Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGGUNAAN MOBILE HEALTH UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Andriani, Rika; Pertiwi, Julia; Johar, Syefira Ayudia
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 4 (2024): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i4.25960

Abstract

Pemantauan pertumbuhan anak merupakan salah satu upaya pencegahan stunting. Aplikasi berbasis mobile health dapat dimanfaatkan untuk pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Pengguna mengeluhkan kendala teknis seperti tidak dapat menghubungkan ke akun lama saat update versi terbaru dan aplikasi mengalami restart saat digunakan. Hal tersebut dapat menyebabkan pengguna enggan menggunakan aplikasi. Kebaruan penelitian ini yaitu mengeksplorasi sudut pandang pengguna mobile health untuk pencegahan stunting menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) yang dimodifikasi. Penelitian bertujuan mengeksplorasi determinan penggunaan aplikasi mobile health untuk pencegahan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 91 pengguna aplikasi mobile health di Kabupaten Sukoharjo yang terpilih dengan incidental sampling. Pengumpulan data menggunakan metode survey secara daring. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukan determinan yang mempengaruhi penggunaan aplikasi mobile health yaitu social influence dan trust berpengaruh terhadap behaviour intention; facilitating condition berpengaruh terhadap satisfaction; facilitating condition dan behavioural intention berpengaruh terhadap use behaviour. Performance expectancy, effort expectancy, dan satisfaction tidak berpengaruh terhadap behavioural intention. Effort expectancy), performance expectancy, social influence, dan trust  tidak berpengaruh terhadap satisfaction. Kesimpulan penelitian bahwa mobile health dapat digunakan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting, tetapi diperlukan dukungan teknis berupa penambahan fitur FAQ pada aplikasi dan regulasi terkait keamanan data penggunaan mobile health.
Peer Health Educator for Escalating Adolescent Health Education Based On Mobile Health Rika Andriani; Julia Pertiwi; Syefira Ayudia Johar
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 6 No. 2 (2025): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescents are vulnerable to physical and mental health problems. Lack of health information makes adolescents influenced by misinformation, which can trigger detrimental things. Main issues of this topic are lack of information about adolescent nutrition and mental health, unbalanced food consumption patterns, negative stigma related to adolescent mental health, and lack of use of mobile health. These problems caused by limited access to health information and absence of health educators in schools. The solution offered were education and training on adolescent nutrition and mental health. This activity aimed to improve knowledge and skills of adolescent with mobile health-based health education. Community service activities are carried out through peer health educator training, adolescent nutrition education, mental health education, and training of mobile health applications. The implementation method was carried out with preparation, socialization, training and application of technology, evaluation, and program sustainability planning. Results showed an increase in knowledge from an average pretest of 45,19 to a posttest of 87,51. Participants were skilled in using digital health-based applications for adolescent nutrition and mental health. In addition, peer health educator training demonstrated efficient health communication skills. Recommendations for sustainability were school management collaborate with Baki Health Center to held education for other adolescent health topics and optimize school health unit.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PROMOSI KESEHATAN TERHADAP STIGMA HIV/AIDS PADA PKK DESA DI KABUPATEN SUKOHARJO Ardani, Meylana Diva; Haryanti, Titik; Johar, Syefira Ayudia; Wartini, Wartini
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.3232

Abstract

Stigma terhadap ODHIV merupakan permasalahan serius dalam upaya penanggulangan HIV secara global. Stigma ini tidak hanya ditemukan di masyarakat umum, tetapi juga dalam kelompok perempuan, termasuk anggota PKK, yang memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi kesehatan. Tujuan dari penelitian untuk untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan promosi kesehatan terhadap s tigma HIV/AIDS pada PKK desa di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian kuantitatif ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2024 dengan desain cross-sectional. Melibatkan 156 responden dari total populasi 10.290 pengurus dan anggota PKK. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan sebanyak 68,6% responden memiliki pengetahuan tentang HIV/AIDS, dan 57,1% pernah mengikuti promosi kesehatan. Mayoritas responden (54,5%) menunjukkan skor stigma tinggi, yang dalam penelitian ini menunjukkan sikap positif atau tidak menstigma terhadap ODHIV. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000) dan promosi kesehatan (p = 0,008) dengan tingkat stigma. Studi ini menunjukkan pengetahuan dan promosi kesehatan berkontribusi terhadap penurunan stigma HIV/AIDS. Namun, efektivitasnya masih terbatas tanpa pendekatan yang menyentuh aspek emosional, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, kegiatan promosi kesehatan sebaiknya dirancang secara partisipatif, melibatkan pengalaman nyata ODHIV, dan menyasar langsung masyarakat desa untuk mendorong perubahan sikap yang berkelanjutan.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN Khotami, Khotami; Haryanti, Titik; Johar, Syefira Ayudia; Wartini, Wartini
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2735

Abstract

Anemia dalam kehamilan merupakan salah satu penyebab langsung tertinggi Angka Kematian Ibu (AKI). Kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi obstetri serta mengancam keselamatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil melalui kajian Systematic Literature Review (SLR). Penelusuran artikel dilakukan melalui empat database yaitu PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Garuda dengan menggunakan kata kunci: “Anemia”, “Pregnancy”, dan “Factors”. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang meliputi artikel berbahasa Indonesia atau Inggris, diterbitkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2015–2025), dan merupakan studi empiris. Dari hasil penelusuran awal sebanyak 2.859 artikel, dilakukan penyaringan dan diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut menggunakan teknik critical appraisal. Hasil analisis menunjukkan bahwa anemia dalam kehamilan dipengaruhi oleh beberapa kelompok faktor. Faktor dasar mencakup kondisi sosial ekonomi, tingkat pendidikan, dan pengetahuan ibu. Faktor langsung meliputi pola konsumsi makanan yang rendah zat besi dan tidak seimbang. Sementara itu, faktor tidak langsung terdiri atas usia ibu saat hamil, paritas, status gizi, kualitas tidur, aktivitas fisik, konsumsi tablet zat besi (Fe), serta dukungan suami. Temuan ini menunjukkan bahwa anemia selama kehamilan merupakan masalah multidimensional yang tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga aspek sosial dan perilaku. Oleh karena itu, pendekatan pencegahan dan penanggulangan anemia dalam kehamilan perlu dilakukan secara menyeluruh, melibatkan edukasi kesehatan, pemantauan gizi, serta dukungan keluarga, terutama dari pasangan.
Hubungan Employee Engagement dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Karyawan di PT Asuransi Umum Elisabet Lilis Hayati; Syefira Ayudia Johar; Budhi Rahardjo; Wartini Wartini
Strategi : Jurnal Manajemen Vol 16 No 1 (2026): Strategi : Jurnal Manajemen - Publish April
Publisher : Universitas Tridinanti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/strategi.v16i1.1861

Abstract

Human Resource Management (HRM) is a strategic component in addressing increasingly competitive global challenges. One of the primary issues faced by organizations today is the low level of employee engagement and work motivation, which has contributed to declining employee performance. Globally, employee engagement remains relatively low at approximately 21%, whereas high-performing organizations can achieve engagement levels of up to 70% (Gallup, 2022). Optimal employee performance is essential for achieving organizational vision and mission. In 2024, PT Asuransi Umum experienced a substantial decline in employee performance, falling significantly below the company’s minimum performance standards. This decline was associated with several factors, including low work commitment, reduced discipline, increased absenteeism, and suboptimal job satisfaction. This study aims to examine the relationship between employee engagement and work motivation on employee performance at PT Asuransi Umum. A quantitative cross-sectional approach was employed, involving 60 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using validated and reliable Likert-scale questionnaires (α > 0.7) and analyzed through univariate and bivariate analyses using the Chi-square test. The results indicate a significant relationship between employee engagement and employee performance (p = 0.001), while work motivation shows no significant relationship (p = 0.149). These findings suggest that employee performance is more strongly influenced by employee engagement than by work motivation; therefore, organizations should prioritize sustainable employee engagement strategies to optimize employee performance. Abstrak  Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aspek strategis dalam menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif. Salah satu tantangan utama perusahaan saat ini adalah rendahnya tingkat keterlibatan karyawan (employee engagement) dan motivasi kerja yang berdampak pada penurunan kinerja. Secara global, tingkat employee engagement masih tergolong rendah, yaitu sekitar 21%, sementara pada perusahaan dengan performa terbaik dapat mencapai 70% (Gallup, 2022). Kinerja karyawan yang optimal menjadi faktor penting dalam mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan. PT Asuransi Umum mengalami penurunan kinerja karyawan pada tahun 2024 yang berada jauh di bawah standar minimal perusahaan. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti rendahnya komitmen kerja, penurunan disiplin, meningkatnya tingkat absensi, serta kepuasan kerja yang belum optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara employee engagement dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di PT Asuransi Umum. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional.  Sampel penelitian ini berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (α > 0,7). Analisis data dilakukan melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara employee engagement dan kinerja karyawan (p = 0,001), sedangkan motivasi kerja tidak memiliki hubungan signifikan (p = 0,149). Kesimpulan: Peningkatan kinerja karyawan lebih dipengaruhi oleh tingkat keterlibatan kerja dibandingkan motivasi. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk memprioritaskan pengembangan strategi dan program employee engagement yang berkelanjutan guna meningkatkan kinerja karyawan secara optimal.
Determinants of Stunting in Toddlers In Gatak Subdistrict, Sukoharjo Regency johar, syefira ayudia; Sartika, Iik
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 11, No 2 (2023): August
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v11i2.67361

Abstract

Indonesia faces nutritional problems that have an impact on the quality of human resources. One of the nutritional problems is the incidence of stunting experienced by more than half of stunting toddlers in the world who come from ASIA (55%). The highest number of stunting cases is based on e-PPGBM data for 2020-2021 in Sukoharjo Regency in Gatak District. In Gatak District, from 2020 to 2021, there has been an increase in stunting cases in toddlers. In 2020 in Gatak District, the number of stunted toddlers was 414 toddlers while in 2021 the number of stunted toddlers increased to 463 toddlers. This research is a quantitative research with a cross-sectional approach. The bound variables in this study are the incidence of stunting in toddlers, while the free variables in the study are maternal knowledge about nutrition, exclusive breastfeeding status, parental income, BBLR history and child care. The research sample was taken with a sampling quota with a total sample of 96 respondents who were toddlers in Gatak District, Sukoharjo Regency in 2021. The analysis used by researchers to determine the relationship of each variable using chi square analysis. The value of P is said to be related if the Value of P is <0.05. Based on the frequency distribution is mostly on productive age, higher education level, mostly employed, and income level is largely less than the UMR. There is a significant relationship between maternal knowledge, exclusive breastfeeding status, BBLR history and parenting with stunting events (p value = 0.000 < 0.05), while parental income has nothing to do with stunting events (p value = 0.067 > 0.05).