Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Terapi Modalitas (Terapi Senam Aerobik) Pada Ny.R Dengan Halusinasi Pendengaran Terhadap Frekuensi Halusinasi PendengaranDi RSJ Tampan Provinsi Riau Yulie Sapitri; Nia Aprilla; Syaparuddin Daud
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.126

Abstract

Halusinasi pendengaran adalah distorsi persepsi palsu yang terjadi pada neurobiologis tanpa stimulus eksternal atau internal yang terjadi saat kesadaran penuh dan dapat terjadi pada semua panca indra. Gelaja halusinasi pendengaran yaitu mendengar suara-suara yang tidak ada, seperti, suara-suara berbicara, tertawa, atau suara-suara lainnya. Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa meliputi terapi modalitas (terapi senam aerobik). Terapi modalitas yaitu terapi senam aerobik yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sensori, upaya memusatkan perhatian, kesegaran jasmani dan mengekspresikan perasaan. Aktivitas fisik seperti senam dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan yang sering menyebabkan halusinasi pendengaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan asuhan keperawatan dengan penerapan terapi modalitas (terapi senam aerobik) untuk menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran. Jenis penelitian yaitu Quasy eksperiment penerapan terapi modalitas (terapi senam aerobik) pada Ny.R di ruangan Indragiri Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22-25 Juli 2024 pada Ny. R, implementasi dilakukan selama 4 hari berturut-turut. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telusur rekam medis pasien. Hasil penelitian yaitu setelah melakukan terapi senam aerobik pasien mengatakan suara-suara yang yang biasanya datang dan menyuruhnya untuk berbuat jahat menjadi jarang terdengar lagi dari 4 kali sehari menjadi 1 kali sehari. Terdapat penurunan frekuensi halusinasi setelah dilakukan terapi modalitas (terapi senam aerobik). Diharapkan bagi responden dan keluarga dapat mengaplikasikan terapi modalitas senam aerobik dirumah untuk mengontrol halusinasi dan bagi pihak Rumah Sakit dapat menerapkan terapi modalitas (terapi senam aerobik) bagi pasien dengan halusinasi.
Hubungan Umur Ibu Bersalin  Dengan Kehamilan Post Date Di RSIA Husada Bunda Salo Kabupaten Kampar Nislawaty Nislawaty; Nia Aprilla
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.134

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2015 di seluruh dunia terdapat kematian ibu sebesar 500.000 jiwa per tahun dan kematian bayi khususnya neonatus sebesar 10.000.000 jiwa per tahun. Kehamilan post date merupakan salah satu penyebab kematian ibu dan bayi di RSIA Husada Bunda Salo riwayat komplikasi tertinggi nomor dua yaitu post date dengan jumlah 97 kasus (15,0%). Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan umur ibu dengan kehamilan post date di RSIA Husada Bunda Salo Kabupaten Kampar Tahun 2020. Rancangan penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin sebanyak 554 orang sedangkan sampel 232 orang ibu bersalin dengan riwayat kehamilan post date. Uji hipotesis yang digunakan adalah chi-square. Kehamilan postdate terjadi pada ibu berusia > 20 dan < 35 tahun , Ada hubungan bermakna antara umur ibu bersalin dengan kehamilan post date di RSIA Husada Bunda Salo Kabupaten Kampar Tahun 2020, p value = 0,00 POR=3,023 (CI 95% = 1,753-5,215) dan kehamilan post date terjadi pada paritas beresiko yaitu kehamilan primigravida. Diharapkan kedepannya pihak rumah sakit dapat bekerja sama dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan untuk dapat melakukan upaya pencegahan pada perempuan dengan usia yang beresiko saat melahirkan usia < 20 tahun ≥ 35. Memberikan penyuluhan secara intensif tentang kehamilan postdate.
Pengaruh Pemberian Jus Jambu Biji Merah (Red Guava Juice) Terhadap Kadar Haemoglobin Pada Ibu Hamil Di Desa Kuok Wilayah Kerja Puskesmas Kuok Nislawati Nislawati; Nia Aprilla
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i2.158

Abstract

Pregnant women who have low hemaglobin (Hb) are prone to miscarriage (abortus), premature birth, prolonged labor due to fatigue of the uterine muscles in contracting (uterine inertia), bleeding due to the absence of uterine muscle contractions (atonia uteri), shock, infection during labor and postpartum, severe anemia which can cause decompensation of the chord due to this anemia, can cause shock and death in the mother during labor. To increase haemoglobin levels non-pharmacologically is to consume red guava. Guava can increase haemoglobin levels in the blood because it contains vitamin C. by increasing absorption and metabolism of iron, so that with sufficient vitamin C and animal protein, haemoglobin in the blood increases. This study aims to see the effect of giving red guava juice (psidium guajava, linn) on haemoglobin levels of pregnant women in Kuok Village, Kuok Health Center working area. This type of research uses a quasi-experiment method with a non-equivalent pretest-posttest design. The research was conducted on July 26-August 1, 2018. The population in this study were all pregnant women who suffered from anemia with haemoglobin levels of 8-11 gr%, namely 15 people. The sample in this study is the total population of 15 people. The Hb level before being given red guava juice was 8.80 and after being given red guava juice the Hb level was 12.60. The statistical test results obtained a p value of 0.000 (<0.05) which means that there is an effect of giving red guava juice on Hb levels at Kuok Health Center in 2018. It is expected that pregnant women consume red guava juice to increase Hb levels and the health center should always advise pregnant women to consume red guava juice.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kuok Nuriyah Laila Sari; Fitri Apriyanti; Nia Aprilla
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i2.159

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) in mothers, especially during pregnancy, has an impact on the health of the mother and baby. In mothers, CED increases the risk of infection, pregnancy complications, anemia, physical weakness, and mental and reproductive health disorders. In infants, maternal CED can cause low birth weight (LBW), stunting, developmental disorders, and the risk of perinatal death. The purpose of this study was to see if there was a relationship between knowledge and attitudes with the incidence of CED in pregnant women in the Kuok Health Center UPT Work Area. This type of research is analytical with a cross-sectional design. The population of this study was all pregnant women in the Kuok Health Center UPT work area totaling 128 people with a sample of 108 people taken using the stratified random sampling technique. The data collection tool in this study used a questionnaire. This study was conducted from 7-21 August 2024. This study used univariate and bivariate analysis. The results of the study showed that most respondents experienced CED, most respondents had less knowledge about balanced nutrition and most respondents had negative attitudes. There is a relationship between maternal knowledge about balanced nutrition and the incidence of KEK in pregnant women with a p value of 0.000. There is a relationship between attitudes and the incidence of KEK in pregnant women with a p value of 0.001. It is expected that health workers can improve counseling on nutrition and motivation for pregnant women to consume nutritious foods to avoid KEK in pregnant women.
Pemberian Rebusan Daun Binahong Terhadap Kadar Asam Urat Pasien Gout Arthritis Winda Winda; Gusman Virgo; Nia Aprilla
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.187

Abstract

ABSTRACT Problems that can occur if someone has gouty arthritis include permanent joint damage, the appearance of lumps (tophi) under the skin, kidney stones, and even kidney failure if this condition is not treated properly. In addition, this disease can also increase the risk of other chronic diseases such as high blood pressure/hypertension. High uric acid levels are indirectly associated with an increased risk of cardiovascular diseases, such as coronary heart disease and stroke, as they can damage blood vessel linings. Chronic pain, limited mobility, and other health problems can significantly reduce quality of life. The purpose of this study was to determine the difference in uric acid levels before and after administering a decoction of binahong leaves. This study was conducted in Kualu Nenas Village, Tambang Community Health Center Working Area. This study was a qualitative descriptive study. This study was conducted from June 22-24, 2025. The main complaints experienced by the client were joint pain, especially at night, swelling of the right foot, difficulty walking, and redness. The pain felt like being pricked by needles. The client also complained of difficulty falling asleep, stating that sleep was restless and she often woke up at night. During the day, the client also had difficulty sleeping. The uric acid level test result was 7.2 mg/dl. Vital signs were as follows: BP: 135/95 mmHg, HR: 92 beats per minute, RR: 20 breaths per minute, temperature: 36.7°C. The intervention provided by the researcher was the administration of boiled binahong leaf water to reduce uric acid levels in patients with gouty arthritis. The results showed a decrease in uric acid levels after administering boiled binahong leaf water twice a day. It is hoped that clients and their families will continue to consume boiled binahong leaf water if uric acid levels increase.  
Hubungan Pengetahuan Santri Tentang Skabies Dengan Perilaku Pencegahan Skabies M. Dicky Hidayat; Dhini Anggraini Dhilon; Nia Aprilla
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.199

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes Scabiei dan sering terjadi di lingkungan padat. Penyakit ini mudah menyebar akibat rendahnya pengetahuan dan perilaku pencegahan personal hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan santri tentang skabies dengan perilaku pencegahan skabies. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (PPMTI) Tanjung Berulak. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 86 responden diperoleh melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (65,1%) dan perilaku pencegahan skabies baik (60,5%). Uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,000 (≤0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku pencegahan scabies. Semakin baik pengetahuan santri tentang skabies maka semakin baik pula perilaku pencegahannya. Diharapkan para santri agar meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mandi secara teratur, mengganti pakaian dan sprei minimal dua kali seminggu, serta menjemur kasur dan bantal secara rutin.
Karakteristik Penderita Resiko Perilaku Kekerasan Nia Aprilla; Bri Novrika
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.205

Abstract

Gangguan jiwa adalah suatu sindroma atau pola psikologis atau perilaku yang penting secara klinis yang terjadi pada seseorang dan dikaitkan dengan adanya distress  atau disabilitas disertai peningkatan risiko kematian yang menyakitkan, nyeri, disabilitas, atau sangat kehilangan kebebasan. Salah satu bentuk gangguan kejiwaan adalah resiko perilaku kekerasan. Karakteristik responden yang dapat mempengaruhi resiko perilaku kekerasan diantaranya adalah umur, jenis kelamin, pendidikan dan lama waktu. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui karakteristik penderita resiko perilaku kekerasan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21 s/d 26Agustus 2023. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Tampan Propinsi Riau. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik deskriptif. Populasi penelitian ini adalah  seluruh penderita resiko perilaku kekerasan yang berjumlah 23 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada rentang usia produktif (15-50 th)  sebanyak 28 responden (93,3%), pada karakteristik pendidikan  sebagian besar berpendidikan rendah sebanyak 26 responden (86,7% , sebagian besar  responden tidak bekerja yaitu sebanyak 18 responden (60,0%) dan sebagian besar responden berada pada rentang waktu lama menderita 6 Bulan yaitu sebanyak 18 responden (60,0%). Disarankan kepada Rumah Sakit Jiwa Tampan Propinsi Riau untuk dapat memberikan penyuluhan mengenai resiko perilaku kekerasan dan pencegahannya.
Pengaruh Terapi Psikoreligius Dzikir Terhadap Nyeri Dismenorea NIA APRILLA; Wirdayani Wirdayani
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i1.269

Abstract

Dampak utama dari dismenore (nyeri haid) meliputi gangguan aktivitas sehari-hari, keluhan fisik seperti mual dan lemas, serta beban mental. Kondisi ini dapat menghambat produktivitas dan menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan baik. Adapun salah satu cara untuk mengobati nyeri dismenorea adalah dengan terapi psikoreligius dzikir, karena terapi psikoreligius dzikir dapat menstimulasi tubuh untuk menurunkan hormon stres, mengaktifkan hormon endorfin dan meningkatkan perasaan rileks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi psikoreligius dzikir terhadap nyeri dismenorea pada mahasiswi program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai kampus 2 Pekanbaru Tahun 2020. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 63 orang dengan jumlah sampel sebanyak 24 orang. Alat ukur yang digunakan adalah numeric rating scale dan lembar observasi. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed ranks test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terhadap penurunan nyeri dismenorea dengan p-value 0,000 (p≤0,05), dengan rata-rata penurunan 2,7. Hasil penelitian ini diharapkan pada penderita dismenorea untuk menggunakan terapi psikoreligius dzikir dalam menrunkan nyeri dismenorea saat haid.
Hubungan Kepatuhan Diet Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita DM Tipe 2 NIA APRILLA; Angel Alfarez
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.270

Abstract

Hal yang mendorong perlunya pengukuran kualitas hidup, khususnya pada penderita diabetes mellitus adalah karena kualitas hidup merupakan salah satu tujuan utama perawatan. Kepatuhan merupakan perilaku atau ketaatan pasien dalam menjalani pengobatan, mengikuti pedoman diet sesuai dengan anjuran medis dan kesehatan untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan kepatuhan diet dengan kualitas hidup penderita DM tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kampar. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan rancangan Cross sectional. Populasi penelitian adalah penderita diabetes mellitus sebanyak 312 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian penderita DM tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kampar yang berjumlah 76 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengolahan data menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value = 0,014 (p value ≤ α 0.05)  maka dapat disimpulkan adanya hubungan kepatuhan diet dengan kualitas hidup pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kampar Tahun 2020. Didapatkan POR 2,592 artinya responden yang tidak patuh menjalankan diet akan berpeluang 2,592 kali terhadap kualitas hidup buruk dibandingkan dengan responden yang patuh menjalankan diet. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh penderita DM tipe 2. Penderita diharapkan dapat mematuhi pola makan yang benar menurut diet 3j, yaitu jenis, jumlah dan jadwal yang dianjurkan oleh petugas kesehatan, agar kualitas hidup meningkat dan menjadi lebih baik.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Ibu yang Memiliki Bayi di Ruang Perawatan NICU Nia Aprilla; Lady Diana
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.271

Abstract

Angka kesakitan pada bayi baru lahir terbesar di negara berkembang seperti  Indonesia total keseluruhan hampir 30.000/176.000 kelahiran hidup, dan 30 % diantaranya mendapatkan perawatan setelah lahir dengan berbagai gangguan seperti bayi kuning, asfiksia, infeksi, kelainan jantung bawaan dan berbagai penyakit lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan ibu yang memiliki bayi di Ruang Perawatan NICU RSUD Bangkinang. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 sampai dengan 30 Oktober 2019. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dari bayi yang dirawat di Ruang Perawatan NICU RSUD Bangkinang yang berjumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampel dengan metode accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui sebaran kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian yaitu 18 responden (60,0%) berpengetahuan kurang, dengan lamanya hari rawat tergolong lama yaitu sebanyak 17 responden (56,7%), sebagian besar status sosial ekonomi kategori tidak mencukupi yaitu sebanyak 19 responden (63,3%). Hasil analisa bivariat diketahui ada hubungan yang bermakna antara faktor pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu,  nilai p value = 0,00 atau p ≤ 0,05. Ada hubungan yang bermakna antara faktor lama hari rawat dengan tingkat kecemasan ibu dengan nilai p value = 0,001 atau p ≤ 0,05. Ada hubungan yang bermakna antara faktor status sosial ekonomi dengan tingkat kecemasan ibu dalam proses perawatan bayi dengan nilai p value = 0,00 atau p ≤ 0,05. Oleh karena itu diharapkan bagi pihak terkait agar dapat memberikan penyuluhan dan informasi kepada ibu yang memiliki bayi tentang prosedur perawatan bayi terhadap ibu agar mekanisme koping yang baik pada ibu bayi dalam menghadapi proses perawatan bayi di ruang NICU Rumah Sakit.