Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Rotasi

Analisa Variasi Tekanan Fluida Primer, Tekanan Discharge dan Posisi Keluaran Nozzle (NXP) pada Steam Ejector Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Utomo, MSK Tony Suryo; Widyanto, Susilo Adi; Sekar, Abibrojo
ROTASI Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.904 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.2.120-126

Abstract

Dilakukan simulasi numerik steam ejector dengan memvariasikan tekanan dari fluida primer, tekanan discharge dan posisi keluaran nozzle (NXP). Perlakuan variasi tekanan fluida primer dan tekanan discharge dilakukan untuk mendapat nilai nilai performa steam ejector yang disebut entrainment ratio (ER), tekanan kritis (critical pressure) dan tekanan discharge maksimum. Perlakuan variasi NXP dilakukan untuk mengetahui posisi keluaran nozzle terbaik dari steam ejector dengan nilai ER yang paling tinggi. Tekanan fluida primer yang divariasikan yaitu 2.66 bar, 3.00 bar dan 3.50 bar. Tekanan discharge divariasikan dari 0.20 bar sampai ejector mengalami aliran balik. NXP yang divariasikan yaitu dari posisi -3 mm atau -0.11 Den sampai + 35 mm atau 1.3 Den. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kenaikan tekanan fluida primer menyebabkan naiknya critical pressure tetapi membuat nilai entrainment ratio turun. Kenaikan tekanan discharge menyebabkan turunnya jarak shockwave ke posisi keluaran nozzle. Shockwave tercipta karena kenaikan tekanan yang signifikan secara cepat, saat tekanan discharge mendekati nilai critical pressure menunjukkan shockwave yang semakin lemah. Hasil variasi NXP dari posisi -3 mm ke +35 mm menunjukkan kenaikan dan penurunan dari entrainment ratio, posisi NXP + 19 mm atau 0.7 Den menunjukkan nilai ER paling besar sedangkan posisi NXP -3 mm paling kecil. Fluida yang dimodelkan ialah gas ideal dengan asumsi fluida berada pada kondisi saturasi uap. Pemodelan aliran menggunakan k- standard untuk memodelkan aliran dengan nilai Re yang tinggi dan dapat menerapkan perlakuan dinding agar hasil yang didapat akurat. Pemodelan geometri dibuat dengan menggunakan software CAD yaitu Solidworks 2015, geometri dieksport ke Ansys 16.2 dan di meshing dengan perlakuan adapsi y+.
OPTIMASI DENSITAS FILTER BERBAHAN SERBUK ARANG KAYU-PE DENGAN PROSES SINTER Widyanto, Susilo Adi
ROTASI Volume 10, Nomor 2, April 2008
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4865.137 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.10.2.6-9

Abstract

Arang kayu telah lama digunakan sebgai bahan filter dan terbukti ekonomis. Salah satu aplikasi filter adalah proses penjernihan air. Beberapa metode proses pembuatan filter telah dikembangkan, salah satu diantaranya adalah dengan proses sinter.Paper ini secara khusus membahas optimasi densitas pada proses pembuatan filter aktif dengan proses sinter berbahan arang kayu jati dengan bahan pengikat limbah plastik. Parameter penelitian berupa komposisi bahan arang-bahan pengikat, waktu penahanan, ukuran partikel serbuk, beban kompaksi dan temperatur aktivasi.Hasil pengujian densitas menunjukkan bahwa peningkatan persentase PE dalam campuran bahan filter meningkatkan densitas produk. Pada temperatur sinter 135 derajat celcius, variasi waktu penahanan belum berpengaruh pada densitas produk. Peningkatan ukuran partikel serbuk menurunkan densitas produk. Temperatur aktivasi berperan dalam penentuan densitas akhir produk, peningkatan temperatur aktivasi menurunkan densitas produk akibat terjadinya peningkatan pori pada permukaan bahan arang.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI RAPID PROTOTYPING UNTUK PEMBUATAN PRODUK-PRODUK MULTI MATERIAL Widyanto, Susilo Adi
ROTASI Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.67 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.4.10-14

Abstract

Tingginya persaingan antar produk-produk industri menuntut dikembangkannya sistem produksi yang tepat waktu, efisien dan mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Ketersediaan suatu produk baru dipasar ternyata merupakan faktor penentu eksitensi produk tersebut. Dengan mempercepat waktu perealisasian konsep desain menjadi bentuk prototype sebelum masuk dalam sistem produksi masal merupakan salah satu terobosan untuk memperkuat daya saing produk industri.Pengaplikasian teknologi rapid prototyping merupakan alasan untuk mereduksi cycle time dalam produksi. Berbagai pengembangan proses RP telah dilakukan dengan munculnya berbagai jenis mesin RP komersial. Namun dari mesin-mesin tersebut, masalah variasi bahan produk yang digunakan masih sangat terbatas, dimana produk yang dibuat hanya terbatas pada jenis material tunggal. Paper ini melaporkan suatu penelitian pengembangan proses RP yang ditujukan untuk pembuatan produk-produk multi-material.Dengan menggunakan mekanisme hopper nozzle sebagai perangkat pendeposisi serbuk produk dan slot feeder counter rolling cylinder untuk supporting powder, berbagai karakteristik produk multi-material dapat dibuat. Pada pengembangan selanjutnya, penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan produk-produk smart material dan micropart.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI RAPID PROTOTYPING UNTUK PEMBUATAN PRODUK-PRODUK MULTI MATERIAL Widyanto, Susilo Adi
ROTASI Volume 10, Nomor 1, Januari 2008
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.537 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.10.1.6-11

Abstract

Tingginya persaingan antar produk-produk industri menuntut dikembangkannya sistem produksi yang tepat waktu, efisien dan mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Ketersediaan suatu produk baru di pasar ternyata merupakan faktor penentu eksistensi produk tersebut. Dengan mempercepat waktu perealisasian konsep desain menjadi bentuk prototype sebelum masuk dalam sistem produksi masal merupakan salah satu terobosan untuk memperkuat daya saing produk industri .Pengaplikasian teknologi rapid prototyping merupakan alasan untuk mereduksi cycle time dalam produksi. Berbagai pengembangan proses RP telah dilakukan dengan munculnya berbagai jenis mesin RP komersial. Namun dari mesin-mesin tersebut, masalah variasi bahan produk yang digunakan masih sangat terbatas, dimana produk yang dibuat hanya terbatas pada jenis material tunggal. Paper ini melaporkan suatu penelitian pengembangan proses RP yang ditujukan untuk pembuatan produk-produk multi material.Dengan menggunakan mekanisme hopper nozzle sebagai perangkat pendeposisi serbuk produk dan slot feeder counter rolling cylinder untuk supporting powder, berbagai karakteristik produk multi material dapat dibuat. Pada pengembangan selanjutnya, penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan produk-produk smart material dan micropart.
Sistem Pengukuran Defleksi Crankshaft Dengan Visualisasi Pola Defleksi Eko Supriyanto; Susilo Adi Widyanto; Sahrijal Purba; Ariyana Dwiputra Nugraha; Meiri Triani; Rasgianti Rasgianti; Ruly Sitanggang; Nur Cahyo
ROTASI Vol 24, No 2 (2022): VOLUME 24, NOMOR 2, APRIL 2022
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.24.2.27-36

Abstract

The crankshaft is one of the main components of a combustion engine. Due to the engine's operating conditions and operation time, the crankshaft alignment may deviate to a particular value that should not exceed the standard limit. When the deviation value has exceeded the limit, the crankshaft will fail. In this research, the design of the crankshaft deflection measurement system was carried out with the visualization of the deflection pattern. The method is done by measuring five positions of the axial deviation between the web surfaces on each piston using a digital dial indicator. Measurement data at each point is then sent and stored in the control panel device wirelessly. Furthermore, the complete measurement data is taken, processed, and displayed in the developed software application to visually display the crankshaft deflection pattern. The test results show that the accuracy of the measuring instrument is 0.001 mm, where this value has met the prerequisites for testing the crankshaft deflection, which is 0.12 mm.
Pemanfaatan Bubble Flame Untuk Implementasi Proses Brazing Setyoko, Adi Tri; Widyanto, Susilo Adi; Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.25.4.60-67

Abstract

Abstract In the current era of industrialization, welding technology plays a very important role in the manufacturing or metal joining and assembly industry, one of which is brazing. Brazing is the process of joining specimens using metal and filler that melt in the liquid phase, while the base metal used has a melting point above the filler through heat distribution and the use of filler metal. The aim of this research is to investigate the tensile and bending test strength, from the application of the bubling method and to determine the optimal fuel in the brazing process. The connection model in this research is the lap joint type. The results of research on the brazing process using the bubling method obtain a constant temperature output, so that the filler metal can melt evenly. From the bending test and tensile test results data for each specimen using traditional brazing welding and the bubbling method for Pertalite and Pertamax fuels shows varied results. The bending stress experienced a graph of successive decreases, namely 2.92Mpa for Specimen A, 2.92Mpa for Specimen B and 2.57Mpa for Specimen C. However, in contrast to the resulting tensile stress, there was a graph of increase respectively, 20.87Mpa for Specimen A, 21.76Mpa. specimen B and peak with 34.59Mpa for specimen C. Then the optimal fuel which produces optimal combustion in the brazing process using the bubling method is Pertamax.