Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Siswa Mengucapkan Alphabet Bahasa Inggris Melalui Model Talking Stick di Kelas I SDN 5 Tilango Kabupaten Gorontalo Wiwy Triyanty Pulukadang
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i2.810

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini tentang Apakah melalui talking stick kemampuan siswa mengucapkan alphabet bahasa Inggris di kelas I SDN 5 Tilango Kab. Gorontalo dapat meningkat? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa mengucapkan alphabet bahasa Inggris di kelas I SDN 5 Tilango Kab. Gorontalo.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Pada observasi awal kemampuan siswa mengucapkan alphabet bahasa Inggris 3 orang siswa atau 14% yang mampu. Selanjutnya, pada siklus I belum memperlihatkan peningkatan, masih 3 orang siswa yang mampu atau 14%. Terakhir, pada siklus II siswa yang mampu menjadi 18 orang siswa atau 86%.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui talking stick dapat meningkatkan kemampuan mengucapkan alphabet bahasa Inggris di kelas I SDN 5 Tilango Kab. Gorontalo. The problem in this research is about Is it through talking stick that students ability to pronounce the English alphabet in class I SDN 5 Tilango Kab. Gorontalo can improve? Meanwhile, the purpose of this research is to improve the students ability to pronounce the English alphabet in class I SDN 5 Tilango Kab. Gorontalo. This research was carried out in two cycles, namely cycle I and cycle II. In the initial observation, the students ability to pronounce the English alphabet was 3 students or 14% who were able. Furthermore, in the first cycle has not shown an increase, there are still 3 students who are able or 14%. Finally, in the second cycle, 18 students or 86% were able to do so. It can be concluded that through talking sticks can improve the ability to pronounce the English alphabet in class I SDN 5 Tilango Kab. Gorontalo.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA PADA SISWA Emmy Tirta Aviqi; Rusmin Husain; Wiwy Triyanty Pulukadang
JURNAL PENDIDIKAN GLASSER Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/glasser.v7i1.2147

Abstract

Penggunaan model pembelajaran yang tepat, dapat mengembangkan potensi yang tersimpan dalam dirinya, sehingga mereka akan lebih percaya diri untuk belajar terampil dalam berbicara. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan berbicara pada siswa Kelas V SDN 9 Batudaa. Sumber data adalah data primer melalui penyebaran angket dan tes performance kepada sampel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah anova 2x2 dan independent samples t test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan dari keterampilan berbicara siswa pada penggunaan model pembelajaran bermain peran dengan model pembelajaran konvensional di kelas V Sekolah Dasar Negeri 9 Batudaa dengan keunggulan pada model pembelajaran bermain peran yakni 89,3750 > 70,9375. (2) terdapat perbedaan yang signifikan dari keterampilan berbicara pada penggunaan model pembelajaran bermain peran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa yang memiliki rasa percaya diri tinggi kelas V Sekolah Dasar Negeri 9 Batudaa dengan keunggulan pada model pembelajaran bermain peran yakni 93,3036 > 69,3182. (3) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari keterampilan berbicara pada penggunaan model pembelajaran bermain peran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa yang memiliki rasa percaya diri rendah kelas V Sekolah Dasar Negeri 9 Batudaa dengan keunggulan pada model pembelajaran bermain peran yakni 80,2083 > 72,9167. (4) interaksi model pembelajaran bermian peran dengan rasa percaya diri berpengaruh signifikan terhadap keterampilan bebricara kelas V Sekolah Dasar Negeri 9 Batudaa dengan nilai determinan sebesar 44,70%.
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN EDUKASI BAHASA INDONESIA FUN BOARD UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DI KELAS Sitti Rahmatia Y. Hilumalo; Rusmin Husain; Wiwy Triyanty Pulukadang
JURNAL PENDIDIKAN GLASSER Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/glasser.v7i1.2146

Abstract

Media permainan edukasi, diharapkan dapat menarik minat Siswa mengikuti proses pembelajaran dengan baik sehingga kemampuan berbicara peserta didik juga akan maksimal khususnya pada SDN 21 Limboto. Dalam Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research anf Development (R&D) dan menggunakan model pengembangan 4-D yang terdiri dari empat tahapan yaitu 1) Define 2) Design 3) Develop 4) Disseminate. Kavalidan produk dilakukan oleh ahli dengan lembar validasi ahli. Kepraktisan produk diuji dengan uji coba kelompok kecil kepada 8 orang siswa serta uji coba lapangan kepada 20 orang siswa dan dilanjutkan dengan membagikan angket dengan tujuan untuk melihat respon siswa terhadap media. Hasil penelitian menunjikkan bahwa tingkat validitas pengembangan produk permainan edukasi Bahasa Indonesia Fun Board dalam meningkatkan keterampilan Ahli materi berbicara 96,6%, ahli media 89%, dan ahli bahasa 93,3% yang termasuk kategori sangat baik. Hasil tes kelompok 8 siswa dan tes lapangan 20 siswa termasuk dalam kategori sangat baik dengan persentase tertentu masing-masing. 95.2% dan 94.6%. Hasil pre-test dari 20 orang siswa terhadap keterampilan berbicara memperoleh hasil rata-rata 48 dan hasil post-test memperoleh hasil rata-rata 74. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media permainan edukasi Bahasa Indonesia Fun Board dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas 2 sekolah dasar dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
Pengaruh Media Gambar Berseri Terhadap Minat Belajar Dan Hasil Belajar Siswa Kelas II Sekolah Dasar Negeri 8 Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara Novita Abdullatief; Rusmin Husain; Wiwy Triyanty Pulukadang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media gambar berseri terhadap minat belajar dan hasil belajar siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri 8 Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara. Pendekatan dalam penelitian ini yakni kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Media gambar berseri berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswa di Kelas II SDN 8 Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara. Rata-rata minat belajar siswa Kelas II-A SDN 8 Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara (menggunakan media gambar berseri) lebih besar dibandingkan nilai kelas II-B (tidak menggunakan media gambar berseri) atau (84,875 > 58,562). Sehingga dapat dikatakan bahwa dari segi minat belajar siswa yang dibelajarkan dengan media gambar berseri lebih baik yang berarti bahwa media gambar berseri mampu memberikan peningkatan minat belajar siswa di Kelas II SDN 8 Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara. (2) Media gambar berseri berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa di Kelas II SDN 8 Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara. Hasil belajar siswa Kelas II-A SDN 8 Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara (menggunakan media gambar berseri) lebih besar dibandingkan nilai kelas II-B (tidak menggunakan media gambar berseri) atau (86,000 > 72,000). Sehingga dapat dikatakan bahwa dari segi hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan media gambar berseri lebih baik yang berarti bahwa media gambar berseri menjadi stimulus bagi siswa di Kelas II SDN 8 Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara dalam peningkatan capaian hasil belajar yang ideal.
Pengembangan Media Pembelajaran Bangun Ruang Berbasis Adobe Flash Pada Siswa Sekolah Dasar Pulubala Nurfadila Abubakar; Wiwy Triyanty Pulukadang; Andi Marshanawiah
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Mei - Agustus 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.2.2024.4151

Abstract

The problem identified at SDN 16 Pulubala is the lack of teacher creativity inutilizing spatial geometry learning media, which leads to a lack of interest and motivation among students in learning mathematics. Therefore, the development of spatial geometry learning media is expected to help students comprehending the material on the spatial geometry. This research is a Research and Development (R&D). The objectives of this research and development are to develop adobe flash-based spatial geometry learning media and to assess its feasibility based on expert evaluations of content, media, and feedback from teachers and students. The research method used is the Research and Development (R&D) with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data analysis techniques employed in this research are descriptive and qualitative. The results of the development of Adobe Flash-based spatial geometry learning media indicate that the feasibility aspects have achieved a very feasible category, with an average rating of 87,5% from content experts and 95%from media experts, making it suitable for trial. Furthermore, based on teacher feedback, the Adobe Flash-based spatial geometry learning media received 92,85% in the very feasible category, while student responses averaged 92,60%, also in the very high category. The media evaluation achieved an 87,42% score in the very high category. Thus, the overall score recapitulation is 91,074%. Therefore, the developed Adobe Flash-based spatial geometry learning media is highly suitable for use in teaching and learning activities.
Pengembangan Buku Panduan Pendampingan untuk Orang Tua dalam Mengembangkan Profil Pelajar Pancasila Anak Usia Dini Fahmi Mannassai, Annisa; AR Laliyo, Lukman; Triyanty Pulukadang, Wiwy
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v4i2.313

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sekolah berupa panduan sistemastis dalam memaksimalkan peran orang tua dalam pemeblejaran khususnya pada pengembangan profil pelajar pancasila. Penelitian mengutiop penelitian pengembangan (R&D) menggunakan model pengembangan Borg dan Gall dengan 10 langkah atau tahapan untuk mengembangkan produk. Teknik pengumpulan data yang pada penelitian ini menggunakan wawancara, dokumentasi, angket, dan tes penilaian capaian profil pelajar pancasila. Populasi pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas B2 TKIT Az-Zahra Kota Gorontalo yang ada di provinsi Gorontalo sebagai lokasi uji coba terbatas. Sampel yang digunakan sebanyak 10 peserta didik. Sedangkan populasi untuk uji coba skala luas diambil dari dua sekolah yang berbeda yaitu TK Mekar Sari Kec. Biloyohuto Kab. Gorontalo dan TK Masama 1 Serese, Kab. Banggai. Sampel yang digunakan masing-masing sebanyak 15 peserta didik. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrument validasi ahli, analisis respon pengguna, analisis keterlaksanaan pembelajaran dan tes penilaian pencapaian perkembangan peserta didik. Hasil penelitian menunjukan bahwa Panduan Pendampingan Untuk Orang Tua Dalam Mengembangkan Profil Pelajar Pancasila Anak Usia Dini terbukti layak dengan mutu atau kualitas baik dan bisa digunakan pada kegiatan pembelajaran khususnya kegiatan pengembangan projek profil pelajar pancasila.
DEVELOPMENT OF KINTARI LEARNING MEDIA FOR 5TH GRADE STUDENTS OF SDN 4 ANGGREK, NORTH GORONTALO DISTRICT Mokoagow, Nurchalis; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Hendrayanto, Hendrayanto
JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 11, No 1 (2025): JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar)
Publisher : Department of Primary education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpsd.v11i1.29449

Abstract

This research aims to develop the Kintari learning media to motivate the learning of 5th-grade students at SDN 4 Anggrek, North Gorontalo Regency, and to measure the level of suitability of the Kintari learning media for 5th-grade students at SDN 4 Anggrek, North Gorontalo Regency. This research uses the Research and Development method using the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). This research was conducted at SDN 4 Anggrek, North Gorontalo Regency. Data collection techniques used were interviews, observation, questionnaires, and documentation. This research produced a Kintari learning media product for 5th-grade students at SDN 4 Anggrek, North Gorontalo Regency. The feasibility test carried out by experts resulted in an average score of 91.9% in the “Very Feasible“ category. Thus, the Kintari learning media product for 5th-grade students at SDN 4 Anggrek, North Gorontalo Regency, which researchers developed, is suitable for implementation.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS IV SDN 2 BULANGO TIMUR KABUPATEN BONE BOLANGO Darwis, Friskawaty; Husain, Rusmin; Triyanty Pulukadang, Wiwy; Monoarfa , Fidyawati; Husain, Rustam
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i2.5495

Abstract

The purpose of this study is the purpose of conducting this study is to improve speaking skills in grade IV students of SDN 2 Bulango Timur, Bone Bolango Regency. The techniques used in data collection are observation techniques, documentation and oral tests of speaking skills. This study uses the type of classroom action research (CAR). With the research subjects of grade IV SDN 2 Bulango Timur as many as 14 students. The results of the study showed that from the initial observation, out of 14 students who were able to speak, only 3 students or 21% were able to speak. In cycle I, the first meeting, there were 5 students with a percentage of 36% of students who were able to speak, and 9 students who were not able to speak with a percentage of 64%. In cycle I, the second meeting, there were 7 students with a percentage of 50% who were able to speak, and 7 students who were not able to speak with a percentage of 50%. In cycle II, the first meeting, there were 10 students with a percentage of 71% of students who were able to speak and 4 students who were not able to speak with a percentage of 29%. In cycle II, the second meeting, there were 12 with a percentage of 86% of students who were able to speak and 2 students who were less able with a percentage of 14%. Based on the results of the study, it can be concluded that through the use of learning videos, speaking skills can be improved in grade IV students of SDN 2 Bulango Timur, Bone Bolango Regency. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah tujuan dalam melakukan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas IV SDN 2 Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi, dokumentasi dan tes lisan kemampuan berbicara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Dengan subyek penelitian kelas IV SDN 2 Bulango Timur sebanyak 14 siswa. Hasil penelitian menunjukan pada observasi awal bahwa dari 14 siswa mampu dalam berbicara hanya 3 orang siswa atau 21%. Pada siklus I pertemuan pertama berjumlah 5 siswa dengan persentase 36% siswa yang mampu dalam dalam berbicara, dan yang tidak mampu 9 siswa dengan persentase 64%. Pada siklus I pertemuan kedua berjumlah 7 siswa dengan persentase 50% yang mampu dalam berbicara, dan yang tidak mampu 7 siswa dengan persentase 50%. Pada siklus II pertemuan pertama berjumlah 10 siswa dengan persentase 71% siswa yang mampu berbicara dan siswa yang tidak mampu berjumlah 4 siswa dengan persentase 29%. Pada siklu II pertemuan kedua berjumlah 12 dengan persentase 86% siswa yang mampu berbicara dan siswa yang kurang mampu berjumlah 2 siswa dengan persentase 14%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan melalui penggunaan video pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas IV SDN 2 Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Ayu, Niken; Triyanty Pulukadang, Wiwy; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.4820

Abstract

The problem discussed in this research is “Does the Project-Based Learning (PjBL) model improve the skills to write short stories in class V of Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Kota Gorontalo?”. This research aims to improve short story writing skills through the Project-Based Learning (PjBL) model for students in class V of Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Kota Gorontalo. This is a class action research. Data are collected throught tests, observation, and documentation. In the initial observation of 20 students, 4 students, or 20%, could write short stories, and 16 students, or 80%, were unable. In Cycle meeting I of 20 students, there were 9 students, or 45%, who were able to write short stories, and 11 students, or 55%, were unable. Implementation of cycle I meeting II of 20 students, there were 14 students, or 70%, who were able to write short stories, and 6 students, or 30%, were unable. While in cycle II of 20 students, there were 18 students, or 90%, who were able to write short stories, and 2 students, or 10% were unable. Based on the research findings and discussion that have been carried out, it is concluded that through the Project-Based Learning (PjBL) Model, the students’ skills to write short stories have increased. ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah melalui model Project Based Learning (PjBL) kemampuan menulis cerpen kelas V Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Kota Gorontalo meningkat?”. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen melalui model Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Pada observasi awal dari 20 siswa terdapat 4 siswa atau 20% yang mampu dalam menulis cerpen dan 16 siswa atau 80% tidak mampu. Siklus I pertemuan I dari 20 siswa terdapat 9 siswa atau 45% yang mampu dalam menulis cerpen dan 11 siswa atau 55% tidak mampu. Pelaksanaan siklus I pertemuan II dari 20 siswa terdapat 14 siswa atau 70% yang mampu dalam menulis cerpen dan 6 siswa atau 30% tidak mampu. Sedangkan pada siklus II dari 20 siswa terdapat 18 siswa atau 90% yang mampu dalam menulis cerpen dan 2 siswa atau 10% tidak mampu. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa dengan melalui Model Project Based Learning (PjBL) kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Kota Gorontalo meningkat.
PENGEMBANGAN MEDIA POP-UP DONGENG DIGITAL (POPONA) UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Moh. Dehiyo, Sofiyanti; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Triyanty Pulukadang, Wiwy; Husain, Rustam
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.4821

Abstract

The ability to read fairy tales in elementary school students is still relatively low, one of which is caused by the lack of supporting learning media. In fact, fairy tales as folk prose stories that are fictitious and contain moral messages have great potential in awakening imagination, fostering creativity, and instilling character values in students. This study aims to develop digital pop-up fairy tale learning media (POPONA) to improve elementary school students' fairy tale reading skills. This research is a research and development using the 4D model (define, design, develop, and disseminate). The research subjects consisted of media experts, linguists, material experts, practitioners, and 28 fifth grade students. Data collection techniques included observation, interviews, and questionnaires, with instruments in the form of observation sheets, interviews, expert validation, and teacher and student response sheets. The data were analyzed qualitatively and quantitatively to measure the feasibility and effectiveness of the media. The results showed that POPONA media was included in the very feasible category, with the results of expert validation obtaining an average percentage of 96.6% and teacher and student response tests of 92%. In addition, students' ability to read fairy tales when using POPONA media reached a percentage of 98.01%. Thus, it can be concluded that digital pop-up fairy tale media (POPONA) is very feasible to use as a learning media in improving students' reading ability. ABSTRAK Kemampuan membaca dongeng pada siswa sekolah dasar masih tergolong rendah, salah satunya disebabkan oleh kurangnya media pembelajaran yang mendukung. Padahal, dongeng sebagai cerita prosa rakyat yang bersifat fiktif dan mengandung pesan moral, memiliki potensi besar dalam membangkitkan imajinasi, menumbuhkan kreativitas, serta menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran pop-up dongeng digital (POPONA) guna meningkatkan kemampuan membaca dongeng siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) yang menggunakan model 4D (define, design, development, dan disseminate). Subjek penelitian terdiri atas ahli media, ahli bahasa, ahli materi, praktisi, dan 28 siswa kelas V SD. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan angket, dengan instrumen berupa lembar observasi, wawancara, validasi ahli, serta lembar respon guru dan siswa. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif untuk mengukur kelayakan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media POPONA termasuk dalam kategori sangat layak, dengan hasil validasi ahli memperoleh rata-rata persentase 96,6% dan uji respon guru dan siswa sebesar 92%. Selain itu, kemampuan membaca dongeng siswa saat menggunakan media POPONA mencapai persentase 98,01%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pop-up dongeng digital (POPONA) sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan membaca dongeng pada siswa sekolah dasar.