Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Perbandingan Kadar Etanol Hasil Fermentasi Substrat Dami Nangka (Artocarpus heteropyllus Lamk.) dengan Menggunakan Kultur Murni Trichoderma viride dan Saccharomyces cerevisiae Siti Mardiyah; Trianik Widyaningrum
BIO-SITE |Biologi dan Sains Terapan Vol. 1 No. 1 (2015): Bio-Site
Publisher : Biology Department, Faculty of Science and Technology, Univeristas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.304 KB)

Abstract

Jackfruit’s dami (Artocarpus heterophyllus Lamk.) is a material that can be used as substrates in the manufacture of ethanol. The process of making ethanol fermentation is done by using a pure culture of Trichoderma viride and Saccharomyces cerevisiae. This study aims to determine the effect of treatment of a pure culture fermentation of the fungi Trichoderma viride on jackfruit’s dami (Artocarpus heterophyllus Lamk.) Against ethanol and compare the levels of ethanol fermented jackfruit’s dami substrate using Trichoderma viride pure culture and pure cultures of Saccharomyces cerevisiae. This study uses a completely randomized design (CRD) with factorial pattern using two factors: 1) Trichoderma viride and Saccharomyces cerevisiae, 2) Saccharomyces cerevisiae without Trichoderma viride. Furthermore, the data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and test T. If there is a significant difference, then continued with LSD test level of 5%. The results showed that higher levels of ethanol contained in the treatment without the use of Trichoderma viride and using Saccharomyces cerevisiae with a dose of 108 Cfu/ml which is 0.7851%, while the lowest levels of ethanol produced in the treatment with Trichoderma viride using doses of 5 ml and a dose of Saccharomyces cerevisiae 108 Cfu/ml is 0.1906 %.
Bioethanol Levels of Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus) Peel with the Addition of Blend Crude Cellulase Enzyme from Trichoderma reesei and Aspergillus niger Trianik Widyaningrum; Masreza Parahadi
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 5, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.52189

Abstract

The petroleum fuel crisis shows that Indonesia's fossil energy reserves are limited. It is necessary to develop an environmentally, friendly and sustainable alternative energy, one of which is bioethanol. This study aims to determine the bioethanol levels of dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) peel with the treatment of cellulase enzymes from Trichoderma reesei and Aspergillus niger. This research was an experimental study that uses steps such as making dragon fruit peel substrate and filtrate, cellulose degradation with enzymes from Trichoderma reesei and Aspergillus niger and inoculating with yeast (Saccharomyces cerevisiae) with a fermentation time of 96 hours and then measured reducing sugar levels with the method of DNS, distillation, and the measurement of bioethanol levels using alcohol meters. The results have shown that using enzymes from Trichoderma reesei and Aspergillus niger can increase the reduction of 49.68 %  sugar levels in the treatment of T.reesei: A.niger (3: 1) and produce the highest bioethanol level, which is 2.46 % in the treatment of T.reesei: A.niger (2: 1)
Analisis kualitas dan efektivitas pemanfaatan buku ajar biologi SMA kelas x semester 1 Unsi Rianasari Pratiwi; Trianik Widyaningrum
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9 NOMOR 2 DESEMBER 2021
Publisher : IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/eds.v9i2.2271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan efektivitas pemanfaatan buku ajar biologi kelas X semester 1 kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah peneliti, guru biologi dan 40 peserta didik kelas X MIPA SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Obyek penelitian ini adalah buku ajar  biologi kelas X SMA kurikulum 2013 yang digunakan guru dan peserta didik dalam pembelajaran. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan angket dengan    menggunakan instrumen pengumpulan data berupa pedoman wawancara, lembar observasi, dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitaif. Buku ajar biologi SMA kelas X semester 1 kurikulum 2013 yang digunakan di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta layak digunakan dalam pembelajaran berdasarkan empat unsur kelayakan buku ajar menurut BSNP yaitu kelayakan isi, penyajian, kebahasaan, dan kegrafikan dengan tingkat kelayakan 75%. Respon peserta didik terhadap buku ajar diperoleh persentase 77% yang termasuk dalam kategori baik. Selanjutnya, ketuntasan hasil belajar peserta didik dilihat dari nilai PTS menunjukkan rata-rata nilai peserta didik yaitu 79,75 sehingga buku ajar dikatakan efektif digunakan dalam pembelajaran.
PENGARUH PENAMBAHAN (NH4)2H2PO4 PADA EKSPLORASI KHAMIR INDEGENOUS NIRA AREN, KELAPA, NIPAH, DAN SIWALAN YANG POTENSIAL UNTUK PRODUKSI BIOETANOL Trianik Widyaningrum; Listiatie Budi Utami
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 4, No 2 (2018): December 2018
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v4i2.1938

Abstract

ABSTRAK             Sumber energi utama pada umumnya berasal dari energi fosil yang semakin lama semakin langka ketersediaanya. Berdasarkan hal ini perlu dikembangkan berbagai energi alternatif yang dapat diperbaharui, ramah lingkungan, dan berkelanjutan  salah satunya adalah bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan (NH4)2H2PO4 pada eksplorasi khamir indegenous nira aren, kelapa, nipah, dan siwalan yang potensial untuk produksi etanol. Penelitian ini diawali dengan sampling nira aren dan kelapa serta nira nipah dan nira siwalan. Langkah berikutnya adalah skrining khamir penghasil etanol dengan penambahan (NH4)2H2PO4 pada Nira meliputi pH, kadar gula reduksi dengan menggunakan metode DNS, waktu fermentasi (0, 2,4,6) hari, dan jumlah sel. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kondisi awal nira, yaitu pH nira aren 4,9 kelapa 3,7, nipah 4,3, dan siwalan 4,7, kemudian gula reduksi nira aren 13,41 mg/mL, kelapa 17,09 mg/mL, nipah 33,38 mg/mL, dan siwalan 43,35 mg/mL, kadar etanol nira aren 1,53%, kelapa 4,4 %, nipah 0,3%, dan siwalan 0,23%. Berdasar data tersebut terlihat kadar etanol tertinggi pada nira kelapa, sehingga skrining berikutnya dengan menggunakan nira kelapa dengan penambahan (NH4)2H2PO4. Berdasar isolasi khamir dari keempat Nira diperoleh isolat sejumlah 48. Berdasar skrining yang dilakukan dengan penambahan (NH4)2H2PO4 dan memperhatikan pH nira, waktu fermentasi, gula reduksi, dan jumlah sel diperoleh isolat yang unggul untuk produksi etanol sejumlah 18 isolat  dengan waktu fermentasi 4 dan 6 hari. term 1: eksplorasi
PENGARUH DOSIS EKSTRAK AIR KANGKUNG (Ipomoea reptans Poir.) TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN MENCIT (Mus musculus) Trianik Widyaningrum; Annisa Andriyani
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Kangkung merupakan jenis sayuran yang kaya beta karotin dan serat pangan. Kangkung dapat berperan sebagai anti racun (antitoksik), anti radang, peluruh kencing, dan menghentikan pendarahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air kangkung (Ipomoea reptans Poir) terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin mencit (Mus musculus), serta untuk  mengetahui dosis ektrak air kangkung yang paling berpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu dosis ekstrak air kangkung dengan perlakuan yaitu A (1,25% setara dengan dosis 0,125 gram/KgBB), B (2,5%  setara dengan dosis 0,25 gram/KgBB), C (5% setara dengan dosis 0,5 gram/KgBB), D (10% setara dengan dosis 1 gram/KgBB), dan kontrol (tanpa pemberian ekstrak air kangkung). Perhitungan jumlah jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan pada hari ke-20 setelah pemberian ekstrak air kangkung. Untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air kangkung terhadap jumlah eritrosit pada mencit dilakukan analisis regresi, untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan analisis varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air kangkung berpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada mencit. Dosis yang paling berpengaruh adalah perlakuan D (dosis ekstrak air kangkung 1 gram/KgBB).   Kata Kunci: Ekstrak air kangkung, Ipomoea reptans Poir, mencit (Mus musculus), jumlah eritrosit, dan kadar hemoglobin
PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN TEPUNG TULANG IKAN PATIN (Pangasius pangasius) DAN PELET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR PROTEIN IKAN LELE (Clarias sp.) Agus Tri Susanto; Trianik Widyaningrum
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2851.825 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v1i1.4097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran tepung tulang ikan patin dan pelet terhadap pertumbuhan dan kadar protein lele, untuk mengetahui komposisi campuran tepung tulang ikan patin dan pelet yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kadar protein lele. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor yaitu komposisi tepung tulang ikan patin dan pelet dengan komposisi 0% : 100%, 10% : 90%, 20% : 80%, 30% : 70%, 40% : 60% dengan pemberian makan sebanyak 5 % dari berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi campuran tepung tulang ikan patin berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kadar protein lele, komposisi pemberian tepung tulang ikan patin dan pelet dengan perbandingan 40% : 60% merupakan komposisi yang paling berpengaruh terhadap pertambahan berat, panjang dan kadar protein lele. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar siswa SMA Kelas XII pada materi pembelajaran pertumbuhan pada hewan.Kata Kunci : Tulang ikan patin (Pangasius pangasius), Lele (Clarias sp), Pertumbuhan, Kadar protein, Sumber belajar.
Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Biologi UAD Melalui Model Belajar Kelompok dan Media Pembelajaran Imitasi Persilangan pada Mata Kuliah Genetika Trianik Widyaningrum; Arief Abdillah Nurusman
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.451 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v2i2.4122

Abstract

Salah satu program studi di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan adalah Program studi Pendidikan Biologi. Pada tahun 2011 Program studi Pendidikan Biologi membuka Kelas baru yang berstandar Internasional dengan mahasiswa yang dibatasi yaitu 25 mahasiswa. Berdasar hasil belajar mahasiswa Pendidikan Biologi semester lima tahun ajaran 2010/2011 pada mata kuliah genetika terlihat cukup memprihatinkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan prestasi belajar mahasiswa pendidikan biologi UAD khususnya pada kelas berstandar Internasional melalui model belajar kelompok dan media pembelajaran imitasi persilanganPenelitian ini dilakukan di UAD kampus 3 Jl. Prof. Dr. Soepomo Janturan Yogyakarta mulai bulan September 2012 dengan menyesuaikan kalender akademik semester gasal tahun ajaran 2012/2013. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan biologi UAD kelas berstandar Internasional semester lima yang berjumlah 25 mahasiswa yang dikelompokan menjadi 5 kelompok dan diberikan pembelajaran dengan model belajar kelompok dengan bantuan media pembelajaran imitasi persilangan, dengan melibatkan 1 dosen pengampu mata kuliah dan 1 dosen pengamat penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan yaitu menggabungkan instrumen-instrumen penelitian yaitu data observasi keaktifan mahasiswa dan Hasil Belajar MahasiswaBerdasarkan hasil penelitian tentang perbaikan pembelajaran pada mata kuliah Genetika yang terdiri dari 2 siklus, serta melakukan pengamatan pada kegiatan tersebut, dapat dirumuskan kesimpulan bahwa prestasi belajar mahasiswa sebelum menggunakan variasi model pembelajaran dan media pembelajaran menunjukkan prestasi yang kurang memuaskan. Aktifitas mahasiswa selama proses pembelajaran genetika dengan metode ceramah, tanyajawab, penugasan, model belajar kelompok dan penggunaan media pembelajaran menunjukkan perubahan yang positif.
PENGARUH DOSIS EKSTRAK AIR DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) TERHADAP JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus): SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA KELAS XI PADA MATERI PEMBELAJARAN SISTEM SIRKULASI PADA MANU Ratna Putri Aryani; Trianik Widyaningrum
JURNAL BIOEDUKATIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2934.574 KB) | DOI: 10.26555/bioedukatika.v1i1.4096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada tikus putih (Rattus norvegicus), serta untuk mengetahui dosis ektrak air daun bayam merah yang paling perpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin serta pemanfaatan hasil penelitian dosis ekstrak air daun bayam merah terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin tikus putih sebagai sumber belajar biologi SMA siswa kelas XI pada materi pembelajaran sistem sirkulasi pada manusia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu dosis ekstrak air daun bayam merah dengan perlakuan yaitu A (1,25% setara dengan dosis 0,12 5 gram/KgBB), B (2,5% setara dengan dosis 0,25 gram/KgBB), C (5% setara dengan dosis 0,5 gram/KgBB), D (10% setara dengan dosis 1 gram/KgBB), dan kontrol (tanpa pemberian ekstrak air daun bayam merah). Perhitungan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan pada hari ke-20 setelah pemberian ekstrak air daun bayam merah. Untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak air daun bayam merah terhadap jumlah eritrosit pada tikus putih dilakukan analisis regresi, untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dilakukan analisis varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis ekstrak air daun bayam merah berpengaruh terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin pada tikus putih. Dosis yang paling berpengaruh adalah perlakuan D (dosis ekstrak air daun bayam merah 1 gram/KgBB). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber belajar biologi siswa SMA kelas XI pada materi pembelajaran sistem sirkulasi pada manusia dalam bentuk power point.Kata kunci : Dosis ekstrak air daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.), Tikus putih (Rattus norvegicus) Jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan Sumber belajar
PRODUKSI BIOETANOL DARI LIMBAH BATANG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis) MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis DENGAN PERLAKUAN CRUDE ENZIM Trichoderma reesei DAN Aspergillus niger Sindhea Nurmala Santi; Trianik Widyaningrum
Jurnal Biolokus: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi Vol 5, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/biolokus.v5i1.1260

Abstract

Bioethanol is an alternative energy that is starting to be needed, along with the depletion of petroleum reserves. Bioethanol can be obtained from various wastes, including palm oil trunk waste which contains 86.03% cellulose. The purpose of this study was to determine the production of bioethanol from oil palm trunk waste by treatment with crude enzymes Trichoderma reesei and Aspergillus niger. This research is an experimental study using a completely randomized design, namely the ratio of crude enzymes from Trichoderma reesei and Aspergillus niger (0:0), (1:0), (0:1), (1:1), (2:1), (1:2), (3:1), (1:3) on sugar and bioethanol content of fermented oil palm stem waste using Zymomonas mobilis. Sugar content was measured using the DNS method, bioethanol content was measured using an alcoholmeter. Data were analyzed using one way ANOVA. The results showed that the crude enzymes T. reesei and A. niger could increase the sugar content, namely the ratio of crude enzymes T. reesei and A. niger 3:1 (11.89 g/mL). The highest bioethanol content was in the ratio of crude enzymes T. reesei and A. niger (2:1), which was 2.34%.
Production of bioethanol from jackfruit rind-waste using Saccharomyces cerevisiae with crude enzyme treatment of Trichoderma reesei and Aspergillus niger Teguh Cipta Rini; Trianik Widyaningrum
Journal on Biology and Instruction Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.585 KB)

Abstract

Production of bioethanol from jackfruit peel waste using Saccharomyces cerevisiae with crude enzyme ratio treatment of Trichoderma reesei and Aspergillus niger. Bioethanol is an alternative energy that is starting to be needed, along with the depletion of petroleum reserves. Bioethanol can be obtained from various wastes, one of which is jackfruit skin with the help of enzymes from T. reesei and A. niger and fermentation using S. cerevisiae. The purpose of this study was to determine the sugar content and the highest ethanol content of jackfruit peel waste using S. cerevisiae with the ratio treatment of crude enzymes T. reesei and A. niger. This research is experimental research. The experimental design used RAL with the independent variables being the ratio of crude enzymes T. reesei and A. niger, namely (1:0), (0:1), (1:1), (1:2), (2:1), (1:3), (3:1) and the dependent variable was the sugar and ethanol content of fermented jackfruit peel using S. cerevisiae. The measurement of sugar content using the DNS method, while the measurement of ethanol content using an alcoholmeter. Data analysis used one-way ANOVA (SPSS version 16). Based on the results of the study, the highest sugar content was in the ratio of crude enzymes T. reesei and A. niger after crude treatment 1:3 (14.21%) and after fermentation 1:2 (14.73%). The highest ethanol content was in the ratio of crude enzymes T. reesei and A. niger 1:1 (1,32%).