Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan Demografi Masyarakat dengan Pengetahuan Penggunaan Alat Glukometer di Kelurahan Duren Sawit Aries Meryta; M. Fathan N.U.; Erna Prihandiwati
Majalah Farmaseutik Vol 19, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v19i1.81857

Abstract

Diabetes  adalah  penyakit kronis dengan angka kejadian yang tinggi di Indonesia dan merupakan masalah serius bagi masyarakat Indonesia terutama di daerah perkotaan. Menurut WHO Indonesia merupakan negara urutan ke-7 dengan prevalensi diabetes tertinggi, di bawah China, India, USA, Brazil, Rusia dan Mexico. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang glukometer di RW 03 Kelurahan Duren Sawit bulan Juni 2022. Alat Glukometer memiliki cara kerja sistematik ketika memantau kadar gula darah. Saat mengukur kadar glukosa darah, anda perlu mengambil sampel darah dengan alat jarum suntik. Setelah itu, tempelkan sampel darah secukupnya pada  strip tes gula darah yang terpasang pada glucometer. Penelitian ini menggunakan metode korelatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling dan didapatkan responden sebanyak 368 orang. Masyarakat umumnya memiliki  pengetahuan cukup dengan mengetahui dan memahami penggunaan alat glucometer sebesar 91%, sehingga dapat dikategorikan memiliki pengetahuan cukup. Ketika dilakukan Analisa hubungan antara faktor demografi berupa usia dan tingkat Pendidikan menyatakan bahwa tidak ada korelasi antara usia dan tingkat Pendidikan dengan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai cara penggunaan glukometer.
Edukasi Penggunaan Glukometer kepada Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Wilayah Kelurahan Duren Sawit Aries Meryta; Aripin Aripin; Fachdiana Fidia
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i2.312

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) hingga saat ini masih merupakan salah satu penyakit kronis yang disebabkan oleh gaya hidup. Oleh sebab itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah angka keparahan DM adalah melalui peningkatan pengetahuan dan awareness masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk pemberian edukasi terkait tatalaksana DM melalui penggunaan Glukometer secara mandiri kepada Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di wilayah Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur. Kegiatan PkM ini diikuti oleh 45 Kader PKK dari beberapa wilayah RW sebagai perwakilan Pengisian kuesioner pretest dan posttest dilakukan untuk melihat ada tidaknya perubahan pengetahuan peserta terkait kegiatan yang dilakukan. Berdasarkan 10 indikator pernyataan dalam kuesioner ini, terlihat bahwa peserta mengalami perubahan pengetahuan setelah diadakannya kegiatan PkM.
PENINGKATAN UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 SERTA PROMOSI KESEHATAN DI CLUSTER JADE BEKASI Leonov Rianto; Aries Meryta; Doni Iswandani; Alifa Sabrina
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The first two cases of COVID-19 in Indonesia were confirmed for the first time on March 2, 2020. Transmission occurred very quickly, on December 3, 2020 there were 8,369 positive cases of COVID-19. A study shows that the rate of transmission from contact with 1 patient can infect 3 people around him and maybe more. In minimizing the spread of the virus, the Government has launched a Health Protocol that applies throughout Indonesia. The details in the Health protocol need to be socialized more regularly, such as what type of mask should be used, how to use a mask correctly, how to wash hands properly, what is the safe distance between humans in public spaces, and so on. So, we intend to hold educational activities about preventing the spread of COVID-19 and promoting health in implementing health protocols. Based on statistical tests, it is known that the significance value (sig) of the pretest and posttest data is 0.000, which means that the H1 hypothesis is accepted because sig < 0.005. Hypothesis H1 is accepted, which means that there is an effect of counseling in increasing knowledge of health protocols. The highest increase in respondents' knowledge is in the section on how to wash hands properly.
EDUKASI TATALAKSANA DIABETES MELITUS TIPE II DI KELURAHAN DUREN SAWIT JAKARTA TIMUR Herty Nur Tanty; Fachdiana Fidia; Aries Meryta
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease with a high incidence rate in Indonesia and is a serious problem for Indonesian people, especially in urban areas. It is estimated that by 2030 in Indonesia, DM sufferers will reach 21.3 million people. The aim of the Community Service (PkM) activity in Duren Sawit Village is to educate the public regarding the management of DM disease, especially type 2. The PkM activity was carried out on August 2, 2023, in the Duren Sawit Village Office Hall and was attended by 45 residents from several areas in Duren Sawit Village. The results of the PkM activities showed an increase in respondents' knowledge regarding the management of type 2 DM.
Hubungan Demografi Pasien terhadap Kepatuhan Pengambilan Ulang Obat Antiretroviral Pasien HIV/AIDS di Poli Rawat Jalan RS X Leonov Rianto; Aripin; Aries Meryta; Siti Romlah
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.1 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate adherence to antiretroviral (ARV) drug refills among HIV/AIDS patients at the outpatient clinic of Hospital X in West Jakarta. Adherence is defined as the patient's conscious commitment to follow their treatment, not merely obeying the doctor's orders. Non-adherence is a common cause of ARV therapy failure. One form of non-adherence is not obtaining prescription refills (refills not obtained). This study used a quantitative descriptive design with the Medication Possession Ratio (MPR) method to measure adherence. Patients were considered adherent if the MPR percentage was ≥80% and non-adherent if <80%. The results from the period of March-May 2022 showed that out of 123 patients, 117 (95.1%) were adherent in obtaining prescription refills, while 6 (4.9%) were non-adherent. Statistical analysis revealed no significant relationship between gender and adherence levels to drug refills. These findings indicate that the majority of HIV/AIDS patients at Hospital X in West Jakarta have high adherence to ARV treatment. However, regular monitoring and evaluation of adherence remain necessary to ensure treatment success and prevent therapy failure. This study emphasizes the importance of patient awareness in consistently following ARV therapy.
Gambaran Pola Penggunaan Obat pada Pasien Jantung Koroner di Poliklinik Jantung RSPAD Gatot Soebroto Periode Tahun 2024 Honey Iskandar; Vony Nofrika; Siti Aisyah; Aries Meryta; Rika Astuti
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner yang disebut juga penyakit arteri koroner (Coronary Arteri Disease) merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya penyumbatan oleh penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Pengobatan penyakit jantung koroner dimaksudkan tidak sekedar mengurangi atau bahkan menghilangkan keluhan, yang paling penting adalah memelihara fungsi jantung sehingga harapan hidup akan meningkat. Banyaknya Pola yang ada dalam terapi pengobatan jantung koroner dapat memungkinkan timbulnya beberapa masalah seperti ketidaktepatan, munculnya efek samping, interaksi obat dan adanya polifarmasi. Tujuan Penelitian ini memberikan gambaran pola penggunaan obat jantung koroner meliputi kelas terapi dan golongan obat yang digunakan di poliklinik jantung RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bersifat retrospektif dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2024, menggunakan teknik random sampling. Sampel yang pada penelitian ini sebanyak 386 lembar resep. Hasil penelitian ini di peroleh adanya 8 pola penggunaan obat jantung koroner yakni Double Antiplatelet + ACE Inhibitor + Beta Blocker + CCB + Nitrat + Statin (4,92%), Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + Diuretik + Statin (7,25%), Double Antiplatelet + ARB + CCB + Nitrat + Proton Pump Inhibitor + Statin (7,7%), Double Antiplatelet + ACE Inhibitor + Beta Blocker + Nitrat + Statin (9,84%), Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + CCB + Statin (11,92%), Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + Nitrat + Statin (16,32), Double Antiplatelet + ACE Inhibitor + Beta Blocker + Statin (17,88%), dan Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + Statin (24,09%). Penelitian Gambaran pola penggunaan obat jantung koroner, dapat disimpulkan bahwa pola penggobatan yang paling banyak digunakan di poliklinik jantung RSPAD adalah Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + Statin, sebanyak 93 lembar resep (24,09%).
HUBUNGAN PENGOBATAN POLIFARMASI DENGAN POTENSI KEJADIAN INTERAKSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KRAMAT JATI PERIODE OKTOBER – DESEMBER 2024 Aries Meryta; Tati Suprapti; Septia Wafa Khairiyah; Aripin
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 2 JULI TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO menyatakan bahwa diabetes melitus termasuk penyakit yang paling banyak diderita oleh orang di seluruh dunia termasuk indonesia. Pasien diabetes melitus memiliki penyakit penyerta yang merupakan komplikasi dari peningkatan kadar gula darah, menyebabkan terjadinya polifarmasi dan memicu kejadian interaksi obat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengobatan polifarmasi dengan kejadian interaksi obat pada pasien diabetes melitus rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kramat jati. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional secara retrospektif, menggunakan rekam medis pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Kramat jati pada tanggal 20 Januari – 20 Maret 2024. Jenis interaksi dan tingkat keparahannya menggunakan drugs.com dengan hasil yang dianalisis menggunakan statistik uji chi square. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa jenis kelamin perempuan yang memiliki angka kejadian lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki (57,4% vs 42,6%) yang terdapat pada usia 46-55 tahun (42,6%).  Pada 94 pasien terjadi interaksi obat sebesar (98,8%) dengan tingkat keparahan moderat (82,5%) Hasil analisis uji chi square didapatkan nilai p=0,002 (p=<0,005). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara polifarmasi dengan potensi interaksi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kramat Jati.
THE PROCESS OF DRUG RETURN WITH THE DISTRIBUTION SYSTEM BEFORE UDD AND AFTER UDD FOR INPATIENTS AT ST. CAROLUS HOSPITAL Aries Meryta; Fachdiana Fidia; Neneng Arfiah
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i2.2926

Abstract

Background: Improper drug distribution system can cause high drug returns. The adverse effects of drug returns, such as in terms of energy when packing drugs, time used for drug dispensing , wasted costs for drug packaging and can make a difference in drug stocks in pharmacies. Sint Hospital Carolus uses the UDD distribution system for inpatients to reduce drug returns in the pharmacy . The purpose of study This is for know the picture drug return with a distribution system before UDD and after UDD in outpatients stay in hospital Sint Carolus. Methods: Method study This is study Which characteristic p tif description that is collect data retrospectively by counting the number of drugs usedreturned with the number of initial prescriptions in the period before UDD and after UDD. Results: Results research before UDD the number of incoming prescriptions 885.355 the number of prescriptions returned was 89,181 with a percentage of 10.07% and the number of drug items returned was 470, after UDD the number of prescriptions received was 639,170 the number of prescriptions returned was 33,307 with a percentage of 5.21% and the number of drug items returned was 273. Conclusion: It was concluded that there was a difference in percentage change before UDD and after UDD. It was concluded that there was a difference in percentage change before UDD and after UDD.