Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL KONVERSI

PENGARUH PENAMBAHAN SPENT BLEACHING EARTH PADA MINYAK NYAMPLUNG UNTUK GEMUK LUMAS Yeti Widyawati; Dziki Ufidian
JURNAL KONVERSI Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.6.1.1-6

Abstract

Telah dikembangkan formula gemuk lumas dengan bahan dasar minyak nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) di mana  tribological performance dari minyak nyamplung tersebut ditingkatkan dengan penambahan pengental tanah pemucat bekas. Hasil uji nilai dropping point produk gemuk lumas ini didapat pada komposisi SBE : minyak nyampung (35:65) nilai NLGI 2, ini menunjukkan bahwa campuran tersebut berbentuk gemuk lumas pada umumnya. Formulasi gemuk lumas berbahan dasar minyak nyamplung, adalah suatu inovasi penelitian di bidang pelumas yang berkomitmen untuk menghasilkan jenis-jenis gemuk lumas ramah lingkungan dan terbarukan.Kata kunci: nyamplung, gemuk lumas, tanah pemucat bekas
SINTESIS BIOETANOL DARI BAGAS SORGUM SAMURAI 1 HASIL HIDROLISIS ENZIMATIS DAN FERMENTASI OLEH SACCHAROMYCES CEREVISIAE Yeti Widyawati; Amelia Mardhotillah; Irawan Sugoro
JURNAL KONVERSI Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.1.12

Abstract

Bagas sorgum merupakan padatan sisa ekstraksi nira dari bagian batang sorgum. Bagas sorgum  memiliki potensi untuk digunakan sebagai substrat pembuatan bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bioetanol dari bagas sorgum varietas Samurai 1 hasil hidrolisis secara enzimatik yang difermentasi menggunakan khamir Saccharomyces cerevisiae. Enzim yang digunakan berasal dari kapang Trichoderma harzianum. Substrat bagas hasil hidrolisis digunakan sebagai media fermentasi dan diinkubasi selama 9 hari pada suhu ruang. Kadar gula hasil hidrolisis enzimatik bagas sorgum setelah diinkubasi 24 jam adalah 2,4% brix. Hasil fermentasi dengan menggunakan S. cerevisiae menunjukkan bahwa terjadi korelasi negatif antara kadar gula dan bioetanol dengan produksi bioetanol tertinggi dihasilkan setelah 9 hari inkubasi, yaitu sebesar 2,99% dan laju produksi bioethanol terbaik adalah di hari ke-3 dengan hasil sebesar 0,59.%/hari.