Ali Iskandar
Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Tarumanagara

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IDENTIFIKASI DISPERSIVITAS TANAH TERHADAP VARIASI KADAR AIR DAN PEMADATAN MELALUI UJI PINHOLE Ali Iskandar; Aniek Prihatiningsih; Joan Nathasya Tuhumury
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 2, Mei 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i2.34220

Abstract

This study evaluates the dispersive characteristics of fine-grained soils from Serpong and Cikarang using the pinhole test based on ASTM D4647. Soil specimens were compacted at three moisture conditions: OMC – 5%, OMC, and OMC + 5%. Dispersivity was classified based on flow clarity, flow rate, and final hole diameter. All samples were categorized as non-dispersive 2 (ND2), indicating resistance to internal erosion despite moisture variation. Variations in flow rate and final hole diameter suggest that moisture content influences the hydraulic response of the soil, although not significantly enough to alter its classification. Minor inconsistencies in final hole diameter were observed under certain conditions, possibly due to heterogeneity in soil properties or variability during specimen preparation. These findings emphasize the importance of supporting visual assessments with additional measurements. Further research using quantitative methods, such as the double hydrometer test, is recommended to better evaluate the dispersive potential of fine particles in non-dispersive soils. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sifat dispersi tanah dengan menggunakan uji pinhole yang berdasarkan ASTM D 4647. Sampel diambil dari dua lokasi, yaitu Serpong dan Cikarang. Pengujian dilakukan dengan memadatkan sampel pada 3 kadar air berbeda, yaitu OMC-5%, OMC, dan OMC+5%. Klasifikasi dilakukan berdasarkan hasil kejernihan air, debit aliran, dan diameter akhir lubang pada sampel. Hasil menunjukkan seluruh sampel tergolong Non-Dispersive 2 (ND2), menandakan ketahanan terhadap dispersi internal meskipun terdapat variasai kadar air. Variasi debit dan diameter lubang menunjukkan bahwa kadar air memengaruhi respons aliran, namun tidak cukup besar untuk mengubah klasifikasi dispersi. Terdapat perbedaan pada diameter lubang di beberapa kondisi yang mengarah pada kemungkinan adanya heterogenitas tanah atau variasi saat pemadatan. Hasil ini menegaskan pentingnya mendukung pengamatan visual dengan data tambahan. Oleh karena itu disimpulkan bahwa hasil penelitian ini memerlukan penelitian lanjutan. Penelitian lanjutan yang disarankan adalah uji hidrometer ganda yang mana menggunakan metode kuantitatif. Hasil uji hidrometer ganda diharapkan dapat memberikan data pendukung untuk menilai kecenderungan dispersi partikel halus secara lebih akurat.
SPT–EFFECTIVE SHEAR PARAMETER CORRELATION FOR MEDIUM STIFF TO STIFF CLAY IN JAKARTA Fuk Jin Oei; Ali Iskandar; Aksan Kawanda; Felicia Yohana; Felicia Refalina Tantobudiono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.36991

Abstract

The objective of this study is to establish a good correlation for estimating the effective shear strength parameters of clay soils. A common constraint is the limited number of tests along the test hole, especially the effective cohesion (c'), internal friction angle (φ'), and elastic modulus. Insufficient soil tests will cause the parameters to be incompletely obtained. This study extends the authors previous correlation for very soft to soft clay (C01-C02) with medium stiff and stiff clay consistencies (C03-C04). This correlation will be established with Standard Penetration Test (SPT) results and index property data (using grain size analysis and Atterberg test). The study was conducted on fine-grained soils in Jakarta, which were categorised into two consistency categories: medium stiff clays (C03, SPT values 4 to 8 blows/ft) and stiff clays (C04, SPT values 8 to 15 blows/ft). Linear relationships were used to analyse the mean effective stress (p′) and deviatoric stress (q), with an addition of approximately 10% to account for variations in the data. The results of the analysis showed that the linear regression of p′ and q was effective in describing the soil behaviour between the two groups. The approximately 10% envelope to adjust for data variation, the effect of soil plasticity index (PI), indicates that this correlation can also be used in geotechnical design with limited triaxial test data and undisturbed sampling tests. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun korelasi yang baik dalam memperkirakan parameter kuat geser efektif tanah lempung. kendala yang sering terjadi adalah terbatasnya jumlah pengujian di sepanjang lubang uji terutama kohesi efektif (c'), sudut geser dalam efektif (φ'), dan modulus elastisitas. Kurangnya uji tanah akan menyebabkan parameter tidak diperoleh secara lengkap. Korelasi ini akan dibangun dengan hasil uji Standard Penetration Test (SPT) dan data properti indeks (menggunakan analisis ukuran butir dan uji Atterberg). Penelitian dilakukan pada tanah berbutir halus di Jakarta, yang dikelompokkan ke dalam dua kategori konsistensi: lempung kaku sedang (C03, nilai SPT 4 sampai 8 pukulan/ft) dan lempung kaku (C04, nilai SPT 8 sampai 15 pukulan/ft). Hubungan linier digunakan untuk menganalisis tegangan efektif rata-rata (p′) dan tegangan deviatoris (q), dengan tambahan sekitar 10% untuk memperhitungkan variasi data. Hasil analisis menunjukkan bahwa regresi linier dari p′ dan q efektif dalam menggambarkan perilaku tanah di antara kedua kelompok. Sekitar 10% batas toleransi untuk menyesuaikan variasi data, pengaruh indeks plastisitas tanah (PI), mengindikasikan bahwa korelasi ini juga dapat digunakan dalam desain geoteknik dengan data uji triaksial yang terbatas dan uji pengambilan sampel yang tidak terganggu.