Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis kualitas dan efektivitas pemanfaatan buku ajar biologi SMA kelas x semester 1 Unsi Rianasari Pratiwi; Trianik Widyaningrum
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9 NOMOR 2 DESEMBER 2021
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/eds.v9i2.2271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan efektivitas pemanfaatan buku ajar biologi kelas X semester 1 kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah peneliti, guru biologi dan 40 peserta didik kelas X MIPA SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Obyek penelitian ini adalah buku ajar  biologi kelas X SMA kurikulum 2013 yang digunakan guru dan peserta didik dalam pembelajaran. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan angket dengan    menggunakan instrumen pengumpulan data berupa pedoman wawancara, lembar observasi, dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitaif. Buku ajar biologi SMA kelas X semester 1 kurikulum 2013 yang digunakan di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta layak digunakan dalam pembelajaran berdasarkan empat unsur kelayakan buku ajar menurut BSNP yaitu kelayakan isi, penyajian, kebahasaan, dan kegrafikan dengan tingkat kelayakan 75%. Respon peserta didik terhadap buku ajar diperoleh persentase 77% yang termasuk dalam kategori baik. Selanjutnya, ketuntasan hasil belajar peserta didik dilihat dari nilai PTS menunjukkan rata-rata nilai peserta didik yaitu 79,75 sehingga buku ajar dikatakan efektif digunakan dalam pembelajaran.
PENGARUH PENAMBAHAN (NH4)2H2PO4 PADA EKSPLORASI KHAMIR INDEGENOUS NIRA AREN, KELAPA, NIPAH, DAN SIWALAN YANG POTENSIAL UNTUK PRODUKSI BIOETANOL Trianik Widyaningrum; Listiatie Budi Utami
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 4, No 2 (2018): December 2018
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v4i2.1938

Abstract

ABSTRAK             Sumber energi utama pada umumnya berasal dari energi fosil yang semakin lama semakin langka ketersediaanya. Berdasarkan hal ini perlu dikembangkan berbagai energi alternatif yang dapat diperbaharui, ramah lingkungan, dan berkelanjutan  salah satunya adalah bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan (NH4)2H2PO4 pada eksplorasi khamir indegenous nira aren, kelapa, nipah, dan siwalan yang potensial untuk produksi etanol. Penelitian ini diawali dengan sampling nira aren dan kelapa serta nira nipah dan nira siwalan. Langkah berikutnya adalah skrining khamir penghasil etanol dengan penambahan (NH4)2H2PO4 pada Nira meliputi pH, kadar gula reduksi dengan menggunakan metode DNS, waktu fermentasi (0, 2,4,6) hari, dan jumlah sel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kondisi awal nira, yaitu pH nira aren 4,9 kelapa 3,7, nipah 4,3, dan siwalan 4,7, kemudian gula reduksi nira aren 13,41 mg/mL, kelapa 17,09 mg/mL, nipah 33,38 mg/mL, dan siwalan 43,35 mg/mL, kadar etanol nira aren 1,53%, kelapa 4,4 %, nipah 0,3%, dan siwalan 0,23%. Berdasar data tersebut terlihat kadar etanol tertinggi pada nira kelapa, sehingga skrining berikutnya dengan menggunakan nira kelapa dengan penambahan (NH4)2H2PO4. Berdasar isolasi khamir dari keempat Nira diperoleh isolat sejumlah 48. Berdasar skrining yang dilakukan dengan penambahan (NH4)2H2PO4 dan memperhatikan pH nira, waktu fermentasi, gula reduksi, dan jumlah sel diperoleh isolat yang unggul untuk produksi etanol sejumlah 18 isolat  dengan waktu fermentasi 4 dan 6 hari. term 1: eksplorasi
PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN TEPUNG TULANG IKAN PATIN (Pangasius pangasius) DAN PELET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR PROTEIN IKAN LELE (Clarias sp.) Agus Tri Susanto; Trianik Widyaningrum
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2851.825 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v1i1.4097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran tepung tulang ikan patin dan pelet terhadap pertumbuhan dan kadar protein lele, untuk mengetahui komposisi campuran tepung tulang ikan patin dan pelet yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kadar protein lele. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor yaitu komposisi tepung tulang ikan patin dan pelet dengan komposisi 0% : 100%, 10% : 90%, 20% : 80%, 30% : 70%, 40% : 60% dengan pemberian makan sebanyak 5 % dari berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi campuran tepung tulang ikan patin berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kadar protein lele, komposisi pemberian tepung tulang ikan patin dan pelet dengan perbandingan 40% : 60% merupakan komposisi yang paling berpengaruh terhadap pertambahan berat, panjang dan kadar protein lele. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar siswa SMA Kelas XII pada materi pembelajaran pertumbuhan pada hewan.Kata Kunci : Tulang ikan patin (Pangasius pangasius), Lele (Clarias sp), Pertumbuhan, Kadar protein, Sumber belajar.
Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Biologi UAD Melalui Model Belajar Kelompok dan Media Pembelajaran Imitasi Persilangan pada Mata Kuliah Genetika Trianik Widyaningrum; Arief Abdillah Nurusman
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.451 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i2.4122

Abstract

Salah satu program studi di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan adalah Program studi Pendidikan Biologi. Pada tahun 2011 Program studi Pendidikan Biologi membuka Kelas baru yang berstandar Internasional dengan mahasiswa yang dibatasi yaitu 25 mahasiswa. Berdasar hasil belajar mahasiswa Pendidikan Biologi semester lima tahun ajaran 2010/2011 pada mata kuliah genetika terlihat cukup memprihatinkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan prestasi belajar mahasiswa pendidikan biologi UAD khususnya pada kelas berstandar Internasional melalui model belajar kelompok dan media pembelajaran imitasi persilanganPenelitian ini dilakukan di UAD kampus 3 Jl. Prof. Dr. Soepomo Janturan Yogyakarta mulai bulan September 2012 dengan menyesuaikan kalender akademik semester gasal tahun ajaran 2012/2013. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan biologi UAD kelas berstandar Internasional semester lima yang berjumlah 25 mahasiswa yang dikelompokan menjadi 5 kelompok dan diberikan pembelajaran dengan model belajar kelompok dengan bantuan media pembelajaran imitasi persilangan, dengan melibatkan 1 dosen pengampu mata kuliah dan 1 dosen pengamat penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan yaitu menggabungkan instrumen-instrumen penelitian yaitu data observasi keaktifan mahasiswa dan Hasil Belajar MahasiswaBerdasarkan hasil penelitian tentang perbaikan pembelajaran pada mata kuliah Genetika yang terdiri dari 2 siklus, serta melakukan pengamatan pada kegiatan tersebut, dapat dirumuskan kesimpulan bahwa prestasi belajar mahasiswa sebelum menggunakan variasi model pembelajaran dan media pembelajaran menunjukkan prestasi yang kurang memuaskan. Aktifitas mahasiswa selama proses pembelajaran genetika dengan metode ceramah, tanyajawab, penugasan, model belajar kelompok dan penggunaan media pembelajaran menunjukkan perubahan yang positif.
PENGARUH DOSIS EKSTRAK AIR DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus): SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA KELAS XI PADA MATERI PEMBELAJARAN SISTEM SIRKULASI PADA MANU Ratna Putri Aryani; Trianik Widyaningrum
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2934.574 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v1i1.4096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada tikus putih (Rattus norvegicus), serta untuk mengetahui dosis ektrak air daun bayam merah yang paling perpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin serta pemanfaatan hasil penelitian dosis ekstrak air daun bayam merah terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin tikus putih sebagai sumber belajar biologi SMA siswa kelas XI pada materi pembelajaran sistem sirkulasi pada manusia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu dosis ekstrak air daun bayam merah dengan perlakuan yaitu A (1,25% setara dengan dosis 0,12 5 gram/KgBB), B (2,5% setara dengan dosis 0,25 gram/KgBB), C (5% setara dengan dosis 0,5 gram/KgBB), D (10% setara dengan dosis 1 gram/KgBB), dan kontrol (tanpa pemberian ekstrak air daun bayam merah). Perhitungan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan pada hari ke-20 setelah pemberian ekstrak air daun bayam merah. Untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air daun bayam merah terhadap jumlah eritrosit pada tikus putih dilakukan analisis regresi, untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan analisis varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis ekstrak air daun bayam merah berpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada tikus putih. Dosis yang paling berpengaruh adalah perlakuan D (dosis ekstrak air daun bayam merah 1 gram/KgBB). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar biologi siswa SMA kelas XI pada materi pembelajaran sistem sirkulasi pada manusia dalam bentuk power point.Kata kunci : Dosis ekstrak air daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.), Tikus putih (Rattus norvegicus) Jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan Sumber belajar
PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH BATANG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis) MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis DENGAN PERLAKUAN CRUDE ENZIM Trichoderma reesei DAN Aspergillus niger Sindhea Nurmala Santi; Trianik Widyaningrum
Jurnal Biolokus: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi Vol 5, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/biolokus.v5i1.1260

Abstract

Bioethanol is an alternative energy that is starting to be needed, along with the depletion of petroleum reserves. Bioethanol can be obtained from various wastes, including palm oil trunk waste which contains 86.03% cellulose. The purpose of this study was to determine the production of bioethanol from oil palm trunk waste by treatment with crude enzymes Trichoderma reesei and Aspergillus niger. This research is an experimental study using a completely randomized design, namely the ratio of crude enzymes from Trichoderma reesei and Aspergillus niger (0:0), (1:0), (0:1), (1:1), (2:1), (1:2), (3:1), (1:3) on sugar and bioethanol content of fermented oil palm stem waste using Zymomonas mobilis. Sugar content was measured using the DNS method, bioethanol content was measured using an alcoholmeter. Data were analyzed using one way ANOVA. The results showed that the crude enzymes T. reesei and A. niger could increase the sugar content, namely the ratio of crude enzymes T. reesei and A. niger 3:1 (11.89 g/mL). The highest bioethanol content was in the ratio of crude enzymes T. reesei and A. niger (2:1), which was 2.34%.
Production of bioethanol from jackfruit rind-waste using Saccharomyces cerevisiae with crude enzyme treatment of Trichoderma reesei and Aspergillus niger Teguh Cipta Rini; Trianik Widyaningrum
Journal on Biology and Instruction Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.585 KB)

Abstract

Production of bioethanol from jackfruit peel waste using Saccharomyces cerevisiae with crude enzyme ratio treatment of Trichoderma reesei and Aspergillus niger. Bioethanol is an alternative energy that is starting to be needed, along with the depletion of petroleum reserves. Bioethanol can be obtained from various wastes, one of which is jackfruit skin with the help of enzymes from T. reesei and A. niger and fermentation using S. cerevisiae. The purpose of this study was to determine the sugar content and the highest ethanol content of jackfruit peel waste using S. cerevisiae with the ratio treatment of crude enzymes T. reesei and A. niger. This research is experimental research. The experimental design used RAL with the independent variables being the ratio of crude enzymes T. reesei and A. niger, namely (1:0), (0:1), (1:1), (1:2), (2:1), (1:3), (3:1) and the dependent variable was the sugar and ethanol content of fermented jackfruit peel using S. cerevisiae. The measurement of sugar content using the DNS method, while the measurement of ethanol content using an alcoholmeter. Data analysis used one-way ANOVA (SPSS version 16). Based on the results of the study, the highest sugar content was in the ratio of crude enzymes T. reesei and A. niger after crude treatment 1:3 (14.21%) and after fermentation 1:2 (14.73%). The highest ethanol content was in the ratio of crude enzymes T. reesei and A. niger 1:1 (1,32%).
Pengaruh Konsentrasi Crude Enzim Bacillus subtilis IFO 13719 terhadap Kadar Gula dan Etanol Fermentasi Kulit Coffea arabica Menggunakan Zymomonas mobilis IFO 13756 Dheti Suraningsih; Trianik Widyaningrum
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 10, No 2 (2022): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v10i2.6097

Abstract

Fossil energy is part of the needs of people in any country, including Indonesia. The need for fossil energy is increasing day by day. Therefore, efforts were made to find alternative raw materials from the non-food sector for the manufacture of ethanol. Cellulose material has potential as an alternative raw material for the manufacture of ethanol. One of the wastes that can be used is Arabica coffee skin. This study aims to determine the effect of the concentration of crude cellulase enzyme on sugar and ethanol content of fermented Arabica coffee husk using Zymomonas mobilis and to determine the concentration of crude cellulase enzyme which produces the highest sugar and ethanol content of fermented Arabica coffee husk using Zymomonas mobilis. This research is an experimental study with the independent variables, namely the concentration of crude cellulase enzymes, namely 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5%, 15%, and 17.5% (V/V), and the dependent variable is the sugar content of hydrolysis with crude cellulase enzyme and the ethanol content of fermented with Zymomonas mobilis. The results of the experimental research were analyzed using regression test, ANOVA, and Duncan's test. The addition of crude cellulase enzyme Bacillus subtilis influence the increase in sugar and bioethanol content of fermented Arabica coffee husks using Zymomonas mobilis. The highest sugar content in the P6 treatment (concentration of crude cellulase enzyme Bacillus subtilis 15%) was 0.93 g/mL. The highest levels of bioethanol in treatment P4 (crude cellulase enzyme Bacillus subtilis concentration 10%) was 4.46%.
Produksi Bioetanol Limbah Nasi Aking Fermentasi Menggunakan Zymomonas mobilis dengan Perlakuan Konsentrasi Crude Enzim Bacillus amyloliquefaciens Sekar Widyastanti; Trianik Widyaningrum
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 10, No 2 (2022): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v10i2.6249

Abstract

Bioethanol fuel has the advantage of being more environmentally friendly than petroleum. Bioethanol is made from organic materials containing glucose. Baking rice contains 83.19% (w/w) carbohydrates and 29.70% (w/w) amylose which can be converted into bioethanol through hydrolysis and fermentation stages. This type of research is an experimental research, the initial stage carried out is the hydrolysis stage to obtain reducing sugars using crude Bacillus amyloliquefaciens enzymes with concentrations of 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5%, 15 %, and 17.5% for 6 days. The next step is the fermentation stage to convert reducing sugar into ethanol using Zymomonas mobilis at a concentration of 10% for 4 days. And the final result is the distillation stage and the calculation of bioethanol levels using an alcohol meter. During the hydrolysis and fermentation processes, the sugar content was measured using the DNS (Dinitrosalicylic acid) method and the highest average sugar content was obtained at 10% Bacillus amyloliquefaciens concentration, namely 1.417 g/mL. The highest bioethanol content obtained was 3.03% at 10% Bacillus amyloliquefaciens concentration and the lowest bioethanol content was 0.61% at 0% Bacillus amyloliquefaciens concentration.
Pengaruh Konsentrasi Crude Enzim Bacillus subtilis terhadap Kadar Gula dan Bioetanol Hasil Fermentasi Kulit Singkong Menggunakan Zymomonas mobilis Arief Abdillah Nurusman; Trianik Widyaningrum; Rifda Khairun Nisa; Listiatie Budi Utami
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 11, No 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.9491

Abstract

Bioethanol is an environmentally friendly and renewable alternative fuel. The use of alternative fuels is necessary because petroleum fuels make a major contribution to increasing greenhouse gas concentrations, especially CO2. Bioethanol can be obtained from materials containing carbohydrates such as cassava peel which has a high carbohydrate content, namely 4.55%. The aim of this research was to see the effect of the crude enzyme concentration of Bacillus subtilis on the results of sugar and bioethanol content of cassava peel fermentation with Zymomonas mobilis and to find out the crude enzyme concentration that had the greatest influence. This research is an experimental study with the independent variable, namely the concentration of crude cellulase enzyme B. subtilis with concentrations of 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, 10%, 12.5%, 15%, and 17.5% , and the dependent variables are sugar content from hydrolysis and bioethanol content from the fermentation process. The data obtained were analyzed using the ANOVA test and Duncan's test. The results of research on the effect of crude Bacillus subtilis cellulase enzyme concentrations of 8 concentrations have an influence on the amount of sugar and bioethanol produced from fermentation of cassava peel with Zymomonas mobilis. Crude Bacillus subtilis cellulase enzyme with a concentration of 17.5% had the greatest influence on sugar and bioethanol levels with a sugar content of 0.37% and a bioethanol content of 1.67%.