Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Factors Associated with Women’s Decision to Become Commercial Sex Workers in Banjarsari, Surakarta, Central Java Johar, Syefira Ayudia; Demartoto, Argyo; Wekadigunawan, C.S.P
Journal of Epidemiology and Public Health Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.32 KB)

Abstract

Background: In Indonesia, the number of new HIV cases in 2016 was 41.250, and AIDS cases was 7,491. HIV infection predominantly (67.6%) occur heterosexually. In Central Java, the number of  Di Indonesia, new HIV cases in 2016 was 4.032, and AIDS cases was 1.402. Surakarta City has the second highest cases of HIV in Central Java after Semarang District with 38 HIV cases and 46 AIDS cases in September 2017. This study aimed to analyze factors associated with women’s decision to become commercial sex workers in Banjarsari.Subjects and Method: This was an analytical observational study with case control design. The study was conducted in Banjarsari, Surakarta, Central Java. A total sample of 200 study subjects consisting of 100 female commercial sex workers and 100 non sex workers. The dependent variable was women’s decision to become commercial sex worker. The independent variables were knowledge of sexually-transmitted disease, family income, pro-commercial sex worker family support, snobbish life style, and access to whore house. The data were collected by questionnaire and analyzed by multiple logistic regression.Results: Women’s decision to become commercial sex worker was negatively associated with good knowledge of sexually-transmitted disease (OR= 0.03; 95% CI= 0.01 to 0.18; p<0.001), high family income (OR= 0.01; 95% CI<0.01 to 0.05; p<0.001). Women’s decision to become commercial sex worker was positively associated with strong pro-commercial sex worker family support (OR=8.15; 95% CI= 2.63 to 25.23; p<0.001), snobbish life style (OR= 6.20; 95% CI= 1.81 to 21.24; p= 0.004), and access to whore house (OR= 8.52; 95% CI=2.49 to 29.17; p= 0.001).Conclusion: Women’s decision to become commercial sex worker has negative association with good knowledge of sexually-transmitted disease, high family income. Women’s decision to become commercial sex worker has positive association with strong pro-commercial sex worker family support, life style, and access to whore house.Keyword: Women’s decision, commercial sex worker, knowledge, family income, family support, life style, access to whore houseCorrespondence: Syefira Ayudia Johar. Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami 36 A, Surakarta 57126, Central Java. Email: syefira48@gmail.com. Mobile: +6282136422448.Journal of Epidemiology and Publich Health (2018), 3(1): 72-82https://doi.org/10.26911/jepublichealth.2018.03.01.06  
Pengaruh Iklim Kerja Panas Terhadap Kelelahan Kerja pada Operator Steam di PT. XYZ Boyolali Maftuh, Muhammad; Haryanti, Titik; Johar, Syefira Ayudia
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2 No 2 (2021): JPPKMI: November 2021
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v2i2.52432

Abstract

PT. XYZ perusahaan garmen di Boyolali memiliki sistem sirkulasi udara yang kurang baik dibandingkan perusahaan lain dalam satu kawasan, menyebabkan iklim kerja panas (32⁰C). Salah satu sumber panas berasal dari mini boiler pada steam sehingga operator steam merasakan dampak panas paling banyak. Tujuan mengetahui adanya pengaruh iklim kerja panas terhadap kelelahan kerja pada operator steam. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik menggunakan metode Cross Sectional. Teknik sampling yang digunakan Purposive Sampling dilaksanakan pada bulan Februari 2020. Untuk mengukur iklim kerja menggunakan Heat Stress Area Monitor sedangkan kelelahan kerja menggunakan Kuesioner Kelelahan Subjektif Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) terhadap 36 sampel. Normalitas data menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dan analisis data menggunakan uji Regresi Linier Sederhana nilai α = 0,05. Hasil uji Regresi Linear Sederhana menggunakan SPSS 22 diperoleh nilai sig = 0,000 < 0,05 maka hasil dinyatakan signifikan yaitu terdapat pengaruh iklim kerja panas terhadap kelelahan kerja pada operator Steam. Semakin tinggi iklim kerja panas maka semakin besar tingkat kelelahan pekerja.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG DAUN KATUK SEBAGAI PELANCAR ASI DI BPM BENIS JAYANTO CEPER KLATEN Henik Istikhomah; Syefira Ayudia Johar
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 7, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.718 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v7i1.45

Abstract

Latar Belakang : Hasil Survey Clinical Epidemologi dan Biostatistic Unit, Gajah Mada Faculty Of Medicine/RSUP DR.Sardjito, Yogyakarta Tahun 2004 melaporkan bahwa 38% ibu menghentikan ASI bagi bayi dengan alasan produksi ASI tidak mencukupi. Upaya peningkatkan produksi ASI selain dari gizi dapat juga mengkonsumsi tanaman obat pelancar ASI, salah satunya adalah daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui karakteristik ibu menyusui mengenai pengetahuan tentang daun katuk sebagai pelancar ASI berdasarkan umur, pendidikan dan paritas di BPM Benis Jayanto Ceper, Klaten. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik aksidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 21 responden. Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu menyusui tentang daun katuk sebagai pelancar ASI dalam kategori cukup sebanyak 13 orang (62%). Berdasarkan responden yang berusia 20-35 tahun dalam kategori cukup sebanyak 12 orang (57%), responden dengan pendidikan SMP sebanyak 8 orang (38%) dalam kategori cukup, sedangkan responden dengan jumlah paritas 2 sebanyak 7 orang (34%) dalam kategori cukup. Kesimpulan : Pengetahuan ibu menyusui tentang daun katuk sebagai pelancar secara umum termasuk dalam kategori pengetahuan cukup yang dilihat dari faktor umur, pendidikan, dan paritas. Saran : Ibu menyusui di BPM Benis Jayanto Ceper Klaten untuk menggunakan daun katuk sebagai pelancar ASI jika mengalami ketidak lancaran dalam menyusui. Kata Kunci : Pengetahuan, ibu menyusui, Daun Katuk Sebagai Pelancar ASI
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP SIKAP IBU TENTANG PIJAT BAYI DI KELURAHAN TIYARAN KECAMATAN BULU KABUPATEN SUKOHARJO Syefira Ayudia Johar
PLACENTUM: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 8, No 1 (2020): February
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v8i1.34570

Abstract

Latar Belakang: Pijat bayi dapat digolongkan sebagai stimulasi sentuhan yang dilakukan dengan usapan halus pada permukaan kulit bayi dengan tangan yang bertujuan untuk menghasilkan efek terhadap syaraf, otot, sistem pernafasan serta sirkulasi darah dan limpha. Di dalam pijat bayi terdapat unsur sentuhan berupa kasih sayang, perhatian, suara atau bicara, pandangan mata, gerakan, dan pijatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap ibu tentang pijat bayi di Kelurahan Tiyaran, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo.Metode: Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value <0.05 (CI= 95%).Hasil penelitian: Hasil analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon menunjukkan nilai Z adalah -3.561. Nilai asymp.Sig 0.000 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap ibu dalam melakukan pijat bayi.Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap ibu tentang pijat bayi, saat pretest dan posttest
Determinants of Stunting in Toddlers In Gatak Subdistrict, Sukoharjo Regency syefira ayudia johar; Iik Sartika
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 11, No 2 (2023): August
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v11i2.67361

Abstract

Indonesia faces nutritional problems that have an impact on the quality of human resources. One of the nutritional problems is the incidence of stunting experienced by more than half of stunting toddlers in the world who come from ASIA (55%). The highest number of stunting cases is based on e-PPGBM data for 2020-2021 in Sukoharjo Regency in Gatak District. In Gatak District, from 2020 to 2021, there has been an increase in stunting cases in toddlers. In 2020 in Gatak District, the number of stunted toddlers was 414 toddlers while in 2021 the number of stunted toddlers increased to 463 toddlers. This research is a quantitative research with a cross-sectional approach. The bound variables in this study are the incidence of stunting in toddlers, while the free variables in the study are maternal knowledge about nutrition, exclusive breastfeeding status, parental income, BBLR history and child care. The research sample was taken with a sampling quota with a total sample of 96 respondents who were toddlers in Gatak District, Sukoharjo Regency in 2021. The analysis used by researchers to determine the relationship of each variable using chi square analysis. The value of P is said to be related if the Value of P is <0.05. Based on the frequency distribution is mostly on productive age, higher education level, mostly employed, and income level is largely less than the UMR. There is a significant relationship between maternal knowledge, exclusive breastfeeding status, BBLR history and parenting with stunting events (p value = 0.000 < 0.05), while parental income has nothing to do with stunting events (p value = 0.067 > 0.05).
The Relationship between Mother's Level of Knowledge About MP-ASI and EventsStunting among toddlers in Jenggrik Village, Kedawung District, Sragen Regency Afiffah Aulia Rohmah; Syefira Ayudia Johar; Fiqi Nurbaya
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB) Vol 5 No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jikemb.v5i2.5227

Abstract

Sragen Regency is one of the districts with a prevalence ratestunting which is quite high. Numberstunting in Sragen there has been an increase from 4,353 children in 2021 to 5,085 children in 2022.The aim of this research was to determine the relationship between the mother's level of knowledge about MP-ASI and the incidentstunting I n toddlers in Jenggrik Village. This type of research is quantitative by design Case Control. The population and sample for this study were 49 cases and 49 control groups with toddler mothers/caretakers as respondents. TechniqueSampling using techniquesTotal Sampling. This research instrument uses a questionnaire and is processed usingsoftware SPSS through analysischi square95% confidence level (a = 5%). The results of the univariate analysis of the level of knowledge of mothers in the low knowledge case group were more dominant at 30 (61.2%), while the high knowledge control group was more dominant at 48 (98.0%). Results of univariate analysis of eventsstunting case group experiencedstunting (100%), while the control group experienced no eventsstunting (100%). The results of bivariate analysis show There is a relationship between the mother's level of knowledge about MPASI and the incident stunting to Toddlers in Jenggrik Village with valuesp-value 0,000 < 0,05. Recommended for mothers toddlers to be more active in seeking information about children's growth and development, the impacts they have, as well as knowledge about providing MP-ASI, either through health education, social media, radio, newspapers, etc.
Peningkatan Pengetahuan Risk Assesment melalui Pelatihan HIRA di Museum Purbakala Klaster Sangiran, Karanganyar Ani, Nur; Wartini, Wartini; Johar, Syefira Ayudia; Rosyidah, Marlia Yulianti
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v4i2.3732

Abstract

HIRA adalah singkatan dari Hazard Identification and Risk Assessment, yang merupakan proses yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menilai risiko yang terkait dengannya. Pelatihan HIRA biasanya diberikan kepada karyawan di industri seperti manufaktur, konstruksi, dan perawatan kesehatan untuk membantu mereka mengidentifikasi potensi bahaya di tempat kerja dan mengambil langkah-langkah untuk memitigasi risiko tersebut. Pelatihan dapat mencakup topik seperti mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, menerapkan kontrol, dan memantau keefektifan kontrol tersebut. Pelatihan HIRA dapat diberikan di ruang kelas, online, atau melalui pelatihan di tempat kerja. Penting bagi pengusaha untuk memberikan pelatih Hazard Identification Risk Assesment (HIRA) adalah salah satu metode identifikasi resiko bahaya yang dapat diterapkan dalam ruang lingkung pekerjaan. Tools ini digunakan untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja guna meningkatkan budaya keselamatan di suatu perusahaan. Tujuan kegiatan pelatihan ini agar para karyawan peduli dan mengerti dalam menganalisa potensi bahaya ditempat kerja.Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual online via zoom meeting dengan diikuti oleh 28 oranHasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan karyawan tentang potensi bahaya dan dapat mengklasifikasikan potensi bahaya berdasarkan sumbernya.
Analisis Tingkat Kepatuhan ODHA Dalam Minum ARV Berdasarkan Model Information Motivation Behavioral Skills Nugroho, Farid Setyo; Rahmawati, Diah Lutfi; Johar, Syefira Ayudia
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i2.1999

Abstract

Pendahuluan: Kepatuhan minum obat merupakan faktor utama dalam mencapai keberhasilan pengobatan infeksi virus HIV sehingga sistem imun tubuh tetap terjaga tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kepatuhan ODHA dalam minum ARV berdasrkan informasi, motivasi dan keterampilan berperilaku. Metode: Penelitian menggunakan metode obsevasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah ODHA yang masuk kriteria inklusi yaitu sejumlah 98 orang. Teknik sampling menggunakan non random sampling-purposive sampling. Penentuan tingkat kepatuhan menggunakan The Life Windows Information Motivation Behavioral Skills ART Adherence Questionnaire (LW-IMB-AAQ). Analisa bivariat dengan uji statistik Chi Square Test (x2) dengan tingkat signifikasi α<0,05. Hasil: Tingkat informasi tinggi 80 orang (81,6%), tingkat motivasi tinggi 78 orang (79,6%), tingkat keterampilan berperilaku tinggi 96 orang (98%) dengan tingkat kepatuhan sedang 53 orang (54,1%). Terdapat korelasi antara tingkat informasi dan tingkat motivasi dengan tingkat kepatuhan yang memiliki nilai p=0,000 < 0,05. Tingkat keterampilan berperilaku tidak korelasi dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p=0,188>0,05. Simpulan: Tingkat kepatuhan ODHA tinggi berdasarkan informasi dan motivasi, tingkat kepatuhan ODHA sedang berdasarkan kertampilan berperilaku.
Community Development: Inisiasi "Ayah Asi" dalam Upaya Share Role Pencegahan Stunting Pertiwi, Julia; Syefira Ayudia Johar
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v5i2.5637

Abstract

ABSTRAK Pemberian ASI Eksklusif merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan resiko stunting pada anak-anak. Fenomena “father less” semakin marak di Indonesia sebagai akibat dari hilangnya peran ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak. Pengabdian dilakukan dengan mitra berjumlah 25 orang bapak-bapak dari RT 07 RW 03 Jombor, Bendosari, Sukoharjo yang memiliki bayi usia 0-6 bulan. Bapak-bapak ini dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu (purposive sampling). Sosialisasi tentang pentingnya ASI Eksklusif dan konsep “Ayah ASI” dilakukan pada 15 Juli 2024. Selanjutnya, pemantauan praktik dilakukan melalui grup whatsapp bapak bapak mulai tanggal 16-30 Juli 2024. Kegiatan dilakukan dalam 4 tahap; persiapan, pelaksanaan, monitoring & evaluasi, pelaporan & luaran kegiatan. Hasil menunjukkan terjadi kenaikan sebesar 3,08. Peningkatan ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan ayah tentang pemberian ASI dan peran Ayah ASI. Mitra menunjukkan antusias yang tinggi yang terbukti dengan tingginya minat mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh. Saran/ rekomendasi kepada Kader, Puskesmas dan pihak terkait agar dapat memperbanyak sosialisasi terkait peran ayah dalam pemberian ASI dengan sasaran ayah. Kata kunci: Ayah ASI, ASI Eksklusif, peran, stunting ABSTRACT Exclusive breastfeeding is one of the factors that can reduce the risk of stunting in children. The phenomenon of "father less" is increasingly widespread in Indonesia as a result of the loss of the role of fathers in the care and development of children. The service was carried out with partners totaling 25 men from RT 07 RW 03 Jombor, Bendosari, Sukoharjo who had babies aged 0-6 months. These gentlemen were selected based on certain considerations (purposive sampling). Socialization about the importance of exclusive breastfeeding and the concept of "ASI father" was carried out on July 15 2024. Furthermore, practice monitoring was carried out through the father's WhatsApp group from July 16-30 2024. Activities were carried out in 4 stages; preparation, implementation, monitoring & evaluation, reporting & output of activities. The results show an increase of 3.08. This increase shows that there is an increase in fathers' knowledge about breastfeeding and the role of breastfeeding fathers. Partners show high enthusiasm as evidenced by their high interest in practicing the knowledge they have gained. Suggestions/recommendations to Cadres, Community Health Centers and related parties to increase outreach regarding the role of fathers in breastfeeding with the target of fathers. Key words: Breastfeeding father, exclusive breastfeeding, role, stunting
Knowledge Relations of Midwives To The Handling of Corona Virus Infection (Covid-19) on Maternity Mothers in Hospital X Syefira Ayudia Johar
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2020): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i1.324

Abstract

Globally it reported 51,857 cases of confirmation in 25 countries with 1,669 deaths (CFR 3.2%). Prevention of Covid-19 is influenced by several factors, one of which is knowledge. To date, knowledge of the COVID-19 infection in conjunction with pregnancy and the fetus is still limited and there has been no specific recommendation for the treatment of pregnant women with COVID-19. The purpose of this research is to know the knowledge of midwives to the handling of Corona virus infection (Covid 19) on maternity mothers in hospital X. Research using the research design of cross sectional. Samples amounting to 30 midwives with sample techniques using sampling quotas. Analysis techniques using the Chi Square test. Results showed that there was a relationship between the knowledge of midwives to the handling of Corona virus infection (Covid 19) on maternity mothers in hospitals X