Ananda Amatory; Astor, Yackob; Sihombing, Atmy Verani
Journal of Green Science and Technology Vol 8 No 1 (2024): Journal of Green Science and Technology Vol.8 No.1 March 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v8i1.124

Abstract

The implementation of safe road infrastructure can be defined by the minimum number of traffic accidents that occur on these roads. Traffic accidents can caused by several factors, encompassing the geometric attributes of the road, characteristics of vehicles, human elements, and environmental conditions. Previous studies have identified specific geometric features, including superelevation, degree of curvature, road slope, and shoulder type, as influential factors in traffic accidents. Simultaneously, the state of the pavement, characterized by issues such as rutting, potholes, IRI value, and skid resistance, also plays a crucial role in traffic accident. The interplay between road geometric and pavement conditions underscores the importance of effective road management for ensuring safety. Existing research highlights a correlation between road geometric and road damage, with the Pavement Condition Index (PCI) directly correlating with road and shoulder width, and inversely correlating with transverse and longitudinal road slope. This phenomenon is, in part, attributed to heightened shear strain on narrow road shoulders and a reduction in the resilience modulus value of the subgrade on sloped roads.