Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Rekayasa Ruang Publik dan Urban Postmodern dalam Konteks Legalisasi Ganja untuk Medis di Indonesia Saputra, Yoakim Ananda; Siahainenia, Royke Roberth; Yanuartha, Rizki Amalia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18338

Abstract

Rekayasa ruang publik dalam era urban postmodern berperan penting dalam mendukung legalisasi ganja untuk medis di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana interaksi sosial, regulasi hukum, dan stigma yang melekat pada ganja memengaruhi konstruksi ruang publik dalam konteks legalisasi ini dengan menggunakan pendekatan teori Produksi Ruang (The Production of Space) dari Henri Lefebvre. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan fokus pada dinamika ruang publik dan interaksi sosial dalam konteks legalisasi ganja medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legalisasi ganja medis tidak hanya berdampak pada aspek hukum dan kesehatan, tetapi juga mengubah struktur ruang sosial, menciptakan realitas baru dalam interaksi masyarakat, dan menjadi arena negosiasi kekuasaan antara pemerintah, aktivis, serta kelompok masyarakat lainnya. Studi ini menyoroti peran ruang publik sebagai alat advokasi dan pergeseran dari ruang fisik ke ruang digital dalam mempromosikan diskusi yang inklusif dan interaktif. Penelitian ini memberikan wawasan untuk merancang kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis partisipasi dalam mengakomodasi perubahan sosial terkait legalisasi ganja medis di Indonesia.
Empati dan Solidaritas Sosial Dalam Kegiatan YOUTH Berbagi: Refleksi Altruisme di Kalangan Generasi Muda Yanuartha, Rizki Amalia; Joseph, Robert Benaya; Hailitik, Angela Anggraeni Frankly; Yosafat, Intan Mutiara; Bayumartio, Nethanie Kyla; Sugianto, Marchus
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v13i1.7556

Abstract

Era digital telah membawa perubahan dalam interaksi sosial generasi muda, di mana empati dan solidaritas sosial semakin terkikis akibat meningkatnya individualisme. Kegiatan "Youth Berbagi" di Panti Asuhan Yakobus Salatiga bertujuan untuk menumbuhkan kembali nilai empati dan kebersamaan melalui aksi berbagi kasih oleh pemuda gereja JKI Keluarga Kerajaan Salatiga dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana. Metode yang digunakan adalah service-learning, yang menggabungkan pengabdian masyarakat dengan refleksi pengalaman peserta. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa empati individu menjadi faktor utama dalam membangun solidaritas sosial, di mana interaksi langsung dengan anak-anak panti memperkuat keterikatan emosional dan kerja sama antar peserta. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima bantuan, tetapi juga memperkaya pengalaman peserta dalam memahami nilai-nilai sosial keagamaan dan kepedulian terhadap sesama. Kesimpulannya, empati dan solidaritas dapat ditingkatkan melalui interaksi sosial yang bermakna, dan kegiatan berbasis pengabdian seperti "Youth Berbagi" dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk generasi muda yang lebih peduli dan bertanggung jawab sosial. 
Pengaruh Integritas dan Anti Korupsi terhadap Moral Generasi Z Kota Salatiga Fachrur Rozi, Angga; Yanuartha, Rizki Amalia; Purnomo, Daru
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8900

Abstract

Korupsi adalah masalah yang terus berulang di Indonesia. Lemahnya pengawasan dan kurangnya upaya pencegahan korupsi menjadi alasan mengapa pemberantasan korupsi di Indonesia masih belum berhasil. Sebagai bagian dari upaya kolaboratif kami untuk mencegah dan menghapus korupsi, populasi generasi Z dan milenial Indonesia yang cukup besar juga menuntut perhatian kami. Seseorang harus menanamkan cita-cita antikorupsi sebagai calon generasi masa depan negara. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa korupsi tidak pernah ada di Indonesia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh turunan sikap integritas dan naiknya anti korupsi terhadap moral di kalangan generasi z di kota Salatiga. Penelitian termasuk dalam jenis metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari pekerja muda, mahasiswa, remaja, pelajar SMA di kota Salatiga sebanyak 101 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil pengisian kuesioner serta wawancara secara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sig. pada uji F menunjukkan bahwa variabel X1 (integritas) dan X2 (anti korupsi) secara simultan berpengaruh terhadap variabel Y (moral gen Z). Sedangkan nilai Sig. pada uji t menunjukkan bahwa variabel X1 (integritas) dan X2 (anti korupsi) berpengaruh secara parsial terhadap moral Gen Z. Integritas dan sikap anti korupsi sangat berkaitan erat pada perilaku yang selaras dengan posisi internal dan eksternal seseorang yang berusaha menunjukkan sikap konsistensi dan berpegang pada nilai-nilai kebaikan sangat efektif untuk mendorong moral Gen Z ke arah yang lebih baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa upaya mempromosikan integritas dan anti korupsi dapat berperan dalam perbaikan dan peningkatan moral generasi Z di wilayah tersebut. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman dinamika moral generasi Z, memberikan landasan untuk perencanaan kebijakan, dan merinci intervensi yang lebih efektif guna meningkatkan moralitas dan integritas generasi muda di masa mendatang.
Hubungan Interaksi Sosial Dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Etnis Ruma Sulteng di Kampus Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga De'e, Glennsio Aldheminol; Utomo, Alvianto Wahyudi; Yanuartha, Rizki Amalia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9191

Abstract

Interaksi sosial menjadi syarat utama terjadinya aktivitas sosial. Namun, tidak semua mahasiswa mampu beradaptasi dengan baik dan membangun interaksi sosial yang baik di kampus, terutama bagi mereka yang merasa kesulitan dalam berinteraksi dengan mahasiswa lain yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. mahasiswa yang mengalami perbedaan lingkungan melakukan penyesuaian diri dengan lingkungan barunya sehingga mengalami pola interaksi yang berbeda dengan lingkungan tempat tinggal sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan interaksi sosial dengan penyesuaian diri pada mahasiswa etnis Ruma Sulteng di kampus Universitas Kristen Satya Wacana di Salatiga. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2021-2023 sebanyak 31 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala interaksi sosial dan penyesuaian diri. Metode yang digunakan untuk menganalisis data yaitu menggunakan metode korelasi Product Moment dari Pearson. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan antara interaksi sosial dan penyesuaian diri dengan nilai r = 0,678 dan signifikasi = 0,000 (p < 0,05). Artinya semakin tinggi interaksi sosial pada mahasiswa maka semakin tinggi penyesuaian diri pada mahasiswa, dan sebaliknya semakin rendah interaksi sosial pada mahasiswa maka penyesuaian diri pada mahasiswa juga rendah.
Fenomena Penyalahgunaan Ruang Publik: Dinamika Penyimpangan Sosial Terhadap Norma di Taman Tingkir Kota Salatiga Zein, Ashar Fachruz; Hadiwijoyo, Suryo Sakti; Yanuartha, Rizki Amalia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk penyimpangan yang ada di Taman Tingkir Salatiga dan bagaimana norma sosial memandang tindak asusila sebagai penyimpangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan penalaran dan studi literatur mengenai norma sosial serta fungsi ruang publik. Hasil menunjukan bahwa kurangnya fasilitas pengawasan serta tidak ada aturan tertulis yang ada di Taman Tingkir menyebabkan terjadinya penyimpangan sosial. Fungsi ruang terbuka menurut Stephen Carr adalah keterlibatan pasif dan keterlibatan aktif yang mana berfungsi untuk menikmati pemandangan sekitar ruang dan untuk berkumpul serta berkomunikasi satu dengan lain individu serta di atur oleh norma yang berlaku dimasyarakat tetapi disalahgunakan untuk tindak asusila yang melanggar norma. Kondisi kehilangan norma dapat dikatan sebagai anomi, akibat dari anomi menurut Emile Durkheim adalah perubahan norma yang menciptakan kebebasan dan berpotensi terjadi penyimpangan sosial. Kesimpulannya, perlunya peran antara pihak berwajib, pengunjung, dan security dalam menjaga fasilitas Taman Tingkir dan menjalankan norma sosial agar dapat mengurangi jumlah penyimpangan sosial dan bisa menjadi contoh untuk menjaga norma. Bertujuan untuk menciptakan lingkungan kondusif sesuai fungsi taman atau ruang publik bagi masyarakat.
Konstruksi Identitas Sosial Di Media Sosial Terkait Cyberbullying Dalam Penggunaan Bahasa: Analisis Prespektif Sosiologi Azha Yustia, Fransiska Angelina; Utomo, Alvianto Wahyudi; Yanuartha, Rizki Amalia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14338

Abstract

Cyberbullying sendiri merupakan tindakan bulian yang terjadi dunia maya (sosial media). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dibuat agar penulis dapat mengetahui bagaimana narasi identitas sosial yang diwujudkan dari penggunaan bahasa dapat membentuk fenomena cyberbullying dan bagaimana konstruksi identitas sosial tersebut dapat terbentuk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan jenis penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan kepustakaan. Cyberbullying dapat terjadi karena ketidaksamaan nilai – nilai antar individu, yang mengakibatkan perbedaan pendapat. Selain itu ada faktor dapat sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder yang menentukan perilaku seorang individu saat berinteraksi di masyarakat. Pada akhirnya membentuk konstruksi sosial akibat terciptanya interaksi dan realitas baru dalam hal ini di sosial media.