Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN GEJALA DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA PEKERJA CUCIAN MOBIL DAN MOTOR DI KECAMATAN BANGKINANG KOTA TAHUN 2024 Novi Mardiana; Rizki Rahmawati Lestari; Nia Aprilla
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Vol.1 No. 1 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis kontak iritan (DCI) terjadi ketika kulit terpapar bahan kimia atau fisik yang dapat menyebabkan iritasi. Paparan terhadap deterjen, sabun, pelarut, serta bahan pembersih lainnya sering terjadi. Gejalanya bisa berupa kulit merah dan peradangan, kulit kering dan pecah-pecah akibat pengeringan kulit yang berlebihan, gatal dan rasa terbakar gejala lain yang mengganggu kenyamanan dan bisa memperburuk kondisi kulit iritasi yang berkelanjutan bisa menyebabkan luka terbuka infeksi atau eksim. Data Word Heatlh Organization (WHO) kejadian Dermatitis di Dunia Selama 30 tahun terakhir, terjadi peningkatan prevalensi dari penyakit Atropic Dermatitis (AD) didunia Tahun 2022 mencapai 18% pada anak-anak dan 5% pada orang dewasa. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan gejala dermatitis kontak iritan pada pekerja cucian mobil dan motor di Bangkinang Kota tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 orang dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square dan fisher exact. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan dengan nilai p-value 0,004 (p<0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa ada Ada hubungan yang snigifikan antara pengetahuan dan gejala dermatitis kontak iritan pada pekerja cucian mobil dan motor di Kecamatan Bangkinang Kota. Diharapkan para pekerja ini dapat meningkatkan kesadaran dan selalu memakai alat pelindung diri dan saat sudah terpapar zat kimia tahu apa saja gejala yang pertama dialami para pekerja cucian mengenai penyakit dermatitis.
Hubungan Kontrol Diri Dengan Perilaku Kecanduan Gadget Pada Remaja Nia Aprilla; Muhammad Rinaldi Yuri
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.273

Abstract

Penggunaan gadget bagi remaja dapat membawa dampak positif maupun negative. Dampak negatif dari penggunaan gadget yang terlalu lama dan sering pada remaja akan memengaruhi proses belajar siswa seperti malas belajar dan cenderung lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan bermain gadget dibandingkan belajar. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui hubungan kontrol diri dengan perilaku kecanduan gadget pada remaja. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Bangkinang Kota dan dilaksanakan dari tanggal 10-20 Juni 2020. Adapun metode penelitian yang dipakai ialah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional dengan pengambilan sampel accidental sampling dengan jumlah populasi ini sebanyak 229 remaja di Kelurahan Bangkinang Kota dengan jumlah sampel 70. Hasil penelitian yaitu sebagian besar responden memiliki kontrol diri tinggi yaitu sebanyak 77,1%, sebagian besar responden kecanduan gadget  yaitu sebanyak 82,9%. Terdapat hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan gadget pada remaja di Bangkinang Kota dengan p value 0,000 ≤ 0,05. Diharapkan para remaja untuk meningkatkan kontrol diri terhadap penggunaan gadget.