Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI PADA MASA PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS MENGGUNAKAN MODEL TYLER DI KELAS XI IPS DI SMAN 1 BENAI KECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI (TA.2021/2022) Wirza Rahmasari; A. Mualif; Zulhaini Zulhaini
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background of this research is (1) Less than maximum, yes,the delivery of material or assignments by the teacher un the teaching and learning process. (2) Teachers cannot use learning methods or model’s due to time constraints. (3) Student do not accept or understand learning due to time constraints. This study aims to evaluate the Tyler model in the PAI and Budi Pekerti learning process during the limited face-to-face learning period in class XI IPS at SMA Negeri 1 Benai, Benai District, Kuantan Singingi Regency (FY 2021/2022). This research is a qualitative research, the population of this study are all students of SMA Negeri Benai, the sample in this study amounted to 41 people, namely students of class XI IPS 1 and XI IPS 2 and 1 teacher of PAI and Budi Pekerti, data collection was done by observation, interviews and documentation, as well as data analysis techniques using descriptive statistics. This research is a qualitative research, the population of this study are all students of SMA Negeri Benai, the sample in this study amounted to 41 people, namely students of class XI IPS 1 and XI IPS 2 and 1 teacher of PAI and Budi Pekerti, data collection was done by observation, interviews and documentation, as well as data analysis techniques using descriptive statistics. Based on the results of the study, it was found that the evaluation of the Tyler model, namely: Evaluation of the learning process of PAI and Budi Pekerti uses the Tyler model for class XI IPS at SMA Negeri 1 Benai during the face-to-face learning period, the material is limited to respect and obedience to parents and teachers. The learning objectives were con veyed well about 77% by the subject matter teachers, fairly well conveyed about 14% and less well conveyed about 8%. Evaluation of the learning process of PAI and Budi Pekerti uses the Tyler model for class XI IPS at SMA Negeri 1 Benai during the face-to-face learning period, the material is limited to respect and obedience to parents and teachers. Learning objectives were conveyed well about 50% by student, quite well conveyed about 33%, less well conveyed about 8% and could not be achieved at all or did not belong to any category around 9%
(EVALUASI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN APLIKASI ZOOM CLOUD MEETING PADA MAHASISWA PRODI PAI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI ( TA 2021/2022) Zulhendra Zulhendra; Zulhaini Zulhaini; Ikrima Mailani
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is a qualitative research, the subjects in this study were 67 PAI study study students from semesters 2, 4, and 6, the object in this study was the Evaluation of the CIPP Model towards learning using the Zoom Cloud Meeting application for students of the Islamic Religious Education Study Program Faculty Tarbiyah and Teacher Training at the Islamic University of Kuantan Singingi (FY 2021/2022), collecting data using interviews and documentation, while data analysis techniques use data reduction, data display, data triangulation, and conclusions.The results of this study can be seen from the results of the analysis of interview data and documentation as follows, 1) Based on the evaluation of the context component, that the implementation of learning using the Zoom Cloud Meeting application is due to government regulations regarding the prevention and handling of the COVID-19 outbreak which requires learning from home, 2) Based on the evaluation of the input component, it shows that the facilities used by students to carry out learning using the Zoom Cloud Meeting application are adequate, 3) based on the evaluation of the process components, in the learning process the average student is able to use the Zoom Cloud Meeting application in learning but there are network problems that are felt by students in various regions, especially if the electricity goes out or the weather is bad, the worst possibility is that students cannot take part in learning , and if the network is not good, students can go in and out of the zoom class and cause a lack of enthusiasm for learning.
PENGARUH UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI TERHADAP PENINGKATAN SIKAP SPIRITUAL SISWA DI SMA NEGERI 1 BENAI KECAMATAN BENAI Siska Kurnia Junita; Sarmidin Sarmidin; Zulhaini Zulhaini
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan dan kurikulum pendidikan kita belum memberikan ruang dan waktu yang cukup berarti untuk memberikan pencerahan spiritual siswa. Idealnya, pendidikan harus mampu memberikan pencerahan dan menanamkan serta menumbuhkan sikap spiritual kepada siswa, sehingga mereka mampu bersikap responsif terhadap segala persoalan yang tengah dihadapi masyarakat dan bangsanya. Berdasarkan studi awal di SMA Negeri 1 Benai guru PAI sudah melakukan upaya untuk menanamkan sikap spiritual dalam, namun upaya ini belumlah berpengaruh serta belum memberikan hasil yang maksimal sebagaimana yang diharapkan, hal ini terlihat bahwa iswa belum mampu secara keseluruhan menunjukkan sikap spritual dalam proses pembelajaran PAI. Melihat keadaan seperti ini seharusnya diberikan pembinaan yang lebih intensif untuk menanamkan sikap spritual dalam KI.1 (Kopetensi Inti 1) yaitu “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya” dapat diwujudkan oleh siswa dalam bentuk nyata. Peneitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, data dalam penelitian ini diperoleh dari observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh upaya guru PAI dan Budi Pekerti terhadap peningkatan sikap spritual kepada siswa di SMA Negeri 1 Benai yaitu dengan melihat hasil pra Siklus terlihat bahwa peningkatan sikap spritual siswa hanya pada level 51,78% dengan nilai tertinggi 33 (58,93%) dan terendah 25 (44,64%). Pada Siklus I peningkatan sikap spritual menjadi 60,35% dengan nilai tertinggi 38 (67,86%) dan nilai terendah 30 (53,57%).Pada Siklus II peningkatan sikap spritual siswa sebesar 74,28%, nilai tertinggi 47 (83,93%) dan nilai terendah 38 (67,86%) dan pada Siklus III terlihat pengaruh upaya guru PAI terhadap peningkatan sikap spritual siswa lebih maksimal mencapai angka 97,32%, nilai tertinggi 56(100%) dan nilai terendah 52 (92,86%)
ANALISIS KETERAMPILAN MENJELASKAN (EXPLAINING SKILL) GURU PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS X DI SMA NEGERI 2 TELUK KUANTAN Yulhaini Yulhaini; Bustanur Bustanur; Zulhaini Zulhaini
JOM FTK UNIKS (Jurnal Online Mahasiswa FTK UNIKS) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang di organisasikan secara sistematik untuk menunjukan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya, misalnya antara sebab dan akibat, defenisi dengan contoh atau dengan sesuatu yang belum di ketahui. Penyajian informasi yang terencana dengan baik dan di sajikan dengan urutan yang cocok merupakakan ciri utama kegiatan menjelaskan.Pemberian penjelasan merupakan salah satu aspek yang amat penting dari kegiatan guru dalam interaksinya dengan siswa di dalam kelas.Dan biasanya guru cenderung lebih mendominasi pembicaraan dan mempunyai pengaruh langsung, misalnya dalam memberikan fakta, ide, ataupun pendapat.Oleh seba itu, hal ini haruslah di benahi di tingkatkan keefektifan agar tercapai hasil yang optimal dari penjelasan dan pembicaraan guru tersebut sehingga bermakna bagi murid.Penelitian ini termasuk penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui, teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 1 orang guru PAI di SMA Negeri 2Teluk Kuantan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Negeri 2 Teluk Kuantan di kategorikan “Baik” dengan 4 tahapan observasi oleh penulis yaitu dengan rata-rata skor 3 item di lakukan dengan sangat baik, 4 item baik, dan 3 item masih kurang baik.
DAMPAK IMPLEMENTASI KURIKULUM MBKM : ANALISIS KEPUASAN MITRA TERHADAP IMPLEMENTASI KKN TEMATIK Ikrima Mailani; Lasmiadi Lasmiadi; Zulhaini Zulhaini; Irfandi Irfandi
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 2 (2024): Vol. 1 No. 2 Edisi April 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i2.89

Abstract

Pelaksanaan kurikulum MBKM diuniversitas tidak hanya berpengaruh pada pihak internal, tetapi juga pada pihak eksternal atau mitra eksternal. Pihak eksternal turut terlibat dalam pelaksanaan program dari kurikulum MBKM. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat respon pihak eksternal terhadap kurikulum MBKM melalui analisis kepuasan. Program MBKM yang dilaksanakan diFakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Kuantan Singingi adalah program KKN Tematik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa angket kepuasan mahasiswa dan mitra berdasarkan Indikator terdiri dari Tangibles, Responsiveness, Assurance, Emphaty. Berdasarkan hasil analisis angket kepuasan oleh mitra eksternal, diketahui bahwa rata-rata 91,5% respon mitra puas terhadap implementasi program MBKM melalui kegiatan KKNT yang dilaksanakan. Kendala yang ditemui dalam pelaksanaan program MBKM terletak pada persamaan persepsi pelaksanaan program KKN tematik dengan mitra eksternal. Implementasi MBKM melalui program KKN Tematik membantu mahasiswa mengembangkan berbagai keterampilan, terutama kemampuan berinovasi dan beradaptasi secara kolaboratif dalam lingkungan masyarakat.
ADAT BERSENDI SYARAK, SYARAK BERSENDI KITABULLAH SEBAGAI LANDASAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELAYU A. MUALIF; IKRIMA MAILANI; SOPIATUN NAHWIYAH; ZULHAINI ZULHAINI; SHEILA RAHMA YANTI
ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam Vol. 2 No. 2 (2026): ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam
Publisher : ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the philosophy of Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah (ABS-SBK) as a foundation for developing Arabic language education based on Malay local wisdom and to examine its relevance in fostering contextual and character-oriented learning. This research employs a qualitative library research method. The data were collected from the Qur'an, Hadith, literature on Arabic language education, Malay culture, as well as relevant scholarly articles and legal documents. The data were analyzed using content analysis to explore the relationship between the values of ABS-SBK and the principles of Arabic language learning. The findings indicate that the ABS-SBK philosophy is highly compatible with the objectives of Arabic language education, particularly in integrating linguistic competence with religious, moral, and cultural values. The incorporation of Malay local wisdom into learning materials, teaching methods, instructional media, and assessment practices enhances the contextual relevance of learning, strengthens students’ cultural identity, and promotes moderate Islamic values and good character. Therefore, the development of Arabic language education based on the ABS-SBK philosophy not only emphasizes language proficiency but also serves as a means of preserving Malay cultural heritage and internalizing Islamic values that are relevant to the needs of contemporary society.
PENYULUHAN INSERSI NILAI-NILAI KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM BAGI MAJLIS GURU PP.AS-SALAM AL-MUBAROKAH A Mualif; Bustanur Bustanur; Alhairi Alhairi; Ikrima Mailani; Sopiatun Nahwiyah; Zulhaini Zulhaini; Helbi Akbar; Andrizal Andrizal; Fitra Wahyuni
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4290

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam pembangunan manusia seutuhnya, khususnya dalam konteks pendidikan Islam. Pembelajaran bahasa Arab, sebagai bahasa Al-Qur’an dan sumber utama ajaran Islam, memiliki potensi besar dalam menanamkan nilai-nilai karakter yang luhur. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan kerja sama ke dalam proses pembelajaran bahasa Arab. Dengan pendekatan edukatif yang terintegrasi, pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek linguistik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral. Metode penyuluhan ini mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta simulasi pembelajaran yang menekankan penerapan nilai-nilai karakter dalam konteks keseharian siswa. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa insersi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran bahasa Arab dapat meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya akhlak dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap bahasa Arab sebagai sarana pembentukan kepribadian Islami.
Pola Penggunaan ChatGPT dan Dampaknya Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran Sopiatun Nahwiyah; Zulhaini Zulhaini; Ikrima Mailani; A. Mualif A. Mualif
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol. 3 No. 2 (2025): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan ChatGPT dan dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Universitas Islam Kuantan Singingi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penggunaan ChatGPT oleh mahasiswa sangat tinggi, namun didominasi oleh pola penggunaan yang pasif dan instan. Mahasiswa menggunakan ChatGPT untuk menyusun makalah, menjawab pertanyaan diskusi, serta memahami materi kuliah, tetapi mayoritas hanya menyalin jawaban tanpa melakukan proses analisis, evaluasi, maupun verifikasi dengan sumber lain seperti buku atau jurnal ilmiah. ChatGPT lebih berfungsi sebagai penyedia jawaban cepat daripada sebagai sarana pembelajaran reflektif. Temuan lain menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa masih tergolong rendah meskipun mereka menggunakan teknologi AI. Hal ini tampak dari lemahnya kemampuan menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, serta menyusun argumentasi yang logis. Mahasiswa cenderung menerima jawaban dari ChatGPT secara utuh tanpa mempertanyakan validitas maupun relevansinya, sehingga tidak terjadi pengolahan informasi menjadi pemahaman yang lebih mendalam. Minimnya pemanfaatan kritis terhadap ChatGPT disebabkan oleh rendahnya literasi digital kritis, motivasi belajar yang kurang, serta terbatasnya arahan dari dosen mengenai penggunaan AI secara bijak dan bertanggung jawab. Mahasiswa lebih berorientasi pada penyelesaian tugas ketimbang proses berpikir mendalam. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kehadiran ChatGPT belum mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa secara otomatis. 
SOSIALISASI PENCEGAHAN TOXIC PARENTING MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI DESA SUNGAI SIRIH A. Mualif; Sinta Agustina; Ikrima Mailani; Vista Indah Purnama; Sopiatun Nahwiyah; Zulhaini Zulhaini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61603

Abstract

Toxic parenting merupakan pola asuh salah arah yang dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, emosional, dan sosial anak. Minimnya pemahaman masyarakat mengenai bentuk dan dampak toxic parenting mendorong dilaksanakannya kegiatan sosialisasi di Desa Sungai Sirih, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para orang tua mengenai pentingnya menerapkan pola asuh yang sehat. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, diskusi bersama perangkat desa dan kader PKK, penyuluhan melalui ceramah dan presentasi, diskusi interaktif, serta pembagian buku panduan pengasuhan sehat. Kegiatan ini dihadiri dan diikuti oleh 34 orang peserta dari kalangan ibu-ibu di Desa Sungai Sirih. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sebelumnya belum memahami konsep toxic parenting dan masih menganggap beberapa bentuk pola asuh yang keliru sebagai hal yang wajar dalam mendidik anak. Setelah mengikuti sosialisasi, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, ditandai dengan antusiasme tinggi dalam sesi tanya jawab, kemampuan mengidentifikasi perilaku toxic parenting, serta komitmen untuk menerapkan pola asuh yang lebih positif. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola asuh sehat guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.